NovelToon NovelToon
Reneesha?

Reneesha?

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Komedi / Mengubah Takdir / Time Travel
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nayla

Reneesha Yeshe kirina al basten, adalah gadis cantik bermata hitam dan memiliki sifat dingin sedikit kejam, namun setelah kembali dari kematian, ia memutuskan kalau di kehidupan kedua ini, dirinya akan melakukan yang lebih extrem dari sebelumnya.


mon maap kalo cringe,
tapi minimal baca 12 bab.
di awal awal emang boring, tapi tolong tetap baca sampai bab terbaru ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

~Bab 10~

di hadapan Renee, mayat Floana tergeletak bersimbah darah, gadis malang itu baru saja terjatuh dari lantai 6 restoran.

tatapan mata Renee teralihkan pada Vanesha yang sedang berdiri tepat di belakang Arkha.

ia menatap tajam ke arah gadis yang terlihat sedang meringkuk ketakutan itu.

Renee lalu berjongkok dan mengelus pelan pipi Floana yang berlumuran darah.

"beristirahat lah dengan tenang"

dengan tatapan kosong, Renee mengucapkan salam perpisahan terakhir, pada seseorang yang sudah menemani nya di masa sekolah.

~beberapa jam yang lalu~

pukul 18.02 di sebuah kamar bernuansa gelap, terlihat ada dua orang gadis yang sedang bersiap siap.

salah satu dari mereka memasang ekspresi wajah bahagia, lengkap dengan Dress panjang berwarna putih bersih.

Floana dan Renee sedang bersiap siap pergi, untuk mengantarkan floana yang akan berkencan.

mereka berdua, tidak maksudnya Floana sudah bersiap siap sejak 2 jam yang lalu, ia ingin Casava melihat nya saat sedang berada di titik tertinggi kecantikan.

"gimana Ren, bagus gak? tanya nya pada Renee sambil berputar memperlihatkan Dress indah yang sedang di pakai nya.

" lo udah tanya 50 kali" ucap Renee datar sambil membenarkan pita di rambut Floana.

"hehe, ya maaf"

" lagian gue seneng banget sih, Casava ngajak gue kencan"

"ternyata kemaren dia nolak gue karna belom kenalan aja"

"bukan karena tidak cinta"

"ternyata kecantikan princess Jerman ini mampu membuat hati sang pangeran goyah".

" sang princess Flo-

"bacot" Renee lalu menepuk pelan puncak kepala floana.

ia sudah muak dengan ocehan yang terus menerus menghantui pendengaran nya.

"hehe"

"foto dulu yok" ajak floana lalu mengambil ponselnya dan bersiap untuk berfoto dengan Renee.

" 1 2 3 Chesee"

"cekrek"

"satu lagi Ren satu lagi" pinta Floana lalu mengambil ponsel milik Renee.

"kan udah di hp-

" biar sama sama punya Ren"

"ayo ayo"

" 1 2 3 chesee"

"cekrek"

"udah kan" Renee lalu merampas ponsel nya dari genggaman Floana.

ia lalu pergi meninggalkan Floana yang sedang sibuk dengan ponsel nya.

"ayo" ucap nya dari tengah tengah pintu.

"eh, bentar bentar" floana langsung menarik tasnya dari atas kasur dan berlari kecil menghampiri Renee.

mereka berdua lalu menuruni tangga dengan sangat sangat anggun dan cantik.

Floana yang memakai dress panjang berwarna putih bersih, rambut yang di gerai dan di pakai kan pita tepat di tengahnya.

sedangkan Renee memakai Dress hitam panjang yang di senada kan dengan jepit rambut bunga mawar hitam.

di bawah sana, terlihat Casava sedang menunggu kedatangan Floana.

ia memakai tuxedo hitam dan sepatu hitam, full hitam.

sesampainya di ujung tangga,Renee lalu mendorong floana yang sedang tersipu malu agar mau berjalan tepat di samping Casava.

dua orang itu lalu pergi meningalkan mansion al basten dengan menaiki satu mobil yang sama.

Renee mengetahui kemana mereka berdua akan pergi, jadi ia berniat menyusul setelah beberapa saat.

ia ingin Floana dan Casava merasakan kemcan sesungguhnya tanpa ada yang ganggu.

"enak nya jadi anak muda" celetuk seorang wanita paruh baya yang saat ini sedang menyesap teh nya.

Milea karina silva Al basten. istri dari Caesar sekaligus nenek Reneesha.

"nenek dulu juga pernah muda" ucap Renee menghampiri neneknya yang saat ini tengah duduk bersama Sheila Vanesha dan Arkha.

