NovelToon NovelToon
KETIKA AKU HARUS MEMILIH

KETIKA AKU HARUS MEMILIH

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Balas Dendam
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Five Vee

Serafina Olivia mencintai Ravin Haryaka Arthadipa sejak ia berusia 17 tahun. Pria yang setahun lebih tua darinya itu, merupakan anak dari rekan bisnis sang papa. Tumbuh dan besar di lingkungan yang sama, membuat Sera semakin menyukai Ravin. Hingga suatu hari, rencana perjodohan dua keluarga pun terdengar. Tanpa berpikir dua kali, Sera pun menerima perjodohan itu demi bisa hidup bersama pria pujaan hatinya. Bahagia hanya terasa di awal cerita. Semuanya berubah, saat rahasia hati Ravin terungkap. Pria itu tidak pernah mencintai Sera. Hatinya hanya untuk wanita lain. Di tengah lelah menanti cinta Ravin yang tak kunjung berlabuh padanya. Sera pun di hadapkan pada dua pilihan. Bertahan dalam ketidakpastian dan sakit hati. Atau pergi untuk membebaskan hati dengan cinta yang baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Ketahuan Mama Safina.

Kediaman keluarga Mahendra.

Mama Safina baru sempat membuka ponselnya di pagi hari. Dan wanita paruh baya itu pun tidak terkejut dengan pesan yang di kirim oleh Bi Sari.

Ravin tidak pulang karena ada masalah di Bogor.

Wanita paruh baya itu tidak yakin sama sekali.

Dan mama Safina yakin itu hanya alasan sang menantu. Ia akan mencari tau kebenarannya.

Mungkin dengan mengulik sedikit informasi dari sang suami. Pria paruh baya itu pasti mengetahui informasi di Artha Mandiri Group.

“Apa agenda mama hari ini?” Tanya papa Bayu yang sedang menikmati secangkir kopi setelah sarapan.

“Mama mau ke rumah sakit dulu. Ada salah satu teman arisan mama yang opname.” Ucap wanita paruh itu.

“Oh ya, pa. Bagaimana dengan perkembangan proyek villa Ravin di Bogor? Apa sudah mau selesai?” Tanya mama Safina kemudian.

“Untuk apa mama menanyakan proyek Ravin?” Papa Bayu berbalik melempar tanya.

“Bukan apa - apa, pa. Sera mengatakan kalau Ravin belum bisa mengajaknya pergi bulan madu, karena masih mengurus proyek di Bogor. Mama hanya ingin tau, sudah sampai mana? Kasihan ‘kan Sera. Mereka masih pengantin baru.”

Mama Safina berdusta. Sera tidak pernah mengatakan hal seperti itu padanya. Ia hanya sedang mencari informasi.

Papa Bayu menghela nafas pelan. “Setau papa, sudah hampir selesai. Ravin juga sudah tidak perlu ke Bogor lagi.”

Mama Safina menganggukkan kepalanya.

Satu informasi telah di dapatkan. Proyek Bogor sudah hampir selesai dan Ravin tidak perlu datang ke sana lagi.

Itu artinya dugaan mama Safina benar, Ravin membohongi Sera. Tidak ada masalah di Bogor.

Kemungkinan sang menantu kini sedang bersama wanita lain.

“Sena kapan pulang, pa?” Tanya mama Safina mengalihkan pembicaraan.

Sena Orlando Mahendra. Putra kedua mereka yang kini berusia 25 tahun, dan sedang bekerja di bagian marketing Mahendra Corporation.

“Besok dia pulang.” Ucap papa Bayu.

Ia menugaskan sang putra ke Bandung untuk bertemu dengan klien:

Mama Safina kembali menganggukkan kepalanya.

Setelah selesai sarapan, papa Bayu pergi ke kantor. Dan mama Safina pun bersiap untuk menjenguk temannya di rumah sakit.

Saat tiba di lobby rumah sakit, mama Safina tanpa sengaja melihat seorang pria muda yang sangat mirip dengan sang menantu.

“Ravin.” Gumam mama Safina.

Wanita paruh baya itu menajamkan penglihatannya. Dan benar saja. Pria muda itu memang Ravin.

“Untuk apa dia di rumah sakit?” Mama Safina melangkah cepat. Mengikuti Ravin dari jarak yang cukup aman.

“Siapa yang sakit?” Gumamnya saat melihat Ravin masuk ke salah satu ruang rawat inap VIP.

Mama Safina mengintip dari kaca bening pada pintu ruang rawat itu.

“Gadis itu. Bukannya dia mantan kekasih Ravin?” Mata mama Safina membulat sempurna.

“Jadi dia benar - benar mengkhianati Sera?” Geram mama Safina.

Ia tidak dapat mendengar pembicaraan Ravin di dalam sana.

Wanita paruh baya itu merogoh ponselnya untuk memotret kebersamaan Ravin dan Rania.

Namun sayang, belum sempat membuka aplikasi kamera, ponsel mama Safina berdering kencang. Bahkan terdengar hingga ke dalam ruangan. Terlihat Ravin menoleh ke arah pintu.

Mama Safina dengan cepat menjauh dari depan ruangan itu sebelum Ravin menyadari keberadaannya.

“Kamu hari ini lolos dari mama, Ravin. Tetapi, mama tidak akan membiarkan Sera menderita lebih lama lagi.” Ucap mama Safina dengan penuh amarah.

Ravin sudah benar - benar keterlaluan. Ia membohongi Sera demi menjaga mantan kekasihnya.

“Apa jangan - jangan, dia juga meninggalkan Sera di malam pernikahan mereka untuk bertemu dengan gadis itu?”

Tangan mama Safina terkepal sempurna. Ia harus mencari cara untuk memisahkan Sera dari pria seperti Ravin.

.

