NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Istri Pengganti

Mengejar Cinta Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Romansa / Konflik etika
Popularitas:28.8k
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Kau hanyalah pemeran pengganti dalam hidupku, Shena. Jangan bermimpi lebih!"

Shena berhenti bermimpi dan memilih pergi. Tapi justru saat itulah, Devan baru menyadari bahwa rumahnya terasa mati tanpa suara Shena. Sang CEO arogan itu kini rela membuang harga dirinya hanya untuk memohon satu kesempatan kedua.

Bagaimana jadinya jika sang pembenci justru berubah menjadi pemuja yang paling gila? Masih adakah tempat untuk Devan di hati Shena yang sudah beku di Hati nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Jejak yang Terhapus

Jakarta di malam hari tampak seperti hamparan berlian di atas beludru hitam, namun bagi Devan Adiguna, gemerlap kota itu terasa seperti ejekan yang dingin. Sudah empat puluh delapan jam sejak Shena meninggalkan rumah, dan selama itu pula, Devan tidak membiarkan matanya terpejam lebih dari satu jam.

Ia duduk di ruang kerjanya yang kini terasa sangat luas dan hampa. Di atas mejanya, bukan lagi dokumen kontrak bernilai miliaran rupiah yang terbentang, melainkan peta digital Jakarta dan laporan dari tim keamanan pribadinya.

"Bagaimana mungkin seseorang bisa hilang begitu saja di kota dengan jutaan CCTV?" Devan menggeram, suaranya parau karena kurang tidur dan terlalu banyak mengonsumsi kopi pahit—kopi yang rasanya tidak pernah sama dengan buatan Shena.

Rian, sekretaris setianya, berdiri dengan wajah lesu di depan meja Devan. "Maaf, Pak. Sepertinya Nyonya Shena sengaja menghindari rute-rute utama. Kami menemukan rekaman CCTV terakhir di terminal bus antarkota di Jakarta Barat. Beliau mengenakan hoodie gelap dan membawa satu koper kecil. Setelah itu, jejaknya hilang. Beliau tidak menggunakan kartu kredit, tidak menarik uang dari rekening bersama, dan ponselnya... mati total."

Devan memijat pelipisnya. Rasa takut yang belum pernah ia rasakan sebelumnya mulai merayap di dadanya. Takut bukan karena ia kehilangan aset, tapi takut karena ia menyadari betapa rentannya Shena di luar sana. Selama ini Shena hidup dalam "sangkar" paviliun ayahnya atau rumah mewahnya. Bagaimana dia bisa bertahan di terminal yang keras?

"Cek semua penginapan kelas melati, asrama wanita, hingga rumah kost di pinggiran kota," perintah Devan dengan nada yang tak terbantahkan. "Gunakan koneksi kita dengan kepolisian. Saya ingin setiap jengkal kota ini diperiksa!"

"Baik, Pak. Tapi..." Rian ragu sejenak. "Pak Bram terus menghubungi. Beliau menagih janji pelunasan hutang yang Bapak tunda."

"Katakan pada pria bajingan itu," Devan berdiri, matanya berkilat penuh amarah, "jika dia berani menanyakan tentang uang sebelum putri kandungnya ditemukan, aku akan memastikan dia menghabiskan masa tuanya di penjara karena penipuan identitas keluarga! Pergi!"

Setelah Rian keluar, Devan terhuyung ke arah jendela. Ia melihat pantulan dirinya di kaca. Pria yang biasanya tampak begitu berkuasa itu kini terlihat hancur. Ia merogoh saku jasnya dan mengeluarkan cincin pernikahan Shena yang ia temukan di kamar tamu.

"Kau ingin menjadi Shena, bukan Sarah?" bisiknya pada kegelapan. "Tapi siapa Shena yang sebenarnya? Mengapa aku baru ingin mengetahuinya sekarang saat kau sudah tidak ada?"

Sementara itu, di sebuah sudut sempit di kawasan Jakarta Utara yang padat dan pengap, seorang wanita sedang menatap keluar jendela sebuah kamar kost berukuran tiga kali tiga meter. Ruangan itu hanya berisi sebuah kasur lantai yang tipis, lemari plastik yang sudah agak reyot, dan sebuah kipas angin kecil yang berputar dengan suara berisik.

