NovelToon NovelToon
Dibeli Seharga 1 Miliar

Dibeli Seharga 1 Miliar

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Romansa Fantasi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ana L.

Aulia dipaksa ayah & ibu tirinya dijual ke Alexandra, mafia kejam seharga 1 miliar. Terperangkap di dunia gelap sang penguasa, bisakah cinta tumbuh di tengah rantai, bahaya, dan obsesi gila itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana L., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penjara Emas

Mobil sedan hitam mewah melaju membelah jalanan kota yang mulai sepi, menuju kawasan elit tertutup di atas bukit tempat di mana orang-orang paling berkuasa, paling kaya, dan paling berbahaya tinggal. Di balik jendela kaca anti peluru yang gelap, Aulia memeluk tubuhnya sendiri erat-erat. Udara di dalam mobil berhawa dingin, namun yang membuatnya menggigil bukan suhu ruangan, melainkan sosok pria raksasa yang duduk diam di sampingnya.

Alexandra Surya. Raja Kota ini. Pemilik hidupnya.

Sepanjang perjalanan, Alex tidak banyak bicara. Ia hanya bersandar santai, satu kaki menyilang, matanya menatap lurus ke depan seolah dunia di luar sana adalah milik mutlaknya. Namun sesekali, manik mata tajam itu melirik ke arah Aulia, menelusuri setiap ekspresi wajah gadis itu yang bercampur takut, sedih, dan rasa sakit yang mendalam. Bagi Alex, ketakutan Aulia adalah hal yang wajar, bahkan menyenangkan. Itu bukti gadis itu sadar siapa tuannya sekarang.

Mobil akhirnya berbelok melewati gerbang besi tinggi dengan pagar berduri emas, dijaga ketat oleh puluhan pengawal bersenjata lengkap yang membungkuk hormat saat mobil Alex lewat. Di hadapan mereka kini berdiri sebuah bangunan raksasa bergaya klasik modern Istana Surya. Kediaman pribadi Alexandra Surya. Bangunan itu megah, dingin, dan angkuh, persis seperti pemiliknya.

“Turun,” perintah Alex singkat saat pintu mobil dibukakan oleh Brian. Suaranya datar, tanpa nada tanya.

Dengan tangan gemetar, Aulia turun. Kakinya menapak di atas jalanan batu marmer yang dingin. Ia menengadah, menatap bangunan yang akan menjadi rumah barunya atau lebih tepatnya, penjara barunya.

Di dalam, kemewahan menyambut mata. Langit-langit tinggi, lampu kristal raksasa, lukisan mahal, perabotan dari kayu paling langka. Semuanya bernilai miliaran rupiah. Namun bagi Aulia, tempat ini terasa lebih kosong dan suram daripada rumah kumuh tempat ia dibesarkan dulu. Tidak ada kehangatan, tidak ada cinta, hanya aturan, kekuasaan, dan ketakutan.

Mereka berjalan masuk ke ruang tengah utama. Di sana, sudah menunggu seorang wanita paruh baya berwajah tegas namun sopan, mengenakan seragam rapi. Itu Bu Siti, kepala pengurus rumah tangga, wanita yang sudah bekerja untuk keluarga Surya selama puluhan tahun. Di belakangnya berdiri beberapa pelayan lain yang menunduk hormat.

“Selamat datang kembali, Tuan Surya,” sapa Bu Siti hormat, lalu menatap Aulia sekilas dengan tatapan penuh tanya namun tetap sopan. “Ini Nona Aulia?”

“Ya,” jawab Alex dingin. Ia berjalan menuju sofa kulit besar, lalu duduk sambil melambaikan tangan menyuruh Aulia berdiri di hadapannya. “Dengar baik-baik, Aulia. Mulai detik ini, kamu tinggal di sini. Kamu adalah milikku. Dan di sini, ada aturan yang tidak boleh kamu langgar walau sedetik pun. Ingat ini, karena aku tidak akan mengulanginya dua kali.”

Alex menatap gadis itu tajam, aura dominannya menekan dada Aulia hingga sulit bernapas.

