NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tiri Anak Jendral Perang

Menjadi Ibu Tiri Anak Jendral Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Ibu Tiri / Ruang Ajaib
Popularitas:27k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Seorang wanita cerdas dengan sejuta keahlian, yang tidak pernah takut dengan apapun, bahkan dengan kematian sekalipun. Bagaimana jadinya saat jiwa nya tiba-tiba terbangun di tubuh Aleta Volis, seorang wanita bangsawan dengan reputasi paling busuk di seluruh kekaisaran.

Marquez Liam Volis, seorang Jendral Perang sekaligus penguasa wilayah Volis yang terkenal dingin, kejam di medan pertempuran, dan memiliki prinsip hidup yang keras. Bagi Liam, hidup hanyalah soal tugas, pedang, dan darah, dia tidak punya waktu ataupun ruang di hatinya untuk urusan cinta.

"Kau berubah, apa yang sebenarnya sedang kamu rencanakan?" tanya Liam, dingin.

"Oh ayolah suami ku, apa pantas pernyataan itu kamu tunjukkan pada istri mu ini," jawab Aleta, tersenyum miring, merapikan kerah pakaian Liam.

Mampukah Liam mempertahankan prinsipnya, atau justru dia bertekuk lutut dan menyerahkan seluruh hidupnya pada wanita yang tadinya paling dia benci?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERGI KE PASAR

"Para prajurit dan pelayan di dapur tadi sempat melaporkan sesuatu yang, cukup aneh mengenai Marchiones Aleta," ucap Seno ragu.

Alis Liam langsung terangkat sebelah.

"Aneh bagaimana?" tanya Liam menyelidik.

"Selama tiga bulan terakhir, saat Anda pergi berperang, Marchiones dikabarkan tidak pernah lagi meminta uang foya-foya ke kota. Beliau justru menghabiskan waktunya di kebun belakang bersama Tuan Muda Julian, dan hasil panen di sana dikabarkan tumbuh sangat subur dalam waktu singkat," jelas Seno panjang lebar.

Liam tertegun sejenak, alisnya yang tebal semakin menyatu, mencerna setiap kalimat yang baru saja diucapkan oleh asisten setianya itu.

"Tumbuh subur? Di tanah tandus wilayah Salova ini?" ulang Liam dengan nada tidak percaya.

"Benar, Marquez, bahkan para pelayan yang biasanya kurang ajar sekarang semuanya ketakutan setelah kepala pelayan Mira sempat dibanting oleh Marchiones," jawab Seno lagi, membuat Liam semakin terdiam.

Ruangan itu mendadak sunyi senyap, Liam menyandarkan punggungnya di kursi, menatap lurus ke depan dengan pikiran yang benar-benar berkecamuk.

Wanita yang selama ini dikenal lemah, manja, dan egois, kini berubah drastis menjadi sosok yang berani.

Sudut bibir Liam perlahan terangkat membentuk senyuman tipis yang sangat misterius, nyaris tak terlihat.

"Menarik..." gumam Liam pelan, membuat Seno di depannya mengerjap-ngerjapkan mata karena bingung melihat reaksi sang jendral.

"Baiklah, kamu boleh keluar, Seno," perintah Liam mengibaskan tangan pelan.

"Baik, Marquez!" jawab Seno tegas, lalu berbalik dan segera meninggalkan ruangan kerja itu dengan sejuta tanda tanya di kepalanya.

         ✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨

Keesokan paginya, matahari bahkan belum sepenuhnya muncul, tapi Aleta sudah lebih dulu terbangun.

Wanita itu langsung bangkit dari tempat tidur nya merenggangkan otot-ototnya sejenak sebelum menepuk pelan kaki Julian.

"Heh, jenderal kecil, bangun! Katanya mau ikut ke pasar," bisik Aleta tepat di dekat telinga Julian.

Julian mengerjap-ngerjapkan matanya pelan, mengusap wajahnya dengan kedua tangan kecilnya, lalu langsung tersadar begitu mengingat rencana hari ini.

"Eh? Sudah pagi, Bu?" tanya Julian antusias, langsung duduk dengan mata berbinar-binar.

