NovelToon NovelToon
Salman Prakarsa

Salman Prakarsa

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

"Aku lulus, Bu... Karsa juara satu."

Bagi Karsa, selembar kertas kelulusan di tangannya adalah tiket untuk membawa ibunya keluar dari jerat kemiskinan desa. Ia berlari membelah terik siang dengan dada membuncah oleh bahagia, tak sabar ingin memeluk satu-satunya alasan mengapa ia bertahan menghadapi kerasnya hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pasrah

sorenya.... terik matahari begitu menyengat di luar, memaksa udara di dalam rumah tua Karsa terasa sedikit pengap. Namun, suasana di dalam ruang tamu mendadak terasa dingin dan penuh ketegangan emosional. Ningsih sudah berada diruang tamu dirumah karsa, duduk di kursi kayu dengan jemari yang bertautan cemas.

"Mass.." kata ningsih memecah keheningan, matanya menatap Karsa penuh rasa bersalah yang teramat sangat. "Maafin bapak," kata ningsih lirih. Kejadian dehaman ketat tadi pagi di warung benar-benar mengusik ketenangannya.

Karsa tersenyum tipis, mencoba bersikap tegar walau hatinya sempat tergores. "G pp lah," kata karsa, berusaha meringankan beban pikiran gadis di depannya.

Ningsih menghela napas sedikit lega, lalu meletakkan sebuah rantang berisi makanan yang dibawanya di atas meja.

"Nih mas makan dulu.. Tadi warung sudah tutup makanya aku bisa kesini," kata ningsih. Dia sengaja bergegas kemari begitu pelanggan terakhir pergi, demi bisa berbicara berdua tanpa pengawasan ayahnya.

"Makasih ya.. nanti aku makan ko.." kata karsa sambil menatap kantong plastik itu dengan rasa terima kasih yang tulus.

Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama. Raut wajah Ningsih kembali berubah serius. Tatapannya menuntut sebuah kepastian yang selama ini menggantung di antara mereka.

"Mas.. aku bingung... hubungan kita sampai kemana...???"

Karsa langsung terdiam mendengar itu. Pertanyaan jujur itu bagai hantaman keras yang telak mengenai kesadarannya. Pikiran Karsa langsung berputar liar. Jujur saja jika semisal ningsih meminta untuk nikah muda..

Karsa pasti tak mampu.

Bagaimana mungkin dia berani mengambil tanggung jawab sebesar itu di saat dirinya sendiri baru saja kehilangan orang tua, tidak punya modal, dan pekerjaannya pun belum jelas?

Karsa menarik napas dalam, mencoba realistis dengan keadaan dirinya. "Ningsih... kamu lihat sendiri gimana aku.." ucapnya lirih, mengisyaratkan rumah tua dan satu petak lahan yang tersisa sebagai seluruh modal hidupnya saat ini.

"Tapi mas..." Ningsih mencoba memotong, hendak memberikan pembelaan bahwa dia tidak peduli dengan semua kemiskinan itu.

"Sudahlah..." kata karsa cepat, memotong kalimat Ningsih sebelum harapan mereka melambung terlalu tinggi dan berakhir menyakitkan. Karsa menatap lekat-lekat mata Ningsih, memberikan ketegasan seorang lelaki yang sedang berjuang.

"Kamu berdoa saja supaya kita dapat yg terbaik.. Toh aku juga sambil berusaha...

"Ningsih tersenyum mendengar itu. Kalimat terakhir Karsa setidaknya memberikan sedikit embun penyejuk di hatinya. Karsa tidak menyerah,

dia hanya meminta waktu untuk membuktikan diri.

Gadis itu kemudian melirik jam dinding, sadar bahwa dia sudah terlalu lama meninggalkan rumah. "Mas aku pulang dulu... G bisa lama nanti ketahuan ayah," kat ningsih sambil cekikikan kecil, mencoba mencairkan kembali suasana tegang yang sempat tercipta tadi.

"Ahh ia," kata karsa ikut tersenyum geli melihat tingkah kucing-kucingan mereka dari Pak Karsono.

Karsa mengantar Ningsih sampai ke pintu depan, menatap punggung gadis itu yang berjalan setengah berlari menjauh dari pekarangan rumahnya. Setidaknya, obrolan sore ini membuat Karsa sadar satu hal: dia harus melangkah lebih cepat lagi dalam urusan mencari kerja.

karsa pun kembali masuk kerumahnya..

Yah ... Membuka kantong plastik yg diberikan oleh ningsih..

1 nasi bungkus dan 1 bungkus rokok kesukaan nya..

Lumayan buat malam ini...

Tanpa membuang waktu

Karsa langsung saja memakan nasi bungkus pemberian ningsih..

Karsa merasakan nikmatnya nasi bungkus itu namun...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!