NovelToon NovelToon
Gadis Pembawa Lentera

Gadis Pembawa Lentera

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Cintamanis / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:381
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Time travel seorang gadis yang terpeleset di acara festival lampion kampus.
Karya Fantasi kedua setelah Petualangan Mayanza, semoga berkenan di baca tiap episode nya... 🤍😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ujian Terakhir

Aku berjalan mengikuti Ayah Xiu Ren.

Salah satu strategi setelah kekalahan aku menghadap Permaisuri Raja.

Aku juga baru tau Permaisuri Raja adalah bibi jauhku.

Pantas saja, Permaisuri Raja membelaku di Istana Pangeran Fang.

"Kami meminta ijin menjenguk Pangeran" kata Ayah Xiu Ren.

"Oya, kau bawa apa Xiu Ren" kata Permaisuri Raja.

"Aku membawa camilan yang kami buat sendiri pagi ini" kataku pada Permaisuri Raja.

Aku menyerahkan satu kotak untuk Permaisuri Raja, aku dipaksa bangun subuh oleh Ibu Xiu Ren untuk memasak camilan roti kukus ini bersama koki dan dayang.

Semua demi menarik perhatian Pangeran.

"Enak sekali" kata Permaisuri Raja, mencicipi kue berbentuk bunga wangi daun pandan semerbak menambah cita rasa.

"Kau boleh ke kediaman Pangeran" katanya.

Aku menunduk memebri hormat dan Ayah masih berada di Istana Permaisuri.

Aku berjalan santai menuju Istana Pangeran, pengawal berada di depan.

Aku di persilahkan masuk ternyata sudah ada Putri Nay.

dan beberapa wanita duduk di sana bersama Pangeran Fang.

Aku tidak bisa mundur lagi,

"Ternyata Xiu Ren datang juga, kami juga baru saja datang" kata Putri Nay menyambutku menarik tanganku mendekat.

Pangeran menatap dingin, aku hampir beku.

"Apa yang kau bawa?", kata Putri Nay.

"Sedikit camilan" kataku

Aku menyerahkan kotak yang berbungkus kain satin berwarna biru itu di meja di hadapan Pangeran Fang.

Para gadis itu sudah membawa banyak makanan.

Aku yakin perut Pangeran Fang pasti tidak sanggup memakan semuanya.

Suasana kediaman Pangeran Fang hening, tidak ada yang bicara.

Ternyata mereka dari tadi juga tidak berani bicara.

"Kami pamit dulu" kata Putri Nay akhirnya.

Tidak ada satupun makanan di sentuh Pangeran Fang.

Putri Nay nenyentuh kakiku agar aku juga ikut berdiri meninggalkan Pangeran Fang.

Aku ikut berdiri.

"Hei kau Pembawa Lentera" kata Pangeran memanggilku.

Aku tau pasti dia memanggilku dengan nama itu, dia tidak sudi memanggilku Xiu Ren.

Aku berbalik.

"Ya, kau tinggal disini" katanya.

Aku mengangguk, Putri Nay berjalan duluan, wajah Putri Nay khawatir.

Aku tersenyum padanya agar tidak mengkhawatirkan ku.

**

"Pangeran memanggil hamba" kataku menunduk mencoba beradaptasi dengan baik.

"Buka bungkusan makananmu" katanya.

Aku membuka bungkusan makanan yang sudah dingin itu.

Aromanya masih wangi.

Aku menyerahkan padanya.

"Makan..." katanya.

Aku menunjuk wajahku.

Aku menggeleng, "Aku sudah kenyang" katakku pelan.

"Bagaimana kalau kau meracuniku" kata Pangeran Fang.

Aku mengambil satu kue dan mengigitnya kesal.

Dalam hati aku berkata sambil menatapnya, Puas?!

Wajah Pangeran Fang mendekat, mengusap ujung bibirku dengan jarinya, mengambil remah makanan yang masih kumakan.

Dia sangat suka mempermainkan aku.

Mungkin dia pikir aku Xiu Ren yang lugu dan mudah dipermainkan.

"Tidak ada racun, Pangeran" kataku.

Pangeran Fang mengambil satu memandangi kue berbentuk bunga itu, menarik nafas.

"apa kau bersedia merawatku kalau aku benar-benar lumpuh?" tanya Pangeran Fang.

"tergantung..." kataku

"Tergantung apa?" tanyanya mendekat wajahku berjarak kurang lebih sepuluh senti.

"Kau harus memilihku menjadi permaisuri" kataku.

Pangeran mengigit bibirnya sendiri mendengar keberanianku.

Aku berdiri,  pamit meninggalkan Pangeran Fang, akan kubuat dia penasaran dengan Xiu Ren.

Xiu Ren yang sekarang berani tawar menawar.

**

Aku keluar dengan senang dari Istana Pangeran Fang.

Di samping bangunan terdapat sasaran panah, disana masih tertinggal busur dan anak panah.

Aku menuju tempat itu, pikirku siapa yang berlatih.

Kaki Pangeran kan sedang terluka, mungkin dia memanah sambil duduk di kursi roda tadi.

Aku sudah lama tidak olah raga, aku mulai meregangkan otot, melemaskan jari-jari tanganku.

Mengambil busur dan anak panah.

Aku berusaha membidik sasaran.

"Apa yang kau lakukan!" bentaknya.

