NovelToon NovelToon
Kembali Cinta

Kembali Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Dikelilingi wanita cantik / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rizq

"Kau!!" Claudya terlonjak kaget melihat Vincent berjalan cepat ke arahnya. Ia berhenti tepat di depan wajahnya, napasnya terdengar berat.

"Pulang sekarang bersamaku!" Nada itu menggema seperti ancaman di telinga Claudya, tatapannya pun tak kalah mengerikan.

"Apa dia pacarmu?" Daniel bertanya, nada usilnya mirip Vanya yang suka memancing masalah.

"Tidak." Claudya langsung menjawab. Mendengar itu, emosi Vincent makin meletup, namun ia menahannya, tidak ingin membuat keributan di tempat umum.

"Ayo pulang!!" Nada suaranya kembali menusuk. Kali ini, tangan Claudya sudah berada dalam genggamannya, kuat dan tak memberi ruang untuk mengelak.

Ia tahu ia tak bisa berkutik. Membuat keributan bukan opsi. Terpaksa Claudya berdiri, mengikuti tarikan Vincent. Daniel ikut berdiri, menatap keduanya. Claudya seolah tertangkap basah sedang selingkuh.

Tangan Claudya digenggam erat oleh Vincent, tangan lainnya menggenggam tas. Bersiap untuk pergi.
"Maafkan aku, Daniel. Aku harus pergi. Lain kali aku akan berkunjung."

"Tidak akan!" potong Vincent tajam, menatap Claudya lalu beralih ke Daniel.

Vincent menyeretnya halus namun tegas, menuruni anak tangga dan keluar dari restoran. Begitu sampai di luar, Claudya berhenti mendadak, membuat Vincent ikut berhenti. Dengan kasar ia melepaskan genggaman tangan itu.

"Aku bisa jalan sendiri!!" Claudya mendahului Vincent, masuk ke mobil tanpa menunggu.
Vincent tersenyum samar melihat Claudya yang tetap menurut meski sedang marah.

Mobil melaju, dan di tengah perjalanan, amarah Claudya akhirnya meledak.

"Kau ini kenapa?!!" teriaknya. Vincent tetap diam, matanya fokus ke jalan. Seolah tak peduli dengan amarah Claudya.

"Kau selalu berbuat sesukamu!! Kau memaksaku!! Memerintahku!! Memarahiku!! Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku!!"
Claudya meluapkan semua yang mengganjal di dadanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10.10 IGD

"Kakimu berdarah. Kenapa makin parah?" Vincent mendudukkan Claudya di mobilnya, lalu melajukan mobil menuju ke rumah sakit.

"Entahlah...aku juga tidak tahu." Ucap Claudya masih dengan wajah menahan sakit di kakinya.

"Oh ya...katakan padaku kenapa kau yang menjemputku? Aku menghubungi Joe bukan kau" Claudya bertanya penasaran.

Flasback. . .

Vincent, Gita dan Ines masih mengobrol tentang interior yang Claudya inginkan kepada tim Vincent yang akan bekerja siang ini. Terlihat Joe berjalan dengan terburu-buru, ia melepas celemeknya dan menaruhnya di sembarang tempat.

"Ines, aku titip sebentar. Aku akan membawa Claudya ke rumah sakit. Claudya menelfon ku, ia sangat kesakitan."

"Claudya?" Vincent bersuara. Dan Joe mengangguk.

"Kau tetap di sini, aku yang akan kesana." Nada suara itu dingin dan tegas, menandakan ucapannya tidak untuk di bantah.

Gita semakin paham cerita Vincent. Hanya saja ia tidak mengerti kenapa Vincent begitu ketus jika berhadapan dengan Claudya. Namun ia juga perhatian dan peduli. Gita hanya menggelengkan kepalanya tersenyum.

Vincent bergegas pergi tanpa memperdulikan siapapun. Ia berpesan pada Gita untuk meminta Asgar menjemputnya. Gita tersenyum mengangguk.

Flasback off...

"Hey… ceritakan padaku. Kenapa kau yang menjemputku?” Claudya kembali bertanya, karena sejak tadi tak ada jawaban yang jelas darinya.

“Joe yang memintaku. Dia sedang sibuk, ada tamu di restoran. Restoranmu cukup ramai,” jawab Vincent sambil sedikit mengalihkan pandangan, seolah ingin menggeser topik.

Claudya menganggukkan kepalanya, “Terima kasih sudah membantuku,” ucap Claudya lirih. Rasa lemas itu bukan hanya karena kakinya, baru saja ia merasa senang melihat Vincent datang menjemputnya, tapi kini ia harus menerima kenyataan bahwa Vincent datang hanya karena Joe yang memintanya.

