NovelToon NovelToon
Hantu Pedang Menantang Takdir

Hantu Pedang Menantang Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:101.6k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Sebuah kisah tentang seorang pria dari masa lalu yang bangkit di masa ini.

Di masa ini, ia bertemu dengan perempuan yang mirip dengan seseorang yang ia cintai di masa lalunya. Seseorang yang tidak berani ia gapai karena kondisi fisiknya yang seperti monster saat itu.

Akankah ia berhasil menyingkirkan kenangan buruk masa lalunya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Dia Mempunyai Kekasih?

Malam akhirnya tiba. Langit di atas Kota Weiyang telah dipenuhi bintang. Lampu-lampu dari berbagai bangunan menerangi jalan utama, membuat ibu kota Kekaisaran Zhou tetap terlihat ramai meskipun hari telah berganti malam.

Di salah satu tempat paling mewah di kota itu, Penginapan Kayu Mawar, suasana juga masih cukup hidup. Penginapan tersebut bukan hanya terkenal karena bangunannya yang megah, tetapi juga karena luasnya yang luar biasa. Halamannya bahkan jauh lebih besar dibandingkan halaman beberapa kediaman bangsawan. Penginapan Kayu Mawar merupakan penginapan terbaik sekaligus terbesar di seluruh ibu kota.

Gao Rui sendiri menginap di tempat ini bersama Lan Suya. Harta Langit memiliki sebagian kepemilikan di penginapan tersebut, sehingga keduanya tidak perlu memikirkan masalah tempat tinggal selama berada di Kota Weiyang.

Di halaman luas penginapan, Gao Rui sedang duduk bersandar di sebuah pohon. Keringat masih membasahi wajahnya. Seharian penuh ia telah berlatih. Setelah Sha Nuo pergi pagi tadi, Gao Rui tidak membuang waktunya. Ia terus mempraktikkan berbagai jurus yang diajarkan Paman Nuo kepadanya.

Namun semakin ia berlatih, semakin ia menyadari betapa rumit teknik tersebut. Setiap gerakan memiliki perubahan arah yang berbeda. Kesalahan sedikit saja dapat membuat tenaga dalamnya tidak mengalir dengan sempurna.

Gao Rui mengusap keringat di dahinya.

“Teknik Paman Nuo memang tidak mudah.”

Ia mengangkat kedua tangannya dan memperhatikan telapak tangannya sendiri.

“Aku harus berlatih lebih giat.”

Gao Rui tahu dirinya masih jauh dari menguasainya dengan sempurna. Sebagai murid Boqin Changing, ia tidak ingin tertinggal terlalu jauh.

Setelah beristirahat cukup lama, Gao Rui akhirnya menyandarkan kepalanya ke batang pohon. Tubuhnya terasa lelah. Namun pikirannya justru cukup tenang.

Hingga tiba-tiba...

Whoosh!

Sebuah bayangan turun dari langit.

Gao Rui langsung membuka matanya. Sosok itu mendarat dengan ringan di halaman. Jubahnya sedikit berkibar tertiup angin.

Gao Rui langsung tersenyum.

“Paman, kau sudah kembali?”

Sosok tersebut tidak lain adalah Sha Nuo.

Sha Nuo melihat Gao Rui yang masih duduk di halaman. Ia tertawa.

“Hahaha! Kau masih di sini?”

Gao Rui berdiri.

“Aku baru saja selesai berlatih.”

“Bagaimana urusanmu Paman? Sudah selesai?”

Sha Nuo mengangguk.

“Sudah.”

Jawaban Sha Nuo terdengar begitu cepat.

Gao Rui tidak menyadari bahwa Paman Nuo sebenarnya sedang berbohong. Tentu saja urusannya tidak benar-benar selesai. Ia bahkan sebenarnya tidak memiliki urusan penting sejak awal. Sha Nuo hanya pergi berkeliling Kota Weiyang.

Kemudian karena suasana hatinya buruk setelah melihat Lan Suya bersama seorang pria yang tidak dikenalnya, ia malah masuk ke kedai lain, menghajar Tuan Muda Keluarga Tan, membuat lantai kedai retak, lalu pergi begitu saja.