“Aturan nomor satu: Kamu harus selalu ada saat aku butuh. Kapan pun, di mana pun, apa pun keadaannya. Kamu tidak punya kata ‘tidak’.

Aturan nomor dua: Kamu dilarang keluar dari kawasan ini tanpa izinku. Dunia luar sudah bukan urusanmu lagi. Keluargamu sudah tidak ada bagimu, dan kamu tidak punya teman.

Aturan nomor tiga: Tubuh, pikiran, waktumu… semuanya milikku. Tidak ada pria lain yang boleh melihatmu, menyentuhmu, atau bahkan memikirkanmu. Dan yang paling penting… jangan pernah, pernah sekali pun mencoba membohongiku atau melarikan diri.”

Alex bangkit berdiri perlahan, berjalan mendekati Aulia hingga gadis itu terpojok ke dinding. Ia mencondongkan tubuh, wajahnya sejajar dengan wajah pucat Aulia.

“Kalau kamu melanggar satu aturan saja… aku akan pastikan hukumanmu jauh lebih buruk daripada kematian. Aku punya ribuan cara untuk membuatmu menangis memohon mati tapi tak bisa. Kamu paham, Sayang?” bisik Alex rendah, namun ancaman di balik kalimat itu begitu nyata hingga tulang sumsum Aulia serasa membeku.

Aulia hanya bisa mengangguk lemah, air mata menumpuk di pelupuk matanya namun berusaha ia tahan. “Paham… Tuan.”

“Bagus,” Alex tersenyum tipis, senyum yang tak sampai ke matanya. Ia menunjuk Bu Siti. “Bu Siti akan tunjukkan kamarmu. Belikan dia pakaian yang pantas, buang semua kain kumuh yang dia pakai sekarang. Mulai besok, aku mau kamu terlihat seperti wanita milikku, bukan pengemis jalanan.”

“Baik, Tuan,” jawab Bu Siti.

Alex berbalik hendak pergi menuju ruang kerjanya, namun langkahnya terhenti saat mata elangnya menangkap sesuatu yang menjulur dari tas ransel sederhana yang digenggam erat oleh Aulia. Sebuah buku sketsa tebal, sedikit usang namun terlihat dijaga sangat rapi.

Tanpa aba-aba, Alex menyambar benda itu.

“Ah!” Aulia refleks berteriak kecil, wajahnya seketika panik. Buku itu adalah satu-satunya hartanya, satu-satunya tempat ia menuangkan seluruh hidupnya, seluruh rasa sakit, dan bakatnya.

Alex mengangkat alis mendengar gadis itu berani bersuara keras. Ia membuka sampul buku itu perlahan. Awalnya ia hanya ingin memeriksa apakah ada catatan rahasia atau pesan dari orang luar. Namun saat halaman pertama terbuka, langkah Alex terhenti. Tatapan dinginnya berubah sedikit… terkejut.

Di sana, di atas kertas putih kusam itu, tergambar sketsa desain gaun malam yang sangat indah, detail, dan unik. Garis pensilnya halus, perpaduan motif bunga dan geometri yang jarang ditemukan. Halaman berikutnya: desain interior ruangan bergaya klasik modern yang elegan. Halaman selanjutnya lagi: sketsa wajah-wajah orang, pemandangan, hingga rancangan bangunan. Semuanya menunjukkan bakat yang luar biasa, jiwa seni yang murni, dan imajinasi yang kaya.

Alex, yang memiliki mata tajam untuk bisnis dan seni karena sebagian besar kekayaannya berasal dari investasi properti, mode, dan arsitektur tertegun. Ia tidak menyangka, gadis kecil yang lemah, tak berdaya, dan dijual murah ini ternyata menyimpan permata yang begitu berharga di dalam kepalanya.

“Kamu yang menggambar semua ini?” tanya Alex, suaranya sedikit lebih rendah, tidak lagi setajam tadi, namun tetap penuh otoritas.

Aulia menunduk dalam, tangannya mencengkeram ujung rok. “I… iya, Tuan. Saya… saya mahasiswi Desain Grafis dan Produk. Itu… satu-satunya hal yang saya bisa lakukan. Satu-satunya milik saya yang berharga.”

