Pertemuan yang tak baik belum tentu menjadi akhir yang buruk, karna seiring berjalannya waktu perasaan itu pasti akan muncul, contohnya perasaan jatuh cinta dan suka.
seperti kisah Jovandra dan adelliana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annaaluvv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 6
Liana berlari secepat mungkin supaya bisa menghindar dari ceorcosan Joan karena terlalu lama menunggu, Liana malas mendengarkan celotehan si cowok bermuka dingin itu.
Liana lega saat Joan melihat kearahnya dengan senyuman tipis sembari memainkan kunci motornya di depan gerbang sana, Liana pun mulai berjalan biasa saat menghampiri Joan.
" Ayo naik " ujar Joan seraya menaiki motornya, lalu menyalakan mesinnya.
Liana justru berjalan ke arah samping Joan, Liana tarik jaket Joan pelan " Jo, gue pake rok pendek gimana nih gue gak bawa jaket masalahnya " ujar Liana sembari memegang ujung roknya.
Joan melirik sekilas ke arah Liana memegang roknya, alhasil Joan pun melepaskan jaket jeans miliknya dan memberikannya pada Liana.
" Thanks " Ujar Liana saat menerima jaketnya, tanpa pikir lama Liana pun mengikatkan jaket itu pada pinggangnya dan menaiki motor Joan.
Joan pun menancapkan gasnya pergi dari area sekolah dan segera menuju rumahnya.
Saat perjalanan yang sedikit akan sampai di rumah Joan, Joan tiba tiba mengurangi kecepatan motornya.
" Li, gue boleh minta tolong jaga Yolla sampai malem gak penjaga rumah lagi ambil cuti, gue ada urusan yang harus di urus mungkin gue pulang agak terlambat hari ini " Ujar Joan tetap fokus mengendarai motornya.
Liana langsung berpikir sesuatu, urusan apa lagi yang Joan maksud, Liana yang curiga langsung memajukan wajahnya mendekat ke arah wajah Joan " Apa Lo mau berantem lagi " Ujar Liana cukup kencang.
Joan mendengus, Liana ini pikirannya selalu buruk padanya " Bukan astaga Lo pikir hidup gue berantem doang, nanti gue kasih tau setelah masalahnya selesai " ujar joan
" Serius Lo, gue gak mau ya jadi dokter dadakan kalo Lo balik keadaan Lo luka luka nanti, apalagi di depan adik Lo " cerocos Liana
" Gue serius Li, gue minta tolong bisa kan, gue gak tenang kalau tinggalin Yolla sendiri di rumah " Mohon Joan, iya memperlambat laju motornya.
Liana menepuk nepuk punggung Joan " iya tenang aja, Yolla gue temenin "
Joan tersenyum disana " Makasih Li, gue bingung mau minta tolong siapa lagi karna cuma Lo yang Yolla terima "
" Santai, gue juga kan temen Lo " Liana menyimpan dagunya di bahu Joan.
Joan terkejut saat melihat sekilas wajah Liana begitu dekat dengannya, matanya beralih melihat Liana yang sekarang tersenyum manis lewat kaca spion.
" temen,,, " ucap Joan terlihat seakan Joan tengah gugup saat Liana melihat mata Joan berkedip cepat.
Liana mencoba menghiraukan hal itu " Jadi jangan galak galak sama temen baru Lo ini, oke " ujar Liana sesaat setelah menjauhkan wajahnya dari bahu Joan.
" Ga akan, kalo Lo ga bikin gue kesel " jawab Joan sedikit menambah laju motornya.
Liana menatap Joan lewat kaca spion " Emang gue ngeselin ya? masa sih? kayaknya Lo deh yang ngeselin dari pertama kali kita kenal "
" gue suka bikin kesel Lo Li, muka Lo kalau lagi marah lucu " candanya, lalu Joan tertawa pelan.
" Hah apaan!? " pekik Liana mendengar itu.
Joan menghela nafasnya, sesaat setelahnya Joan melajukan motornya cepat hingga Liana hampir saja terhempas ke belakang, untungnya tangan Liana cepat mencengkeram seragam Joan.
" Joandra!!! "
...----------------...
" Gue berangkat, jaga Yola ya " Pamit Joan sebelum pergi.
Liana terkejut akan sikap Joan yang berpamitan padanya sembari mengelus kepalanya, Liana membeku sesaat mendapatkan perlakuan seperti itu.
" Oh,,, ah,,, iya okey " Balas Liana masih tak percaya.
" Ka, mau kemana " Liana tersadarkan saat suara Yola terdengar di sampingnya.
" Keluar ada acara sama temen, Kaka pulang telat hari ini gapapa kan " Ujar Joan saat memakai jaketnya.
" Oh gitu oke gak papa, ada ka Liana yang temenin Yola, ya kan ka " ujar Yola mengaitkan tangannya pada tangan Liana.
Liana di sana tersenyum manis pada Yolla " Iya, selesain dulu urusan Lo aja Jo, inget kata kata gue tadi " timpal Liana.
