Dibuang dan dijadikan pelayan oleh keluarga angkatnya, Lin Yue tidak menyangka bahwa seminggu sebelum kiamat ia mengaktifkan Sistem Suaka di rumah tua neneknya.
Saat Virus Genesis meletus, manusia, hewan, dan tumbuhan bermutasi menjadi monster berelemen. Di tengah kiamat yang mengerikan, rumah tua Lin Yue diubah oleh Sistem menjadi zona aman mutlak!
Aturan Lin Yue sangat sederhana: "Mau makanan hangat, listrik, dan perlindungan? Bayar sewa pakai Kristal Inti di kepala zombie!"
Dari kos-kosan 4 kamar sederhana, Lin Yue membangun perumahan elit hingga kota suaka terbesar di dunia, memaksa keluarga angkat yang dulu menyiksanya berlutut memohon perlindungan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15: MUNCULNYA MANUSIA MUTAN ELEMEN
BAB 15: Munculnya Manusia Mutan Elemen
Perkembangan pesat dan reputasi dari benteng Suaka dalam beberapa minggu terakhir telah mengubah lanskap geografis serta peta kekuatan sosial di seluruh sudut Distrik Jiangcheng secara drastis. Rumah tua bertingkat dua dengan empat unit bangunan kamar kos beton tebal bercat abu-abu gelap di sampingnya itu kini bukan lagi sekadar rumor redup atau bisikan misterius yang diragukan di lorong-lorong gelap, melainkan telah menjelma menjadi simbol keberadaan surga nyata yang dicari-cari oleh ratusan penyintas yang terdesak di tengah kiamat.
Namun demikian, meledaknya reputasi keberadaan Suaka tidak hanya menarik simpati dan harapan dari para pemungut barang bekas, pasangan suami istri sekarat, atau para penyintas lemah yang berada di ambang batas kematian.
Di era kehancuran kiamat akibat ganasnya virus mutasi ini, fenomena infeksi tidak hanya melahirkan monster-monster zombie yang Mengerikan dan haus darah, tetapi juga memicu terjadinya dorongan evolusi genetika yang sangat langka pada segelintir jaringan sel tubuh manusia biasa—melahirkan sebuah kasta individu baru yang dikenal di jalanan sebagai Esper Elemen atau Manusia Mutan.
Pagi itu, atmosfer hening dan damai di sekitar pintu gerbang utama benteng Suaka mendadak pecah oleh hadirnya hawa panas membara yang menyengat, yang membakar habis hawa dingin khas musim dingin kiamat dalam sekejap mata.
Buzzzzzzzzzzzzt!
Gelombang suhu panas yang membakar merayap sangat cepat di sepanjang lorong gang luar. Permukaan air genangan got yang tersisa di ceruk jalanan seketika menguap, menimbulkan suara mendesis panjang. Langkah-langkah kaki yang terasa amat berat, penuh daya intimidasi, dan menggetarkan tanah menghentak keras permukaan aspal kering di depan gerbang.
Seorang pria bertubuh kekar tinggi besar dengan garis-garis tato hitam berarsitektur liar yang memenuhi leher hingga rahangnya melangkah lebar menuju ke arah pintu gerbang pagar Suaka. Pria itu mengenakan jaket kulit hitam tebal yang terkoyak di beberapa bagian bahu, memperlihatkan kulit lengannya yang tampak membara kemerahan bagaikan bilah besi tempaan yang baru saja ditarik keluar dari dalam tungku pembakaran.
Yang paling mengerikan, di kedua telapak tangannya yang bercakar kasar, lidah-lidah api membara berwarna merah jingga menari-nari liar secara gaib, memercikkan bunga-bunga api yang seketika membakar dedaunan kering serta sampah plastik di sekitarnya hingga menjadi abu!
Namanya adalah Lei Bao—seorang Esper Elemen Api tingkat awal yang baru saja berhasil membangkitkan kemampuan genetik khususnya tiga hari yang lalu, setelah sanggup bertahan hidup melewati fase penderitaan demam mutasi yang ekstrem di sebuah basement tua.
