NovelToon NovelToon
Anak Rahasia Sang Mafia

Anak Rahasia Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Malam kelam empat tahun lalu selalu datang menyapa benak Adrian setiap kali hening mulai menguasai sudut-sudut markas mewahnya. Sebagai seorang pemimpin jaringan bawah tanah yang disegani sekaligus ditakuti di kota ini, tak ada satu pun hal yang luput dari genggamannya—kecuali ingatan tentang malam itu. Sebuah penyesalan samar yang tak pernah terus terang ia akui, tetapi secara perlahan mengikis ketenangannya. Sampai detik ini, deretan anak buah terbaiknya yang tersebar di berbagai penjuru wilayah belum juga berhasil menemukan keberadaan wanita yang pernah hadir sejenak di hidupnya. Pria itu bahkan hanya mengingat sepenggal nama yang dibisikkan dalam kepasrahan malam: Alea.

​Jauh dari hiruk-pikuk pusat kota yang dipenuhi kemewahan dan intrik kekuasaan, Alea menjalani hidup sederhana di sebuah pemukiman pinggiran. Di sana, ia bekerja membanting tulang dari pagi hingga malam tanpa pernah mengeluh. Semua keringat dan rasa lelahnya menguap setiap kali melihat senyum manis putra kecilnya,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggilan Dari Rumah

​Langkah kaki mungil anak-anak yang kemarin mendorong Azka tampak ragu-ragu mendatangi teras kelas. Mereka saling senggol, menunduk malu, sekaligus memasang raut wajah takut. Tatapan mereka sesekali mencuri pandang ke arah Adrian yang masih berdiri tegap tak jauh dari sana, mengawasi sang putra dari dekat gerbang.

​Jas hitam Adrian yang lengannya sedikit terangkat saat menggendong Azka tadi sempat menyingkap sekilas ukiran tato bernuansa gelap yang merambat hingga ke batas lehernya—sisa-sisa jejak kehidupannya sebagai penguasa dunia bawah tanah yang memberi aura intimidasi luar biasa bagi siapa saja yang melihatnya.

​"Azkaaa... itu beneran Papa kamu?" tanya salah satu anak laki-laki dengan suara cicit yang gemetar. "Maaf yaa soal kemarin, kami tidak sengaja... Aku takut sekali melihat Papa kamu punya tato di lengan dan lehernya," lanjutnya jujur sembari menunduk.

​Anak laki-laki yang lain ikut mengangguk cepat dengan mata berbinar campur ngeri. "I-iya, Azka... Kami tidak akan berbuat masalah lagi padamu."

​Mendengar pengakuan dan permintaan maaf dari teman-temannya, dada Azka mendadak mengembang penuh kebanggaan. Rasa minder yang selama ini menyiksanya menguap begitu saja. Bocah tiga setengah tahun itu menepuk dadanya sendiri dengan gaya polos yang menggemaskan.

​"Iya! Itu beneran Papaku! Papaku kerja jauh, tapi sekarang sudah pulang!" seru Azka dengan nada penuh kemenangan. "Papaku baik kok, kemarin dia yang berenang nyelamatin aku dari kolam!"

​Dari jarak beberapa meter, Adrian yang memperhatikan interaksi anak-anak itu mengulas senyum tipis. Ia mengerti ketakutan anak-anak kecil itu pada penampilan dan tato di tubuhnya. Namun, alih-alih memasang wajah garang, Adrian justru melangkah mendekat dengan santai. Pria jangkung itu berlutut di hadapan kerumunan anak-anak TK tersebut agar sejajar dengan tinggi mereka.

​Aura dinginnya seketika mencair digantikan keramahan seorang ayah.

​"Pagi, Anak-anak," sapa Adrian dengan suara berat yang diusahakan selembut mungkin. "Kalian teman-teman Azka?"

​Anak-anak itu sempat tersentak mundur satu langkah, namun melihat senyuman hangat di wajah Adrian, rasa takut mereka perlahan luntur.

​"I-iya, Om..." jawab mereka kompak.

