Jessica yang masih umurnya 21 tahun terpaksa menikah karena sebuah perjodohan dengan seorang CEO tampan kaya raya, laki-laki itu bernama Reyhan Dhalvin Wijaya.
Bagaimana jadinya jika di umur 21 tahun Jessica sudah menjadi seorang istri. mampukah ia melewati semua hal yang terjadi dalam hidupnya? Dan rahasia apakah yang Jessica sembunyikan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fuji Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
I love you
Tiga hari telah berlalu. Namun Jessica tetap bersikap dingin kepada Reyhan. Gadis itu tak banyak bicara seperti dulu. Reyhan selalu gelisah setiap hari, dia merindukan Jessica yang kemarin-kemarin.
Dan sampai sekarang keluarga Jessica dan keluarga Rey tidak tau soal masalah pasutri itu yang tiga hari lalu.
Berbagai cara telah Reyhan lakukan untuk mendapatkan maaf dari istrinya itu, tapi tak ada satu pun yang membuahkan hasil.
Kata orang seorang wanita sangatlah lembut. Ternyata itu memang benar adanya. Mereka tak suka diperlakukan secara kasar.
Namun, Reyhan malah membentak nya, dan kasar pada gadisnya. Jika waktu bisa diulangi kembali, maka ia tidak akan melakukan hal itu kepada Jessica. Hatinya ikut berdenyut sakit kala melihat Jessica menangis dengan tersedu-sedu di depan matanya, terlebih lagi karena ulahnya sendiri.
***
"Anjir Chaeunwo ganteng banget cuy!" Heboh Amel saat melihat photo Chaeunwo di intstagram.
N"Itu suami gua, Lo jangan jadi pelakor di rumah tangga gua ya," Ucap Anggun dengan pedenya.
Amel menatap sinis sahabatnya itu."Halu lo popo."
Hari ini kelas 12 IPA 2 sedang jam kosong. Akhirnya mereka manfaatkan untuk melakukan berbagai aktivitas sesuai keinginan masing-masing.
"Udah deh Lo pada jangan hal--"
'Perhatian, siswa-siswi SMA pancasila dimohon untuk berkumpul di aula sekarang juga. Sekali lagi, siswa-siswi SMA Nusantara dimohon untuk berkumpul di aula sekarang juga, terimakasih'
"Ada apa ya?"
Jessica menatap kearah jendela. Terlihat banyak murid yang berbondong-bondong menuju ke aula.
Jessica pun keluar dari kelas dengan diikuti sahabat-sahabatnya.
Vero menyusuri koridor SM dengan langkah tergesa-gesa. Beberapa menit yang lalu Reyhan memintanya untuk menemui pria itu di sini.
Banyak murid-murid yang berlarian entah karena apa.
Jessica, Amel, Anggun dan Viola berjinjit melihat keadaan di depan sana. Entah badan mereka yang terlalu pendek atau orang-orang di depannya ini yang terlalu tinggi.
Jessica geram! Sedari tadi dirinya tak bisa melihat apapun di sini. Gadis itu menyeret ketiga sahabatnya untuk berpindah tempat.
Namun naasnya, kini dirinya berdiri di belakang Bu Devi. Para guru memang berdiri di barisan paling depan, sedangkan murid-murid berserakan di belakang mereka.
Sebenarnya Jessica ingin berpindah, tetapi ini adalah tempat paling strategis. Terbukti dirinya dapat melihat jelas keadaan di depan.
Terlihat Reyhan duduk di atas panggung dengan membawa sebuah gitar.
"Selamat siang semuanya!" Sapa Reyhan kepada para penonton, membuat suasana di sekitar semakin ramai.
"SIANG!!!"
"Sebelumnya saya ingin meminta maaf kepada kalian karena telah mengganggu jam pelajaran."
"Saya disini ingin menyanyikan lagu buat wanita kesayangan saya yang sedang marah. Saya mohon do'a dari kalian agar dia berhenti mendiami saya...."
"Sayang, marahnya jangan lama-lama, aku kangen!!!" Ucap Reyhan menatap Jessica di barisan penonton. Namun, tatapan itu sepertinya salah sasaran.
Perkataan Reyhan langsung mendapat sorakan ricuh. Para cewek-cewek dibuat menjerit oleh Reyhan.
"Aaaa ceweknya pak Rey siapa? Gua mau sungkem!!!"
"Kaki gua lemes anjeng."
"Cie-cie!!" goda Bu Yati menyenggol lengan Bu Devi.
