NovelToon NovelToon
ALEA STORY

ALEA STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dokter
Popularitas:3.8M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Alea Winslow (22th), melanjutkan pendidikan S2-nya di salah satu kampus ternama di Belanda.

Hidupnya yang awalnya dia pikir akan bebas, malah hancur lebur karena harus berhadapan dengan Damon Alvaro. Dokter tampan 39 tahun, kadang hangat kadang dingin, yang tiba-tiba mulai terlibat dalam hidupnya.

Damon selalu menjadi saksi Alea melakukan hal-hal konyol. Bahkan mencuri di salah satu pertokoan di Belanda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau menggigitku?

Anthony menghela napas panjang, satu tangannya langsung naik ke pelipis seolah migrainnya kambuh dalam sekejap.

"Mahasiswi teladan?" ulangnya datar, menatap Alea tanpa ekspresi. Dia masih kesal dengan kejadian tadi siang.

"Kalian berdua yang saya keluarkan dari kelas tadi pagi karena tidak bisa diam kan?"

Elora langsung menunduk malu.

"I-itu… kami hanya sedikit… berdiskusi, pak …" gumamnya pelan.

"Ya, sangat sedikit, sampai seluruh kelas terganggu," potong Anthony dingin.

Alea, yang masih setengah ditarik oleh Damon, malah mengangkat dagu.

"Pak, fokus dulu dong. Ini saya lagi dalam kondisi terancam. Masa bapak bahas akademik sih? Tolong bedakan masalah kampus dan pribadi."

Damon melirik Alea dengan tajam.

"Terancam?" ulangnya.

"Iya! Ditarik-tarik kayak gini, ini penculikan namanya om!" balas Alea tanpa rasa bersalah. Anthony menatap Damon sebentar, melihat tangan lelaki itu yang menggenggam erat pergelangan tangan mahasiswinya.

"Damon, kau kenal dia? Kalian saling kenal?"

"Ya." sahut Damon tanpa basa-basi.

"Tunggu-tunggu," Alea bicara lagi. Ia menatap Damon dan Anthony bergantian.

"Om dan pak Anthony ini saling kenal?"

"Dia sahabatku." Anthony yang menjawab, nadanya jutek.

"Wow, relasi om banyak juga ya. Sampai dosen di ajak sahabatan."

Damon menghela nafas kasar.

"Cukup Alea, jangan banyak bicara lagi. Ayo pulang."

Damon kembali menarik Alea, ia berhenti sebentar ke Anthony.

"Kau, urus temannya." katanya menunjuk Elora dengan dagunya. Anthony melirik Elora sekilas namun gadis itu dengan cepat berkata,

"Saya pulang sendiri saja pak," ia lalu buru-buru keluar bahkan mendahului Damon dan Alea yang masih di tempat, belum jalan.

"Elora! Tunggu gue. Kita pulang bareng!" Seru Alea. Ia ingin mengejar Elora, sayangnya tangannya terus di genggam oleh Damon. Ia mendelik tajam ke Damon.

"Kok om gak lepas tangan aku?"

"Kau akan pulang denganku."

mata Alea melotot lebar.

"Nggak mau, titik!"

Damon tidak peduli. Ia sudah menarik Alea keluar dari sana. Sikapnya protektif sekali, terlihat jelas di mata Anthony. Anthony sampai heran, karena tidak biasanya ia melihat Damon bersikap begitu pada perempuan. Selama mereka kuliah di Amerika, ada banyak perempuan yang mendekati Damon, tapi laki-laki bak batu itu tidak pernah sekalipun menunjukkan ketertarikan. Dingin, datar, dan selalu menjaga jarak.

Tapi sekarang? Anthony menyilangkan tangan di depan dada, memperhatikan punggung Damon yang menjauh sambil menyeret Alea yang terus memberontak.

"Menarik…" gumamnya pelan. Pandangan matanya terus menatap ke depan sana.

"OM! LEPASIN!" Alea setengah berbisik setengah mendesis, berusaha menarik tangannya.

"Tidak."

"Ini pelecehan!"

"Kau terlalu banyak istilah," balas Damon datar tanpa menoleh.

