NovelToon NovelToon
Bangkit Setelah Dikhianati

Bangkit Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Menjadi Pengusaha / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Alfa Rizky Pradana mengalami nasib yang sangat malang. Tak hanya dikhianati istrinya, tetapi juga oleh sahabatnya sendiri -- orang yang sudah dianggapnya seperti saudara. Keduanya bersekongkol merampas seluruh harta dan mencuranginya habis-habisan. Namun, yang lebih menyakitkan dari semua itu, anak yang dibesarkannya ternyata hasil perselingkuhan mereka.

"Segera pergi dari sini! Aku sudah muak melihat tampang polosmu itu!" usir Ammar

"Hanya itu harta milikmu, setidaknya aku masih bermurah hati memberikannya padamu!" ujar Davina pongah.

Diusir seperti sampah, setelah dikhianati serta dicurangi hanya diberi sedikit harta sisa, Alfa pergi tanpa apa-apa lagi selain luka dan dendam. Mampukah Alfa bangkit setelah apa yang terjadi padanya?

Ikuti kisahnya hanya di sini;
"Bangkit Setelah Dikhianati" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24.

Pyarrr ...!!!

Gelas dalam genggaman Davina terlepas dan meluncur ke bawah menghantam lantai, pecah berserakan.

Wanita itu sempat terperanjat. Ia menatap pecahan beling di bawah kakinya dengan perasaan tidak menentu.

'Apa yang terjadi? Kenapa gelas ini bisa tiba-tiba terjatuh?' bisik batinnya.

Baru saja dirinya hendak memunguti pecahan beling tersebut, ponsel di atas meja berdering nyaring. Davina mengalihkan pandangan, lalu bergegas meraihnya.

Sebuah nomor tak dikenal tertera di layar. Davina sempat ragu, tetapi rasa penasaran akhirnya memaksanya mengangkat panggilan itu. “Halo...” sapanya.

“Halo, apakah benar ini dengan Ibu Davina?” tanya suara seorang pria dari seberang telepon.

“Ya, saya sendiri. Maaf, ini siapa dan ada keperluan apa?” Dahi Davina berkerut.

“Kami dari kepolisian, Bu. Kami ingin mengabarkan bahwa suami Ibu, Pak Ammar, mengalami kecelakaan lalu lintas beberapa waktu lalu. Saat ini, beliau sudah dibawa ke Rumah Sakit Mitra Keluarga.”

Tubuh Davina seketika menegang. “A-apa...! Kecelakaan?” serunya tak percaya.

“Benar, Bu. Kami menghubungi Ibu agar segera datang ke rumah sakit.”

Davina terdiam. Tangannya yang menggenggam ponsel mulai gemetar, sementara pikirannya berusaha mencerna kabar yang baru saja diterimanya.

“Bagaimana keadaan suami saya, Pak? Apakah dia baik-baik saja?” tanyanya terburu-buru.

“Untuk kondisi lengkapnya, Ibu bisa menanyakannya langsung kepada pihak rumah sakit. Saat ini, yang terpenting Ibu segera datang.”

Panggilan berakhir setelah petugas memberikan informasi yang diperlukan.

Davina menurunkan ponselnya perlahan. Wajahnya pucat, sedangkan jantungnya berpacu semakin kencang. Ia tidak pernah membayangkan akan menerima kabar seperti ini.

“Apa yang terjadi padamu, Mas?” gumamnya, suaranya bergetar menahan sesuatu yang berkecamuk.

Ia segera mengambil tas dan kunci mobil. Bahkan, pecahan gelas yang berserakan di lantai pun tak lagi dihiraukannya. Sesampainya di luar rumah, Davina bergegas masuk ke mobil lalu segera menyalakan mesin dan melajukan kendaraannya menuju Rumah Sakit Mitra Keluarga.

***

Tiga puluh menit kemudian, Davina tiba di sana. Ia segera memarkirkan mobilnya, lalu bergegas memasuki gedung rumah sakit dengan wajah cemas. Sesampainya di meja resepsionis, ia langsung menghampiri seorang petugas yang sedang berjaga.

“Permisi, Mbak. Saya ingin mencari pasien korban kecelakaan lalu lintas atas nama Ammar. Dia baru saja dibawa ke sini,” ujar Davina terburu-buru.

Petugas itu segera memeriksa data pasien melalui komputer di hadapannya.