Bu Devi memang suka sama Reyhan, tetapi dia pendem sendiri perasaannya.
Pipi Bu Devi seketika langsung merona."Tapi... aku kan gak lagi ngambek sama pak Rey, ah bodo amat yang penting pak Rey memang benar cinta sama aku." Batinnya dengan percaya diri.
Reyhan pun mulai memetik gitarnya.
Judulnya: Anggel Baby - Troye Sivan
I need a lover to keep me sane pul me from hel, bring me back again.
Play me the classics, something romantic.
Give him my all when I don't even have it.
Reyhan terus menatap Jessica dalam, seolah terlarut keadaan makna lagu tersebut.
"Manusia kutub sialan!" makin Jessica dalam hati. Gadis itu mengusap air matanya kasar, sedari tadi ia tak berhenti menitikkan air mata karena ulah Reyhan Dhaval Anderson.
"Aaaa Jes, suami Lo soswet banget sih," ucap Amel pelan agar tidak kedengaran oleh orang lain.
"Pengen deh punya cowok kaya pak Rey," celetuk Anggun.
"Sosweet banget sih pak Rey," ucap Viola.
Reyhan menatap Jessica dan melambaikan tangannya agar gadis itu menghampirinya. Jessica hendak melangkah. Namun, niatnya terurungkan kala melihat Bu Devi berjalan ke depan mendahuluinya.
"Jadi ceweknya pak Rey, Bu Devi?" bisik salah satu murid.
"Wahh Jes, ada pelakor tuh," celetuk Amel.
"Hajar aja Jes tuh nini Untung," celetuk Anggun memanasi Jessica.
Jessica mengepalkan tangannya erat, otaknya dipenuhi pikiran negatif. Jadi lagu itu untuk Bu Devi? Pikirnya.
"Pak Rey!" Panggil Bu Devi kepada Reyhan yang masih menatap kearah penonton, lebih tepatnya kearah Jessica.
"Pak?" Panggil Bu Devi sekali lagi, tapi Reyhan justru berlari meninggalkannya di atas panggung sendirian.
Reyhan membelah kerumunan, menghampiri Jessica dan langsung mendekapnya seeerat mungkin.
"Jangan marah lagi sayang, I love you," ucap Reyhan mengecup pucuk kepala Jessica tanpa menghiraukan tatapan terkejut orang-orang di sekitarnya.
"Kenapa harus wanita itu. gak, Gua gak bakal biarin pak Rey sama Jessica, pokonya pak Rey harus menjadi milik gua," gumam Reva mengepalkan tangannya emosi.
Bukan hanya Reva, Bu Devi yang tak suka melihat pemandangan itu, tapi ada juga seorang laki-laki yang kini tangannya mengepal kuat. Menahan emosinya, dan cemburu melihat wanita yang selama ini ia cintai ternyata sudah punya kekasih. Palagi dia pacaran sama gurunya sendiri.
***
Saat ini di aula menjadi sangat heboh dan menatap tak percaya kepada dua sejoli. Jessica meringis malu menjadi bahan tontonan, sedangkan Reyhan justru terlihat sumringah, bahkan pria itu tersenyum lebar seolah puas dengan semuanya. Ia tak perlu lagi sembunyi-sembunyi.
Bu Devi berdiri di atas panggung dengan tangan terkepal erat, matanya memancarkan aura kemarahan dan kekecewaan. Wanita itu langsung berlari keluar dari aula. Dirinya malu, sangat malu. Ia merasa dipermalukan di depan umum.
Dari ujung aula Reva and the geng memandang kejadian tersebut dengan menganga lebar.
"Di pake pelet?" tanya Ayu teman se geng Reva.
"Tapi mereka cocok ya," celetuk Elsa.
Reva langsung langsung menatap tajam Elsa lalu kembali menatap Jessica dengan tatapan benci."Pokonya pak Rey harus menjadi milik gua, hanya milik gua!"
***
Bu Devi berdiri di halaman belakang sekolah sejak beberapa menit yang lalu untuk menenangkan pikirannya.
Wanita itu menangis pilu mengingat kejadian di aula tadi. Banyak siswa-siswi yang terang-terangan membicarakan kejelekannya, bahkan ada juga guru yang menatapnya sinis.
Apakah salah jika wanita seperti dirinya mencintai laki-laki seperti Reyhan? Kenapa Reyhan tak bisa membalas perasaannya? Apa karena dia tak secantik Jessica?
Bu Devi merasa dunia tak pernah adil dengan dirinya.