NovelToon NovelToon
Satu Malam Berujung Drama

Satu Malam Berujung Drama

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Mom AL

Vania Adinata, tanpa sengaja melewatkan malam panasnya dengan seorang CEO terkenal. Putus cinta membuatnya frustasi hingga dia mabuk dan melakukan one night stand tanpa sengaja.

Dikucilkan karena hamil, hingga dijodohkan dengan pria tua. Namun, nasib baik masih berpihak padanya, dia kabur dan tanpa di duga bisa bertemu dengan Ayah biologis bayi yang ada dalam kandungannya.

Bagaimana kisah selanjutnya? Siapa kira kira CEO terkenal dan nomor satu itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 33 MENYINGKIRKAN PENGHALANG

Gio mengirim pesan pada Vania, dia mengatakan jika dirinya pulang larut hari ini karena ada rapat mendadak. Pria itu meminta sang istri agar tidak menunggunya.

Di tempat lain, Lidia tersenyum lebar. Dia baru saja mendapat kabar dari orang kepercayaannya yang bekerja di rumah Gio. Pelayan tersebut mengatakan jika malam ini Gio tidak pulang kerumah.

Lidia bersiap untuk melanjutkan aksinya, tak lupa dia mengajak Annie, sang putri untuk tahap terakhir.

"Mama yakin kalau Gio pulang terlambat?"

"Nita yang memberitahu, dia menguping pembicaraan Gio dan Vania. Hari ini ada rapat penting, jadi Gio akan pulang larut malam. Ini kesempatan kita untuk menyingkirkan ja*lang sialan itu."

Annie tersenyum senang. Dia mempercepat laju mobilnya. Tak jauh dari pekarangan rumah, Annie mematikan mesin mobilnya. Lampu jalan yang temaram bikin wajah Lidia setengah bayangan, tapi senyumnya jelas sekali.

"Langsung sekarang, Ma?" bisik Annie sambil ngeluarin sarung tangan hitam dari tasnya.

Lidia ngeluarin kunci duplikat dari sakunya. Itu kunci yang "dipinjam" Nita siang tadi waktu beres-beres kamar tamu.

"Ingat, kita kesini cuma buat ngasih pelajaran. Ja_lang itu harus tau rasanya disingkirin," desis Lidia pelan, matanya nyala.

'Bukan sekedar pelajaran, aku pasti akan menghabisi ja_lang itu. Tamatlah riwayatmu, Vania.' batin Annie memiliki rencana sendiri.

Mereka menyelinap lewat pagar samping. Nita sudah memastikan CCTV dimatiin dengan alasan "listrik konslet".

Di dalam rumah, Vania sedang duduk di sofa ruang tamu. Pesan Gio masih kebuka di HP-nya. "Sayang jangan ditunggu ya, rapatnya lama. Kamu tidur duluan aja".

Vania menarik selimut sampai batas bahu. Sunyi sekali malam ini. Terlalu sunyi.

Krek...

Suara pintu belakang kebuka pelan. Vania spontan duduk tegak. Jantungnya deg-degan.

"Gio? Kok cepet pulangnya?"

Gak ada jawaban. Cuma langkah kaki dua orang yang makin deket ke ruang tamu.

Lidia muncul duluan dari balik lorong, diikuti Annie yang sudah menyalakan senter kecil. Cahaya itu menyorot langsung ke wajah Vania yang pucat.

"Selamat malam, Nona Vania," sapa Lidia manis. Tapi senyumnya tidak sampai mata. "Maaf ya mengganggu jam tidur. Tante sama Annie cuma mau ngobrol sebentar... Sebelum kau resmi gak jadi bagian keluarga ini lagi."

Vania mundur selangkah, napasnya tercekat. HP di tangannya masih nyala, nunjukin chat terakhir dari Gio. "A—apa maksud kalian?"

Annie mengunci pintu ruang tamu dari dalam. "Jadi... mau ngobrol baik-baik, atau kita paksa?" tanya Annie sambil memainkan pisau buah kecil di tangannya.

Vania mencengkeram bantal sofa sekuat tenaga. Matanya melirik ke pintu, menghitung jarak. Tak ada jalan keluar lain.

"Ngobrol? Jam segini?" suara Vania getar, tapi dipaksa tenang. "Gio sudah bilang kalau aku..."

"Betul," potong Lidia sambil duduk anggun di kursi single. Kayak ratu yang lagi ngadili. "Makanya ini momen paling pas. Suamimu gak ada, pembantu udah ku bayar. Gak ada yang denger kau teriak."

Annie ketawa kecil, pisau buahnya diputer-puter. "Aku sangat bosen melihatmu setiap hari tidur di ranjang Gio. Ranjang itu harusnya milikku! Hanya aku yang berhak tidur bersamanya. Kau itu orang ketiga yang merusak hubungan kami!" teriaknya penuh amarah.

Ponsel Vania di sofa masih nyala. Tiba-tiba layar kedip, Video Call dari Gio.

Drrt... Drrt...

Wajah Lidia langsung berubah. Senyumnya ilang. Annie reflex nutup mulut Vania menggunakan tangannya.

"Jangan diangkat!" desis Annie ke telinga Vania. Tak lupa dia mengalungkan tangannya di leher Vania, hingga pisau yang dia bawa menggores leher putih itu. Darah keluar dari sana.

"A—aku tidak akan menjawabnya." Air mata menetes, Vania memikirkan nasib Axel dan bayi yang masih dalam kandungannya. "Apa mau kalian?"

"Simpel saja, pergi dan tinggalkan Gio. Jangan pernah muncul dihadapannya." sahut Annie dengan santai.

