Anastasya atau biasa dipanggil Ana, seorang wanita berusia 24 tahun yang tengah mengejar gelar S1.
Pertemuan pertamanya dengan seorang laki laki membuat hidup Ana berubah. Nathaniel Francisco, seorang dosen berusia 30 tahun yang terobsesi dengan dirinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Fitri datang bersama dengan suaminya Angga, Fitri melihat kondisi Ana yang masih melemah
Sedangkan Nathan, ia masih setia menemani Ana disana.
" Lo gila ya Na, gue kira lo mati Na " ucap Fitri dengan asal
" Ga segampang itu gue mati Fit "
" Ya lagian lo gue bangunin ga sadar sadar, bilang cuma tidur sebentar. Gue tuh takutnya yah, kalau lo mati dikelas nanti bangku bekas lo tuh horor"
" Gila lo ya Fit, gue belum mau mati Fit. Gue kan pengen nikah dulu "
" Mau nikah apa mau kawin lo Na hahah "
" Wahh emang ga beres lo Fit "
Nathan hanya diam mendengarkan Ana dan Fitri berbincang, begitu juga dengan Angga suami Fitri.
" Pak Nathan masih disini Pak ? " tanya Fitri kepada dosennya itu
" Iya, saya mau temani Fitri dulu "
" Sekalian lah pak di halalin temen saya ini, katanya mau cepet kawin "
" Fitri gila dasar " Ana menepuk Fitri
" Mas Angga ko mau sih punya istri kayak gini sih Mas, saya aja temennya suka kewalahan " ucap Ana kepada Angga
" Jago soalnya Na jadi ya gimana ya " jawab Angga
" Jago apa nih Mas ? " ucap Ana
" Jago ngulek Na, ah kamu kayak ga paham aja Na " ucap Angga kembali
" Ah emang laki bini sama aja, pantes ya emang jodoh " ucap Ana Yeng membuat Fitri dan Angga tertawa
" Tuh pak udah nikahin aja pak temen saya, kasian pak sendiri mulu kemana mana " kata Fitri kepada Nathan
" Ana nya belum mau Fit, saya udah ajakin padahal, alasannya banyak banget " kata Nathan menimpal
" Jangan dengerin fit " ucap Ana
" Loh emang bener kan ? saya ajak pacaran aja di tolak apalagi saya aja nikah cepet " kata Nathan
" Duh Na, udah tuh terima Pak Nathan kurang apalagi coba " kata Fitri kepada Ana
" Nanti kalau kelamaan mikir keburu Pak Nathan berpaling Na, yakan mas Angga " ucap Fitri dan Angga mengangguk
" Kalau ada yang niat baik jangan di tolak Na " ucap Angga
" Jadi mau kapan Na kita ? " ucap Nathan
" Kapan apanya Nat ? " ucap Ana
" Ya kamu mau yang mana ? Mau pacaran dulu atau langsung nikah ? " ucap Nathan membuat Ana tertawa kecil
" Pada ngaco semua ini, udah kamu gausah ikutan lah Nat "
" Ikutan apa sih, aku kan cuma nanya aja "
" Tapi pertanyaannya itu bikin dua orang ini makin makin "
Fitri dan Angga menyadari adanya perbedaan panggilan, keduanya hanya saling memberikan kode
" Yaudah makanya kita pacaran dulu Na "
" Nat, jangan mulai lagi ya "
" Ini kayaknya berdua udah akrab banget, sampe aku kamu, terus langsung manggil nama pula " ucap Fitri yang kemudian Ana pun menyadari
" Jangan jangan kalian udah pacaran ya ? " ucap Angga
" Engga mas Angga belum pacaran belum " jawab Ana dengan cepat
" Belum berarti bukan ga mau ya Na ? Kode lah berarti"
Ruangan itu langsung ramai, Nathan ikut seneng melihat Ana yang mulai tertawa.
..
Setelah Fitri dan Angga pulang, kini hanya Ana dan Nathan.
Nathan duduk di kursinya, sesekali mengusap kepala Ana.
" Istirahat sana, besok kamu harus ngajar lagi kan ? "
" Engga, aku disini dulu temenin kamu "
" Terus kelas kosong ? "
" Aku udah kasih tugas buat besok "
" Nat, maaf udah ngerepotin ya "
" Engga ada sayang, ga ada kamu ngerepotin aku Na. Justru aku mau nemenin kamu, aku mau ada buat kamu "
Ana mengusap pipi Nathan, kemudian laki laki itu mencium punggung tangan Ana.
" Ada salam dari ibu kamu Na "
" Ibu ? kapan ibu telpon aku Nat ? "
" Engga, ibu ga telpon kamu. Tapi aku yang bertemu sama ibu kamu, kemarin aku kerumah kamu yang di Bandung"
" Loh, ko kamu ga bilang bilang? Kamu tau darimana rumah aku Nat ? "
" Sengaja, aku mau minta izin dan minta restu ibu kamu Nat. Aku sungguh ingin serius sama kamu Na, aku gamau main main "
" Ya walaupun sekarang emang Na, tembok diantara kita itu tinggi banget. Tapi aku akan usahain untuk itu Na, karena aku mau serius sama kamu "
Ana tak menyangka jika Nathan seserius ini, bahkan rasanya dulu Jeremy tak pernah seperti ini.
" Nat, kamu terlalu sempurna Nat "
" Aku ga sempurna seperti yang kamu pikir Na, tapi aku akan berusaha apapun untuk kamu "
" Beruntung orang yang milikin kamu "
" Aku harap kamu orang yang beruntung itu Na "
Ana tersenyum sambil mencubit pelan pipi Nathan, laki laki itu ada saja.
" Istirahat gih, kamu butuh istirahat yang banyak biar cepat pulang "
" Kamu juga istirahat Nat, nanti kamu sakit "
" Iyah Ana, yaudah tidur yah "
Nathan memberikan kecupan singkat di kening Ana, ia pun membiarkan Ana beristirahat dan begitu juga dengan dirinya.