Setelah tiba di rumah sakit, Vincent membawa Claudya ke ruang IGD. Para dokter dan perawat dengan sigap menangani Claudya. Luka di kakinya kembali di bersihkan dan perbannya di ganti. Sesekali Claudya meringis menahan sakit saat perawat membersihkan lukanya.

Kembali dokter mengingatkan agar tidak memaksakan kakinya yang sakit untuk berjalan. Claudya harus benar-benar mengistirahatkan kakinya agar tidak semakin parah. Vincent mengangguk memahami ucapan dokter.

Vincent melihat ponsel Claudya yang tergeletak di samping brangkar. Ia mengambilnya, namun sayang ponselnya terkunci.

"Buka kuncinya" Vincent memberikan ponsel Claudya.

"Untuk apa?" Tanya Claudya.

"Buka" nada suaranya tegas seolah tidak ingin di bantah.

Claudya terpaksa membuka ponselnya lalu memberikannya kepada Vincent. Claudya pasrah saat Vincent mengotak atik ponselnya. Entah kenapa ia selalu mengikuti perintah Vincent.

Claudya sudah selesai diobati, Vincent menyelesaikan segala administrasi sebelum mereka pulang. Tak lupa mereka mengucapkan terima kasih kepada tim kesehatan yang selalu menjadi garda terdepan.

Setelah semuanya selesai, Vincent kembali membawa Claudya pulang.

"Kau sudah makan?" Tanya Vincent saat mereka sudah berada di mobil. Ia menatap Claudya.

"Belum." Claudya menggelengkan kepalanya.

"Apa orang-orang di rumah besarmu itu tidak memberimu makan?" Vincent memutar tubuhnya menghadap Claudya, ia sedikit emosi mendengar Claudya belum makan. Padahal hari sudah menjelang sore.

"Aku hanya bisa makan jika Daddy ku berada di rumah." Claudya tak kalah kesal, Vincent selalu saja memarahinya. Ia sangat tidak ramah.

"Ibu dan adik mu?" Nada Vincent mulai melunak. Ia mulai melajukan mobilnya dan keluar dari halaman rumah sakit.

"Mereka hanya Ibu dan saudara tiriku." Claudya menjawabnya malas mengingat tingkah ibu tirinya.

Vincent menghela nafasnya. Ia akan membawa Claudya ke restoran yang paling enak menurutnya.

......................

Waktu menunjukkan pulul lima sore, Maria dan anaknya Grace baru saja pulang dari berbelanja. Mereka mengatakan jika Claudya yang menghabiskan uang Daddy, padahal mereka lebih boros.

"Mom..ayo kita ke kamar Claudya. Kita harus memamerkan apa yang kita beli dengan uang Daddy." Grace tertawa sombong.

"Ide bagus. Ayo!" Maria setuju dengan ide anaknya.

Kembali ia membuka kasar pintu kamar Claudya. Namun yang ia liat hanyalah kamar kosong yang rapi. Mereka tidak melihat Claudya di sana.

"Kemana perginya anak itu!!' Maria berucap panik. Ia melihat jam di pergelangan tangannya.

"Kemana dia Mom?!" Grace juga ikut bertanya.

Maria dengan langkah terburu-buru menuruni anak tangga dan diikuti oleh Grace. Ia akan mencari tahu di mana anak tirinya itu.

"Bi!! Bibi!!!" Maria berteriak seperti orang gila.

"Dimana Claudya?! Kenapa dia keluar tidak memberitahuku?!" Maria berteriak dengan amarahnya, suaranya menggema seisi rumah.

"Kenapa tidak ada seorangpun yang memberitahuku jika anak itu keluar!!" Sambungnya.

Seluruh asisten rumah tangga hanya tertunduk takut. Tidak ada seorangpun yang berani menjawab.

"Kalian semuanya mau aku pecat ha?!!!" Maria marah besar.

"Ma..maaf nyonya. Nona Claudya kesakitan jadi dia kerumah sakit bersama temannya Joe." Bibi yang mengurusi Claudya menjawab takut.

Grace mendekati ibunya. "Mom apa karena Mommy memukul kakinya ia dilarikan ke rumah sakit?" Ucap Grace berbisik.

Maria terkejut, ia memandang Grace dengan kening yang berkerut. Ia menarik lengan Grace menjauh dari para asisten rumah tangganya.

"Jika yang kau katakan itu benar, kita harus bagaimana? Dia pasti sudah mengadu pada Daddy mu"

"Tenang aja Mom, Daddy akan lebih percaya padaku. Jika dia mengadu yang tidak-tidak tentang Mommy, aku akan membela Mommy, dan Daddy pasti akan lebih percaya dengan apa yang kita katakan."

"Seperti biasa Mom, kita harus berakting." Mommy mengangguk tersenyum. Dan Grace tertawa pelan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Bersambung

jangan lupa like, koment, subcribe dan vote

terimakasih 🙏 sarang heong

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!