“Benar, Bu. Pasien atas nama Pak Ammar sedang ditangani di ruang IGD,” jawabnya setelah menemukan data yang dimaksud. “Ibu bisa langsung menuju ke sana.”

“Terima kasih, Mbak,” ucap Davina singkat, lalu bergegas menuju ruang IGD.

Langkahnya semakin cepat ketika melihat pintu ruangan tersebut dari kejauhan. Namun, sebelum sempat mendekat, terdengar suara percakapan dari sisi pintu. Ia lantas menghentikan langkahnya.

Di sana, dua orang petugas polisi sedang meminta keterangan dari seorang pria yang berdiri dengan wajah tegang. Pria itu merupakan pengemudi mobil yang menabrak Ammar.

“Bisa Anda jelaskan bagaimana kecelakaan itu terjadi?” tanya polisi dengan nada tegas.

“Korban tiba-tiba menyeberang, Pak. Saya sudah berusaha mengerem, tapi, jarak korban sudah terlalu dekat sehingga saya tidak sempat menghindar,” jelas pria tersebut.

Emosi Davina langsung meledak begitu mendengar pengakuan tersebut dan bergegas menghampiri mereka.

“Jadi kamu yang menabrak suamiku, hah?!” teriaknya sambil menyerang pria itu.

Davina mencengkeram kerah bajunya, lalu mengguncangnya dengan kasar.

“Kenapa kamu menabraknya?! Apa matamu buta sampai tidak lihat orang menyeberang, hahhh? Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada suamiku?!” bentaknya, matanya berkaca-kaca.

Pria itu terkejut, berusaha melepaskan cengkeraman tangan Davina.

“Bu, tolong tenang dulu. Saya sudah berusaha menghindar. Suami Ibu yang tiba-tiba menyeberang—”

“Diam!” potong Davina, suaranya meninggi. “Jangan mencari alasan! Kalau kamu mengemudi dengan hati-hati, suamiku tidak akan berakhir di rumah sakit seperti ini!”

“Cukup, Bu!”

Petugas polisi segera menarik Davina agar menjauh, sementara seorang petugas lainnya membantu melepaskan cengkeraman tangannya pada pria tersebut.

Namun, Davina masih berusaha mendekat. Airmatanya mulai mengalir deras, saat kembali menatap pengemudi itu dengan penuh kemarahan.

“Lepaskan...! Saya mau memberi pelajaran kepada orang ini!” teriaknya meronta.

“Bu, saya mengerti Ibu sedang panik. Tapi, tolong kendalikan diri. Kami sedang menyelidiki kejadian ini,” ujar polisi berusaha menenangkannya.

“Bagaimana saya bisa tenang, Pak?! Suami saya sedang berada di dalam sana karena ditabrak olehnya!”

Davina menunjuk pintu IGD dengan tangan gemetar. “Kalau sampai terjadi sesuatu dengannya, saya tidak akan pernah memaafkannya!”

Polisi itu menghela napas, berusaha menghadapi luapan emosi Davina tanpa memperkeruh keadaan.

“Kami akan menangani kasus ini sesuai prosedur, Bu. Pengemudi juga sedang dimintai keterangan. Sekarang, sebaiknya Ibu menunggu informasi dari dokter mengenai kondisi suami Ibu.”

Mendengar ucapan itu, Davina perlahan menghentikan perlawanannya. Namun, tatapannya masih tertuju pada pria yang berdiri di hadapannya.

Sementara itu, pengemudi mobil tersebut merapikan kerah bajunya yang kusut akibat cengkeraman Davina.

“Maaf, Bu. Tapi saya tidak berniat mencelakai suami Ibu. Semuanya terjadi begitu cepat tak bisa dihindari,” katanya, berusaha menjelaskan.

Davina mendengus kesal. “Percuma kamu bicara seperti itu! Apa permintaan maafmu bisa mengembalikan keadaan jika suamiku mengalami sesuatu?”

Pria itu terdiam, tak lagi berusaha membela diri. Kemudian polisi kembali memintanya menunggu untuk memberikan keterangan lebih lanjut.

Davina akhirnya menjauh dan berdiri di depan pintu IGD. Pandangannya terpaku pada pintu yang masih tertutup rapat. Kemarahan yang semula menguasai dirinya perlahan berganti menjadi kecemasan yang semakin menyesakkan dada.

Ia merapatkan kedua tangannya, berusaha menahan gemetar.