Di dunia luar yang tidak lagi memiliki hukum, Lei Bao telah bertransformasi menjadi sosok penguasa kecil yang sangat ditakuti oleh kelompok-kelompok penyintas liar. Dengan kekuatan gelombang api elemen yang dimilikinya, ia sanggup membakar tengkorak zombie mutan sampai menjadi arang dalam hitungan detik, serta memaksa puluhan kelompok penyintas lain bertekuk lutut menyembah dan menyerahkan seluruh pasokan bahan makanan mereka demi bertahan hidup. Keberhasilan mendadak dan lonjakan kekuatan super yang sangat instan itu telah melipatgandakan tingkat kesombongan, keangkuhan, serta ego ketamakan di dalam dadanya secara sangat ekstrem dan tak terkendali.
"Hahaha! Jadi ini yang dinamakan bangunan Kos-kosan Ajaib Suaka yang akhir-akhir ini sering diperbincangkan secara berbisik oleh para tikus got di jalanan?" seru Lei Bao dengan suara berat, dalam, dan menggelegar, yang dipenuhi oleh keangkuhan serta cemoohan mutlak.
Ia menghentikan tumpuan langkah kakinya tepat berjarak tiga meter di luar jeruji pagar besi, menatap papan pengumuman kayu berhiaskan larik tulisan emas dan empat unit kamar kos beton tebal di dalam Halaman dengan sepasang mata berwarna merah menyala yang dipenuhi oleh rasa tamak dan ketakjuban yang liar.
"Pasokan air bersih murni tak terbatas, aliran listrik menyala penuh dua puluh empat jam, dan kubah pelindung transparan yang menahan zombie?" Lei Bao menyeringai lebar-lebar, memperlihatkan deretan giginya yang kotor kehitaman.
"Tempat yang begitu sempurna dan mewah seperti ini sama sekali tidak pantas dan tidak layak dikuasai oleh seorang wanita muda yang lemah dan tak berdaya! Tempat ini diciptakan khusus oleh langit untuk menjadi markas besar dan benteng kekuasaanku, Lei Bao!"
Di dalam area halaman tanah Suaka, Xiao Chen dan Lu Yan yang baru saja keluar dari kamar masing-masing untuk membersihkan area teras depan seketika membeku kaku di tempat. Wajah kedua penyintas itu berubah menjadi pucat pasi tanpa darah saat rasa panas membara dan tekanan gelombang energi yang sangat menindas memancar kuat dari tubuh Lei Bao melintasi garis batas.
"E-Esper Elemen Api?!" bisik Lu Yan dengan gigi terkatuk rapat, jemari tangannya secara refleks menyambar gagang kapak kayu di balik punggungnya. "Orang ini... intensitas dan gelombang fluktuasi energinya jauh melampaui level zombie mutan mana pun yang pernah kutemui!"
Cklek.
Pintu kayu utama rumah tua dua lantai itu terbuka secara perlahan dari dalam.
Lin Yue melangkah keluar ke arah teras dengan gerakan tubuh yang amat tenang, santai, dan penuh keanggunan. Ia tidak membawa tombak kayu jati rakitannya kali ini. Kedua belah tangannya terbenam dengan santai di dalam saku celana kargo hitamnya. Sepasang matanya yang jernih, tajam, dan bening menatap lurus ke arah sosok Lei Bao di balik pagar besi dengan pandangan mata yang sama sekali tidak mengalami perubahan—tetap datar, dingin, dan benar-benar bebas dari riak emosi ketakutan.
"Kamu telah membuat kegaduhan dan kebisingan yang sangat tidak menyenangkan di depan pintu rumahku," ujar Lin Yue dengan suara yang halus, jernih, namun sanggup memotong hawa panas yang menekan di udara dengan sangat tegas.
Lei Bao mendongakkan kepalanya secara arogan, menatap sosok Lin Yue dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan pandangan mata yang penuh pelecehan dan nada meremehkan yang amat sangat kentara.
"Kamu yang bernama Lin Yue, wanita yang berakting menjadi seorang Ibu Kos di tempat ini?" kekeh Lei Bao seraya merentangkan kedua lengan tangannya yang membara ke atas udara sore.
Lidah-lidah api membara di kedua telapak tangannya mendadak membumbung tinggi hingga mencapai lebih dari satu meter, memancarkan gelombang suhu panas ekstrem yang membuat lanskap udara di sekitar pagar besi membiaskan cermin gelombang yang tidak stabil.