Wanita itu adalah Shena.

Ia melepaskan hoodie-nya, memperlihatkan bahunya yang tampak lebih kurus. Ia baru saja kembali dari bekerja di sebuah warung makan sederhana di dekat pasar sebagai pencuci piring. Tangannya yang biasanya halus, kini mulai terasa kasar dan memerah karena sabun deterjen murah, namun anehnya, Shena tidak merasa sedih.

Untuk pertama kalinya dalam dua puluh empat tahun hidupnya, tidak ada yang memanggilnya "Sarah". Tidak ada yang menyuruhnya duduk dengan tegak agar terlihat anggun, dan tidak ada yang memaki-makinya jika ia melakukan kesalahan kecil.

Di sini, di lingkungan yang orang-orangnya bahkan tidak tahu apa itu merek "Adiguna", dia hanyalah Shena. Seorang gadis yang bekerja keras untuk menyambung hidup.

Shena mengambil sebuah buku catatan kecil dari kopernya. Di halaman pertama, ia menuliskan satu kalimat: Hari kedua menjadi diriku sendiri.

Ia teringat ibunya, Ratna. Hatinya perih memikirkan ibunya yang masih terjepit di rumah besar itu, namun ia tahu, ia harus kuat terlebih dahulu agar bisa membawa ibunya pergi nanti. Ia juga teringat Devan.

Bayangan wajah Devan saat membentaknya, saat menghinanya di depan keluarga besar, dan saat ia mencengkeram bahunya dengan kasar, terlintas seperti film horor. Namun, ada satu memar di hatinya yang paling sulit sembuh: bayangan saat Devan memasangkan kalung safir itu dengan tatapan yang sempat melunak.

"Berhenti, Shena," bisiknya pada diri sendiri sambil menggeleng kuat. "Jangan tertipu lagi oleh belas kasihan palsunya. Dia hanya mencintai Sarah, dan dia hanya menginginkan mainan untuk disiksa."

Shena mematikan lampu kamar kost-nya. Kegelapan menyelimuti, namun ia merasa lebih aman di sini daripada di dalam kamar penthouse mewah yang dulu terasa seperti peti mati berlapis emas.

Keesokan paginya, Devan tidak pergi ke kantor. Ia justru pergi ke paviliun belakang rumah keluarga Bramantyo—tempat di mana Shena tumbuh besar sebagai anak rahasia.

Ia melangkah masuk ke ruangan kecil yang kini sudah kosong itu. Ruangan itu sangat sederhana, sangat kontras dengan kemegahan rumah utama. Di atas sebuah meja kayu tua, Devan menemukan sesuatu yang luput dari perhatian Pak Bram: sebuah sketsa yang diselipkan di bawah alas meja.

Itu adalah gambar seorang pria yang sedang tertidur di sofa. Devan tertegun. Pria dalam gambar itu adalah dirinya. Sketsa itu dibuat dengan sangat detail, menangkap gurat kelelahan dan kesedihan di wajah Devan saat pria itu sedang dalam kondisi paling rapuh. Di pojok bawah sketsa itu tertulis sebuah catatan kecil:

"Aku tahu hatimu sedang beku karena luka, tapi aku akan tetap di sini, menjaga tidurmu sampai musim semimu tiba. —S."

Devan jatuh terduduk di kursi kayu itu. Air mata yang sejak kemarin ia tahan, akhirnya pecah juga. Ia memeluk kertas itu erat-erat.

Shena tidak pernah mencoba menjilatnya. Shena benar-benar tulus mencintainya bahkan saat ia bertingkah seperti monster. Sementara ia sibuk mengejar Sarah yang telah menghianatinya, ada seorang malaikat yang dengan sabar mencoba mencairkan kebekuan hatinya tanpa pernah meminta imbalan.

"Aku akan menemukanmu, Shena," tangis Devan pecah di ruangan sepi itu. "Kali ini bukan untuk membayar hutang, bukan untuk sandiwara... tapi karena aku tidak bisa bernapas tanpamu."