Bagi Sha Nuo, itu jelas bukan sesuatu yang perlu diceritakan kepada Gao Rui. Ia tidak ingin bocah ini tahu bahwa dirinya menghabiskan siang hari dengan membuat masalah.

Sha Nuo berjalan mendekati Gao Rui.

“Kau berlatih seharian?”

Gao Rui mengangguk.

“Ya.”

“Bagaimana hasilnya?”

“Masih belum sempurna.”

Gao Rui tersenyum sedikit malu.

“Teknik yang Paman ajarkan terlalu rumit.”

Sha Nuo tertawa.

“Kalau mudah, semua orang sudah bisa menguasainya.”

Gao Rui mengangguk.

“Aku akan terus berlatih.”

Sha Nuo menepuk bahu Gao Rui.

“Bagus.”

Keduanya kemudian duduk di halaman.

Malam terasa tenang. Mereka berbincang mengenai latihan Gao Rui, beberapa pengalaman yang dialaminya selama berada di ibu kota, serta berbagai hal ringan lainnya. Suasana antara keduanya sangat akrab.

Bagi Sha Nuo, berbicara dengan Gao Rui terasa menyenangkan. Bocah itu tidak pernah memperlakukannya seperti monster beladiri.

Gao Rui hanya melihatnya sebagai Paman Nuo. Seseorang yang bisa diajak berbicara, bercanda, bahkan dimintai bantuan ketika menghadapi kesulitan dalam berlatih. Sha Nuo sendiri tanpa sadar sudah menganggap Gao Rui seperti keponakan kandungnya.

Setelah beberapa saat, percakapan mereka mulai mereda. Sha Nuo tiba-tiba teringat sesuatu.

Ia menatap Gao Rui.

“Rui'er.”

Sha Nuo terlihat sedikit ragu.

Kemudian ia bertanya,

“Bibi Ya... sudah mempunyai kekasih?”

Gao Rui langsung terdiam.

“...”

Sha Nuo melihat ekspresinya. Jantungnya langsung berdegup sedikit lebih cepat.

“Kenapa kau diam?”

Gao Rui masih menatap Paman Nuo.

Sha Nuo tiba-tiba merasa pertanyaannya terdengar terlalu mencurigakan. Ia buru-buru mengangkat tangannya.

“Jangan berpikir macam-macam!”

Gao Rui berkedip.

“Aku hanya bertanya biasa.”

Sha Nuo langsung mengarang alasan.

“Aku punya seorang teman yang berada jauh di sana.”

Gao Rui nampak kebingungan.

“Teman?”

Sha Nuo mengangguk cepat.

“Ya.”

“Dia pria yang cukup baik. Aku berpikir mungkin dia cocok menjadi kekasih Bibi Ya-mu itu.”

Gao Rui terdiam sesaat. Kemudian ia tersenyum.

“Kalau begitu Paman tidak perlu khawatir.”

Sha Nuo mengerutkan kening.

“Kenapa?”

“Setahuku, Bibi Ya belum mempunyai kekasih.”

Mata Sha Nuo langsung berbinar.

“Benarkah?”

Gao Rui mengangguk.

“Ya.”

Ia berpikir sejenak.

“Aku juga tidak pernah melihat Bibi Ya berjalan berdua dengan pria lain yang tidak kukenal.”

Sha Nuo merasa lega. Namun ia berusaha menyembunyikan ekspresinya.

“Oh... begitu.”

Beberapa detik kemudian, ia kembali bertanya.

“Kalau begitu... mungkin saja ada Tuan Muda dari keluarga bangsawan yang sedang mendekatinya?”

Gao Rui terdiam. Ia berpikir beberapa saat.

“Kalau yang itu...”

Gao Rui menggaruk kepalanya.

“Aku pernah mendengar dari Senior Rou Xi bahwa banyak bangsawan yang menginginkan Bibi Ya menjadi pendamping hidup mereka.”

Sha Nuo langsung menatapnya.

“Banyak?”

Gao Rui mengangguk.

“Ya.”

“Namun setahuku tidak ada satu pun yang berhasil.”