"Dengarkan aku baik-baik dengan telingamu, Gadis Kecil! Hari ini, aku, Lei Bao sang Esper Api, secara resmi menyatakan mengambil alih seluruh kompleks benteng Suaka ini! Serahkan seluruh Otoritas, hak akses Sistem, kunci kamar, dan seluruh pasokan makanan di tempat ini kepadaku sekarang juga! Jika kamu bersikap patuh, menurut, dan bersedia menjadi wanita simpananku, aku mungkin masih akan berbelas kasihan menyisakan satu unit kamar di sudut untukmu melanjutkan hidup!"
Lei Bao tertawa terbahak-bahak secara histeris, merasa sepenuhnya telah berada di atas angin dan memegang kendali atas takdir tempat tersebut. Menurut asumsi dan logika primitif yang terbentuk di dalam kepalanya, tidak ada manusia biasa, senjata api sederhana, atau sirkuit pertahanan rumah apa pun yang akan sanggup menahan ledakan gelombang elemen api yang dimiliki oleh seorang manusia mutan seperti dirinya.
Namun, reaksi dan respons yang ia dapatkan dari sosok Lin Yue berada seratus persen di luar bayangan dan ekspektasi terliarnya.
Lin Yue bahkan tidak mengedipkan sepasang matanya sedikit pun saat menatap lidah api membara setinggi satu meter di depan dadanya. Sepasang bibirnya yang tipis justru menyunggingkan sebuah senyuman kecil yang amat dingin di sudut bibir—sebuah senyuman yang menyimbolkan cemoohan, penghinaan, dan kasihan yang mutlak terhadap kebodohan tak bertepi dari mahluk di depannya.
"Mengambil alih properti pribadi milikku?" bisik Lin Yue dengan nada suara pelan yang amat dingin.
"Di dalam perimeter area kekuasaan Suaka ini... jangankan hanya seorang Esper Elemen tingkat awal yang baru belajar menguasai api sepertimu, bahkan jika dewa atau iblis sekalipun melangkah masuk dengan niat jahat, hukum dan Aturan Mutlak Tuan Tanah adalah Otoritas Tertinggi yang tidak dapat diganggu gugat."
Lin Yue mengangkat jari telunjuk tangan kanannya secara perlahan dari dalam saku celana kargo, lalu mengetuk udara kosong di depan dadanya dengan santai.
"Sistem... netralkan provokator pengacau ini secara mutlak."
Bip!
Sebuah nada mekanis yang amat dingin, megah, dan bergetar bergema secara langsung dari pusat kesadaran Sistem Suaka.
[Bip! Deteksi Ancaman Keamanan Kompleks & Tindakan Provokasi Tingkat Tinggi!]
[Identifikasi Target Terkunci: Esper Elemen Api Tipe Mutasi Genetik Kualitatif (Tingkat Awal).]
[Mengaktifkan Fitur Domain Keamanan Utama Suaka: Peneutralan Elemen Mutlak & Penindasan Otoritas Tuan Tanah!]
Wuuuush!
Seketika itu juga, tanpa ada raungan ledakan dahsyat atau kilatan cahaya yang menyilaukan, sebuah medan gelombang transparan berwarna biru gelap yang tebal merekah secara gaib dari Kubah Pelindung Utama, menyapu lurus ke arah tubuh Lei Bao dengan kecepatan yang tidak dapat dihindari oleh mata manusia!
Detik saat medan gelombang biru gelap itu menyentuh dan menembus tubuh Lei Bao, sebuah fenomena yang mengerikan, mustahil, dan melompati seluruh batasan logika terjadi!
Pufff!
Lidah-lidah api membara setinggi satu meter yang tadinya menari-nari liar di kedua telapak tangan Lei Bao mendadak padam seketika, bagaikan sebuah lilin kecil di tengah badai yang disiram oleh seember air es!
Tidak hanya lidah api di tangannya yang padam tanpa menyisakan asap, tetapi seluruh sirkulasi genetik elemen api yang mendidih di dalam sel darah, otot, dan organ dadanya mendadak terhenti total! Seluruh energi mutasi yang ia banggakan terkunci rapat, terikat, dan dilumpuhkan oleh tekanan Domain Otoritas Sistem!