​"Bagus. Kalau begitu, tolong berteman baik dengan Azka ya?" ucap Adrian sembari mengusap kepala anak laki-laki yang tadi meminta maaf. "Kalau ada yang nakal atau ganggu kalian, bilang sama Om. Biar Om yang jaga kalian semua di sini."

​Anak-anak kecil itu seketika mengangguk antusias dengan mata berbinar takjub. Sosok ayah Azka yang tadinya terlihat menyeramkan kini mendadak tampak seperti pahlawan super di mata mereka.

​"Wahhh... Makasih, Papanya Azka!" seru anak-anak itu riang sebelum berlarian masuk ke dalam kelas.

​Azka melambaikan tangannya pada sang ayah dengan cengiran paling lebar yang pernah Adrian lihat. "Papa, Azka masuk kelas dulu ya!"

​"Iya, Sayang. Belajar yang rajin. Nanti jam pulang sekolah, Papa sudah ada di sini menunggu Azka," balas Adrian penuh kepastian, menatap punggung kecil putranya yang melangkah masuk ke dalam kelas dengan dada tegak penuh percaya diri.

​Senyum di wajah Adrian perlahan memudar seiring langkah kakinya yang makin menjauh dari gerbang sekolah TK. Setelah memastikan Azka duduk manis di dalam kelas bersama teman-temannya, Adrian berjalan menuju mobil hitamnya yang terparkir anggun di tepi jalan.

​Saat hendak masuk ke mobil, panggilan dari sang mama menghentikan langkah Adrian.

​Adrian membeku di ambang pintu mobil. Jemarinya yang baru saja memegang gagang pintu tertahan kaku. Di layar ponsel mewahnya, nama "Mama" tertera dengan pendar cahaya yang mendadak terasa begitu berat. Sudah sangat lama ia membatasi komunikasi dengan keluarga besarnya—keluarga bangsawan kaya raya yang dulu menjadi salah satu alasan utama kehidupannya hancur dan berjarak dari Alea.

​Dengan helaan napas panjang, Adrian menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel itu ke telinganya.

​"Ya, Ma?" panggil Adrian dingin, menjaga nada suaranya tetap datar.

​"Adrian! Akhirnya kamu mengangkat telepon Mama!" suara wanita paruh baya bermartabat tinggi itu terdengar melengking di seberang saluran. "Kamu ada di mana sekarang? Rian bilang kamu sedang di luar kota untuk urusan pribadi. Urusan apa yang membuatmu mengabaikan pertemuan keluarga penting semalam?!"

​Adrian menyandarkan punggungnya pada pintu mobil, menatap langit pagi yang mulai cerah. "Ini urusan hidupku, Ma. Tidak ada hubungannya dengan bisnis atau keluarga besar."

​"Jangan seperti anak kecil, Adrian!" bentak sang mama di seberang sana, mengabaikan ketegasan putranya. "Papa dan Mama sudah mendengar rumor bahwa kamu mengirim anak buahmu menyisir pemukiman kumuh di pinggiran kota. Untuk apa kamu melakukan hal tidak berguna itu? Jangan bilang kamu masih mencari perempuan miskin yang dulu memanfaatkanmu itu!"

​Mendengar Alea disebut dengan nada merendahkan, raut wajah Adrian seketika menggelap. Rahangnya mengetat keras, dan aura intimidasi dari sang ketua mafia yang sempat mencair kini kembali menguap pekat.

​"Tolong jangan bicara seperti itu, Ma," ucap Adrian dengan suara berat yang teramat dingin, cukup untuk membuat lawan bicaranya terdiam sejenak. "Alea adalah ibu dari anakku. Dan cucu Mama ada bersamaku sekarang."

​Hening menyergap saluran telepon selama beberapa detik. Sang mama di seberang sana tampak tersentak hebat, tak mampu menyembunyikan rasa syoknya.

​"C-cucu?... Apa maksudmu, Adrian?!" bisik sang mama, suaranya kini bergetar antara tak percaya dan amarah yang tertahan. "Kamu jangan main-main! Darah daging keluarga kita tidak bisa sembarangan diakui dari wanita seperti itu!"