Pencarian besar-besaran pun dimulai. Devan mengubah strateginya. Jika Shena ingin menjadi dirinya sendiri, maka ia tidak akan mencarinya di hotel mewah. Ia akan mencari ke tempat-tempat di mana kejujuran itu berada.

Namun, ia tidak tahu bahwa di saat yang sama, Sarah—wanita yang ia anggap masa lalunya—mulai merasa terganggu dengan posisinya yang tergeser di keluarga Adiguna. Sarah yang ambisius tidak akan membiarkan Shena mendapatkan apa yang seharusnya menjadi "haknya", meskipun ia sendiri sudah memiliki Mark.

Badai yang lebih besar sedang berkumpul. Pencarian Devan baru saja dimulai, dan Shena harus berhadapan dengan kerasnya dunia luar serta kecemburuan saudaranya yang kini mulai mengintai.

...****************...

1
Mamah Dini11
akhirnya selamat ya kev Alana semoga kalian bahagia selalu
Mamah Dini11
segerakan kevin jgn lama
Mamah Dini11
cepet resmikan kevin Alana nya jgn lama2, biar nyusul punya bayinya
Mamah Dini11
Alana sering ninggalin kmu kevin, gimana nanti kalau udh resmi nikah, apa bisa kmu terus2an di tinggal, kalau bisa Alana suruh kerjanya di jakarta aja biar kalian banyak waktu berdua, bkn seperti sekarang, stressss jadi kmu.
Mamah Dini11
tpiii hati2 kevin, takutnya Alana mata2 issabel, harus tau dulu latar belakang nya kan kluarga adiguna slalu waspada, iya kan devan, moga aja bkn ya, Alana emang perempuan beruntung kalau bener jadian sm kevin, dan di segerakan, dannn di percepat ya Thor lahiran nya shena biar seru.
Mamah Dini11
bisa gak Shen jgn ganggu dulu suamimu, lain kali aja doong kmu ikut mh
Mamah Dini11
jgn terburu buru kevin hati hati itu harus siapa tau itu penyusup
Mamah Dini11
apa mau kmu isabel msh aja cari masalah, blm puaskah kmu, kalau gitu tunggu karmamu tiba, selalu usil dgn ke hidupan orang lain
Mamah Dini11
bagus devan 👍👍👍👍👍 gercep sekali keren gitu doong, itu suami siaga penuh 🤣🤣🤣
Mamah Dini11
kenapa di rahasiakan shena, sekecil apapun itu jgn ada rahasia di antara kmu dn devan dn kluarganya, biar rumah tanggamu terlindungi, ayo jujur itu lbh baik, aku gk suka istri2 yg menyimpan rahasia.
Mamah Dini11
itu namanya main kotor Hai perempuan licik, laki2 msh banyak Isabel, kok harus devan, harga dirimu di simpen di mana nona licik, udh tau devan punya istri msh ganggu aja, jgn meremehkan kluarga adiguna Isabel, ingat itu
Mamah Dini11
ngidam orkay suka berlebihan ya kalau di dunia nyata mh jarang sekali yg ngidam berlebihan msh terkendali, kalau ada orang yg jahil di pastikan devan dn yg lain nya di viralkan, gimana reaksi media he he he
Siti Muntamah
dasar rubah betina si sarah
Siti Muntamah
ujian mu berat sekali Shena
Mamah Dini11
biasanya paling waktu pagi pagi, jgn kelamaan ngidam nya ya thor si devan kasian juga, jdi di jahilin sm orang rumahnya, bkn nya simPATI, harusnya doong
Siti Muntamah
makanya jadi pria jangan sombong masih kau kaya nggak ada gunanya kasian sekali kau Shena kalau ketemu semoga Shena sama pria lain biar kapok kau Devan
Siti Muntamah
awas nanti kalau nanti kau cari Shena kalau sudah pergi jangan mau Shena sama aja kau dibuang sama Devan
Siti Muntamah
rasain nanti kau akan tergila 2 sama Shena
Siti Muntamah
sabar Shena biar kan dia semaunya peduli amat nanti juga sadar sendiri
Mamah Dini11
aduuuhhh pak devan shena itu ha....... mil bu....... kannnnn sakit, ingat itu pak devan yg terhormat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!