Vera merantau ke kota dan bisa di katakan bawa dia jarang pulang ke rumah karena memiliki hubungan yang tidak baik dengan Pak Darto Ayah kandung dia sendiri, namun kali ini Dia terpaksa harus pulang ketika mendengar kabar bahwa Bu Elma telah meninggal dunia.
semula Vera menganggap bahwa kematian Bu Elma adalah kematian yang biasa, namun beberapa malam saja dia tinggal di rumah itu malah menemukan keanehan yang tidak biasa.
benarkah Bu Elma meninggal karena sesuatu yang tak kasat mata?
mampukah Vera untuk mengungkap masalah tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. Orang lewat
Vera segera membawa Arum masuk ke dalam mobil karena mereka akan menuju rumah sakit malam ini juga agar Arum bisa mendapatkan perawatan, namun kemudian Vera baru terpikir bahwa dia bisa saja menghubungi Kiara dan mendatangi rumah gadis itu untuk meminta tolong karena menurut Dina sampai saat ini mereka belum mengetahui siapa yang sudah menggigit Arum.
Gigitan itu datang begitu saja setelah Arum tertidur pula sehingga otak Vera mengatakan bahwa ini ada sangkut paut dengan penunggu rumah yang pernah dia lihat, maka dengan tekad bulat Vera menghubungi Kiara untuk mendatangi rumah gadis itu dan meminta tolong agar Kiara mau melihat keadaan Arum.
Takut nya nanti kalau dibawa ke rumah sakit maka dokter juga tidak akan mengetahui penyakit apa yang sedang dialami oleh Arum ini dan justru nanti akan bertambah masalah kembali, maka Vera pun akan mengatakan kepada Dina agar Dina mau menerima saran itu lalu mereka mendatangi rumah Kiara bersama-sama.
Dina masih terdiam dengan pikiran kosong karena dia tidak menyangka bahwa Darto akan bejat seperti itu, istri baru meninggal dua hari dan dia sudah bersama dengan wanita lain yang jelas jauh lebih muda dan kemungkinan besar mereka sudah kerap melakukan itu semua atau bukti saja Darto terbiasa menyewa wanita panggilan untuk memuaskan hawa nafsu dia.
Kalau Vera memang sudah terbiasa karena dia sejak dulu menyaksikan hal seperti itu sehingga dia memiliki hubungan yang begitu buruk kepada Darto dan orang beranggapan mereka tidak akur karena Vera yang durhaka dan tidak pernah mau mendengarkan ucapan orang tua, padahal yang terjadi sungguh menyakitkan sekali.
Vera adalah di pihak wanita dan dia terus saja membela Mayang sejak dulu dan kemudian ketika Darto menikah dengan Elma maka dia juga membela Elma, oleh sebab itu hubungan dia dengan Darto semakin buruk saja dan sampai merelakan untuk pergi ke kota tanpa ada saudara yang dia miliki di kota itu.
Sekarang baru Dina menyadari bahwa kelakuan Darto memang sangat buruk dan dia tidak bisa untuk terus membela Darto seperti itu, padahal awalnya dia masih sangat yakin bahwa Vera ada juga salah kepada Darto dan tidak pantas bila terus bersikap kurang ajar serta tidak menghormati orang tua yang sudah menyayangi mereka sejak kecil.
Tapi setelah kejadian ini maka Dina menyadari bahwa memang Vera pantas bersikap seperti itu dan dia juga pasti akan bersikap demikian ketika nanti bertemu dengan Darto kembali, yang bermasalah itu Darto bukan orang lain karena mereka semua jelas memihak pada Ibu mereka yang telah tersakiti dengan ulah Darto tersebut.
"Kau tidak usah terlalu memikirkan hal itu karena dia juga tidak akan pernah peduli." Vera berkata sambil mengendarai mobil.
"Aku sama sekali tidak menyangka kalau dia akan membawa wanita lain di malam kedua Ibu meninggal dunia." Dina mengusap air mata yang jatuh.
"Bukan dari malam kedua saja tapi sebelumnya dia memang sudah bersama dengan wanita itu." Vera berkata dengan sangat yakin.
"Kakak tahu tentang hal itu, sejak kapan Kakak tahu?" Dina agak kaget mendengar ucapan Vera barusan.
"Darto bersikap demikian bukan hanya saat ini saja tapi itu sudah sejak dulu sebelum Ibu ku meninggal dunia." jawab Vera.
"Dia memang seolah sudah mati rasa sehingga mengatakan rasa sakit seperti itu tetap berwajah datar." batin Dina sambil memperhatikan wajah Vera.
"Lelaki bila sudah gila wanita maka tidak akan pernah berubah, nanti dia akan berubah ketika sudah mati." sambung Vera kembali.
"Ya Allah, aku sama sekali tidak menyangka kalau Ayah sebejat ini." keluh Dina.
Vera hanya tersenyum kecil ketika melihat Dina yang begitu shock setelah mengetahui perbuatan Darto di dalam kamar tadi, selama ini dia beranggapan bahwa Darto adalah orang yang baik dan tidak akan pernah bersikap seperti itu namun ternyata yang terjadi sungguh kebalikannya sehingga Dina pasti sangat merasa sedih.
"Ibuuuuu....sakit sekali, Bu!" Arum masih saja merintih dengan tubuh berkeringat.
"Ini Kakak, Kakak yang akan menjaga kamu ya." Dina mengelus kepala sang adik.
Cekiiiiiit.
Buukkkk.
"Kakak Kenapa mengerem mendadak seperti itu?!" Dina berteriak kaget karena kepala dia menghantam kursi bagian depan.
"Hah!" Vera tertegun karena tadi mata dia melihat sesuatu yang menyeberang namun sekarang sudah tidak ada.
"Ini Arum hampir saja terpelanting jatuh dari kursi." Dina menggerutu dan membenarkan posisi Arum saat ini.
"Maaf Maaf, tadi seperti ada yang lewat." Vera menatap kesana kemari dan memutuskan untuk segera laju kembali.
"Kakak fokus aja mengendarai karena aku yang akan menjaga Arum." Dina takut juga bila mereka malah akan celaka nanti.
"Iya, maaf." Vera menelan ludah karena tadi dia memang sangat yakin ada orang lewat.
"Kakak itu apa?" Arum menunjuk ke atas dengan mata terpejam.
Dina mengikuti arah tangan Arum namun dia sama sekali tidak melihat ada yang aneh dari itu, karena yang ditunjuk oleh Arum hanya udara kosong belaka Dan mobil mereka segera melaju kembali untuk menuju rumah Kiara sesuai dengan tujuan utama Vera tadi karena dia yakin Kiara lebih bisa membantu mereka dari pada dokter yang ada di rumah sakit, lebih baik bila mereka segera menuju ke sana dan meminta bantuan gadis itu.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya.
keangkuhan mu ga seberapa ver di banding rombongan ratu ular👻🥰👍
mngkn Nana kucing yg nyamar jadi Siti palsu