Alex diam lama, matanya bergerak dari satu gambar ke gambar lain. Di dalam setiap goresan, ia bisa merasakan emosi gadis itu kesedihan, harapan, kebebasan yang dirindukan. Sebuah ide licik namun brilian tiba-tiba muncul di kepala Alex.

Selama ini, ia selalu kesulitan mencari desainer yang benar-benar mengerti seleranya seseorang yang bisa menggabungkan kemewahan, kekuasaan, dan keanggunan dalam satu karya. Semua orang yang ia sewa selalu berpikir terlalu kaku atau terlalu norak. Tapi melihat karya Aulia… ada sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang murni, jujur, dan kuat.

Alex menutup buku sketsa itu perlahan, lalu menatap Aulia dengan sorot mata yang kini berubah lebih gelap, lebih tertarik, dan penuh perhitungan bisnis yang tajam.

“Buku ini akan tetap bersamaku untuk sementara waktu,” ucap Alex tegas, membuat wajah Aulia kembali pucat. Namun kalimat selanjutnya membuat jantungnya berdegup aneh. “Tapi… aku suka apa yang kamu buat. Ini bagus. Sangat bagus. Lebih bagus daripada sampah-sampah yang aku bayar mahal di luar sana.”

Alex melangkah mendekat, menunduk tepat di depan wajah Aulia. “Mulai sekarang, kamu tidak hanya akan jadi hiasan tidurku, Aulia. Kamu akan bekerja untukku. Sebagai desainer pribadiku. Aku punya lini bisnis mode, hotel, dan properti yang butuh sentuhan baru. Dan kamu… akan jadi tangan kananku di sana.”

Aulia melotot tak percaya. “Ta… tapi Tuan… saya hanya mahasiswa biasa, saya belum berpengalaman, saya”

“Diam,” potong Alex dingin, namun tidak kasar. Ia menyelipkan rambut Aulia ke belakang telinga dengan jari kasarnya. “Di dunia ini, bakat jauh lebih mahal daripada ijazah. Dan kamu baru saja menunjukkan padaku, bahwa harga 1 Miliar yang aku bayarkan untukmu… mungkin itu harga paling murah yang pernah aku keluarkan seumur hidupku.”

Alex melewati Aulia, berjalan menuju tangga utama. “Bu Siti, siapkan ruang khusus di lantai dua. Jadikan studio pribadi untuk Nona Aulia. Lengkapi dengan semua alat gambar, bahan, komputer, apa saja yang dia butuhkan. Aku mau dia bekerja secepatnya. Ingat, dia aset berharga baru Surya Corp sekarang.”

“Siapp, Tuan.” Bu Siti mengangguk hormat, meski matanya sedikit terbelalak. Belum pernah ada wanita yang diperlakukan spesial, apalagi diberi tanggung jawab bisnis, oleh Tuan Alexandra yang terkenal kejam dan tak peduli siapa pun.

Aulia berdiri kaku di tengah aula besar itu. Di satu sisi, ia merasa hancur karena menjadi budak cinta pria ini. Tapi di sisi lain… untuk pertama kalinya sejak ibunya meninggal, bakatnya diakui. Ia tidak hanya dianggap sebagai barang dagangan, tapi sebagai manusia yang punya nilai.

Namun, Aulia sadar betul. Di balik tawaran ‘pekerjaan’ ini, di balik tatapan tertarik Alex… masih ada jeratan tali yang sangat kuat. Ia bekerja bukan karena ia dihargai, tapi karena ia dimiliki. Karena kemampuannya juga adalah milik Alexandra Surya.

Malam itu, saat Aulia masuk ke kamar mewah seukuran rumah biasa, berbaring di atas kasur selembut awan, ia tidak merasa bahagia. Ia tahu, hidupnya kini terbagi dua. Di satu sisi, ia masuk ke dunia kemewahan, bisnis besar, dan impiannya sebagai desainer perlahan terbuka. Tapi di sisi lain… ia terperangkap jauh lebih dalam daripada sebelumnya.

Dan Alexandra Surya, sang Iblis Berwajah Tampan, kini memegang kendali atas seluruh nasibnya badan, jiwa, dan talenta.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!