NovelToon NovelToon
Istri Kedua Mafia

Istri Kedua Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:43.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Senja

Satu malam mengubah hidup Keyla selamanya.

Dijebak oleh ibu tirinya sendiri, Keyla kehilangan kehormatan dan masa depannya. Pria yang bersamanya malam itu bukan pria sembarangan—Dominic, mafia berbahaya yang tak pernah tersentuh hukum.

Bagi Dominic, wanita hanyalah alat. Kecuali istri yang amat sangat ia cintai.

Namun tekanan dari ibunya memaksanya mencari seorang pewaris, sementara istrinya menolak memberinya anak.

Saat Keyla muncul dalam hidupnya, sebuah keputusan kejam diambil Dom terpaksa menjadikannya istri kedua.

Tapi siapa sangka, hubungan yang diawali dengan paksaan justru menumbuhkan rasa yang sulit dikendalikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Tes DNA

"Dom, kau menerima tawaranku, kan? Kumohon kali ini saja. Aku janji akan berubah menjadi lebih baik, termasuk... menerima Keyla," ucap Clara dengan suara yang dibuat semanis madu, meski dalam hati ia merasa ingin muntah karena harus menyebut nama gadis itu sebagai tameng.

Dominic menatap Clara yang terus berlenggak-lenggok di depannya seperti cacing kepanasan. Ia menyandarkan punggungnya ke kursi kebesaran.

"Baiklah," sahutnya dingin. "Aku juga sudah menyiapkan kejutan kecil untukmu. Nanti malam, datanglah ke kamar utama. Kita selesaikan urusan kartu-kartumu di sana."

"Benarkah? Oh, terima kasih, Sayang!" Clara bersorak dalam hati. Bodoh sekali pria ini, pikirnya.

Clara merasa menang karena Dom luluh hanya dengan janji palsu soal Keyla. Selama kemewahannya kembali, ia tidak peduli meski harus berpura-pura baik pada jala-ng kecil itu.

Clara melangkah keluar dengan angkuh, namun ia hampir menabrak Marco yang berdiri tegak di depan pintu.

"Kau menguping lagi? Kebiasaan! Lama-lama aku buat kau tuli!" ketus Clara sembari membenahi rambutnya yang tak berantakan.

Marco hanya mengangkat alis, senyum miring tersungging di wajahnya. "Oh, maaf Nona. Saya tidak menguping, hanya saja suara... negosiasi anda tadi cukup melengking sampai ke luar. Saya sarankan lain kali gunakan nada rendah agar tidak terdengar seperti sedang menawar ikan di pasar."

"Kurang ajar!" maki Clara sembari menghentakkan kaki dan pergi meninggalkan Marco.

Marco terkekeh lalu masuk ke dalam ruangan. Ia berdiri di depan meja kerja Dominic yang nampak sibuk.

"Sudah kau siapkan kejutan untuk istriku itu, bukan?" tanya Dominic tanpa mendongak.

"Sudah, Tuan. Semuanya sudah siap di kamar utama. Saya sudah membayangkan bagaimana terkejutnya nona model nanti malam saat melihat kemewahan yang anda siapkan," ucap Marco sembari menahan tawa. Kejutan itu jelas bukan berlian atau kartu kredit baru.

"Tidak perlu kau bayangkan. Kurang pekerjaan sekali kau!" Dom membuka laptopnya dengan kasar.

"Oh iya, Tuan. Tadi Damian Alfred datang kemari dan sempat bicara cukup lama dengan nona Keyla," lapor Marco.

"Lalu?" tanya Dom, matanya tetap terpaku pada benda pipih itu, meski jarinya sempat berhenti mengetik selama satu detik.

"Saya dengar dia mengirim undangan makan malam untuk satu minggu lagi. Dia secara khusus meminta nona Keyla untuk hadir. Sepertinya hubungan mereka... cukup akrab," pancing Marco lagi.

Dominic hanya mengangguk tanpa merespon. Dan ruangan itu mendadak terasa dingin.

