NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Sang Naga

Reinkarnasi Sang Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen adalah pewaris sah dari Keluarga Lin di Ibukota Jingcheng. Namun, karena intrik ibu tirinya dan adik tirinya (Lin Tian), meridiannya dihancurkan, dia dijebak atas kejahatan penggelapan, dan dibuang ke kota kecil Donghai sebagai orang cacat. Tunangannya yang kejam, Ye Mei, akhirnya membunuhnya di gang gelap.
​Namun, takdir berkata lain. Lin Chen terbangun 5 tahun di masa lalu, tepat di hari ia dibuang ke Donghai. Kali ini, ia tidak hanya membawa ingatan masa depannya, tetapi jiwanya telah terikat dengan [Sistem Penguasa Urban Tertinggi]. Mulai dari menyembuhkan tubuhnya, membangun kerajaan bisnis, hingga menguasai seni bela diri kuno, Lin Chen bersumpah akan menginjak-injak mereka yang pernah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Benturan Energi dan Kartu As sang Naga

​Udara di dalam aula perjamuan itu seolah membeku. Kata-kata Lin Chen tidak diucapkan dengan teriakan, namun bergema tajam di telinga setiap orang, terutama Zhao Hai.

​Wajah sang Kepala Keluarga Zhao itu berubah dari pucat menjadi merah padam. "Bocah... kau tahu apa yang kau bicarakan?!"

​Sebelum Zhao Hai bisa melanjutkan, sebuah tawa serak dan dingin terdengar dari lantai dua.

​"Hehehe... Pemuda zaman sekarang sungguh tidak tahu tinggi langit dan tebalnya bumi."

​Wush!

​Sebuah bayangan abu-abu melompat dari balkon lantai dua yang tingginya mencapai enam meter. Tanpa menggunakan tali atau pijakan apa pun, bayangan itu mendarat di lantai marmer aula tanpa mengeluarkan suara sedikit pun, seringan sehelai bulu.

​Para tamu menjerit tertahan dan mundur teratur.

​Pria tua berjubah abu-abu itu kini berdiri tepat di depan Zhao Hai. Matanya yang cekung menatap Lin Chen lekat-lekat. Dia adalah Tetua Gu dari Sekte Gunung Hitam.

​"Kau bisa merasakan keberadaanku, itu membuktikan kau memiliki sedikit bakat kultivasi. Tapi, menantang seorang Grandmaster di depan umum? Itu namanya bunuh diri," desis Tetua Gu.

​Tiba-tiba, Tetua Gu menghentakkan tongkat kayunya ke lantai.

​BUM!

​Sebuah gelombang energi Qi yang kasatmata meledak dari tubuh pria tua itu, menyapu ke arah Lin Chen bagaikan badai. Beberapa meja di dekat mereka bergetar hebat, dan gelas-gelas kaca retak seketika. Orang-orang biasa di sekeliling mereka merasa dada mereka sesak, seolah ada batu besar yang menimpa paru-paru mereka.

​Su Ruoxue memucat, kakinya lemas dan nyaris ambruk. Namun, sebuah lengan yang kokoh melingkari pinggangnya, menahannya tetap berdiri.

​Lin Chen maju setengah langkah, menempatkan tubuhnya di antara Su Ruoxue dan gelombang energi tersebut. Matanya berkilat dingin. Ia mengalirkan Qi ke telapak kakinya dan menghentakkan tumitnya secara halus ke lantai.

​Sring!

​Dua gelombang aura bertabrakan di udara kosong, menciptakan suara dengungan rendah yang membuat telinga para tamu berdenging.

​Di luar dugaan semua orang, Lin Chen tidak terpental. Namun, jika ada ahli bela diri tingkat tinggi yang jeli, mereka akan melihat bahu Lin Chen sedikit bergetar, dan tumit sepatunya melesak beberapa milimeter ke dalam lantai marmer yang keras.