.

.

Mama Safina mengajak Sera untuk makan siang bersama. Ia menjemput sang putri ke kantor, lalu mereka pergi ke restoran China yang sudah menjadi langganan ibu dan anak itu.

“Bagaimana dengan acara makan malam kalian?” Tanya mama Safina saat mereka sedang menikmati makanannya.

“Ravin memberikan kamu hadiah tidak? Dia menghargai masakan kamu ‘kan?” Cecar wanita paruh baya itu.

Sera yang hendak menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, seketika meletakkan kembali sendok di atas piring.

“Kenapa? Ravin tidak menyukai makanan yang kamu buat?” Tanya sang mama.

Hanya berpura - pura. Padahal mama Safina sudah mengetahui kebenarannya. Bahkan ia tau dimana Ravin berada saat ini.

Sera mengggeleng pelan. “Kak Ravin tidak pulang, ma. Ada masalah di proyek Bogor. Jadi, dia harus pergi ke sana.” Ucap Sera dengan sendu.

Mama Safina berpura - pura terkejut.

“Ada masalah di proyek Bogor? Lho, tadi pagi papa kamu sempat membahasnya saat sarapan. Katanya, proyek itu sudah tahap akhir. Dan Ravin tidak perlu lagi datang ke Bogor.” Ucap mama Safina.

Sera menatap sang mama dengan penasaran.

“Apa papa mengatakan ada masalah disana, ma?” Tanya Sera kemudian.

Sang mama menggelengkan kepalanya. “Tidak. Kalau ada masalah, orang proyek pasti juga mengabari papa kamu ‘kan? Papa mengenal kepala proyeknya. Lagi pula masalah apa? Villanya sudah tahap akhir.”

Sera menghela nafas kasar. Apa itu artinya sang suami telah membohonginya? Ravin sama sekali tidak pergi ke Bogor?

“Kenapa, sayang? Kamu ragu dengan suami kamu? Sekarang apa kamu sudah mulai percaya sama omongan mama sebelumnya?” Tanya sang mama.

Mama Safina tidak akan mengatakan kalau ia melihat Ravin dengan mantan kekasihnya di rumah sakit. Lebih tepatnya, belum saatnya. Tunggu waktunya tiba.

Biarkan Sera sadar dengan sendirinya. Kalau selama ini ia hanya dikhianati oleh Ravin.

“Kak Ravin tidak mungkin seperti itu, ma. Dia sibuk bekerja demi Artha Mandiri tetap bertahan.” Ucap Sera kemudian.

Kini giliran mama Safina yang menghela nafas kasar. Sangat sulit membuka mata hati putri sulungnya itu.

Sera sudah sangat di butakan oleh cintanya pada Ravin. Sehingga tidak mau mendengar keburukan tentang pria itu.

“Nah itu, bukannya asisten suami kamu? Kenapa dia ada disini? Kalau Ravin sekarang ada di Bogor?”

Mama Safina menunjuk ke arah pintu masuk restoran.

Seorang pria berusia 30 tahunan baru saja masuk, kemudian duduk di sudut restoran.

“Pak Raka.” Gumam Sera menyebut nama asisten sang suami.

Sera mengenal betul pria dewasa itu. Mereka sering bertemu sebelum pernikahan digelar.

Bukannya Ravin selalu membawa sang asisten jika bepergian jauh? Kenapa pak Raka bisa ada disini?

Sang suami tidak mungkin menyetir ke Bogor seorang diri ‘kan?

“Daripada kamu bertanya - tanya dalam hati, lebih baik datangi pria itu. Dan tanyakan keberadaan Ravin.” Imbuh mama Safina.

“Biarkan saja, ma.” Ucap Sera pelan.

Bukannya ia tidak ingin tau keberadaan Ravin. Namun, Sera belum siap mendengar jawaban pak Raka tentang keberadaan sang suami.

Mama Safina berdecak kesal.

“Cinta boleh, bodoh jangan.” Sindirnya. Namun Sera tak menanggapi.

1
dyah EkaPratiwi
bagus sera
Noviie 🍃🍃
Fix nih Wira itu kakaknya Ravin.. tp kenapa namanya bisa ganti y??
Noviie 🍃🍃
Tuh kan.. ini Wira pasti mirip papanya waktu muda.. makanya pada ga asing sama wajahnya..
Noviie 🍃🍃
Kayaknya Wira ini kakaknya Ravin deh…
Noviie 🍃🍃
Siapakah Wira ini???
Noviie 🍃🍃
Ooo kamu ketahuan Ravin….
Noviie 🍃🍃
Recommended ❤️❤️
Naufal Affiq
harus tegas ra,biar tau suami laknat mu itu,
Naufal Affiq
harus tegas ra,biar tau suami laknat mu itu,
dyah EkaPratiwi
nah gitu Ra harus tegas
dyah EkaPratiwi
ravin bener2 kurang ajar
dyah EkaPratiwi
wah Wira berarti raditya
dyah EkaPratiwi
gemes banget sama Sera aja coba selidiki ra
dyah EkaPratiwi
betul mama mu Sera cinta boleh bodoh jangan
dyah EkaPratiwi
sera please jangan bodoh😭
dyah EkaPratiwi
jahat banget ravin
Agus Tina
Apakah Wira itu Raditya?
Author Amatir🍒: Nanti akan ada jawaban lengkapnya kak..
total 1 replies
Naufal Affiq
suami kurang otak,selalu aja berbohong sama istri,
falea sezi
cpet kebongkar dan cerai
Naufal Affiq
bagus wira,buat sera bertemu dengan rania,biar si ravin itu ingat kalau dia sudah punya istri,dan satu lagi buat kamu rania,kau itu pelakor kau itu sadar diri,sampai kapan pun kau gak diterima di keluarga ravin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!