"Anda tidak marah?" tanya Marco penasaran.

"Tidak."

"Anda tidak cemburu?" desak Marco lagi, mencoba melihat retakan di wajah es tuannya.

Dominic mengepalkan tangan erat di bawah meja hingga buku jarinya memutih. Cemburu? Rasanya ia ingin melempar laptop ini ke wajah Damian saat ini juga.

Tapi ia menahannya sekuat tenaga agar Marco tidak punya bahan untuk menyindirnya selama satu bulan penuh.

"Siapkan saja gaun paling mahal untuk istri kecilku itu. Biarkan dia datang. Aku ingin tahu apa yang akan dilakukan pria Alfred itu di depan mataku nanti," titah Dom sembari beranjak dan merapikan kemejanya.

Marco membeku di tempat, matanya mengerjap tidak percaya. "Membeli gaun? Tuan, anda serius? Bukankah seharusnya anda melarangnya pergi menemui kekasihnya?"

Dom berhenti di depan pintu, menatap Marco dengan tatapan yang sulit diartikan. "Lakukan saja, Marco. Dan pastikan gaunnya tidak terlalu terbuka. Aku tidak mau milikku ditonton banyak orang."

"Bilang saja kalau anda ingin memamerkan nona Keyla di depan Damian, Tuan. Pakai alasan milikku segala. Padahal tadi katanya tidak cemburu. Gengsi anda itu memang lebih tinggi dari gedung perusahaan kita, ya?" ejek Marco.

Dominic menoleh ke arah Marco dengan wajah datar namun telinganya nampak memerah. "Satu kata lagi keluar dari mulutmu, bonusmu bulan ini akan benar-benar menjadi kejutan untukmu, Marco."

Marco langsung menutup mulutnya rapat-rapat. Ternyata, melihat singa yang sedang menahan cemburu jauh lebih menghibur daripada menonton drama di televisi.

******

Damian duduk diam di dalam mobilnya yang terparkir jauh dari gerbang mansion Frederick. Pandangannya terpaku pada sebuah botol kaca kecil di tangannya. Di dalamnya, terdapat beberapa helai rambut yang ia ambil paksa dari kepala Keyla tadi pagi.

"Aku sudah mendapatkannya," gumam Damian pelan. Jemarinya mengusap permukaan botol itu dengan perasaan campur aduk.

"Awalnya aku berharap kau memang bukan adikku, Key. Dengan begitu, aku bisa memilikimu tanpa sekat. Tapi jika kenyataannya kita masih punya hubungan darah, aku bersumpah akan merebut mu dari pria serakah itu dan membawamu kembali ke rumah."

Bayangan masa lalu mendadak menghantam benaknya. Damian masih ingat dengan jelas bagaimana suasana rumahnya berubah menjadi neraka saat ia masih berusia empat tahun. Ibunya menangis histeris setiap malam, memeluk baju bayi yang masih wangi minyak telon.

Saat itu, Damian kecil hanya bisa bertanya-tanya ke mana perginya bayi kecil yang biasanya menangis di kamar sebelah.

Hingga suatu hari, ayahnya, Jayden Alfred, menjelaskan dengan wajah hancur bahwa Keyla diculik oleh musuh bisnis mereka sebagai bentuk balas dendam. Sejak hari itu, Damian bertekad, ia akan menemukan adiknya, bagaimanapun caranya.

"Ibu... sebentar lagi putrimu akan kembali," bisik Damian.

Ibunya jatuh sakit bertahun-tahun karena memikirkan putri kecilnya yang hilang. Ibunya selalu yakin Keyla masih hidup, meski polisi sudah menyerah.

Demi informasi itu pula, Damian rela merendahkan martabatnya. Ia berpura-pura menjadi pria simpanan Clara, menjadi sosok Damian yang miskin, hanya untuk menyusup ke lingkaran keluarga Frederick. Damian tak masalah dicap brengsek atau parasit, asalkan ia bisa memastikan identitas gadis yang dicurigainya sebagai Keyla.

