NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Bagaimana bisa seorang agen rahasia berdarah dingin yang ditakuti dunia mafia mati mengenaskan di rumahnya sendiri... hanya karena tersedak air putih?

Takdir bercanda saat jiwanya terlempar ke tubuh seorang gadis kaya yang terkenal pendiam, lambat, dan selalu ditindas. Lebih parah lagi, gadis itu terikat pernikahan dingin dengan seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpengaruh.seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpeSang CEO berdarah dingin dibuat pusing setengah mati melihat istrinya yang dulu pemalu kini berubah menjadi wanita impulsif yang dengan santainya melumpuhkan puluhan penjahat, walau uniknya masih sering tersandung kaki sendiri saat berjalan.

Di tengah kecamuk perang antar-mafia, intrik bisnis triliunan rupiah, dan tingkah konyol yang tak terduga, mampukah sang Raja Mafia menundukkan jiwa liar di tubuh istrinya, atau justru dialah yang akan berlutut di hadapan sang istri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: Detik-Detik Menegangkan dan Suara Pertama Kehidupan

Dua bulan berlalu setelah momen hangat di kamar bayi yang masih setengah jadi itu. Usia kehamilan Aura kini telah genap memasuki usia sembilan bulan. Perutnya sudah membuncit sempurna, membuat langkah kakinya makin pelan namun tak mengurangi sedikit pun pesona dan keanggunan sang Ratu Vane Group.

Di Mansion Vane, tim medis khusus berpakaian serba putih serta helikopter siaga sudah berada di posisi standby selama dua minggu terakhir. Adrian bahkan memindahkan seluruh kantor operasionalnya ke ruang kerja mansion. Pria itu tidak akan membiarkan dirinya berada lebih dari lima meter dari Aura di detik-detik penting ini.

Sore itu, suasana mansion sangat tenang. Gerimis tipis mengguyur kaca jendela kamar utama, membawa hawa sejuk. Aura sedang duduk bersandar di sofa empuk sambil membaca dokumen laporan bulanan Konsorsium Nusantara—kebiasaan lama yang sulit dihilangkan meski Adrian sudah melarangnya berkali-kali.

"Aura, sudah kubilang kan, letakkan dokumen itu," tegur Adrian yang baru melangkah masuk membawa segelas susu hangat khusus ibu hamil. Pria itu melepas jas mewahnya, berlutut di samping sofa tempat istrinya duduk.

Aura melirik suaminya sambil mengulas senyum tipis. Bicaranya yang lancar kembali keluar dengan intonasi hangat. "Ini cuma laporan pengiriman barang bulan ini, Adrian. Jalur selatan kita aman, tidak ada kendala—"

Kalimat Aura terputus seketika.

Gelas kertas laporan di tangannya terlepas dan jatuh ke lantai! Aura memegang perut bawahnya, mencengkeram lengan baju Adrian dengan sangat kuat hingga urat-urat di tangannya menegang. Napasnya mendadak memburu, dahinya seketika dibasahi keringat dingin.

"Aura?!" Adrian seketika panik. Wajah tegap sang penguasa mafia memucat. "Ada apa, Sayang?! Apa yang sakit?!"

"A-Adrian... ketubanku... pecah..." bisik Aura dengan suara bergetar menahan kontraksi hebat yang terasa memilin perutnya.

Detik itu juga, ketenangan di Mansion Vane hancur total!

"DOKTER! TIM MEDIS! SIAPKAN RUANG BERSALIN SEKARANG JUGA!" teriak Adrian menggelegar ke seluruh lorong mansion.

Tanpa membuang waktu satu detik pun, Adrian langsung menggendong tubuh Aura dalam pangkuannya secara sangat protektif, melangkah cepat menuju ruang medis khusus tingkat lanjut yang sudah disiapkan di lantai satu mansion. Puluhan pengawal dan tim dokter berlarian panik, menyiapkan semua peralatan bedah dan sterilisasi.

Di dalam ruang bersalin yang terang dan steril.

Suara monitor detak jantung berbunyi konstan, menambah ketegangan yang menyelimuti udara. Aura terbaring di atas ranjang medis, menggertakkan giginya menahan gelombang rasa sakit luar biasa yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya. Bahkan latihan fisik keras sebagai mantan agen elit atau rasa sakit akibat sabetan senjata tak ada apa-apanya dibandingkan proses melahirkan ini.

Adrian berdiri tepat di samping kepala Aura. Pria yang tak pernah gemetar menghadapi laras senjata atau kehancuran bisnis itu kini memegang tangan Aura dengan sangat erat. Tangan tegap Adrian gemetaran hebat, matanya memerah menatap penderitaan istrinya.

"Tarik napas dalam-dalam, Nyonya Muda! Dorong saat kontraksi puncak!" instruksi dokter spesialis kandungan dengan penuh kehati-hatian.

"A-Adrian..." rintih Aura, keringat menetes membasahi rambut hitamnya yang berantakan. Matanya menatap Adrian, mencari pegangan di tengah rasa sakit yang hebat.

Adrian menunduk, mencium kening Aura yang basah oleh keringat, membisikkan kata-kata tulus tepat di telinga istrinya dengan suara serak oleh rasa haru dan panik.

"Aku di sini, Sayang... Aku di sini," bisik Adrian erat, jemarinya mengusap lembut pipi Aura. "Kamu wanita paling kuat yang pernah aku kenal. Kamu pasti bisa, Aura... Tarik napas, dorong bersama aku."

