NovelToon NovelToon
Istri Buruk Rupa Kesayangan Mafia

Istri Buruk Rupa Kesayangan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

Rakanza Elson adalah mimpi buruk bagi musuh-musuhnya. Dingin, tak tersentuh, dan bos terkuat organisasi Teratai Hitam. Namun di balik kekuasaan dan ketampanannya, Rakanza menyimpan dua rahasia. Mysophobia parah dan ketakutan akan sentuhan yang membuatnya menganggap pernikahan sebagai sebuah kutukan.

​Hingga suatu malam di Meksiko, sebuah misi membawanya pada Annabella. Gadis misterius yang terkurung di laboratorium eksperimen ilegal. Dipenuhi rasa jijik pada tempat yang kotor dan terkontaminasi, Rakanza seharusnya membiarkan gadis itu tewas. Namun, karena tuntutan orang tuanya untuk segera menikah, Rakanza terpaksa menikahi gadis itu. Namun tak sangka, setelah wajah istrinya disembuhkan, ternyata istrinya mirip dengan adik iparnya.

​Di sisi lain, Rafandra, adik Rakanza merasa telah menemukan cinta sejati saat berhasil melamar Luviana Winston. Namun, dibalik senyum manis Luviana sang pianis terkenal, ada kebohongan besar yang siap menghancurkan segalanya. Luviana yang dicintainya ternyata menyimpan agenda balas dendam yang mematikan.

​Siapa sebenarnya Annabella? Dan apa hubungannya dengan keluarga Winston?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terpana

"Selamat datang, Tuan Muda Rakanza, Nyonya Muda," sambut tiga pelayan berbaris rapi sambil menunduk hormat saat pintu besar rumah utama Elson terbuka.

"Di mana Mami dan Papi?"

Salah satu pelayan menjawab. "Tuan Besar dan Nyonya Besar berada di kamar Tuan Rafa, Tuan Muda."

Rakanza pun melirik Luviana, Lily, dan Elio.

"Siapkan makan malam untuk kami. Siapkan di ruang makan," perintahnya datar.

"Baik, Tuan Muda!" Para pelayan itu membungkuk sekali lagi sebelum bergegas menuju dapur.

Rakanza membalikkan tubuh, menatap Luviana dan si kembar secara bergantian. "Kalian pergi ke kamar dulu. Istirahat di sana sampai pelayan datang memanggil."

Namun, Luviana diam di tempatnya. Kakinya seolah menancap di atas lantai marmer. Matanya lurus pada lorong lantai dua.

Empat tahun. Empat tahun lamanya ia menyimpan rindu. Pria yang sangat ia cintai, kini hanya berjarak beberapa belas langkah darinya. Rasa rindunya itu membuat dadanya sesak, hingga ia lupa napasnya sendiri.

Melihat tatapan kerinduan di balik iris mata Luviana, dada Rakanza berdesir tajam. Ada rasa panas tidak kasat mata yang menusuk relung hatinya. Ia paham betul, tatapan penuh cinta itu bukan untuknya, melainkan untuk adiknya.

Hem!

Rakanza sengaja berdehem keras, memutus lamunan Luviana.

"Apa lagi yang kamu tunggu di sini?" tegur Rakanza dengan nada dingin yang menyengat. "Kenapa tidak cepat ke kamar?"

Luviana tersentak kaget, seolah baru saja ditarik paksa dari alam bawah sadarnya. Dengan gugup, ia buru-buru menggandeng tangan Lily dan Elio. "I-iya... aku ke kamar sekarang."

Rakanza membuang napas kasar, lalu menuju kamar adiknya.

__

Di dalam kamar Rafandra, tampak Annabella berbaring di tempat tidur berselimut kain sutra tebal. Rambutnya berantakan, sementara gaunnya sudah diganti dengan pakaian tidur yang longgar. Pipi dan lengannya diolesi salep untuk menutupi goresan luka buatannya sendiri.

"Mami... Papi... aku benar-benar takut..." isak Annabella.

Kedua tangannya memeluk erat lengan Rafandra yang duduk di sisinya. "Apinya... apinya cepat sekali besar... aku... aku lihat api itu seperti mau menelan aku hidup-hidup, Mami! Aku takut Mas Rafa kenapa-kenapa kalau nekat masuk... aku lebih baik mati daripada Mas Rafa celaka karena aku!"

Napasnya tersengal-sengal dibuat terengah. Dadanya naik turun tak beraturan.