Sesampainya di rumah sakit milik keluarganya, Damian langsung menuju ruang privat Dokter Thomas. Ia meletakkan dua botol kaca di atas meja.

"Ini sampel milik ibu dan ayahku. Dan yang ini... milik gadis itu," ucap Damian sembari menyerahkan botol berisi rambut Keyla pada Dokter Thomas.

Dokter Thomas mengangguk, ia tahu betapa krusialnya tes ini bagi keluarga Alfred. "Baiklah, Tuan Damian. Saya akan segera memprosesnya dan memberikan kabar secepatnya."

"Berapa lama hasilnya keluar?" tanya Damian dingin. Matanya menyipit, menuntut jawaban instan.

"Paling cepat satu minggu, Tuan. Proses ekstraksi DNA dan pembandingan membutuhkan waktu agar hasilnya akurat," jawab Dokter Thomas hati-hati.

"Kenapa lama sekali?! Aku ingin hasilnya segera! Aku tidak punya waktu seminggu untuk membiarkannya tinggal di rumah pria itu!" bentak Damian.

"Prosedurnya memang seperti itu, Tuan. Ini masalah genetik yang sensitif. Saya janji akan mengusahakan secepatnya, mungkin tiga sampai empat hari jika tidak ada kendala."

"Terserah! Aku tidak mau dengar alasan apa pun nanti," ucap Damian sembari berdiri, ia mencondongkan tubuhnya ke arah sang dokter. "Dan ingat satu hal, Thomas. Jangan sampai ada drama di mana hasilnya tertukar atau dimanipulasi. Jika kau melakukan kesalahan sekecil apa pun, ku pastikan kau dan seluruh keluargamu habis di tanganku! Kau mengerti?"

Dokter Thomas menelan ludah dengan susah payah, ia mengangguk cepat. "Saya mengerti, Tuan. Saya akan mengawasi proses ini sendiri."

Damian berbalik dan keluar dari ruangan. Jika hasil itu positif, maka pesta satu minggu lagi bukan hanya sekadar jamuan bisnis, melainkan panggung untuk menjemput paksa sang putri Alfred yang telah lama hilang.

Dan Dominic Frederick harus bersiap kehilangan istri kedua yang selama ini tak pernah dicintainya.

1
angel
lanjuttt thorrrrrr
olyv
fiks mereka saudara kandung
olyv
hhmm dasar clara wanita licik
erviana erastus
sok kau damian emang segampang itu kau rebut kayla walaupun itu adik mu
Syarifah
apakah Keyla punya hubungan darah dengan damian
Mulaini
Nggak sabar lihat hasil tes DNA Keyla dengan keluarga Alfred.
Mulaini
Dominic bisa jadi itu tanda dari Damian juga.
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
apakah alfred adl keluarganya keyla??
Ika Setyawati
lanjutt author...nunggu detik² keyla benar adiknya damian...
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
ollyooliver🍌🥒🍆
pastilah positif udah ketahuan dri cerita masa lampau...
.maaf ya gw udah gk mood baca😊

ok gw skip bye.🫡😪
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: ada pulak gt y 🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
Hesty
up nya lebih bnyak thoor🙏
Sri Rahayu
mana Dominic akan membiarkan mu merebut Keyla secara paksa Damian... Keyla pun blm tentu mau...lanjut Thorr😘😘😘
Siti Zaid
Author lanjut...tak sabar nak tahu apakah keyla memang benar adiknya Damian..makin seru nih👍👍👍
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ hati hati bonus mu taruhan nya
partini
tidak segampang itu Ferguso secara nikah nya sah ogeb,main paksa aja serba paksa awal itu ga enak ya kan Thor 😂😂😂😂
Sri Rahayu
apakah Keyla adik Damian 😇😇😇.... lanjut Thorr😘😘😘
olyv
dasar clara licik.. panas g tuh sukurin wleee 🤪
olyv
kocak keluarga yang satu ini 🤣🤣🤣🤣
Uthie
jalang menjijikan emang walau model internasional 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!