'Ya Tuhan, selamatkan Mas Ammar. Aku mohon, jangan biarkan sesuatu yang buruk terjadi padanya,'' doanya tulus dalam hati.

Davina merasa benar-benar takut. Ia tidak tahu seberapa parah kondisi suaminya dan tidak sanggup membayangkan kehidupan yang harus dijalaninya jika Ammar tidak bisa kembali ke sisinya.

Kini, ia hanya bisa menunggu dengan perasaan kalut, berharap dokter segera keluar membawa kabar baik tentang keadaan suaminya

***

Setelah menunggu cukup lama, pintu IGD akhirnya terbuka. Seorang dokter keluar dengan raut wajah serius. Davina yang sejak tadi mondar-mandir segera menghampirinya.

“Dokter, bagaimana keadaan suami saya? Apa dia baik-baik saja?” tanyanya tak sabar.

Dokter itu menghela napas berat lalu menjawab. “Suami Ibu mengalami luka yang cukup serius akibat benturan itu. Tulang punggung serta Kakinya patah dan harus segera menjalani operasi.”

“Apa... punggung dan kakinya patah?” Davina membekap mulutnya, tak kuasa menahan keterkejutan.

“Benar, Bu. Kami akan melakukan tindakan secepatnya untuk menangani cederanya. Namun, sebelum operasi dilakukan, ada beberapa prosedur yang perlu diselesaikan.”

Mendengar penjelasan itu, Davina langsung histeris. Kemarahannya kembali memuncak saat pandangan bertemu pengemudi yang menabrak suaminya.

“Semua ini gara-gara dia!” teriaknya, lalu bergegas menuju pria yang masih berada di dekat petugas polisi. “Aku tidak akan membiarkannya lolos begitu saja!”

Davina kembali berusaha menyerangnya, tetapi petugas segera menahan kedua lengannya.

“Mohon tenang, Bu! Jangan bertindak yang justru merugikan diri sendiri!” tegurnya tegas

“Bagaimana saya bisa tenang, Pak! Suami saya sampai harus dioperasi karena ulahnya!” Davina meronta, airmata berderai membasahi pipinya.

“Kalau sampai terjadi sesuatu pada Mas Ammar, dia harus bertanggung jawab!”

Petugas polisi kembali berusaha menenangkan Davina yang akhirnya menangis, diliputi ketakutan akan kehilangan suami yang selama ini menjadi sandaran hidupnya.

1
Nar Sih
alfa...niat yg baik harus di segera kan nih ,biar sgra halal☺️
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
🤭🤭
〈⎳ FT. Zira: /Shhh//Shhh/
total 10 replies
vania larasati
lanjut
Patrick Khan
bener pelan tp pasti aja..👏👏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Patrick Khan
ahhh ayudia sat set ya..takut alfa di gondol wadon liyo👏👏👏🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sekarang jaman emansipasi wanita 🤭
total 1 replies
Nar Sih
tuh alfa udah dilamar duluan sama ayudia ,terima aja yaa mungkin dgn menikah kmu akan sgra tau tentang kesehatan mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
vania larasati
lanjut
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
wadidaw
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
Nar Sih
hukuman dan balasan yg pas untuk suami mu davina ,dan bntr lgi kmu yg dpt hukum karma nya🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭😥🤭😥🤭😥🤭
total 1 replies
Patrick Khan
wihhh serem jg hukumannya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dihhh... gimana sih, 🤭😥🤭😥🤭
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
huh hah!!!
The froge: Mampir juga KA ke novel aku yg berjudul The Silent Detective: Misteri di Balik Kabut London
total 4 replies
Nar Sih
amar sdh mulai kena karma nya ,jgn,,dia punya musuh nih selain dgn alfa
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Esther
Siapa yg memanggil Ammar ?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entah lah🤭
total 1 replies
vania larasati
lanjut
Nar Sih
momz kasih juga hukuman buat si davina yg sombong 🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gantian mam
total 1 replies
Patrick Khan
bu jgn anaknya terus yg sakit..gantian emak ato buapaknya..kasian klo anaknya terus😭😭😭gk tega q..klo emak buapaknya tega q🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya gantian
total 1 replies
Esther
Belum tahu aja Davina kalau Alfa skrg sudah kembali berjaya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mommmmm masih kurang karmanya inih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hahaha.... 🤭
total 3 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
cusss periksa alfa
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap kak🫰
total 1 replies
vania larasati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!