Anak panah terlepas tepat sasaran.

Aku menoleh Pangeran duduk di kursi roda di dorong oleh pengawal.

Pengawal mengambil busur dari tanganku menyerahkan ke Pangeran Fang.

"Kupikir kau sudah pulang, rupanya kau juga lancang berkeliaran di Istanaku" katanya marah.

"Maafkan hamba" kataku, aku menunduk dan menghindar mencari jalan namun salah, aku harus berjalan ke arah Pangeran Fang.

"Aku pamit pulang" kataku salah tingkah.

"Antarkan dia pulang" kata Pangeran Fang dengan wajah memerah marah rahangnya terlihat mengeras.

"Aku bisa pulang sendiri, aku tau jalannya" kataku.

Tapi, mata Pangeran Fang memang menakutkan walaupun dia tampan tapi aku juga takut nyawaku melayang sebelum kembali ke duniaku sendiri.

Aku akhirnya lolos dari Istana Pangeran Fang.

**

"Dayang, ujian apa lagi beberapa hari kedepan?" tanyaku.

"Ujiannya makan bersama pangeran" kata Dayang May.

"Apa? makan bersama juga" kataku sambil meminum air teh yang di suguhkan.

"Iya...karena itulah Tuan meminta nona untuk mengantar makanan ke Pengeran Fang" kata Dayang May.

Ternyata itu strategi Ayah Xiu Ren sebelum makan bersama yang sebenarnya.

Dia tidak tau anaknya sudah membuat gara-gara.

"Setelah itu?" kataku

"Penentuan pemenang, dan pertunangan" kata Dayang May.

"Huaaaaaa, rumit sekali May" kataku merasa pusing, rasanya aku ingin cepat-cepat kabur dari perjodohan ini.

Mana aku tidak sempat membaca kisah Xiu Ren sampai tamat kecuali dia diangkat menjadi Selir terendah.

**

Pagi ini udara sejuk, aku dengan riasan pakaian tradisional, menggunakan baju biri dari bahan sutra dan hiasan rambut berwarna putih, Ibu bilang agar hatiku tenang.

Siapa bilang bisa tenang, bertemu Pangeran Fang yang sombong dan pemarah itu aku makin emosi.

Urutan telah di tentukan, Putri Nay menemani sarapan pagi, Putri Ang makan siang dan aku makan malam.

Aku menunggu dengan sabar di Istana Ratu, wajahku sudah kusut seharian.

Tubuhku juga terasa gatal belum mandi.

Akhirnya aku dipanggil ke Istana Pangeran Fang, nampak sepi, aku sudah menunggu lama di meja makan.

Aku juga sudah mengantuk, dan gatal.

Dayang Istana datang menemuiku,

"Nona, Pangeran Fang sedang tidak ingin makan malam. Nona pulang saja kembali ke kediaman" kata Dayang.

"Tapi..ini kan hari ujianku?" tanyaku.

Dayang menggeleng.

Aku kalah sebelum berperang.

Aku bangkit berdiri, kulihat makanan yang dingin itu.

Aku minum segelas air, rasanya darahku mendidih.

"Awas kau Pangeran Fang, kau pikir kau siapa" kataku, sebagai Angelie Lee aku tidak pernah di tolak justru orang-orang mengejarku.

Aku keluar berjalan cepat ke tandu yang sudah menunggu, Dayang May hampir tertidur menunggu di tangga Istana, "Kita pulang" ucapku.

**

Sebulan berlalu, sudah musim hujan.

Bunga-bunga bermekaran.

Ayah dan Ibu Xiu Ren bilang, istana belum mengumumkan hasil apapun dari seleksi Permaisuri Pangeran.

Terserah, aku tidak menunggu apapun, hidupku hanya bersenang-senang sekarang menjadi Xiu Ren.

Sedang asik duduk menulis, aku menikmati hujan gerimis yang baru saja turun.

"Nona, ada berita menghebohkan" kata Dayang May

"Berita apa?" kataku

"Putri Perdana Mentri, Putri Ang akan menikah dengan seorang sarjana" kata Dayang May.

"Apa yang terjadi, bukankah Putri Ang calon Istri Pangeran" kataku.

Seingatku Permaisuri terpilih adalah Putri Ang kenapa jadi berubah.

Aku menghentikan tulisanku.

"Berarti saingan Nona berkurang" kata Dayang May bertepuk tangan senang.

"Benarkah, bukankah Putri Nay juga masih ada?" tanyaku balik.

"Iya, tersisa Putri Nay, namun orang tuanya tidak setuju karena Pangeran Fang sekarang cacat" kata Dayang May.

"Hei, dengarkan aku...Putri Nay menyukai Pangeran Fang" kataku

"Pangeran Fang adalah pria yang kejam, dia tidak menyukai wanita kabarnya menyentuhnya pun dia tidak sudi, tidak mungkin Pangeran Fang menyukai Putri Nay" kata Dayang May sambil menggelengkan kepala.

"Lalu kenapa orang tuaku menjodohkan aku dengan manusia seperti itu?" tanyaku.

Pangeran Fang disukai banyak gadis, namun kejam.

Kenapa harus di kejar, apa karena dia Putra Mahkota.

Sungguh aku bingung...

**

Bersambung...

1
Novita Tory
Sampai saat ini berharap happy ending
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!