Aura menggenggam tangan Adrian hingga buku-buku jarinya memutih. Ia menghirup napas dalam-dalam, mengumpulkan sisa-sisa tenaga dan daya juangnya, lalu mendorong dengan sekuat tenaga!

"Aaargh...!"

Satu dorongan kuat... dua dorongan...

Dan di tengah puncak perjuangan yang menguras seluruh tenaga dan emosi di dalam ruangan tersebut...

OEEKKK! OEEEKKK!

Tangisan nyaring dan jernih seorang bayi pecah, menggema memenuhi seluruh ruang bersalin!

Suara itu seketika menghentikan semua ketegangan di udara. Monitor detak jantung mendadak terasa begitu lembut, dan helaan napas lega terpancar dari seluruh tim medis yang bertugas.

"Selamat, Tuan Vane, Nyonya Aura!" seru dokter utama dengan senyum bahagia membuncah. "Seorang bayi laki-laki yang sangat sehat dan tampan telah lahir!"

Aura terkulai lemas di atas ranjang, napasnya tersengal-sengal, namun air mata kebahagiaan yang begitu bening mengalir membasahi kedua pipinya. Rasa sakit yang baru saja memilin tubuhnya sirna seketika digantikan oleh rasa lega yang luar biasa.

Adrian berdiri mematung di tempat. Sang CEO Mafia yang dingin itu menatap bayi mungil yang sedang dibersihkan oleh perawat, lalu beralih menatap Aura. Dua bulir air mata jatuh melewati pipi tegap Adrian—sebuah pemandangan langka yang tak pernah disaksikan oleh siapa pun di dunia bisnis maupun bawah tanah.

Perawat dengan hati-hati meletakkan bayi mungil berselimut kain putih itu di atas dada Aura.

Aura merengkuh tubuh mungil itu dengan kehangatan seorang ibu. Bayi laki-laki itu memiliki helai rambut hitam tipis dan jemari kecil yang refleks mengait di jari kelingking Adrian yang mendekat.

Adrian berlutut di samping ranjang, merangkul Aura dan bayi mereka sekaligus. Pria itu menyandarkan keningnya di kening Aura, menatap buah hati mereka dengan kedalaman rasa cinta yang tak terbatas.

"Dia... sangat mirip denganmu, Adrian," bisik Aura pelan, suara lembutnya dipenuhi rasa haru.

"Dia punya mata yang bulat dan indah seperti milikmu, Aura," balas Adrian tulus, suara bass-nya bergetar. Adrian mengecup kening Aura berulang kali dengan rasa syukur yang mendalam. "Terima kasih... Terima kasih sudah melahirkan anak kita, Istriku."

Aura tersenyum manis, mengusap pipi lembut bayi di dadanya. "Siapa nama yang sudah kamu siapkan buat Raja Kecil kita ini, Tuan CEO?"

Adrian menatap wajah bayi mungilnya, lalu menatap Aura dengan senyuman paling hangat yang pernah terukir di wajahnya.

"Alexander Vane," ujar Adrian mantap. "Pelindung dan penerus masa depan kita."

Aura mengangguk setuju, matanya berbinar indah. "Alexander Vane... nama yang sangat gagah."

Di dalam ruang bersalin yang hangat itu, diiringi oleh gerimis sore di luar mansion, keluarga kecil itu berkumpul dalam dekapan yang tak terpisahkan. Sebuah awal babak baru yang sempurna untuk sang Raja dan Ratu Vane Group.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

TBC ❤️🥰😘

1
Osie
eh cuma 1 baby ya..kirain twins/Smile/
Osie
kalau udah sesu ngidam..dahlah pasti lebay banget atau emang org ngidam ada yg gitu..jujur aja aku dl pas hamil gak ada sesi ngidamnya🤣🤣lempeng aja sp lahiran
Osie
twins twins ya ya thoorr
Osie
🤣🤣🤣🤣🤣bener" dah aura...eh lucas ente salah cari lawan🤣🤣🤣🤣
Osie
kapan seriusnya sih..sifat ceroboh aura itu lho bikin hilang fokus🤭🤭
Miu Miu 🍄🐰
next thor semangat trs up nya y
Anita Rahayu
banyak thor upnya seru ceritamu 👍👍👍👍👍👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌
Miu Miu 🍄🐰
bagus ceritanya seru
Miu Miu 🍄🐰
so sweet 😍
Osie
dah lah aura walaupun sang ceo ingin tau siapa kamu tetap jgn bilang kalau kamu jiwa dari sosok vanya sang agen rahasia yg top...
Osie
laaahh cepat lii ketauannya..gak asyik ach🤭
Osie
ya ampun thooorrr bisa gak ya sifat ceroboh aura dihilangkan 🤣🤣🤣🤣🤣dah serius baca eh ujungnya ngakak
Rina Yuli: ohhh jangan donk itu emang humor nya🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Osie
aura dilawan..jiwa agen elit lho dlm raga nya...ya mana lawaaaann
Osie
iyuuhh roman romannya cikal bakal bucin n penisirin mulai melanda sang ceo nih🤣🤣moga aura bisa lepas dr vane. jgn cepat luluh
Osie
aku mampir..aku suka cerita transmigrasi dgn sosok MC nya wanita tangguh n gak menye menye..dan moga ini cerita sp end🙏🙏🙏
Miu Miu 🍄🐰
aku suka up Sampai ending y thor 😍
partini
lanjut Thor 👍
partini
Nemu cerita gini wanita Badas 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!