"Sudah, Sayang, jangan diingat lagi. Yang penting kamu selamat," bujuk Rafandra lembut, usapan tangannya di kepala Annabella penuh kasih sayang yang buta.

Mami Cecilia duduk di kursi lalu mengelus dada lega melihat menantunya baik-baik saja, sementara Papi Rayden berdiri di dekat jendela dengan wajah berkerut memikirkan kerugian besar dari hancurnya studio itu.

Tiba-tiba, pintu kamar terdorong terbuka.

Rakanza berdiri di ambang pintu. Postur tubuhnya yang tinggi besar dan aura hitam yang menyertainya seketika menyedot seluruh udara di dalam ruangan itu. Matanya yang tajam menancap lurus ke Annabella yang sedang bersandiwara.

Annabella yang menyadari kehadiran Rakanza sontak terdiam. Tangis buatannya terhenti sepersekian detik. Untuk pertama kalinya, mata si putri palsu bertatapan dengan mata sang Bos Mafia.

Rakanza masuk. Di bawah lampu kamar yang terang, ia mengamati adik iparnya itu dengan cermat. Wajahnya, struktur tulangnya, bahkan lekuk bibirnya benar-benar identik dengan putri keluarga Winston. Begitu pula suaranya saat meraung menangis tadi, persis seperti Luviana yang ia kenal.

Apakah dia benar-benar bukan Luviana, melainkan Annabella seperti kata wanita bercadar itu?

Batin Rakanza bergejolak. Namun, dilihat dari sudut pandang mana pun, wanita di atas ranjang ini tampil begitu sempurna sebagai Luviana Winston.

Sementara itu, di atas ranjang, Annabella yang baru pertama kali melihat sosok Rakanza secara langsung mendadak tertegun.

“Pria ini… Rakanza Elson?”

Annabella membatin terpana. Sungguh di luar dugaan, Rakanza tampak lebih tampan, gagah, dan berbahaya dibandingkan Rafandra yang cenderung halus dan lugu.

Namun, pesona itu hanya melintas sepersekian detik di kepalanya. Seringai tipis terbayang di relung hatinya yang paling dalam.

"Meskipun penampilannya sangat mempesona, dendam tetaplah dendam. Aku akan pastikan seluruh keluarga ini hancur tanpa sisa… termasuk kamu, Rakanza!”

Rakanza mendekat ke sisi ranjang, memasang raut wajah datar. "Apa yang sebenarnya terjadi di sini?" tanyanya pura-pura tidak tahu.

Rafandra mendongak, matanya yang sembap menatap sang kakak. "Studio milikku kebakaran, Bang... Album master, naskah lagu, dan semua piala pencapaian aku bersama Luviana... hancur terbakar tak bersisa."

Rakanza memiringkan kepalanya tipis. "Apa penyebab kebakarannya sudah diselidiki?"

"Sudah. Luviana yang lihat sendiri. Ada korsleting listrik di belakang lemari. Untung saja aku datang tepat waktu menyelamatkan istriku," jawab Rafandra.

Rakanza beralih menatap Annabella sejenak, lalu melirik kedua orang tuanya yang berdiri di dekat jendela.

"Korsleting? Tapi studio itu sudah berdiri bertahun-tahun sejak kita masih kecil, Rafa. Sistemnya saja dirancang khusus oleh teknisi terbaik. Kecelakaan sepele seperti korsleting... rasanya sangat tidak mungkin terjadi."

Papi Rayden yang sejak tadi diam, kini mengernyitkan alisnya tajam. "Lantas, apa menurutmu penyebabnya, Raka?"

Rakanza bersedekap dada, tatapan matanya menusuk lurus ke arah Annabella. "Mungkin... ada seseorang yang sengaja membakarnya. Seseorang yang merasa iri, atau punya dendam terselubung pada pencapaian Rafa."

Deg!

Jantung Annabella berdegup kencang karena arah pembicaraan Rakanza seolah-olah sedang menunjuk tepat ke dahi wajahnya. Apakah pria ini tahu sesuatu? Atau hanya gertakan belaka?

Dan di sinilah aktingnya keluar lagi.

Annabella langsung terduduk, selimut sutra merosot, memperlihatkan bahunya yang penuh salep. Matanya membelalak, bibirnya bergetar hebat seperti orang yang ditampar tuduhan paling keji di dunia.

"AKU?!" jeritnya melengking, suaranya pecah di tengah isak. "Kak Raka... tega... teganya kau menuduh aku?!"

