NovelToon NovelToon
Rahasia Si Gadis Cupu

Rahasia Si Gadis Cupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Teen / Idola sekolah
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Berliana Febbyola

"GADIS GILA! APA KAMU NGGA PIKIRKAN MASA DEPAN KAMU?!" bentak pemuda itu sambil menarik tangan Ana.

Ana memandang dengan takut tapi ia juga merasa lega karena sebenarnya, dia tidak berniat untuk bunuh diri.

Anabella Queena Tanaya, tidak pernah menginginkan wajah yang buruk rupa dan tidak memiliki teman itupun hanya bisa putus asa di atas atap apartemen yang sering ia kunjungi ketika merasa sedih.

Dua lelaki tampan datang ke hidupnya dan semuanya berubah dengan sangat drastis. "Apa aku bermimpi?"

Tekad gadis itu ingin jadi glow up, bukan main - main. Tahap demi tahap, bahkan ia berusaha menutupi luka masa lalu di sekolahnya yang lama, berbuah manis bahkan terlalu manis.

Tapi siapa sangka dengan dirinya yang sekarang, Ana malah dibuat bimbang dengan kejadian tak terduga di sekolah barunya.

Apa Ana akan bisa tetap menjadi Ana yang glow up tanpa ada yang tahu bahwa dia sebenernya korban pembullyan??
Atau ada seseorang dari masa lalunya yang mengetahui semua tentang Ana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Berliana Febbyola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 HARI PERTAMA, WAJAH BARU

Pagi itu, hari awal masuk ke sekolah baru, tampak gadis yang suka dijuluki " Gadis Si Buruk Rupa " sudah menyimpan rahasianya rapat - rapat.

Merapikan dasi dan jas almamater yang ia kenakan. Rambut dicatok Soft Curly Wavy, terlihat lebih segar.

Makeup natural dan menempelkan nametag-nya "ANABELLA Q.T", Anabella Queena Tanaya.

"Sedikit lagi beres." mengoleskan sedikit minyak wangi dilehernya.

"ANA!! AYO SARAPAN!" teriak Citra dari bawah, anggota keluarga sudah duduk rapi di meja makan.

"Selamat pagi.." seru Ana, menyapa.

Semua menatapnya tak percaya, "Ana? Kamu Ana?" tanya Citra.

Raka melongo begitupun juga Ayah, "Ini Ana putri Ayah?"

Ana mengangguk, "Kalian kenapa?" sambil menggaruk kepala tak gatal.

Sreett..

Ana menyeret kursinya untuk ia duduk dan sarapan.

"Kenapa pakai riasan ke sekolah? Hah?!" tanya Ibu dengan tatapan maut.

Citra langsung menengahi, "Bu, sekarang anak SMA tuh harus begini Bu. Kalau terlalu polos nanti dikira laki - laki." sambil mengedipkan mata ke arah Ana.

Ana yang melihat hal itu langsung tersenyum gembira dan membentuk mini love "Saranghae".

Seperti biasa Citra mengantarkan Ana, sedangkan Raka membawa motornya sendiri untuk pergi ke Sekolah.

Sesampainya di Sekolah, terlihat ramai sekali siswa siswi karena ini adalah hari pertama masuk setelah libur panjang dan disusul ada perayaan ulang tahun Kepala Sekolah.

"Kenapa banyak pernak - perniknya dari awal masuk gerbang ya?" Bingung Ana, sambil terus berjalan.

Tapi ada yang aneh, semua mata tertuju padanya. Ana yang sedikit hawatir pun langsung melihat ke arah kaca jendela.

"Gak ada yang aneh, tapi kenapa semuanya natap aku segitunya?" sahut Ana.

"Wah.. cantik banget dia."

"Huum, kayak artis Korea."

Sahut beberapa perempuan yang ada di sebelahnya.

Laki - laki yang menumpuk di depannya, langsung memberi ia jalan.

"Ada cewek cantik.."

"Nggak pernah liat cewek secantik Peri Tinkerbelle. Dia imut dan manis banget. Memandangnya bikin meleleh cuy."

Pujian - pujian itu ternyata ditujukan padanya, seumur hidupnya baru kali ini ada yang memujinya cantik.

Berjalan di koridor pun serasa berjalan di Catwalk Fashion Show.

Ana hanya tersenyum dan menunduk sopan, ketika semua melihat dengan mata terbelalak.

Di kelas yang semula ribut, tapi hanya satu siswa laki - laki yang duduk paling belakang, tetap diam dan memalingkan pandangannya ke arah jendela yang langsung mengarah ke lapangan basket.

Tak lama, guru masuk dengan membawa satu orang siswi pindahan yang tak lain adalah Ana.

"Pagii.. anak - anak!" ucap Pak Anton, Wali kelas mereka sekaligus Guru mata pelajaran sastra.

"PAGII.." jawab mereka serentak, tapi tertuju pada Ana yang berada didepan kelas.

"Bapak! Bapak siapa itu, kok cantik banget?" sorak siswa laki - laki dan beberapa ikut bertepuk tangan.

"Tenang, tenang. Anak - anakku, kalian punya teman baru! Sstt Rian, kamu nggak boleh godain dia ya. Bapak nanti hukum kamu dance lagi." ucap Pak Anton sambil tersenyum.

