NovelToon NovelToon
Ogah Jadi Madu, Pilih Jadi Mantu

Ogah Jadi Madu, Pilih Jadi Mantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: gadis bucin

Ogah jadi istri kedua aki-aki tapi tak mau rugi, Elara (22) memutar otak saat hendak dijadikan istri muda oleh Pak Broto (65). Di tengah acara lamaran yang tegang, dengan nekat dia menunjuk pria berjas hitam di seberang meja.

"Maaf Pak, saya nolak jadi istri kedua Bapak. Tapi kalau nikah sama anak Bapak yang itu... saya mau."

​Arka (30), CEO sekaligus anak tunggal Pak Broto, mendadak tersedak dan langsung mengiyakan tawaran gila itu, demi menyelamatkan perasaan ibunya. Namun, niat Arka menyelamatkan rumah tangga orang tuanya justru menjadi awal dari bencana di rumah mewahnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gadis bucin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hidup Baru, Musuh Lama

Empat hari di pulau privat berlalu bagaikan mimpi indah yang enggan diakhiri. Di bawah naungan langit biru dan deburan ombak pantai, Arka benar-benar membuktikan janjinya untuk melepas seluruh beban korporasi dan menjadi sosok suami yang penuh kehangatan. Pria dingin yang dulu irit bicara itu kini tak segan memanjakan Elara setiap detik. Mulai dari menyisir rambut istrinya setiap pagi, hingga menuruti keinginan Elara yang minta disuapi mi instan rasa soto di tepi kolam renang saat tengah malam.

Pada pagi hari terakhir sebelum kepulangan mereka, Elara tampak duduk di tepi kolam renang vila seraya mengepakkan kakinya di dalam air jernih. Senyumnya tak pernah luntur. Dia menatap Arka yang baru saja keluar dari kamar dengan pakaian santai, namun tetap terlihat sangat tampan.

Arka melangkah mendekat, lalu berlutut di samping Elara. Dikecupnya pelipis sang istri dengan lembut sebelum ikut duduk diri di sampingnya.

"Gimana liburannya, Sayang? Suka?" tanya Arka seraya mengusap lembut jemari Elara.

Elara mengangguk antusias, matanya berbinar-binar. "Suka banget, Mas! Rasanya nggak mau pulang ke Jakarta. Di sini tenang banget, nggak ada berkas kantor, nggak ada orang-orang jahat."

Arka tersenyum tipis, merengkuh bahu Elara dan menariknya ke dalam pelukan. "Kalau kamu suka, kapan saja kamu mau, kita bisa datang ke sini lagi. Tapi sekarang kita harus pulang dulu, ya. Ada beberapa hal yang harus saya selesaikan supaya kehidupan kita ke depan, benar-benar aman."

Elara menatap suaminya penuh pengertian. Dia menyandarkan kepalanya di dada bidang Arka. "Iya, Mas Arka. Apapun yang Mas Arka lakukan, Ara bakal selalu dukung dan ada di samping Mas."

Sore harinya, jet pribadi Arka mendarat kembali di ibu kota. Suasana santai bulan madu seketika berganti dengan atmosfer siaga, begitu mereka menapakkan kaki di helipad penthouse. Bagas sudah berdiri menunggu dengan pakaian serba hitam dan raut wajah yang sangat serius.

Setelah membimbing Elara untuk beristirahat di dalam kamar utama, Arka melangkah ke ruang kerja pribadinya bersama Bagas.

"Bagaimana hasil penyelidikanmu, Bagas?" tanya Arka dingin, kembali ke mode CEO yang tegas dan intimidatif.

Bagas menyerahkan sebuah map dokumen tebal berstempel rahasia. "Kami berhasil melacak aliran dana dan pergerakan konsorsium luar negeri yang mengirim surat kaleng malam itu, Pak Arka. Konsorsium itu bernama Aegis Group, yang berbasis di Singapura."

Arka membuka map tersebut, menatap tajam foto seorang pria paruh baya berambut perak dengan garis wajah yang sangat keras.

"Siapa pria ini?"

"Namanya Raymond Wijaya," terang Bagas. "Tiga puluh tahun lalu, dia adalah pesaing utama Kakek Anda dan Kakek Mbak Elara dalam perebutan lahan industri pertama Valora. Raymond adalah sosok yang menyuruh Pak Broto dan Tuan Mahendra bergerak dari belakang layar. Kebakaran di klinik persalinan tiga puluh tahun lalu, juga merupakan sabotase yang dirancang oleh kelompoknya."

Rahang Arka mengetat keras, matanya memancarkan kilatan amarah yang mematikan. "Jadi dia dalang sebenarnya yang telah menghancurkan masa kecil saya dan memisahkan keluarga Elara?"

"Benar, Pak. Raymond baru saja kembali ke Indonesia dua hari lalu. Dia menggunakan pengaruh finansialnya, untuk membeli sisa-sisa saham minoritas Valora yang beredar di pasar bebas. Dia berniat melakukan pengambilalihan paksa," jawab Bagas siaga.