​Di dalam hati, Lin Chen mendecakkan lidah.

​“Fisikku saat ini masih terlalu lemah. Meskipun sistem memberiku memori teknik tingkat dewa dan meridianku telah pulih, tubuh ini baru beberapa hari menyerap Qi. Bertarung mati-matian melawan Grandmaster veteran di tempat ramai seperti ini hanya akan membuat fondasi meridianku kembali retak, dan Ruoxue bisa terluka oleh gelombang kejutnya.”

​Lin Chen menyadari bahwa ia tidak bisa terus-menerus mengandalkan kekuatan murni layaknya di kehidupan masa lalunya. Setidaknya, tidak sampai ia menemukan herbal tingkat tinggi untuk memperkuat tulang dan organ dalamnya.

​Di sisi lain, mata Tetua Gu membelalak kaget. Bocah ini... dia menahan tekanan Qi-ku tanpa mengubah ekspresi? Jika aku memaksakan pertarungan di sini, butuh setidaknya ratusan jurus untuk menumbangkannya. Di acara publik sebesar ini, polisi dan militer bisa turun tangan jika terjadi pertumpahan darah besar-besaran.

​Menyadari kebimbangan Tetua Gu, Lin Chen menarik kembali auranya dan tersenyum sinis.

​"Menyembunyikan niat membunuh di balik jubah tua. Jika kau ingin bertarung, Tetua Gu, mari kita cari waktu dan tempat yang lebih sepi. Malam ini, aku datang untuk menemani istriku berbisnis, bukan untuk mengotori jas baruku dengan darahmu," ucap Lin Chen santai.

​Tetua Gu mendengus dingin, menarik kembali auranya. "Bagus. Setidaknya kau tahu batasanmu, Nak. Umurmu masih panjang jika kau tahu kapan harus menundukkan kepala."

​Melihat pertarungan urung terjadi, Direktur Wang yang sedari tadi bersembunyi di belakang pengawal, kembali mendapatkan keberaniannya.

​"Beraninya kau membuat keributan di acara resmi pemerintah!" teriak Direktur Wang sambil menunjuk hidung Lin Chen. "Penjaga! Segel produk Grup Su sekarang juga! Dan panggil polisi untuk menangkap berandalan ini atas tuduhan mengancam pejabat negara!"

​Zhao Tian tertawa penuh kemenangan. "Lihat, Lin Chen? Kekuatan bela dirimu tidak berguna di sini. Di dunia nyata, koneksi dan kekuasaan adalah rajanya! Hari ini, Grup Su akan hancur, dan kau akan membusuk di penjara!"

​Su Ruoxue menggigit bibirnya hingga nyaris berdarah. Ia merasa putus asa. Apakah ini akhir dari segalanya?

​Namun, Lin Chen tidak tampak panik sedikit pun. Ia justru melirik jam tangan Rolex di pergelangan tangannya. "Satu, dua, tiga..." gumamnya pelan.

​"Apa yang kau hitung, dasar gila?!" ejek Zhao Tian.

​Tepat saat Lin Chen selesai menghitung, pintu utama aula perjamuan didorong terbuka lebar oleh sekelompok pengawal berjas hitam. Seorang pria tua berwibawa dengan setelan tunik tradisional Tiongkok melangkah masuk, didampingi oleh seorang pria paruh baya yang mengenakan kacamata berbingkai emas.

​Melihat kedatangan dua orang itu, seluruh aula seketika sunyi senyap.

​Bahkan Zhao Hai yang sedari tadi sombong, langsung menelan ludahnya, buru-buru meletakkan gelas anggurnya, dan memasang wajah menjilat.

​"I-Itu Tuan Tua Tang! Presiden Asosiasi Barang Antik dan penguasa sejati Donghai!" bisik seorang taipan.