Alea mendengus kesal, langkahnya terpaksa menyesuaikan dengan langkah lebar Damon. Namun di saat ia ada kesempatan, ia mencoba menggigit lengan Damon. Sayang sekali tidak berhasil. Karena kesal, ia menyerang dengan memukuli tubuh lelaki itu mengenakan tas selempangnya.

"Karena om lebih tua dari aku, aku udah nahan diri sejak pagi. Tapi sekarang gak bisa lagi. Rasakan ini!"

Bug! Bug!"

Alea terus menghantam lengan dan bahu Damon tanpa ampun mengenakan tasnya. Suaranya tidak terlalu keras, tapi cukup membuat beberapa orang yang lewat di jalan itu melirik heran.

"Alea, cukup," ujar Damon datar, berusaha menahan gerakannya.

"Nggak, om nyebelin, tetangga rese!" sembur Alea tanpa jeda.

Damon akhirnya berhenti berjalan. Dalam satu gerakan cepat, ia menangkap kedua pergelangan tangan Alea agar tidak lagi menyerangnya

"Sudah selesai?" tanyanya datar.

"Belum!" Alea mencoba menendang.

Damon menghela napas panjang. Kesabarannya selalu di uji tiap kali bersama gadis ini. Tanpa banyak bicara lagi, ia langsung membungkuk sedikit lalu, dalam satu gerakan mengangkat tubuh Alea.

"AAAAA! OM! TURUNIN AKU!" teriak Alea kaget.

Tubuhnya langsung meronta-ronta, kakinya menendang ke udara, tangannya mencoba memukul punggung Damon.

"Diam," ucap Damon singkat, tapi tetap berjalan menuju mobilnya.

"Ini penculikan! Ini kriminal! Aku laporin om ke polisi!" teriak Alea makin heboh.

"Silakan," balas Damon datar.

Alea makin kesal.

"Om Damon gak punya hati! Aku kan cuma mau makan sama temen aku tadiii!"

Beberapa orang bahkan mulai memperhatikan dengan lebih serius sekarang. Ada yang berbisik, ada yang hampir mengira itu benar-benar kasus serius. Damon membuka pintu mobil dengan satu tangan, lalu dengan hati-hati, meski tetap tegas memasukkan Alea ke dalam kursi penumpang.

DUK!

Alea langsung terduduk, tapi belum sempat bergerak, Damon sudah menahan bahunya agar tidak kabur.

"Jangan bergerak," katanya tegas.

Alea masih mencoba melawan, tapi Damon sudah lebih dulu memasang seatbelt dengan cepat.

"Klik."

Selesai. Alea langsung membeku beberapa detik lalu ...

"HWAAAAAA!!!"

Tangisnya pecah keras sekali.

Dramatis, persis anak kecil yang tidak di kasih permen. Damon yang baru saja menutup pintu di sisi pengemudi langsung berhenti sejenak. Ia menoleh ke arah Alea yang sekarang menangis seperti anak kecil.

"Aku lapaarrrr!" tangis Alea di sela isakan.

"Om Damon jahat! Jahaaat banget! Mom, dadddyy ... Putri kalian akan mati kelaparan di negeri orang, bye-bye..." Damon menatapnya lama.

Lelah. Sangat lelah dengan kelakuan gadis ini. Tapi dia benar-benar tidak bisa mengabaikannya begitu saja. Bukan hanya karena janji, tapi ... Entahlah.

Damon menyandarkan punggungnya ke kursi, satu tangannya masih menggenggam setir, sementara matanya menatap lurus ke depan. Tangisan Alea masih terdengar di sampingnya, dramatis sekali.

"Alea." kali ini ia menoleh ke gadis di sampingnya. Tidak ada jawaban. Hanya tangisan.

"Alea."

"Apa?!" jawabnya ketus di sela tangis.

"Kau ingin makan?"

"Iyaaaa!" jawabnya panjang.

Damon menghela napas.

"Baik."

Alea sedikit berhenti menangis. Hanya sedikit.

"Baik…?" ulangnya dengan suara serak.

"Aku akan membawamu ke tempat makan." Tangisan Alea langsung mereda setengah.

"Hah?" Ia menatap Damon dengan mata masih basah.

