Dominic Kazarov.
Seorang pria tampan, dingin, dan berbahaya. Pemimpin kelompok mafia paling ditakuti, sekaligus pemilik perusahaan raksasa DK Company. Semua orang mengenalnya sebagai monster yang tak memiliki belas kasihan.
Namun semuanya berubah setelah pertemuan keduanya dengan seorang gadis muda yang pernah menolongnya saat ia terluka.
Awalnya hanya rasa penasaran. Lalu berubah menjadi ketertarikan. Hingga perlahan menjelma menjadi obsesi yang memabukkan.
Dominic tidak hanya menginginkan gadis itu berada di sisinya.
Ia menginginkan senyumnya, waktunya, hidupnya... bahkan kebebasannya. Dominic memilih cara yang paling kejam untuk mendapatkannya. Sebuah ancaman berdarah ia berikan dengan melukai salah satu teman gadis itu, memaksa sang gadis untuk menyerahkan dirinya kepada pria yang tak ia kenal.
terjebak dalam dunia mafia yang gelap dan berbahaya, sang gadis harus memilih.
Melawan pria yang terobsesi padanya atau menyerah pada cinta seorang monster kejam itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiandra_Reinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesona Nayara
Jam istirahat berakhir, semua murid masuk kedalam kelas masing-masing, nayara bersama dua temannya sudah lebih dulu masuk untuk mengambil pakaian olahraga,karena saat ini jam pelajaran pak Dicka guru olahraga.
Setelah selesai berganti pakaian para murid diminta pak Dicka untuk berkumpul di lapangan.
Pak dicka mulai mengabsen murid satu persatu dan saat nama Bara,kenzo, gio dan yasa disebut mereka bahkan tidak berada di lapangan.
"Ada yang melihat Bara, Kenzo,gio dan yasa? " Tanya pak Dicka.
Para murid serempak menggeleng tidak mengetahui kemana perginya para most wanted itu.
"Aissshh para bocah itu selalu saja membolos, baiklah kita lanjutkan saja, hari ini bapak mau mengajarkan kalian tekhnik bermain basket, Nayara dan Ares kalian maju" Pak Dicka menghela nafas, mau bagaimana lagi mereka berempat memang seperti itu, sudah diberikan hukuman juga mereka tetap terus membolos, mau dihukum skor tapi dia takut berurusan dengan keluarga GAUTAMA karena Bara adalah anak dari pemilik sekolah ini.
pak Dicka menyuruh nayara perwakilan dari murid wanita dan Ares perwakilan dari murid laki-laki untuk memberikan contoh Dribbling, Passing dan Shooting.
“Nayara,ares tolong tunjukan ke teman kalian cara melakukan teknik Dribbling, passing dan shooting".
Ares mengangguk lalu menunjukan kepada temannya, setelahnya nayara juga melakukan hal yang sama.
Bagi nayara tidak sulit untuk melakukannya, ia sangat pandai bermain basket, itu karena dia sering berlatih di taman kota yang menyajikan tempat latihan olahraga gratis termasuk olahraga basket.
Semua murid bertepuk tangan melihat kemampuan gadis itu yang dengan mudah memasukkan bola kedalam ring, ditambah pesona nya yang memiliki kecantikan alami, kulit putih,wajah mungil dengan bibir tipis, hidung mancung,bulu mata lentik dan mata yang tegas dengan pupil mata berwarna Hazel menambah kesan yang membuat siapapun terpesona.
Ditambah saat ini nayara mengikat sembarang rambutnya yang sedikit berantakan,terlihat jelas leher jenjangnya.
Bara melihat kegiatan yang dilakukan teman sekelasnya dari rooftop tapi tetap saja perhatiannya terfokus pada nayara , entah kenapa dia sama sekali tidak berkedip menatap gadis itu cukup lama.
Ada perasaan aneh yang menjalar di hatinya, sampai sekarang Bara pun masih bingung dengan apa yang dia rasakan.
kenzo yang juga ikut berdiri di samping Bara, melihat kemana arah pandang temannya itu, ia hanya diam dan tersenyum melihat wajah temannya yang tampak sedikit tersenyum samar.
Sedangkan yasa yang sedari tadi sibuk ngemil kuaci melihat bara dan kenzo diam saja berdiri di pembatas pagar rooftop.
"Menurut lo semua, besok kita bakal dikasih hukuman apa nih sama pak muji, secara kan kita selalu bolos mulu pelajarannya"
Yasa dari tadi berceloteh panjang lebar membahas bagaimana nanti hukuman mereka karena membolos jam pelajaran pak Dicka tapi yang sesekali menyahut hanya gabriel, sedangkan kenzo hanya sekali saja berbicara. Sedangkan bara..Jangan ditanya, dia terlalu fokus menatap kemana arah naya bergerak.
Kenzo juga melihat semua teman kelasnya berolahraga tapi tetap saja naya yang lebih mencolok diantara semua karena kemampuan gadis itu tidak main-main. Dia sampai heran apa kekurangan seorang naya, menurutnya kyna itu multitalenta.
Hanya saja mungkin menurut kenzo, naya tidak beruntung di bagian keluarga dan harta, semua murid juga tau bagaimana kehidupan gadis kuat itu. Naya yang hidup sebatang kara dan hanya mengandalkan diri sendiri dalam segala aspek, serta tidak kaya seperti murid vortex yang lainnya.nayara hanya mengandalkan otaknya yang cerdas hingga mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di vortex.
Yasa merasa bara dari tadi diam dan fokus melihat ke arah bawah akhirnya mendekatinya, dan juga ikut melihat ke bawah ternyata semua murid di kelasnya sedang berolahraga. Yasa kembali melirik bara dan mengikuti arah pandang bos nya itu.
Tentu saja yasa dengan mudah tau siapa yang sedang temannya itu lihat.
"Bos kayaknya gue liat-liat, lo sekarang selalu merhatiin nayara deh, apa jangan-jangan lo suka lagi sama tu gadis bar-bar" Ucap yasa.
Gio yang sedang asyik bermain game bahkan berhenti saat mendengar ucapan yasa, menurutnya perkataan yasa ada benarnya, bukan nya apa,bara memang terlihat berbeda akhir-akhir ini, lebih banyak bicara dari yang biasanya dan jangan lupakan dia selalu mencari tempat untuk lebih dekat dengan nayara dari penglihatan matanya.