"Dan pria di sebelahnya... ya Tuhan, itu Sekretaris Provinsi Liu! Orang nomor satu di pemerintahan provinsi Jiangnan! Bagaimana mungkin tokoh-tokoh raksasa ini datang ke perjamuan kita?!"

​Direktur Wang, yang pangkatnya jauh berada di bawah Sekretaris Provinsi, langsung berkeringat dingin sebesar biji jagung. Ia bergegas berlari menghampiri pria berkacamata itu sambil membungkuk dalam-dalam.

​"S-Sekretaris Liu! Suatu kehormatan besar Anda menyempatkan hadir di—"

​PLAAAK!

​Sebuah tamparan keras dan tajam mendarat di wajah Direktur Wang, membuatnya terhuyung mundur hingga kacamatanya terlempar.

​Orang yang menamparnya bukanlah Sekretaris Liu, melainkan asisten pribadinya. Namun tatapan Sekretaris Liu sedingin es.

​"Wang Jian," suara Sekretaris Liu menggema di aula yang sunyi. "Aku menerima laporan langsung dari Tuan Tua Tang bahwa kau menyalahgunakan wewenangmu. Memalsukan laporan uji klinis dan bekerja sama dengan pengusaha korup untuk memeras perusahaan kosmetik lokal yang inovatif. Apakah kau pikir pemerintah provinsi ini adalah perusahaan milik nenek moyangmu?!"

​Wajah Direktur Wang seketika pucat seputih kertas. Kakinya lemas dan ia jatuh berlutut. "T-Tidak, Sekretaris Liu! Ini salah paham! Saya... saya hanya menjalankan tugas! Produk Grup Su benar-benar berbahaya, Tuan Zhao Hai bisa bersaksi!"

​Zhao Hai tersentak kaget saat namanya disebut. Ia mencoba melangkah mundur untuk bersembunyi.

​Namun, Tuan Tua Tang sama sekali tidak melirik mereka. Pria tua yang penuh wibawa itu justru berjalan melewati kerumunan, mengabaikan sapaan para konglomerat, dan berhenti tepat di hadapan Lin Chen dan Su Ruoxue.

​Di bawah tatapan ribuan mata yang tak percaya, Tuan Tua Tang membungkuk sedikit, memberikan rasa hormat yang luar biasa.

​"Tuan Muda Lin, maafkan keterlambatan orang tua ini. Saya harap lalat-lalat ini tidak merusak suasana hati Anda," ucap Tuan Tua Tang sambil tersenyum ramah.

​BOOM!

​Seolah ada bom nuklir yang meledak di dalam pikiran semua orang di aula tersebut.

​Tuan Tua Tang... membungkuk pada menantu buangan Keluarga Su?!

​Zhao Tian nyaris pingsan berdiri. Zhao Hai mengepalkan tangannya hingga kuku-kukunya menancap ke telapak tangannya. Bagaimana mungkin Lin Chen memiliki koneksi dengan raksasa nomor satu di Donghai?!

​Su Ruoxue sama terkejutnya. Ia menoleh menatap profil samping suaminya. Lin Chen hanya berdiri di sana dengan ekspresi tenang, seolah penghormatan dari orang nomor satu di kota ini adalah hal yang sangat biasa baginya.

​"Anda datang tepat waktu, Tuan Tua Tang," jawab Lin Chen santai.

​Malam sebelumnya, Lin Chen telah menggunakan 'Mata Emas' miliknya untuk mengirimkan sebuah pesan berisi analisis teknis mengenai kelemahan fatal pada formasi feng shui pelindung Kediaman Keluarga Tang. Pesan itu ia kirimkan sebagai "hadiah perkenalan" lanjutan. Tentu saja, Tang Zhen yang cerdas langsung menyadari bahwa pemuda ini bukan hanya jenius barang antik, tetapi seorang Master metafisika dan mungkin lebih dari itu. Oleh karena itu, Tang Zhen membawa Sekretaris Provinsi bersamanya malam ini untuk membalas budi dan menjilat Lin Chen.