"Iya, makanya cepat cuci muka dan pakai baju yang bersih, kita berangkat sekarang mumpung hari masih pagi," perintah Aleta, menyiapkan keranjang berisi stroberi segar yang sudah dipanen kemarin sore.

"Baik, Bu!" jawab Julian bersemangat, langsung melompat turun dari ranjang dan berlari kecil menuju kamar mandi.

Tidak sampai sepuluh menit, keduanya sudah siap keluar dari kediaman Marquis dengan mengendap-endap lewat pintu samping agar tidak menarik perhatian para penjaga.

"Jangan jauh-jauh dari ibu, ikuti terus langkahku," pesan Aleta saat mereka sudah berada di jalan setapak keluar dari gerbang Marquis.

"Baik, Bu! Aku tidak akan lepas dari tangan ibu pokoknya," janji Julian sambil menggenggam erat ujung baju Aleta.

Perjalanan menuju pasar kota memakan waktu sekitar tiga puluh menit dengan berjalan kaki.

Setibanya di pasar ibu kota Kerajaan Salova, pemandangan ramai langsung menyambut mata mereka, bau rempah-rempah, suara tawar-menawar pedagang, dan lalu-lalang orang membuat suasana terasa sangat hidup.

Julian menatap takjub ke sekelilingnya, baru kali ini bocah itu melihat pasar yang begitu besar dan ramai setelah sekian lama dikurung di kediaman nya.

"Ramai sekali, Bu," bisik Julian, sedikit merapatkan tubuhnya ke kaki Aleta.

"Biasa saja, pegang tangan ibu erat-erat supaya tidak tersesat," ucap Aleta santai, matanya mulai mengamati sudut-sudut pasar yang strategis untuk menggelar lapak kecil mereka.

Aleta akhirnya berhenti di sebuah ruang kosong di dekat pedagang buah lokal yang agak sepi, lalu menurunkan keranjang yang dibawanya.

"Nah, kita jualan di sini saja," ucap Aleta, merapikan keranjang stroberinya.

"Tapi, Bu di sini kelihatannya jarang orang lewat, apa buah kita akan laku?" tanya Julian cemas, melirik pedagang lain yang lebih besar.

Aleta tersenyum miring mendengar keraguan anak tirinya itu.

"Tenang saja, barang bagus tidak perlu tempat besar untuk menarik pembeli, aroma manisnya akan manggil mereka sendiri," jawab Aleta penuh percaya diri, lalu mengambil beberapa buah stroberi merah ranum dan menatanya rapi di atas kain bersih.

Julian hanya mengangguk patuh, meski dalam hatinya masih merasa deg-degan.

Beberapa menit berlalu, beberapa orang yang lewat mulai melirik ke arah jualan sederhana Aleta karena tergiur dengan ukuran buah stroberi yang tidak biasa dan aromanya yang harum menggugah selera.

"Eh, lihat itu, buah apa itu? Kenapa ukurannya besar sekali?" bisik salah seorang wanita paruh baya yang lewat di depan Aleta.

Melihat ada calon pembeli yang tertarik, Aleta langsung memasang senyuman ramah nya.

"Silakan, Nyonya! Coba dicicipi dulu stroberi segar langsung dari kebun kami, dijamin manis dan segar!" tawaran Aleta ramah, menyodorkan satu iris kecil stroberi pada wanita tersebut.

Wanita itu tampak ragu sejenak, tapi akhirnya menerima dan mencicipi potongan buah itu.

Seketika mata wanita paruh baya tersebut membelalak lebar, ekspresi wajahnya berubah takjub.

"Ya ampun! Manis sekali! Segar lagi! Padahal biasanya stroberi dari wilayah Salova itu rasanya asam atau hambar!" seru wanita itu kaget, langsung menatap keranjang Aleta dengan penuh minat.

"Berapa harga satu keranjang ini, Nak?" tanya wanita itu cepat, tidak mau mendahului pembeli lain.

Julian yang melihat kejadian itu langsung tersenyum lebar, menatap Aleta dengan mata berbinar penuh kekaguman.

Aleta mengangkat sebelah jarinya sambil tersenyum miring.

"Murah saja, Nyonya, sepuluh koin perak per keranjang," jawab Aleta mantap.