"A-Apa?! Apiku... mana apiku?! Ke mana hilangnya kekuatanku?!" seru Lei Bao dengan sepasang mata membelalak lebar dalam kepanikan dan ketakutan luar biasa yang belum pernah ia rasakan.
Dengan panik, ia mencoba memompa dan menguras kembali seluruh energi genetik di dalam dadanya, namun tubuh kekarnya kini merasa sangat hampa, kosong, dan lemah—bagaikan seorang manusia biasa tanpa daya yang seluruh kekuatannya dicabut secara paksa hingga ke akar-akarnya!
Belum sempat Lei Bao memahami atau menerima kenyataan tentang apa yang baru saja terjadi pada struktur tubuhnya, Sistem Suaka melancarkan tindakan eksekusi penolakan dan penindasan fisik berikutnya!
BOMMMMMMMMMMMM!
Sebuah tekanan gaya gravitasi tak kasat mata berbobot puluhan ton mendadak menghantam tepat di tengah-tengah dada Lei Bao secara langsung dari arah pagar!
"ARGGGGGGGGGGGGHKKKKKKK!"
Lei Bao menjerit histeris penuh kesakitan saat tubuh kekarnya yang berbobot berat terlempar ke atas udara bagaikan selembar daun kering atau karung beras kosong!
Tubuhnya meluncur deras melintasi udara sejauh lima belas meter ke arah belakang, melintasi lebar lorong gang, dan dihantamkan secara sangat brutal ke atas tumpukan reruntuhan batu bata dan beton tajam di seberang jalan!
Brakkkkkkkkkkk!
Kepulan debu tebal membumbung tinggi ke udara saat tubuh Lei Bao tersungkur kaku dan terbenam di dalam tumpukan batu. Tulang-tulang rusuk di dadanya retak patah, napasnya tersengal-sengal parah memuntahkan darah segar dari mulutnya, dan sepasang matanya yang merah kini dipenuhi oleh rasa takut, teror, dan ketundukan yang mendalam. Keangkuhan, ego, dan kesombongan status Esper Elemen yang tadinya ia agung-agungkan hancur berkeping-keping menjadi debu dalam hitungan detik—tanpa sanggup menyentuh atau merusak satu helai benang pun pada baju Lin Yue!
Di dalam area halaman Suaka, Xiao Chen dan Lu Yan menelan ludah mereka dengan sangat susah payah. Tenggorokan mereka terasa amat menyempit. Rasa takjub, keheranan, dan rasa gentar di dalam dada mereka mencapai puncak yang belum pernah ada sebelumnya. Seorang Esper Elemen Api yang begitu mengerikan dan berdaya hancur tinggi sanggup dinetralkan, ditundukkan, dan dihancurkan hanya dengan satu ketukan jari manis dari sang Ibu Kos!
Lin Yue berdiri dengan sangat tenang di dekat pagar besi, menatap dingin ke arah sosok Lei Bao yang tergeletak lemah dan bersimbah darah di dalam tumpukan batu seberang jalan.
"Ingat dan tanamkan hal ini baik-baik di dalam kepala kalian, wahai seluruh manusia mutan atau Esper di luar sana," ujar Lin Yue dengan nada suara datar namun bergema sangat jernih dan tajam di sepanjang lorong gang Distrik Jiangcheng.
"Di dalam perimeter area kekuasaan Suakaku, sama sekali tidak ada tempat untuk kekuatan yang arogan, status Esper, keangkuhan, atau tindakan intimidasi! Siapa pun yang ingin melangkah masuk dan menempati tempat ini wajib tunduk penuh pada aturan dan membayar biaya sewa sesuai hukum. Jika ada yang mencoba merebut, merusak, atau berbuat ulah... eksekusi mati adalah satu-satunya hadiah mutlak yang disediakan oleh Sistem ini."
Lin Yue membalikkan badannya dengan sangat santai, melangkah kembali menuju ke dalam kehangatan rumah tua utamanya, meninggalkan sebuah pesan peringatan dingin yang menggetarkan jiwa bagi seluruh faksi dan kelompok penyintas di seluruh penjuru Distrik Jiangcheng.
Bersambung.....
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...