​Sekretaris Liu menatap Direktur Wang yang gemetar di lantai. "Bawa dia pergi. Mulai besok, Wang Jian resmi dipecat dan diperiksa oleh komite antikorupsi."

​Dua penjaga langsung menyeret Direktur Wang yang menangis histeris meminta ampun keluar dari aula.

​Sekretaris Liu kemudian mengalihkan pandangan tajamnya ke arah Zhao Hai. "Dan untuk Keluarga Zhao. Pemerintah provinsi akan meninjau ulang semua proyek infrastruktur yang melibatkan perusahaan Anda tahun ini. Kami tidak mentolerir premanisme berkedok bisnis."

​Zhao Hai merasa pandangannya gelap. Kehilangan proyek infrastruktur berarti hilangnya pendapatan miliaran Yuan bagi Keluarga Zhao! Namun, ia tidak berani membantah. Melawan Sekretaris Provinsi sama saja dengan menggali kuburan klannya sendiri.

​"M-Mengerti, Sekretaris Liu... Kami mohon undur diri..." Zhao Hai mengertakkan gigi, menundukkan kepalanya yang botak, dan menatap Tetua Gu dengan isyarat mata.

​Tetua Gu menatap Lin Chen untuk terakhir kalinya, matanya memancarkan peringatan diam-diam. Urusan kita belum selesai.

​Lin Chen membalas tatapan itu dengan senyum tipis, bibirnya bergerak tanpa suara, membentuk kalimat: Aku menunggumu.

​Keluarga Zhao pun mundur dari perjamuan dalam keadaan sangat memalukan, diiringi tatapan sinis dari konglomerat lain yang sebelumnya menjilat mereka.

​Setelah suasana mereda, Tuan Tua Tang beralih menatap Su Ruoxue dengan ramah. "Presiden Su, kudengar perusahaan Anda memiliki produk inovatif yang luar biasa. Kami semua sangat menantikan peluncurannya malam ini."

​Su Ruoxue menarik napas dalam-dalam. Kepercayaan dirinya, yang tadi sempat hancur, kini kembali utuh berkat pria yang berdiri di sisinya.

​Ia melepaskan lengannya dari Lin Chen, berjalan ke arah panggung utama, dan mengambil mikrofon. Malam itu, di bawah perlindungan mutlak dari sang suami, Ratu Es dari Donghai secara resmi memulai penaklukannya atas dunia bisnis.

​Sementara Su Ruoxue memukau para tamu dengan demonstrasi Embun Surgawi, Lin Chen mengambil segelas champagne dan berjalan ke arah balkon yang gelap, tempat Tetua Gu berdiri sebelumnya.

​Ia menatap langit malam Kota Donghai. Angin dingin meniup ujung jasnya.

​"Sistem," panggil Lin Chen dalam hati. "Berapa poin yang kubutuhkan untuk membeli [Pil Penguat Tulang Naga] dari Toko Sistem agar tubuh ini bisa menahan kekuatan penuh dari Tahap Bumi?"

​[Ding!]

[Harga Pil Penguat Tulang Naga (Kelas Bumi): 20.000 Poin Sistem. Saat ini Poin Host tidak mencukupi.]

​Lin Chen menyesap champagne-nya perlahan. Matanya menyipit, memancarkan ambisi yang membara.

​"Keluarga Zhao, Keluarga Lin di Ibukota... nikmatilah sisa napas kalian. Karena begitu tulangku terbentuk sempurna, tidak akan ada satu pun aturan di dunia ini yang bisa menghentikan langkahku."

1
Arinto Ario Triharyanto
muantaffff 😎
Arinto Ario Triharyanto
mantap ini 😎 ☕☕☕
Arinto Ario Triharyanto
yoiii lanjutken..😎
Arinto Ario Triharyanto
yoiii😎
Arinto Ario Triharyanto
yoi😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!