"Dengan senang hati, Pak. Yo Yo Yo Man..." sambil berdiri menggerakkan tangan dan kakinya di tempat.

"Woy itu nge-Rap, bukan dance! Hahahaha." timpal Leo sambil memukul pantat Rian.

"Shit! Apa sih ganggu aja!" gerutu Rian lalu kembali duduk, semua yang ada di kelas itu tertawa tapi tidak dengan satu orang di Kelas itu.

Setiap Ana melihat ke arah laki - laki itu, ia kembali menunduk karena tatapannya dingin ke arah Ana.

"Semuanya bersorak dan memuji tapi cuma dia yang diam." batin Ana.

Pak Anton mulai melihat sekeliling, ternyata ada kursi yang kosong dibelakang Sheila Aneshia Ivella.

"Sheila cantik. Boleh Anabella duduk di kursi belakangmu?" tanya Pak Anton dengan gaya khasnya yang menghibur.

Dengan tersenyum lebar, Sheila langsung mengangguk semangat.

"Boleh dong. Sini, Anabella!" sahut Sheila.

Ana tersenyum ramah, baru kali ini ada yang menyambutnya dengan tulus.

Gadis itu pun langsung duduk dan Sheila dengan cepat memperkenalkan diri.

"Hai. Aku Sheila.."

"Hai juga. Aku Anabella, panggil aja Ana."

"Kamu cantik banget." puji Sheila.

"(Tersenyum) Makasih." jawabnya.

Jam istirahat pun tiba, dan beberapa siswi penasaran dengan kehadiran Ana. Mereka pun tampak berkumpul didekat meja Ana.

"Hai, boleh kenalan nggak?"

"Ana mau istirahat bareng kita, nggak?"

"Kamu pakai lipstik apa, kok cantik banget di bibir kamu?"

Ana mendengar suara - suara yang mengajak bicara pun hanya bisa tersenyum terharu dan rasa tak percaya.

"Hari ini, aku bukan lagi Ana yang dulu di bully karena jelek. Atau mungkin aku cuma bisa bersembunyi dibalik makeup ini." batin Ana.

Seorang gadis menghampiri Sheila, ternyata dia adalah sahabat Sheila dan sekaligus siswi terpintar di Sekolah ini.

"Je, kenalin ini Ana." sahut Sheila.

"Aku tau, dia kan tadi udah memperkenalkan diri di depan kelas." jawabnya sambil memutar bola mata lalu tersenyum ke arah Ana.

Ana membalas senyuman dan mengulurkan tangan.

"Aku belum tau nama kamu,"

"Ah, iya aku lupa. Aku Jesslyn Kailani Sheana. Panggil aja aku Jeje, karena lebih mudah diucapkan." tak Ana sangka ternyata Jeje adalah orang yang asyik, dia sangat ramah walaupun wajahnya terlihat sangat cuek.

Dan...

Cantiknya natural tanpa makeup, tidak seperti dirinya.

"Wuah.. kamu cantiknya natural, Je." terpukau Ana, membuat Jeje tersipu malu.

"Bisa aja kamu. Gimana kalau kita ke kantin bareng?" tanya Jeje.

"Ayo." jawab Ana.

"Let's go! Eh- aduh! Woy biasa aja dong." gerutu Sheila, badannya terdorong oleh teman sekelas mereka yang bernama Zayn.

"Eh sorry! Tadi itu si-si Kulkas 2 pintu lewat nerobos kita lagi ngobrol." timpal Zayn sambil menunjuk ke arah siswa yang tadi menengok Ana dengan tatapan dingin, kini dia sudah menjauh keluar dari kelas itu.

Tatapan Ana tertuju pada laki - laki itu, seperti tak asing baginya.

"Hadeuh, kebiasaan si kulkas 2 pintu itu." celetuk Jeje.

"Memangnya dia kenapa?" tanya Ana dengan bingung.

"Dia itu lawannya si Jeje di peringkat paling atas." sahut Sheila sambil menepuk pundak Jeje.

"Ma-maksudnya?"

"Maksudnya, dia musuh nilai yang harus aku kalahkan hehe. Dia pintar dan rajin, banyak cewek - cewek yang rebutan dan minta perhatian dia. Tapi-" belum selesai Jeje menjelaskan tapi Sheila langsung memotong.

"Tapi dia itu kayak psikopat dingin. Hiiihh, Ganteng sih tapi nggak pernah senyum." celetuk Sheila.

"Hm, yaudah nggak perlu dipikirin. Ayo kita langsung ke kantin aja!" ajak Jeje.

Mereka bertiga pun langsung ke kantin di Sekolah itu, dan mungkin baru kali ini ia merasa mempunyai teman sejati.

"Jadi begini ya, rasanya punya teman. Aku nggak pernah merasakan jalan bareng ke kantin dan di ajak ngobrol kayak gini."

Saat ia duduk di meja kantin, tak sengaja pandangannya melihat ke arah laki - laki dingin itu lagi.

Mata mereka saling bertemu..

#Bersambung...

1
Berliana Febbyola
Iya kah? Lebih terpontang panting kalau yang iniiii🤭
NonaMudaDesi
Ceritanya mirip drakor true beauty yah, tapi ini lebih dark nyaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!