"mereka mau kemana Ren? tanya mommy sheila penasaran.

Renee hanya tersenyum, lalu meletakkan jari telunjuk nya tepat di depan bibir.

" shuttt"

sheila menganguk lalu kembali meminum teh miliknya.

milea mengelus punggung tegap milik cucunya itu, ia juga sesekali mencium puncak Kepala nya.

"Casava mau kemana Ren? tanya Alucard dari lantai dua, ia melihat kakaknya itu pergi dengan seorang gadis.

" kencan" balas Vanesha.

Alucard sedikit mengerutkan kening nya, ia bertanya pada Renee tapi kenapa yang menjawab adalah vanesha?.

ia lalu turun dan menghampiri perkumpulan orang itu.

"hey bro" ucap Alucard ber tos ria dengan Arkha.

ia lalu duduk dan menyenderkan kepalanya di pundak Renee, ia lalu mengigit daun telinga gadis yang membuat nya langsung melotot tajam.

"minggir" ucap Renee melemparkan kepala alucard mengunakan bahunya.

"hahaha" alucard hanya tertawa kecil, sepertinya mood adiknya itu sedang bagus, karena ia tidak menampar nya.

Vanesha yang menyaksikan kedekatan di antara Alucard dan Renee mengigit bibir kesal.

"kak" panggil vanesha pada Renee.

"apa" jawab Renee singkat.

"kakak habis ini mau nyusul kak Casa sama Temen kakak kan? tanya gadis itu dengan senyuman seolah minta untuk di ajak.

Renee hanya menatap sekilas vanesha lalu mengacuhkan nya, ia lalu berpamitan dengan Milea dan sheila.

ia akan pergi lebih awal karena malas menangapi Vanesha yang ingin ikut.

"kak!

" Vanesha ikut ya" pinta Vanesha dengan wajah memelas.

"gak" Renee lalu berjalan hendak meningalkan Vanesha yang menghadang nya.

"kak!

" kak Renee! vanesha ijin ikut ya! teriak Vanesha.

"Ren kamu ajak aja, kasian tau vanesha" ucap milea kesal melihat cucu barunya itu justru di acuhkan oleh Renee.

"lagian kamu juga berangkat nya sendirian kan" lanjut mommy sheila yang juga prihatin pada Vanesha.

Renee tak mengubris ia tetap berjalan meninggalkan Vanesha yang hendak meraih tangan nya.

"Reneesha! teriak milea marah.

" ck"

Renee berbalik menatap dingin ke arah Vanesha lalu memberi isyarat jika ia mau ikut maka harus menuruti perintah nya.

Vanesha menganguk, ia lalu naik ke lantai atas untuk mengambil tas nya.

Renee melirik tajam pada Milea yang dengan santai nya menyeruput teh.

ia lalu mengunakan isyarat tangan menyuruh Arkha untuk ikut bersama nya dan Vanesha.

Arkha menganguk lalu pergi keluar untuk menyiapkan mobil.

Arkha adalah satu satunya cucu Caesar yang tinggal bersama dengan nya dan milea.

meskipun masih smp, Arkha sudah bekerja di bawah naungan langsung sang ketua, Caesar alexander, jadi tak heran jika anak itu selalu ngintil kemana pun caesar dan milea pergi.

Arkha menganggap menganggap Renee seperti kakak kandung nya sendiri, meskipun ia dan Renee kadang akur kadang tidak, jika itu Renee, maka ia kan langsung menurut.

"kak ayo" girang Vanesha menuruni tangga dengan langkah yang cepat, ia takut Renee akan meninggalkan nya.

"hati hati vanesha" ucap milea.

Renee lalu berjalan keluar dengan langkah lebar dan cepat, ia berniat membuat vanesha berjalan di belakang nya.

"kak tungguin" ucap vanesha mempercepat langkahnya mencoba untuk menyamai langkah Renee.

Alucard tersenyum kecil, melihat tingkah renee yang menunjuk kan betapa tidak sukanya ia pada Vanesha.

mereka bertiga lalu berangkat menuju tempat kencan nya floana dan casava.

di sepanjang perjalanan tak ada suara yang keluar dari Renee Arkha maupun vanesha.

mereka bertiga benar benar diam seperti orang bisu.

pikiran Renee benar benar di penuhi dengan Rencana apa yang akan vanesha lakukan sebentar lagi.

dari awal kedatangan nya, vanesha belum melakukan tindakan apapun yang sama dengan kehidupan nya dulu.

gadis itu justru sangat tenang, ia tidak melakukan apapun yang menonjol atau merugikan Renee.

