" PLAAKK " Ester memegang pipinya yang terasa sakit karena tamparan dari seseorang yang ia sebut sebagai ibunya. " Anak tidak tahu diri, kau mirip dengan ibumu, wanita murahan " . " Setidaknya ibuku mendapatkan kasih sayang dari ayahku " Ucap Aster. . " Berani kau mengeluarkan suara lagi aku tidak segan-segan mengambil semua jatah bulananmu " Teriak Maria keras. Tetapi Ester tak perduli dengan apa yang diucapkan oleh wanita paruh baya itu. . Ester Castello putri dari Amir Castello dengan istri keduanya, ibu Ester awalnya selingkuhan dari ayahnya karena sedang hamil terpaksa harus menikah dan menjadi istri kedua ayahnya. Tentu hidupnya benar-benar seperti dalam neraka setelah kematian ibunya, karena sudah tidak ada lagi yang melindunginya dari kekejaman istri pertama ayahnya. Takdir mempertemukan dirinya dengan seorang pewaris dari keluarga Moretti, hingga membuat dirinya bisa melihat dunia yang selama ini belum pernah ia lihat sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mylavender, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai Dekat
Ester merasa canggung dan langsung merapikan rambutnya, Tommy juga merasa kikuk dan langsung menatap ke arah lain.
“ Kau melewati batas “ ucap Tommy.
“ Aku tak melewati batas garis putih “ jawab Ester.
Tommy terkekeh… Ester selalu menjawab yang membuat Tommy menggelengkan kepalanya.
“ Bukan berarti kau bebas melewati taman dan tidak melewati batasan yang di buat “
“ Pelayan bilang jika aku tidak boleh melewati garis putih, maka aku melewati taman saja “. enteng Ester dan Tommy terkekeh.
“ Kau tahu sesuatu? Tadi ada seseorang yang datang ke mansion ini “
“ Aku tahu… “ ucap Ester dan Tommy menatapnya.
" Tidak ingin bertemu dengan saudaramu? "
" aku tidak memilikinya, justru dia akan sangat kaget ketika melihatku, mungkin dia bisa menganggap mimpi buruk "
" Mungkin aku tak perlu ikut campur antara kalian... "
Ester diam dan menatap mata Tommy.
“Gaun seperti ini sangat cocok untukmu “
Ester menatap wajah Tommy dengan tatapan dalam.
" ya.. aku sangat suka gaun "
Tommy mengangguk.
“ Terimakasih karena sekarang pengawal tak berani menatap ke arahku “ ucap Ester.
“ Baguslah jika mereka tidak berani menatapmu, karena aku malas ada seorang wanita yang banyak protes dan mengadu “
“ Bukannya kau Tuan dirumah ini? Jika tidak boleh mengadu padamu maka aku akan mengadu pada Peter. “ ucap Ester.
“ Cihh Peter? “ cemooh Tommy.
Mereka tidak menyangka sama sekali jika mereka saling mengobrol dalam beberapa menit, ini adalah rekor baru untuk Tommy, padahal pria itu tidak pernah lama untuk mengobrol dengan lawan jenis.
“ Aku pergi dulu, sudah malam “ ucap Ester.
Tommy tak menggubris hanya melihatnya,
” Siapa nama panjangmu? “
“ Hanya Ester Castello “ ucap Ester tanpa menghentikan langkahnya.
Ester tersenyum dalam hati, ia merasa berhasil kali ini, bagaimana tidak… ia harus susah payah mendapatkan hati Tommy, ia memang serakah karena ingin mengambil apa yang telah diinginkan oleh Monika, tapi ia melakukan ini untuk kepentingan dirinya. Monika adalah wanita yang benar-benar ingin ia beri pelajaran karena selama ini telah membuat hidup Ester menderita.
Tommy melihat siluet Ester yang menghilang dari balik dinding mansion, ia terdiam sejenak, ia sendiri merasa aneh dalam dirinya, selama ini ia tak pernah jatuh hati atau tertarik pada seorang wanita, semua terasa merepotkan menurut Tommy. Tapi kehadiran Ester seakan berbeda.
Tommy akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam mansion.
Disisi lain, terlihat Ester yang sedang merapikan beberapa pakaiannya. Ia menyiapkan pakaian apa yang akan ia gunakan dan seperti apa sikapnya pada Tommy.
“ Tidak akan lama, Tommy pasti jatuh dipelukanku “ gumam Ester.
********
Keesokan harinya, terlihat seorang wanita cantik yang berjalan dengan anjing kecil berada di gendongannya.
“ Ester “ Panggil Peter.
Ester menoleh dan menatap ke arah pria yang kini memanggilnya.
“ kau dilarang ke area ini “
“ Aku bingung.., kenapa banyak larangan, anjing kecil ini berlari ke arah sini, aku tidak tahu jika dilarang juga “
“ Ini wilayah para pria sedang berolahraga “
“ Pantas saja sedari tadi aku melihat para pria sexy olah raga “ gumam Ester.
“ Kembalilah “ ucap Peter.
Tommy yang sedang memimpin lari jadi berhenti dan menatap sosok wanita dan pria yang sedang berbincang.
“ Boss melihatmu, aku rasa dia akan marah “
Ester menatap Tommy.
Senyum Ester terbit begitu saja hingga membuat Peter memutar bola matanya.
“ Ternyata aku pikir kau adalah wanita yang berbeda, ternyata sama saja centil pada Boss “
“ Enak saja, aku senyum bukan karena centil, aku hanya ramah dan menyapa saja dengan senyuman, itu termasuk adat di keluargaku “ bohong Ester,
Peter menaikkan alisnya menatap ke arah Ester tak percaya.
Hingga Ester disuruh pergi oleh Peter, dengan terpaksa Ester harus pergi dengan menggendong anjing tersebut.
Saat masuk ke dalam mansion, tatapan beberapa wanita begitu intimidasi pada Ester, bukanlah Ester jika takut pada mereka.
“ Cihh kau merasa berkuasa setelah diberi tugas merawat anjing itu? “
“ Mungkin kau terlalu berlebihan, ini hanya anjing, apanya yang berkuasa ? “ sulit Ester.
“ Kau berusaha mengambil hati Tuan bukan? Cihhh kecantikanmu hanya sebuah topeng bagaimana kelicikanmu “
“ Tentu.. siapa yang tidak suka dengan pria seperti Tuan? Kau saja mengejarnya.. munafik “ Ester berkata dengan nada sinisnya, lalu ia pergi begitu saja.
Wanita itu begitu marah dengan ucapan Ester, tetapi Ester tak perduli, karena apa yang menjadi tujuannya harus tercapai.
Ester meletakkan anjing itu ke kandang yang ada didekat kamarnya, lalu ia berjalan memasuki kamar dan istirahat dengan santai.
Hingga tak lama Ester mendengar suara deru mobil, ternyata Tommy pergi dari mansion.
“ Bagaimana caranya aku harus mendapatkan Tommy “ Ucap Ester dengan tatapan tajam.
Ia sudah bertekad dengan bulat bahwa dirinya akan mengambil Tommy lebih cepat daripada Monika.