Vania menggeleng.

"Kau menolak?" Annie mencengkeram kuat pisau itu, perlahan dia kembali menggores leher Vania hingga mengeluarkan darah.

"Argh!" Teriak Vania merasa kesakitan.

Axel yang terbangun dari tidurnya langsung berlari ke lantai bawah. Betapa terkejutnya dia ketika melihat sang Mama dalam sanderaan Tantenya sendiri.

"Ma!" Teriak Axel dari jauh.

Mata mereka tertuju ke bocah kecil itu. Lidia tersenyum, terbesit niat jahat untuk menyingkirkan Axel juga.

"Annie, jika Mamanya kita singkirkan, maka anaknya juga harus ikut." Lidia berjalan pelan mendekati Axel yang berdiri dengan tubuh gemetaran.

"Tidak! Aku mohon, tolong jangan sakiti anakku. Aku, aku akan turuti kemauan kalian. Aku pasti tinggalkan Gio, tolong biarkan kami pergi." Vania memohon.

Lidia dan Annie tertawa bersama. "Dasar bo*doh! Aku senang sekali melihat wajah melasmu ini."

"Waktu terus berjalan, Annie. Lakukan,"

'Ku habisi kau, Vania. Mama memang bilang, cukup beri pelajaran, kalau melawan, bu_nuh saja. Dan sekarang, kau tidak sedang melawan, tapi aku tetap akan menghabisimu.' batin Annie. Dia mengayunkan pisau ke arah dada Vania.

Tiiit tiiit tiiit.

Suara klakson mobil berhenti di depan gerbang. Lampunya menyorot masuk lewat jendela. Terdengar mobil Gio berhenti di pekarangan rumah. Pisau yang Annie pegang masih mengambang di udara.

"Ma, bukannya Mama bilang Gio pulang larut malam? Kenapa sekarang dia udah pulang?"

"Aku yang menelpon Papa, kalian berbuat jahat pada Mamaku, aku tak akan biarkan kalian melukai Mama walaupun sedikit."

Annie tertawa hambar. "Axel, Sayang. Kau masih kecil, tapi sifatmu menyebalkan seperti Mamamu. Lihat dia baik-baik, lehernya sudah ku gores. Lalu, apa yang ingin kau lakukan selanjutnya? Hm." ucapnya tenang.

"Lepaskan Mamaku!'' Teriak Axel memberontak dari Lidia.

Ceklek!

Kunci terbuka, ruangan jadi hening, hanya terdengar napas Vania yang ngos-ngosan.

......

BERSAMBUNG

Kira kira ketahuan gak yaaa??? Btw, menuju part akhir guys 🤗 Setelah itu Othor bakalan update rutin di cerita terbaru anak anak Gio dan Vania. Maaf jika update kali ini kalian harus menunggu lama 🥹🙏 Terima kasih untuk yang selalu setia mendukung ♥️

1
Sri Rahayu
Terima kasih Thorr uda tamat dgn happy ending...ditunggu cerita selanjutnya 😘😘😘
Sri Rahayu
seru Thorr...bikin deg2an...ditunggu lanjutan nya 😘😘😘😘😘
Sri Rahayu
ayo Gio cepet tolong istri dan anak mu selamatkan mereka....lanjut Thorr😘😘😘
Oma Gavin
semoga gio menangkap basah lidia dan anne biar membusuk di penjara
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
🖤: Siap, Kaka 🤗
total 1 replies
Sri Rahayu
ya ampun kirain Marisa uda baik...ga tau nya cuma pura2 doang 😇😇
🖤
Terima kasih atas dukungannya 😍 Malam ini Othor up bab barunya yaaa~
Oma Gavin
memang siapa kalian cuma Tante dan sepupu berani ngatur gio dan menjelekan vania yg ada kalian berdua diusir jgn ngomong ortu gio meninggal ada campur tangan kalian
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
kyknya tante Marissa ini bakal bikin masalah utk Vania...dia ga rela Gio menikahi Vania 🙃🙃🙃... lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
Tetima kasih Thorr....ditunggu lanjutan nya 😘😘😘😘😘....bahagia selalu Vania😍😍😍
Sri Rahayu
akhirnya doa Axel dikabulkan Allah...akan tambah ramai mansion mereka nanti...lanjut Thorr😘😘😘😘😘
🖤: Siap, Kaka 🤗
total 1 replies
Sri Rahayu
jadiin donk Thorr...adiknya Axel pr dan kembar lg 🤩🤩🤩🤩🤩...lanjutttt😘😘😘
Sri Rahayu
lanjut lah Thorr...suka bacanya 😍😍😍😘😘😘
Oma Gavin
lanjut kak ditunggu up nya
Oma Gavin
berikan gio buat vania dan anakmu ngga bikin kamu jadi gelandangan
Sri Rahayu
semoga Gio memenuhi permintaan Vania dan dia berjanji akan menuruti Vania asal tdk meninggalkan nya....mau mau Thorr dilanjut dgn cerita anak2 Gio dan Vania 😘😘😘
Sri Rahayu
masih mau lanjut Thorr😘😘😘
🖤: Terima kasih 🤗🤗
total 1 replies
Oma Gavin
kak rutin up dong biar tidak lupa jalan ceritanya
🖤: Baik, Kaka. sudah update bab terbarunya, mulai besok Othor akan update dua bab perhari 🙏 Doakan sehat selalu agar rutin updatenya 🤗
total 1 replies
Sri Rahayu
masih Thorr cerita nya blm tuntas...ditunggu lanjutan nya 😘😘😘
🖤: Siap, Ka. hari ini Othor lanjut, maaf kalo slow update 🥲🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!