Sha Nuo sedikit mengernyit.

“Kenapa?”

Gao Rui kemudian berkata.

“Aku juga kurang paham.”

“Tapi kalau nanti aku bertemu Senior Rou Xi, aku akan bertanya lebih detail.”

Sha Nuo langsung mengangkat tangan.

“Tidak perlu!”

Gao Rui terkejut.

“Kenapa, Paman?”

Sha Nuo terdiam. Ia tentu tahu apa yang akan terjadi jika Gao Rui benar-benar bertanya kepada Rou Xi.

Rou Xi pasti akan langsung bertanya balik. Untuk apa Gao Rui menanyakan hal tersebut? Siapa yang menyuruhnya bertanya? Kenapa tiba-tiba ingin mengetahui pria-pria yang pernah mendekati Lan Suya?

Pada akhirnya, Gao Rui pasti akan mengatakan yang sebenarnya. Bahwa Paman Nuo-lah yang menyuruhnya mencari tahu.

Membayangkan dirinya akan bertemu dengan Rou Xi setelah ketahuan melakukan hal seperti itu, wajah Sha Nuo langsung terasa panas.

Ia segera menggeleng.

“Tidak perlu sejauh itu.”

Gao Rui berkata dengan polosnya.

“Tapi Paman tadi ingin tahu.”

Sha Nuo berusaha memasang wajah tenang.

“Aku hanya bertanya.”

“Tidak perlu sampai menyelidikinya.”

Gao Rui mengangguk.

“Baiklah.”

Sha Nuo menghela napas lega. Untung saja bocah ini tidak keras kepala.

Ia kemudian menatap langit malam. Namun di dalam hatinya, pikirannya kembali melayang kepada satu sosok, Lan Suya.

“Jadi... dia belum memiliki kekasih.”

“Tapi siapa laki-laki yang bersama dengannya tadi siang?”

“Ah mungkin itu hanya rekan kerjanya saja!”

Entah mengapa, mengetahui hal itu membuat perasaan Sha Nuo menjadi jauh lebih ringan. Sudut bibirnya tanpa sadar sedikit terangkat.

Gao Rui yang duduk di sebelahnya melihat perubahan ekspresi tersebut. Ia merasa aneh. Namun ia tidak bertanya.

Sementara Sha Nuo sendiri masih menatap langit sambil tersenyum kecil. Ia tidak menyadari bahwa di tempat lain pada malam yang sama, Lan Suya juga sedang memikirkan hal yang hampir sama. Bagaimana caranya menemukan seorang pria yang bisa berpura-pura menjadi kekasihnya?

1
y@y@
⭐👍🏾👍🏼👍🏾⭐
Akhmad Baihaki
hmmmmm..bikin penasaran
Aghaffar
ayoo thoor..
jgn buat penasaraan
y@y@
💥👍🏿🌟👍🏿💥
nengnong
cantik memang cantik
yayat
bakal ada apa ni pamsn nou sampe minta rui bersiap
udenk
kayaknya ada yg mau nembak nich
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Sesuatu 🔥🌽
mbono keling
💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍
Adek Darmansyah
pelit x up ny thor😭😭 jd malas kasih
Sarip Hidayat
waaah... terlalu
Nanik S
Paman Nuo.... minum tehnya gak usah pedulikan yang lain kecuali Gao Rui
Nanik S
Paman Nuo... kenapa Rui suruh bersiap memang Kejutan apa yang akan Paman Berikan 🤣🤣🤣👍👍👍
Raju: ralat. keluarga wong
total 2 replies
tariii
bersiap apa nich, paman?? jangan buat penasaran lah...🤣🤣🤣🤣
Rinaldi Sigar
lnjut
miss blue 💙💙💙
gou rui sama paman nuo pasti mau bikin pesta sendiri 🤣🤣🤣
angin kelana
waduh apakah akan ada penyerangan???💪💪💪
John Travolta
bagusss 👍👍👍👍👍👍
Eka Haslinda
ternyata paman Nuo benar2 gak terkenal 🤣🤣🤣
Warda Rahmawati
apakah paman nuo akan hilang disini??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!