Thomas Watson—Presiden Amerika Serikat termuda yang pernah menjabat, dengan approval rating 91% dan dijuluki "The People's President" ia meninggal dalam serangan jantung mendadak di usia 52 tahun. Namun kematiannya bukanlah akhir.
Ia terbangun dalam tubuh Arthurian Vancroft, satu-satunya Archduke di Kekaisaran Valcrest—seorang legenda hidup yang dijuluki "The Crimson Aegis" karena kehebatannya yang mampu memusnahkan pasukan iblis sendirian. Tapi ada masalah besar: tubuh ini sekarat.
Dua bulan lalu, Arthur bertarung melawan Demon god Zarathos dan menang—tetapi dengan harga mengerikan. Dia kehilangan 92% kekuatannya.
Lebih buruk lagi? Apapun yang terjadi tidak ada yang boleh tahu.
Jika musuh-musuh politiknya—para Duke serakah, bangsawan korup, dan faksi-faksi yang iri dengan kekuasaannya yang hampir setara Kaisar—mengetahui kelemahannya, mereka pasti tidak akan tinggal diam.
bagaimana kisah selanjutnya? Ayo kita lihat bersama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BlueFlame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 10. 3 Serigala
Arthur duduk di meja kerjanya yang luas, dikelilingi tumpukan perkamen, buku catatan, dan peta wilayah kekaisaran. Cahaya sore menembus jendela besar di belakangnya, memantulkan kilau tipis pada tinta yang masih segar di berbagai dokumen. Suasana ruangan tenang.
Di hadapannya terbentang hasil kerja Sebastian selama tiga jam penuh—data lengkap mengenai para musuh politik yang akan hadir dalam Imperial Council.
Kenali musuhmu, prinsip lama dari Sun Tzu yang selalu ia pegang
Arthur mengambil dokumen pertama—perkamen tebal dengan segel lilin berwarna biru gelap. Di dalamnya terdapat data tentang para bangsawan yang kini berpotensi menjadi lawan: Duke Elvard, Duchess Selene, dan beberapa nama lainnya. Namun, tiga nama ditandai dengan tinta merah oleh Sebastian sebagai tanda bahaya. Tiga sosok yang paling harus diwaspadai.
Ia membuka lembar bertanda merah pertama.
DATA 4. DUKE WILLY TORRHEN
Usia: 51 tahun
Wilayah: Northern Highlands (perbatasan dengan Demon Realm, sebelah barat wilayah Vancroft)
Kekuatan Militer: 45.000 pasukan reguler + 12.000 kavaleri elit
Spesialisasi: Strategi militer dan pertahanan perbatasan
Latar Belakang:
Duke Willy Torrhen adalah veteran perang dengan pengalaman tiga puluh lima tahun di medan tempur. Ia membangun reputasi sebagai “The Iron Wall of the North”—Tembok Besi Utara—karena tidak pernah membiarkan satu pun demon melewati wilayahnya. Disiplin, keras, dan dihormati oleh tentaranya.
Namun reputasi itu hancur tiga tahun lalu.
Saat Arthur yang asli berhasil memusnahkan Legiun ke-7 Demon Realm yang terdiri dari 500.000 iblis sendirian. Duke Torrhen yang seharusnya memimpin operasi gabungan itu malah datang terlambat. Arthur yang orangnya tidak sabaran langsung maju sendiri dan menghabisi para iblis dalam waktu singkat.
Kemenangan itu memang menggetarkan seluruh kekaisaran. Namun bagi Torrhen, itu adalah bencana politik.
Di mata Kaisar, ia tampak tidak kompeten. Tahun berikutnya, pendanaan militernya dipotong dua puluh persen dan dialihkan ke Kediaman Vancroft. Sejak saat itu, hubungan antara Torrhen dan Vancroft seperti api dan bubuk mesiu—tinggal menunggu percikan untuk meledak.
Motivasi Saat Ini:
Duke Torrhen mengincar Crimson Border Fortress—benteng perbatasan strategis di wilayah Vancroft yang mengendalikan jalur masuk demon dari barat.
Kelemahan:
Arogan—cenderung meremehkan strategi non-militer dan pendekatan diplomasi.
Hubungan buruk dengan Guilds pedagang, ia pernah menyita barang dagangan tanpa kompensasi, menciptakan dendam tersembunyi di kalangan pedagang.
Anak sulungnya, Victor Torrhen, terlibat skandal perjudian dan memiliki hutang besar pada sindikat bawah tanah. Skandal ini ditutup rapat, namun Sebastian telah memperoleh bukti yang cukup untuk menekan Duke Willy.
...----------------...