"Sepuluh koin perak?!" pekik wanita itu kaget, tapi tanpa pikir panjang langsung merogoh kantong uangnya.

"Aku ambil dua keranjang!" ucap wanita itu antusias.

Wanita paruh baya itu langsung menyerahkan dua puluh koin perak berkilau ke tangan Aleta, lalu dengan hati-hati memeluk dua keranjang stroberi berukuran besar itu seolah-olah membawa barang paling berharga di dunia.

"Terima kasih banyak, Nyonya, semoga ketagihan ya!" ucap Aleta ramah sambil menerima koin-koin tersebut dan memasukkannya ke dalam kantong kain kecil di pinggangnya.

Julian menatap tumpukan koin perak di tangan ibu tirinya dengan mata berbinar-binar dan mulut sedikit terbuka karena takjub.

"Wah... kita dapat dua puluh koin perak dalam waktu secepat ini, Bu!" bisik Julian antusias, menarik-narik ujung baju Aleta pelan.

"Baru permulaan, Jendral kecil, sebentar lagi kantong kita akan penuh," jawab Aleta menyeringai tipis, mengusap pucuk kepala anak tirinya itu dengan gemas.

Kehebohan kecil yang dibuat oleh wanita paruh baya tadi ternyata berhasil menarik perhatian orang-orang lain yang sedang lalu-lalang di pasar.

Aroma manis dari stroberi milik Aleta menguar semakin pekat tertiup angin pagi, membuat para pembeli lain berbondong-bondong mendatangi lapak sederhana mereka.

"Eh, tunggu sebentar! Buah apa itu yang dibeli tadi? Wangi sekali!" seru seorang pria berbadan gempal yang merupakan pemilik toko kain di dekat sana.

1
Tiara Bella
Aleta dilawan ya km kalah lah lady sera....
Septi Wijaya
Aleta tiada lawan donggg😍
IG : hofi03_skrniii: rawww🫦
total 1 replies
miss blue 💙💙💙
jadi makin penasaran sama liam 🤔🤔🤔😅😅😅
IG : hofi03_skrniii: ikuti terus cerita mereka biar gak ketinggalan 😚
total 1 replies
Maria Lina
makasih ya thor ud up pagi"ya thor🙏🙏🥰🥰
Septi Wijaya
ish ish jenderal liam ini... katanya kismin kok punya banyak koin emas.... bohhong yaaaa😬
IG : hofi03_skrniii: mulai-mulai😆
total 1 replies
Tiara Bella
kena menta pastinya si lady serra....
Anbu Hasna
Garel atau Geral?
Septi Wijaya
yg ada serra justru akan makin dipermalukan di acara sendiri 🤣🤣
miss blue 💙💙💙
ngomongin jiwa modern, apa gak bikin liam makin penasaran 🤣🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙
julian itu anak kandung liam apa bukan kak? gak pernah ada cerita sebelumnya, bahkan ibu kandung julian juga. apa aq yg gak merhatiin cerita sebelumnya ya?? 🤔🤔🤔
miss blue 💙💙💙: sipp kak 👍👍👍
total 2 replies
miss blue 💙💙💙
kok aq curiga liam itu kaisar atau putra mahkota kekaisaran, mungkin dia di angkat anak oleh marques volis sebelumnya 🤔🤔🤔🤔
kaylla salsabella
jiwa modern🤔🤔🤔🤔 pasti Liam mikir🤣🤭🤭
kaylla salsabella
sombong itu wajib🤣🤣🤭🤭🤭
kaylla salsabella
la itu tahu kamu garel
Maria Lina
makasih ya thor ud up double"nya🙏🙏😍😍☕️☕️
IG : hofi03_skrniii: kembali kasih sayangggg🤍
total 1 replies
kaylla salsabella
kenapa jadi gariel mondar-mandir🤣🤣
kaylla salsabella
😍😍😍😍😍😍😍
kaylla salsabella
lanjut thor
Ita Xiaomi
Lady Serra lg mengundang bahaya.
IG : hofi03_skrniii: minta di cincang dia kak😁
total 1 replies
Tiara Bella
Aleta membalas wanita gila itu dengen tenang dan cantik....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!