Joan tersenyum melihat adiknya itu tersenyum selebar itu saat berada di samping Liana, Joan berpikir, sepertinya dirinya harus membuat Liana selalu berada di sampingnya agar Yola memiliki teman yang menemani, Joan begitu jarang melihat adiknya se ceria itu.
Kehadiran Liana seakan merubah warna gelap menjadi warna-warni.
" Jaga diri ya kalian, Li telpon gue kalau ada apa apa ya " Kata Joan sesaat setelah meraih ponsel dan kunci motornya, Liana mengangguk.
" Oke ka, hati hati " Yola menoleh saat Liana kompak mengucapkan kalimat ' hati hati ' dengannya.
Joan mengangguk lalu pergi meninggalkan Liana dan Yola.
Joan menaiki motornya dan segera pergi dari rumahnya menuju tempat biasanya dirinnya selalu berkumpul dengan beberapa temannya, tak terasa area yang biasa menjadi balap liar sudah cukup ramai sore menjelang malam itu.
" Mana tu cowo yang mau ketemu sama gua? " Tanya Joan saat sampai di sana, kelima teman Joan menolehkan wajahnya pada Joan.
" Saha anying? Datang datang langsung nanya aja Lo gue mana tau siapa yang mau ketemuan sama lo " Balas Bram yang tengah sibuk mengotak Atik motornya.
Joan melepaskan sarung tangannya seraya duduk di deka Yesa " Dion " Jawab Joan.
" Di sirkuit dia udah nunggu Lo dari tadi "
Jawab Yesa yang duduk di sampingnya.
Mata Joan melirik ke arah sirkuit dimana sudah ada dua pemuda yang berdiri di garis start, Joan menyimpan sarung tangannya di samping dirinya duduk lalu bangkit menghampiri dua orang yang sudag menunggunya itu.
" Datang juga ternyata, gua kira Lo gak ada nyali buat datangin gue lagi " Ujar lelaki yang menunjukkan wajah songongnya saat Joan datang.
" Langsung ke pointnya, ada apa Lo nyari gue " Ujar Joan tak ingin basa basi.
Dia sering di sapa Dion, tampan memang tapi wajahnya terlalu songong " Gue mau nantang Lo balap 2 lap, kalau Lo menang gue ga akan usik team lo lagi, tapi kalo lo kalah,,,, " Dion berjalan mendekati Joan
" Cewe cantik yang kemarin muncul buat gue,,, gimana deal? " Dion mengulurkan tangannya pada Joan.
Joan menatap geram Dion, mengigit pipi dalamnya saat melihat uluran tangan Dion, Joan tak membalasnya dirinya memilih untuk mengambil helmnya dan menyuruh Bram untuk segera memarkirkan motornya di garis start.
Joan menolehkan wajahnya melihat Dion yang kini tengah memasang sarung tangan " Satu hal dari gue, jangan usik dia apalagi ganggu dia lewat telpon dan jangan kirim chat menjijikkan itu lagi ! "
FLASHBACK-
Sebelum Joan berangkat-
Joan mencari keberadaan Liana dan Yola di rumahnya itu karna baru saja beberapa menit mereka sudah menghilang, sewaktu joan hendak berjalan ke area kolam Joan tiba tiba mendengar suara nada dering dari arah ruang tengah.
Alhasil Joan memutuskan untuk berjalan menuju ruang tengah dan menghampiri ponsel yang terus berdering di atas meja.
Saat Joan melihat ponselnya ternyata bukan miliknya, karna dari case-nya saja berwarna biru muda sedangkan case ponsel Joan berwarna hitam.
Joan memeriksa telpon masuk yang tak di ketahui berasal dari siapa, karna tak ada nama yang muncul di sana, alhasil Joan mengangkatnya tanpa memberitahukan Liana terlebih dahulu.
" Akhirnya jawab juga, gimana udah baca chat gue " ujar seseorang di telpon itu.
Joan mendengar suara lelaki yang suaranya tak asing bagi Joan, Joan tak menutup telponnya saat memeriksa isi chat yang dikirim oleh nomor yang sama dengan yang kini menelpon.
Joan terkejut dengan isi chatnya.
- unknown
Hi baby
Ketemu juga nomor Lo, gimana tawaran gue sebelumnya?
Kalau mau gue jemput Lo malam nanti, kita party di bar *****
" Bajingan! " Joan memutuskan sambungan teleponnya dan segera menghapus riwayat telpon dan chat di ponsel Liana, lalu memblokir nomornya.
FLASHBACK OFF -
" Lo bisa mikir gak kalau hal kaya gitu itu kurang ajar " Ujar Joan saat menaiki motornya.
" Gausah banyak bacot, selesaiin dulu,,,, Lo harus berusaha buat menang Jo kalau ngga, mau gak mau cewe itu, ahh Liana tepatnya,,,,, buat gue "
...TO BE CONTINUED...