Air matanya tumpah deras, bukan menetes, tapi mengalir seperti keran yang dibuka. Ia memukul-mukul dadanya sendiri.

"Mas Rafa... Mami... Papi... lihat aku! Aku... aku ini korban! Aku hampir mati di dalam sana! Mataku tidak buta! Aku melihat sendiri percikan listrik itu... percikan itu menyambar-nyambar seperti mau membunuhku! Asap itu... asap itu masuk ke paru-paruku! Aku tidak bisa bernapas! Aku panggil nama Mas Rafa sampai suaraku hilang! Hiks... Hiks..."

Ia lalu meraih tangan Rafandra, mencium punggung tangannya dengan histeris sambil terisak-isak.

"Kenapa... kenapa Kak Raka bicara seolah-olah aku yang sengaja membakar kenangan kita sendiri?! Kenangan aku dan Mas Rafa dari nol! Album pertama... lagu yang kita tulis... piala pertama kita... tega... teganya aku dituduh menghancurkan hidupku sendiri?! Kalau aku mau mati, sekalian saja aku mati terbakar di sana! Jangan fitnah aku seperti ini!"

Tubuhnya berguncang hebat, lalu ia ambruk kembali ke bantal sambil memegangi kepalanya, merintih seperti orang kesurupan trauma.

"Mami... kepalaku sakit... aku masih dengar suara api itu... krek... krek... besar sekali... aku takut... aku takut sekali..."

Melihat istrinya yang masih trauma malah disudutkan, emosi Rafandra mendadak mendidih. Ia langsung berdiri di hadapan Rakanza dengan wajah merah padam.

"Bang! Aku tahu dari dulu kau tak pernah suka Luvia!" gertak Rafandra kesal, membela istrinya habis-habisan.

"Tapi tolong, jangan pernah kau menuduhnya seperti itu! Lihat dia! Istriku tak mungkin membakar sendiri hasil pencapaian yang kami perjuangkan bersama dari nol! Dia korban di sini! Kau sudah keterlaluan, Bang!"

Melihat kemarahan adiknya, Rakanza sama sekali tidak goyah. Ekspresi wajahnya tetap dingin dan datar bagai es, tapi di sudut matanya, ia menangkap sesuatu. Annabella yang di atas ranjang diam-diam meliriknya dari sela-sela jari yang menutupi wajahnya. Mata yang tadi menangis meraung-raung itu... kini menyiratkan kemenangan licik.

"Aku tidak pernah menuduhnya, Rafa," sahut Rakanza santai, dengan senyum tipis yang dingin.

"Aku cuma beranggapan... penyebab kebakaran itu mungkin datang dari orang lain yang punya niat jahat. Dan orang yang paling keras berakting... biasanya dia yang paling takut ketahuan."

Annabella membatin sebal dalam hati.

"Sialan! Pintar sekali pria ini bersilat lidah!"

1
Lala
di pake topeng itu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
rak?
febby fadila
alhamdllah akhirnya raka sudah tau kebenarannya tinggal membongkar kebusukan putri palsu yg gila itu
febby fadila
cb saja kau hanyu gila jangan sampai kamu yg di mutilasi duluan sama raka 🤣🤣🤣
febby fadila
semoga cepat terbongkar ya thor jangan lama² dong ya
siti Syamsiar
lanjut👍
Bunda SalVa
semangat Mom 🤗🤗
Bunda SalVa
haruss dong Mom, masa kalah sama boneka Anabel 🤣🤣🤣
Adinda
aku dukung raka sama luviana asli
febby fadila
waduuuu luviana mencintai rafa tp sekarang sdah menjadi istrinya raka kakak kembarnya rafa astaga cinta segitiga
siti Syamsiar
lanjut thor👍
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
harus dong
Budi Rahayu
setuju banget 😎
febby fadila
thorrr jangan lama² dong thor sumpah bikin emosi ini, 🤣🤣🤣
febby fadila
ihhhhh thor lama amat si kebongkar bikin emosi banget si sumpah,, 😡😡😡😡
dasar anabella hantu gila astaga 😡😡😡
Lala
rafa mafia TPI bodoh ya
Anonim
🤭🤭🤭
Farida Irwanq
kak thor up lagi dong🙏
febby fadila
adduuuuuu thor gantung lagi astaga aku sampai guling² 😭😭😭😭😭😭
jangan lama ya thor 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Anonim
Mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!