Arthur menulis catatan singkat di sudut perkamen—beberapa kata kunci, panah kecil yang menghubungkan nama dengan kemungkinan langkah balasan. Setelah itu, ia menutup dokumen pertama dengan tenang sambil mengangguk puas.
Lalu ia mengambil dokumen kedua.
DATA 12. MARQUIS BERTO BLACKWELL
Usia: 47 tahun
Wilayah: Eastern Trade Cities (mengendalikan tiga kota pelabuhan besar)
Estimasi Kekayaan: 3,2 juta koin emas (dari kas wilayah dan bisnis pribadi)
Spesialisasi: Ekonomi, perdagangan, dan manipulasi pasar
Latar Belakang:
Marquis Berto Blackwell bukan bangsawan kelahiran. Ia memulai hidupnya sebagai pedagang biasa, lalu naik ke puncak melalui metode yang… patut dipertanyakan. Monopoli paksa, pemerasan terhadap kompetitor, serta “donasi besar” kepada pejabat kekaisaran yang tepat menjadi batu loncatannya.
Ia adalah otak di balik Eastern Merchant Confederation—sebuah kartel tidak resmi yang mengendalikan enam puluh persen perdagangan laut di seluruh kekaisaran. Di atas kertas, ia hanyalah pengusaha sukses. Dalam praktiknya, ia adalah pengendali jalur suplai dan harga.
Rivalitas dengan Vancroft:
Lima tahun lalu, Blackwell mencoba memonopoli impor gandum ke seluruh kekaisaran. Ia menaikkan harga hingga tiga ratus persen, menyebabkan kelaparan di wilayah-wilayah miskin.
Arthur yang asli, sebagai Archduke dengan otoritas tinggi, segera turun tangan. Ia membuka Crimsonvale Port bagi pedagang independen, melewati kartel Blackwell, dan menjual gandum dengan harga wajar. Dalam tiga bulan, monopoli Blackwell runtuh. Ia kehilangan delapan ratus ribu koin emas.
Sejak saat itu, Blackwell menganggap Vancroft sebagai musuh ekonomi nomor satu.
Motivasi Saat Ini:
Blackwell mengincar Crimsonvale Port—pelabuhan terbesar dan tersibuk di kekaisaran, penyumbang empat puluh persen pendapatan wilayah Vancroft. Jika pelabuhan itu jatuh ke dalam pengaruhnya, Vancroft akan kehilangan jantung ekonominya.
Kelemahan:
Reputasi buruk di kalangan rakyat biasa; dikenal sebagai sosok serakah dan oportunis.
Kartelnya melanggar beberapa Undang-Undang Perdagangan Kekaisaran; bukti pelanggaran memang tersembunyi, tetapi ada.
Terlalu bergantung pada beberapa pedagang kunci. Jika mereka berbalik arah, seluruh struktur kartelnya bisa runtuh.
Catatan kecil dari Sebastian tertulis di bagian bawah:
Yang Mulia, orang ini lebih berbahaya dari Torrhen karena menyerang dari sisi ekonomi—medan yang sulit dipertahankan dengan retorika militer.
...----------------...
Arthur membaca kalimat itu dengan alis mengerut. Walaupun memang berbahaya tapi Arthur sudah terlalu sering menghadapi jenis orang seperti ini di kehidupan sebelumnya dan mereka selalu memiliki Kelemahan yang sama yaitu, mereka terlalu percaya pada uang. Sehingga mereka lupa bahwa opini publik dapat menghancurkan kekayaan lebih cepat daripada perang.
Arthur meletakkan dokumen kedua dengan hati-hati.
Lalu ia menatap dokumen ketiga.
Perkamen itu lebih tipis. Lebih rapi. Tidak ada noda tinta berlebih, tidak ada catatan kasar di tepinya. Segelnya berwarna emas—warna resmi Administrasi Kekaisaran.
Entah mengapa, rasa tidak nyaman merayap perlahan di sepanjang tulang punggungnya.
Arthur memecahkan segel emas itu dengan perlahan.
Perkamen di dalamnya tertata rapi, tanpa coretan emosional, tanpa tinta yang menekan terlalu dalam. Bahkan cara penulisannya terasa… terkontrol.
DATA 29. COUNT GREGORIO ASHFORD
Usia: 53 tahun
Wilayah: Central Heartlands (kecil, populasi ±800.000 jiwa)
Posisi: Menteri Dalam Negeri Kekaisaran (Imperial Interior Minister)
Kekuatan Militer: Minimal — hanya 5.000 pasukan garnisun
Kekuatan Politik: Maksimal
Latar Belakang:
Count Gregorio Ashford berbeda dari dua nama sebelumnya. Ia bukan jenderal seperti Torrhen. Bukan pula pangeran dagang seperti Blackwell. Wilayahnya kecil, tidak strategis, dan sama sekali tidak kaya.