Renee saat ini sudah memiliki beberapa gambaran tentang apa yang akan di lakukan oleh Vanesha.

jika di kehidupan nya dulu vanesha tidak melakukan nya, maka di kehidupan ini hal itu pasti terjadi.

beberapa menit berkendara, mereka akhirnya sampai di sebuah restoran bintang lima tempat berkumpul nya orang orang kelas atas.

meskipun di bawah umur, mereka bisa masuk karena mereka adalah Basten.

setelah memasuki Restoran terlihat Casava dan floana sedang menikmati hidangan di lantai 6 restoran.

Renee berpamitan pada Arkha dan Vanesha, ia berniat pergi menemui seseorang di lantai 8 restoran.

sebagai tanda terimakasih karena sudah mengikuti nya, ia juga menyuruh Arkha memesan apapun yang ia inginkan, dirinya yang akan membayar.

"hati hati" ucap Arkha lalu pergi meninggalkan Renee.

Renee hanya menatap datar Arkha, bagaimana bisa anak itu bersikap seolah olah tahu segalanya.

Renee lalu pergi menuju lift dan memencet lantai 8.

"Ting"

pintu terbuka, beberapa orang bertubuh besar dan seram menghadang Renee yang hendak masuk.

mereka melarang siapa pun memasuki ruangan, karena ruangan ini sudah di pesan eksklusif oleh bos mereka.

Renee menyuruh salah satu pengawal untuk mengatakan pada boss mereka bahwa Renee datang.

meskipun ragu ragu, salah satu pengawal meng iyakan ucapan Renee dan pergi.

beberapa saat kemudian, pengawal itu kembali dan mempersilahkan Renee masuk.

di ruangan itu, terlihat seorang pemuda dengan rambut pirang, sedang duduk manis menikmati minuman nya.

ia adalah,Nathaniel Gabriel Zheins.

"Udah datang" Gabriel berdiri menghampiri Renee hendak mencium pipi nya, namun lebih dulu di tepis.

Gabriel hanya terseyum, sepertinya mood Renee saat ini sedang buruk.

ia lalu mengambil sebuah berkas dan memberikan nya pada Renee.

setelah menerima berkas itu, Renee berbalik meninggalkan Gabriel.

Gabriel tak rela Renee pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun.

"........"

Renee terkejut dengan apa yang di ucap kan oleh Gabriel, ia lalu berbalik meminta penjelasan, namun Gabriel hanya tersenyum lalu mengantarkan Renee keluar.

"prangg"

terjadi sebuah keributan di lantai 6, Renee lalu menghampiri sumber dari keributan itu.

di sana terlihat Vanesha sedang terduduk di lantai sambil memegangi pipi nya yang memar, di depan nya Floana memegang gelas dengan wajah memerah, sepertinya ada perseteruan di antara keduanya hingga membuat Floana marah.

Renee lalu menghampiri, ia memberikan berkas yang dipegangnya pada Arkha dan bertanya tentang apa yang terjadi.

Arkha lalu menjelaskan tentang awal dari keributan ini.

Renee menganguk mengerti lalu berjalan hendak menghampiri, namun sebelum ia sempat mendekat, Vanesha bangkit dari duduknya dan mendorong floana jatuh.

Casava yang berada di samping Floana, tak bisa breaksi cepat karena kakinya di pegangi dengan erat oleh vanesha.

karena Floana dan Casava makan di luar ruangan. mereka berada di balkon dengan pagar pembatas yang lumayan pendek.

Renee berlari menghampiri Floana yang hampir terjatuh, ia berusaha meraih tangan Floana namun tak sempat.

gadis itu tersenyum dan membiarkan dirinya terjatuh.

"Bye"

Floana membuat gerakan kecil di bibir nya, ia melambaikan tangan pada Renee yang berusaha mengapai tangannya.

"FLOANA!!!!!

" brakh"

"bugh"

Casava menendang vanesha yang memegangi kakinya, ia berlari menuju lantai 1 menghampiri Floana, berharap gadis itu masih hidup.

 di susul oleh Renee yang langsung berlari menuju lantai 1 menghampiri Floana.

sesaat Renee menyuruh Arkha menahan Vanesha agar gadis itu tidak ke mana mana.

sesampainya Renee di lantai 1, ia langsung berlari keluar mencari keberadaan Floana.

di sana terlihat Casava sedang memegangi tubuh seorang gadis yang berlumuran darah, Renee berjalan menghampiri dan mendapati tubuh floana yang sudah setengah hancur.

"kakak minta maaf"

Renee hanya menatap kosong pada mayat yang tergeletak tepat di bawah kakinya, gaun indanya nya berubah warna dari putih bersih menjadi merah gelap,

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!