NovelToon NovelToon
Aku Transmigrasi Menjadi Istri Mafia Pengkhianat

Aku Transmigrasi Menjadi Istri Mafia Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Mafia
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: ocha Via

Kirana adalah gadis pekerja keras yang hidup sederhana, rela lembur sampai larut malam demi menabung untuk masa depan yang lebih baik. Suatu malam saat hujan deras mengguyur kota, ia melihat seekor anak kucing terlantar di tengah jalan. Tanpa ragu ia menolongnya, namun justru ia yang tertabrak truk melaju kencang. Di detik-detik terakhir hidupnya, Kirana memohon dengan sekuat tenaga agar diberi kesempatan hidup sekali lagi.

Saat terbangun, ia tidak lagi berada di jalan raya atau rumah sakit. Ia kini menempati tubuh Elena—istri dari Leonid, seorang pemimpin kelompok mafia yang ditakuti banyak orang. Elena asli dikenal wanita yang licik, kejam pada anak kandungnya sendiri yang baru berusia empat tahun bernama Alvaro, serta diam-diam menjalin hubungan gelap dan merencanakan pelarian membawa harta suaminya.

Kini Kirana harus bertahan hidup dengan menyamar sebagai Elena. Ia berj

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ocha Via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pagi yang Lembut dan Penuh Kasih

Bab 30

Cahaya matahari pagi perlahan menyelinap masuk lewat celah tirai jendela yang sedikit terbuka, menyentuh permukaan kulit yang masih terasa hangat sisa kehangatan semalam. Elena membuka mata perlahan, kelopak matanya terasa berat, dan seketika ia merasakan sensasi asing namun nyata menjalar di sekujur tubuhnya rasa lelah yang bukan karena bekerja keras sampai larut malam seperti dulu, melainkan sisa dari malam panjang di mana mereka akhirnya benar-benar menyatu seutuhnya sebagai suami istri.

Saat ia mencoba menggerakkan tubuh sedikit saja, rasa perih dan ngilu langsung terasa menusuk hingga ke tulang. Ia menoleh perlahan, dan dilihatnya Leonid masih terlelap tenang di sampingnya. Mereka berdua masih tanpa busana. Wajah pria yang biasanya tegas, dingin, dan penuh wibawa itu kini tampak begitu damai, jauh lebih muda dan lembut dari biasanya. Lengan besarnya melingkar erat di pinggang Elena, seolah dalam tidurnya pun ia tak ingin memberi jarak sedikit pun atau melepaskan wanita itu dari pelukannya.

Elena menatap wajah itu lama sekali, hati terasa penuh bercampur rasa malu yang menyelinap perlahan. Semalam benar-benar mengubah segalanya. Bukan lagi sekadar janji atau ucapan manis, melainkan bukti nyata bahwa ikatan mereka kini sempurna, tak terpisahkan oleh apa pun. Ia menyentuh pelan tangan suaminya yang melingkar di pinggangnya, merasakan kehangatan yang menenangkan hati.

Perlahan dan dengan sangat hati-hati, ia mencoba melepaskan pelukan itu agar tidak membangunkan Leonid. Ia meraih pakaian yang berserakan di lantai dekat tempat tidur, lalu mencoba memakainya satu per satu. Setiap gerakan terasa berat dan menyakitkan, kakinya terasa lemas seolah tak bertulang. Saat ia mencoba berdiri tegak, tubuhnya terhuyung sedikit, dan ia terpaksa berpegangan kuat pada tepi tempat tidur sambil menahan napas dan rintihan pelan agar tidak bersuara.

Harus kuat, Elena. Hari ini hari pertama Alvaro masuk kelas satu SD. Kau harus mengantarnya.

Dengan sisa tenaga yang ada, ia melangkah perlahan menuju kamar mandi. Air yang membasahi tubuhnya terasa sejuk dan segar, sedikit meredakan rasa pegal yang melanda, namun setiap kali teringat senyum Alvaro dan tatapan penuh cinta Leonid semalam, rasa sakit itu terasa sangat sepadan dan berharga baginya.

Saat ia keluar kamar dengan pakaian yang sudah rapi namun berjalan masih agak pelan dan tertahan, ia terkejut melihat Leonid sudah berdiri di ambang pintu. Pria itu sudah mengenakan pakaian rapi, namun tatapannya langsung menangkap cara berjalan istrinya yang belum pulih sepenuhnya, serta wajah Elena yang masih menahan rasa sakit.

"Kau kenapa?" tanyanya segera, nada suaranya langsung berubah menjadi cemas dan penuh perhatian. Ia melangkah cepat mendekat ke arah Elena.

Elena tersenyum malu-malu sambil menggeleng pelan. "Tidak apa-apa. Cuma sedikit pegal saja. Aku mau bersiap mengantar Alvaro berangkat sekolah."

Tanpa banyak bicara dan tanpa memberi kesempatan Elena menolak, Leonid langsung mengangkat tubuh istrinya dengan lembut namun pasti ke dalam gendongannya.

"Leonid... turunkanlah, nanti anak itu melihat," protesnya pelan sambil memeluk erat leher suaminya, wajahnya memerah menahan malu.

"Biarkan saja. Kau istriku. Wajar sekali kalau aku menjagamu," ucapnya tegas namun suaranya penuh kelembutan. "Hari ini biar aku saja yang mengantarnya. Kau istirahat dulu di kamar. Tubuhmu butuh waktu untuk pulih."

Mereka pun masuk ke kamar Alvaro. Anak itu sudah rapi mengenakan seragam barunya yang bersih dan rapi, wajahnya berseri-seri penuh semangat hari ini tepat ulang tahunnya yang ke enam sekaligus hari pertamanya duduk di bangku kelas satu Sekolah Dasar. Saat melihat ayahnya menggendong ibunya, Alvaro menatap sejenak dengan mata berbinar sebelum akhirnya tersenyum lebar sekali.

"Papa sayang Mama ya?"

Leonid tersenyum tipis, senyum yang jarang sekali ia tunjukkan pada orang lain, lalu ia mengusap kepala putranya dengan penuh kasih sayang. "Iya, Nak. Papa sangat sayang Mama. Dan Papa juga sangat sayang padamu. Hari ini Papa yang antar sekolah ya? Mama masih butuh istirahat banyak supaya cepat segar kembali."

Alvaro mengangguk patuh dengan wajah mengerti. "Baiklah. Mama istirahat yang banyak ya. Nanti sepulang sekolah Alvaro janji akan bawakan bunga paling indah buat Mama."

Saat Leonid menurunkan Elena perlahan di tepi tempat tidur dan mengecup keningnya dengan penuh kasih sayang, Elena menyadari betapa indahnya pagi ini. Meski tubuhnya masih terasa sakit dan lelah, namun hatinya terasa jauh lebih lengkap dan bahagia dari sebelumnya. Masa lalu yang kelam kini benar-benar tertinggal jauh di belakangnya, digantikan oleh kasih sayang yang tulus, perlindungan yang tak terhingga, dan kebahagiaan sederhana yang dulu tak pernah ia bayangkan bisa ia miliki.

 

BERSAMBUNG...

1
ocvia
🤣baik kak
Susi Nugroho
Nanti bikin Elena mengandung kembar.... Lanjut....
yula
👍
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
ocvia: siap kak
total 1 replies
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu.... Semangat
ocvia: baik kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!