Namun ia termasuk dalam sepuluh orang paling berkuasa di kekaisaran.
Sebagai Menteri Dalam Negeri, ia mengendalikan:
Biro Sensus Kekaisaran — seluruh data populasi, kondisi ekonomi, dan kekuatan militer setiap wilayah berada di bawah pengawasannya.
Jaringan Intelijen Internal — jaringan mata-mata yang melapor langsung kepadanya.
Penunjukan Administrator Regional — ia yang merekomendasikan siapa menduduki posisi apa dalam birokrasi kekaisaran.
Dengan kata lain, ia mengetahui hampir segala hal tentang siapa pun yang berkuasa—dan memiliki pengaruh untuk mengangkat atau menghancurkan karier politik seseorang.
Ia juga merupakan mentor pribadi Putra Mahkota.
Rivalitas dengan Vancroft:
Tidak ada konflik terbuka.
Namun catatan tangan Sebastian di margin dokumen berbunyi:
"Count Ashford tidak pernah bermusuhan secara publik dengan Kediaman Vancroft. Namun dalam tiga tahun terakhir, setiap proposal kita di Imperial Council entah bagaimana selalu… tertunda. Setiap pejabat yang kita rekomendasikan entah mengapa selalu… terlewatkan. Terlalu halus untuk diprotes, tetapi terlalu konsisten untuk dianggap kebetulan."
Arthur membaca lebih lanjut.
"Dua minggu setelah Anda kolaps pasca-perang melawan Zarathos, Count Ashford secara pribadi mengunjungi Kaisar. Topik pembicaraan: rahasia."
"Seminggu kemudian, beberapa duke tiba-tiba mengajukan petisi mengenai ‘kekhawatiran terhadap kesehatan Archduke Vancroft’."
Di bawahnya, Sebastian menambahkan:
"Kebetulan? Saya tidak percaya pada kebetulan."
Arthur menyipitkan mata.
Catatan terakhir lebih mengganggu.
"Saya mencurigai Count Ashford tidak mengincar wilayah Anda. Ia mengincar sesuatu yang lebih besar. Mungkin… posisi Archduke itu sendiri? Atau bahkan posisi kaisar’ itu sendiri?"
"Yang jelas: ia terlalu cerdas untuk menyerang secara langsung. Ia akan menggunakan Torrhen dan Blackwell sebagai serangan depan, sementara ia sendiri mengatur papan permainan dari bayangan."
Kelemahan: Tidak diketahui —
Catatan Sebastian di bagian bawah berbunyi:
"Saya belum menemukan kelemahan signifikan. Count Ashford sangat bersih. Entah ia benar-benar seorang santo… atau ia terlalu pintar menyembunyikan kerangka di dalam lemari."
...----------------...
Ruangan terasa lebih sunyi dari sebelumnya.
Arthur menutup mata sejenak.
Ia mengenal tipe seperti ini.
Mereka bukan orang yang haus takhta. Bukan pula yang terobsesi duduk di singgasana tertinggi. Justru sebaliknya—mereka tidak tertarik menjadi raja.
Mereka lebih suka menjadi tangan yang menggerakkan raja.
Orang seperti Ashford tidak membutuhkan mahkota. Karena orang yang memakai mahkota harus menghadapi kritik, perang, pemberontakan, dan sejarah.
Namun dalang¹?
Dalang tidak tercatat sebagai tiran. Tidak disalahkan ketika keputusan gagal dan tidak disorot ketika kebijakan menghancurkan.
Arthur pernah melihat tipe ini sebelumnya.
Mereka tidak ingin kekuasaan formal.
Mereka hanya ingin kendali.
Arthur membuka matanya perlahan.
Jika Torrhen adalah palu, dan Blackwell adalah rantai emas, maka Ashford adalah papan catur itu sendiri.
Dan yang paling berbahaya dari permainan catur bukanlah bidak yang bergerak cepat—
melainkan pemain yang memindahkan bidaknya.
...***...
Catatan:
¹Tau wayang nggak? kalau tau, berarti arti dari dalang juga tau. Tapi sedikit informasi dalang ITU seniman utama dalam pertunjukan wayang yang bertugas menggerakkan boneka wayang, mengatur narasi, dialog suara, memimpin musik gamelan, dan mengarahkan jalannya pertunjukan. Intinya wayang itu pengendali segalanya dari belakang layar.
Too Much Information nggak sih?
🤭🤭