​"Aku tidak butuh pengakuan dari keluarga untuk anakku sendiri," potong Adrian tegas tanpa keraguan sedikit pun. "Jika Mama hanya menelpon untuk mengatur hidupku atau menghina Alea, lebih baik tutup teleponnya. Aku punya tanggung jawab sebagai seorang ayah yang harus aku selesaikan."

​Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut dari sang mama, Adrian langsung mematikan sambungan telepon secara sepihak. Ia melempar ponselnya ke kursi penumpang lalu mengacak rambutnya kasar, menahan gejolak amarah yang mulai membakar dadanya. Ia tahu, penemuannya atas keberadaan Alea dan Azka tak akan bisa disembunyikan selamanya dari keluarganya yang berkuasa.

1
Ariany Sudjana
pemberkatan ga bisa digabungkan dengan akad yah 🤣🤣😂😂
Waaaaaa_: Sudah aku perbaiki ya kak🤭
total 1 replies
Lisa
👍 Bahagia & rukun selalu ya utk Adrian sekeluarga .
Pa Muhsid
perasaan toko bunga kok jadi toko roti udah pindah krja ya
Ariany Sudjana
mama Adrian saja yang gila, apalagi dibujuk sama si pelacur murahan itu
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Alea sudah melewati masa kritisnya dan sudah sadar
Ariany Sudjana
bagus Adrian, kamu harus tegas, meskipun itu berarti mama kamu harus dihukum berat dan juga si pelacur murahan itu juga sama
Lisa
Bahagia selalu y utk kalian bertiga 🙏
Lisa
Puji Tuhan Alea sudah sadar kembali..cpt pulih y Alea..
Lisa
👍 ambil tindakan tegas terhadap ibumu Adrian
Lisa
Wah ke mana nih bodyguard nya
Ariany Sudjana
katanya Adrian mafia yah, tapi kok bodohnya kebangetan yah? sampai bisa menculik Azka dan menembak Alea, ini pengawal Adrian patut dipertanyakan kualitasnya
Ariany Sudjana
ini ibu yang bodoh, mau saja dikendalikan sama pelacur murahan yang ga tahu diri? waspada terus ya Adrian
Lisa: ya tuh ibu yg ga tegas..waspada selalu y Adrian..
total 1 replies
geandra
Alea kerja d toko roti atw bunga ya??
geandra
perasaan alea g tau kalo Azka masuk rmh sakit,terus Alea juga udh tau nama si Adrian,emang dr awal udh tau atw gimna thor? aku baca nya mereka g saking kenal cuma Adrian doang yg tau nama Alea deh..btw plis deh Alea kalo d fikir2 km jg salah loh setelah kejadian malah langsng minggat,kalo emang tau laki2 yg tdur sama km tuh si Adrian kno g nyari? pas d usir malah menjauh
Lisa
👍👍 Langkah Adrian bagus banget utk melawan Ma² nya & Jessica.
Lisa
Good job Adrian bereskan urusan pekerjaannmu dan tunjukkan pd ortumu bahwa siapapun ga bisa mengusik Alea & Azka.
Ariany Sudjana
Tante, perempuan yang kamu sebut jalang itu justru perempuan baik-baik, yang membesarkan cucu kamu tanpa campur tangan Adrian sama sekali, sedangkan perempuan yang kamu banggakan itu hanya pelacur murahan dan bodohnya kebangetan 😂😂🤣🤣 dan hanya mengincar harta kekayaan kamu saja
Ariany Sudjana
bagus Adrian kamu harus tegas dan segera bereskan urusan pekerjaan kamu dan hancurkan juga si pelacur murahan itu
Ariany Sudjana
mama kamu harus tahu Adrian kalau Alea itu perempuan baik-baik dan mandiri, dan sanggup membesarkan Azka tanpa campur tangan keluarga kamu sama sekali, sangat berbeda dengan si pelacur murahan kesayangan mama kamu itu, yang sangat murahan
Ariany Sudjana
kamu harus tegas Adrian, jangan biarkan si pelacur murahan itu menghancurkan rumah tangga kamu dengan Alea
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!