"Tapi," lanjut Damon,

"Kau harus diam selama perjalanan." Alea mengerucutkan bibir.

"Kalau aku gak diam?"

"Kita pulang dan kau makan angin saja."

"Angin mana bisa di makan oomm ..." Alea mau menangis lagi tapi kali ini Damon dengan cepat menutupi mulutnya.

"Diam Alea, diam." ia merasakan Alea menggigit kecil-kecil tangannya yang masih menutupi mulutnya.

"Kau menggigitku?"

Alea langsung melepas gigitan kecilnya dan menjauh sedikit, tapi bukannya malu, dia malah menatap Damon dengan wajah kesal bercampur puas.

"Abis om nutup mulut aku sih!" balasnya tanpa dosa.

"Mau makan tidak?"

"Mauuu ..." semua kekesalannya ke Damon seakan menghilang begitu mendengar makanan. Ujung bibir Damon terangkat.

"Kalau begitu diam, tenang. Jangan ribut." setelah itu ia menyalakan mesin mobilnya.

1
Dhika Chawla
bakalan ada cinta ber segi segi...😄
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘭𝘰𝘩 𝘴𝘢𝘣𝘪𝘯𝘦 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘵𝘪𝘮 𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘭 𝘺𝘢🤔
🌸WINA🌺
tenang sabine kak elvan belum punya pacar kok, kan nanti kamu akan jadi pacar kak elvan🤭

makanya belajar yg rajin dan semangat sekolahnya, agar bisa lulus nanti kamu mengejar cita-cita kamu...

jangan ketua geng sekolah itu nanti suka sama sabine, saingan sama elvan🤣😀

sabine kayaknya sukanya sama elvan aja....
Tuti Tyastuti
𝘪𝘥𝘪𝘪𝘩 𝘴𝘰𝘬 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘵𝘶𝘩 𝘦𝘸𝘦𝘬
🌸WINA🌺
parah banget maddy sumpahin bara sampai segitunya🤣🤭makanya bara jangan sok jual mahal sama maddy🤣

bara sampai kesal dan dongkol sama maddy sadar gadis labil🤣🤣🤣
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘥𝘪 𝘴𝘶𝘮𝘱𝘢𝘩𝘪𝘯 𝘵𝘶𝘩 𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘳𝘢🤭😂😂😂
Lilik Juhariah
siapa Sabine sebenarnya
Lilik Juhariah
lah wong Tim aja gak pa pa ditabrak kok cewek itu yg kebakaran rambut
Azzahra Sevita Hanum Dimitry
Tim jadi abangnya sabine aja ya Thor. semoga mereka berdua kakak adek yg terpisah disebabkan Sabin hilang sedari kecil dan ditemukan oleh penduduk desa trus dirawat sm ortu Sabin yg dah meninggal itu. semoga aslinya anak orang kaya. jodoh sabine ttp Elvan ya thorr
Riska Baelah: kk itu terlalu sering,,🤭
total 1 replies
Nona aan Chayank
Ohohioo... ini Mak Lampir blm pernah merasakan singa betina Damon mengamuk ini,, jadi mo coba² dia .. 😅😅
Riska Baelah
slalu ini kk mae, klu ad pemain baru,, past deh ad kejutan baru👍👍👍👍👍👍
Arin
Siapa Sabine bagi Tim? Apa mungkin teman masa kecil Sabine?
Riska Baelah
wah Tim clon saingan kk elvan nih🤭🤭🤭🤭
jng slh pham sabine bisa aj kan gantungan kunci tuh dri mama ny elvan🤭🤭🤭
Tuti Tyastuti: 𝘳𝘰𝘮𝘢𝘯"𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘵𝘶 𝘦𝘭𝘷𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘪𝘯𝘨𝘢𝘯🤣🤣
total 1 replies
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
rahmah
wah sumpahnya mulai bekerja lihat saja nanti ya bara...😄
faridah ida
naaahh loh Bara di sumpahin itu ...😜😁
PengGeng EN SifHa
buseeetttt daaaahhhhh....ultimatum.mu menakutkan banget maad🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mira
lanjut
Mira
😍😍😍
Cristella Tella
moga bneran cinta mati sma maddy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!