Arka menutup map tersebut dengan dentuman pelan. "Lalu bagaimana dengan keberadaan ibu angkat saya?"

"Itu yang menjadi masalah utama, Pak," lanjut Bagas dengan nada khawatir. "Tim pengawas lapangan baru saja melapor bahwa orang-orang Raymond mulai berkeliaran di sekitar rumah tempat tinggal ibu angkat Anda. Tampaknya mereka melacak keberadaan beliau untuk dijadikan alat penekanan terhadap Anda."

Mata Arka menggelap. Kehangatan yang baru saja dia pancarkan saat bersama Elara, sirna seketika. Berganti dengan aura dominan yang membekukan udara di dalam ruangan.

"Pindahkan ibu angkat saya malam ini juga ke vila rahasia milik Valora. Perketat juga penjagaan di penthouse ini. Jangan sampai ada satu pun orang asing yang bisa mendekati Elara," perintah Arka tegas.

"Baik, Pak Arka. Segera saya laksanakan!" tegas Bagas sebelum berpamitan keluar dari ruangan.

Malam harinya, Arka masuk ke dalam kamar utama. Dilihatnya Elara yang duduk di sofa ruang tengah kamar. Dia sedang asyik menonton kartun favoritnya sambil mengunyah camilan. Melihat kehadiran Arka, wajah Elara seketika berbinar ceria.

"Mas Arka! Sini, deh. Kartunnya lucu banget!" panggil Elara seraya menepuk-nepuk tempat kosong di sampingnya.

Arka menyunggingkan senyum hangatnya. Senyum yang hanya dia perlihatkan khusus untuk wanita di hadapannya itu. Lalu, dia melepas jasnya, melangkah mendekat, dan langsung merebahkan kepalanya di pangkuan Elara.

Elara sempat terkejut, namun kemudian tersenyum manis. Jemari lentiknya bergerak mengusap lembut rambut Arka, memijat pelipis suaminya yang tampak lelah.

"Mas Arka capek, ya?" bisik Elara lembut.

Arka memejamkan mata, menikmati sentuhan jemari istrinya yang begitu menenangkan. "Agak capek, Sayang. Tapi begitu lihat kamu dan ada di dekat kamu seperti ini, rasa capeknya langsung hilang."

Elara terkekeh pelan. "Mas Arka bisa aja. Ya udah, Mas Arka istirahat aja. Biar Ara usapin kepalanya."

Arka meraih tangan Elara yang ada di dada bidangnya, lalu mengecup telapak tangan istrinya dengan penuh kehangatan. Di dalam hatinya, Arka bersumpah akan melindungi senyuman dan kedamaian ini dari ancaman siapa pun, termasuk Raymond Wijaya. Rumah tangga yang baru saja mereka bina dengan penuh perjuangan ini tidak akan dibiarkan dirusak oleh bayang-bayang masa lalu.

"Elara," lirihnya.

"Hemm...."

"Mau bulan madu lagi?"

Elara nyaris tersedak camilan yang sedang dikunyahnya. Tawaran Arka, entah serius atau hanya bercanda, tapi itu membuatnya sangat bingung. Antara malu, senang dan deg-degan.

"Ish, Mas Arka mulai, deh. Jangan mesum terus." Elara menarik tangannya perlahan, lantas segera menangkupkan ke wajahnya.

Arka tersenyum puas. "Kamu semakin menggemaskan saat salah tingkah, Sayangku."

"Ara emang gemesin dari lahir. Mas Arka, tuh, serem," balas Elara, tanpa melepas kedua tangan yang menutupi wajahnya.

"Ya, ya, ya. Tapi, kalau tidak salah, ada yang tidak mau berhenti dimanjakan, saat sedang bulan madu."

"Mas Arkaaa! Berhenti, gak! Ara bisa malu tujuh turunan ini!" teriak Elara, seraya melompat dari duduk tenangnya.

Elara mengambil selimut dari atas kasur dan membenamkan seluruh tubuhnya.

"Sana, sembunyi di pojokan," ledek Arka. "Kalau di atas kasur, saya masih bisa lihat kamu, Sayang. Atau, jangan-jangan, kamu sedang menantang saya, ya?"

"Nggaaak!" Elara menjerit dari balik selimut. Dia tidak pernah menyangka, suami kakunya akan jadi sejahil ini.

1
Adinda
🤣🤣🤣🤣🤣
gadis bucin: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rian Moontero
lanjooott👍😍
gadis bucin: pantengin terus updatenya, ya, kak. 🤗❤️
total 1 replies
Putry Chan
untung dia masih waras ya walaupun kaya raya tapi dia udh tua punya bini lagi , ogah lah 🤣
gadis bucin: iyaa bener 🤣🤣🤣
total 1 replies
Putry Chan
buset pria kaya tua bangka pengen nikah
gadis bucin: nikah lagi tepatnya, kak 🤭
total 1 replies
gadis bucin
Kalau suka jangan lupa like dan komen, ya. Terima kasih untuk dukungannya. 🤗❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!