NovelToon NovelToon
Sistem Pemburu Iblis

Sistem Pemburu Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Iblis
Popularitas:664
Nilai: 5
Nama Author: Kacarealitas

Bayangkan di sebuah kehidupan indah Bumi, terdapat teror yang di rahasiakan pemerintah semua umat manusia. Teror Iblis, siluman, dan Kaiju.

Umat manusia yang memiliki kekuatan khusus disebut Exorcist mampu melawan 3 musuh besar umat manusia. Tapi umat manusia tidak bisa selamanya menang atau di bilang selalu kalah.

Kekuatan Iblis jauh lebih kuat dari pada Exorcist disebabkan kasta Level, sehingga umat manusia hanya bisa menutupi kekalahan dari teror mengerikan.

Akan tetapi itu tidak selamanya, karena Reyhan seorang siswa SMA biasa di Jakarta mendapatkan sebuah Sistem Pembunuh Iblis. Tugas Sistem itu memberi Reyhan sebuah misi dan kekuatan untuk mengalahkan Iblis-iblis lawan manusia.

Akan tetapi saat Reyhan melangkah lebih jauh sebagai Exorcist, Reyhan semakin tahu bahwa kekuatannya bukan apa-apa untuk Iblis atau Exorcist lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacarealitas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Sistem 0.2

Di dalam lautan kesadaran Reyhan, dia berdiri menatap Naga petir serta Putri Petir yang terus menatapnya.

"Bisa beri tahu aku kenapa kalian terus menatapku seperti itu? Sejak aku datang kalian terus menatapku seperti itu" keluh Reyhan.

Sejak waktu pertama Reyhan pingsan, ia sudah masuk ke dalam kesadaran pedangnya.

Naga petir menghela nafas berat. "Reyhan kenapa kau tak gunakan kekuatan ku?"

Reyhan tersentak. "T-tidak bukannya aku tidak mau, tapi pemahaman ku terhadap petir mu masih terlalu rendah"

Reyhan menundukkan kepalanya. "Jadi aku harus mengandalkan Putri Petir untuk keadaan genting"

Putri Petir menyilang tangannya dengan angkuh. "Kau hanya menyombongkan diri saja Naga petir. Dengar, ini bukan waktunya membahas itu semua. Aku menarikmu ke kesadaran pedang untuk menolong mu"

Reyhan menatap nya dengan sedikit berharap. "Menolongku? Dari apa?"

"Tentu saja dari Savage dan Kilvara" jelasnya.

Alis Reyhan berkerut. "Savage? Siapa itu Savage?"

Naga petir mengeluarkan geraman pelan. "Savage adalah Kaiju penguasa, salah satu kekuatan puncak Kaiju seperti Kilvara"

Reyhan menggeleng tak mengerti. "Tunggu sebentar, aku masih tak mengerti kenapa mereka disebut Kaiju penguasa" ia menatap Naga petir serta Putri Petir.

Putri Petir menghela nafas panjang. "Sederhana nya kekuatannya mampu membuat Kaiju atau iblis tunduk padanya"

Naga petir melanjutkan. "Tidak hanya itu, mereka memiliki kemampuan di luar nalar. Seperti Kilvara yang di juluki Kaiju kematian sebab dia dapat menghidupkan orang mati"

"Juga Kaiju Savage, Kaiju yang muncul dan menyebabkan Chengdu menjadi rusak parah adalah Kaiju yang paling spesial" ucap Naga petir.

Reyhan langsung bertanya. "Kaiju paling spesial? Tunggu dulu memang Iblis lebih lemah dari Kaiju?"

Naga petir menggeleng. "Spesifiknya adalah kasta Level. Mereka akan mengikuti dan patuh dengan level yang lebih tinggi"

Putri Petir mengangguk. "Jadi karena itu Reyhan, Manusia tidak akan bisa menghalangi keduanya untuk bertarung sekuat apapun usaha kalian"

"Jadi Reyhan aku mohon padamu untuk pertemukan aku dengan Raja Exorcist lagi, Lionil Porche" Putri Petir berkata dengan nada memohon.

Reyhan sejujurnya tidak menyangka kalau Putri Petir yang angkuh kini memohon.

"Tentu, aku akan berusaha bertemu dengan Lionil Porche" Reyhan tersenyum yakin.

Putri Petir terlihat sedikit tersenyum lalu dia mengirim kembali Reyhan ke dunianya.

....

Tit... Tit... Tit... Suara mesin terdengar memecah keheningan.

Reyhan berbaring di tempat tidur rumah sakit bahkan belum bangun selama 2 hari.

Alisa memegang tangan Reyhan dengan cemas berharap dia segera bangun. Sedangkan Asuna memotong apel untuk makan.

Flower berjalan mondar-mandir di lahan lain. "Aku tidak mengerti, kenapa Putri Petir itu justru membiarkan Kode-7 pergi?"

Alisa berkata lembut. "Yang penting kita harus tahu kalau itu adalah keputusan terbaik saat itu"

"Menurut saya tidak nyonya, nona" Asuna ikut berbincang. "Sebab saya pernah mendengar jika Putri Petir ingin membiarkan Kode-7 dan Kilvara bertarung agar salah satu tumbang"

Flower tersentak. "Tapi itu terlalu gegabah dan berbahaya! Siapa tahu mereka bertarung dan membuat kerusakan di Bumi?" Tanyanya agak kesal.

Asuna cuma bisa terdiam, dia tidak akan mengatakan apapun selain Reyhan yang mengatakan itu.

Namun meksipun Reyhan kembali dari kesadaran pedang dia tetap berbaring tak sadarkan diri.

Sampai suara mekanik muncul di otak Reyhan.

[Sistem berhasil di update! Sistem versi 2.0 berhasil di ciptakan!]

[Sistem mendeteksi kondisi host dalam berbahaya maka Sistem akan otomatis meminumkan ramuan penyembuh rendah]

Luka-luka di dalam tubuh Reyhan segera pulih termasuk energinya, detak jantung Reyhan naik.

Alisa terkejut dan dia langsung tersenyum senang. Asuna serta Flower juga sama, mereka bersyukur Reyhan masih bisa bangun.

.....

Begitu ketiganya melepas kerinduan mereka, Reyhan berkata dengan serius. "Sebenarnya aku ingin tahu selama 2 hari ini tentang operasi berkelanjutan Kode-7 dan Kilvara"

Flower memandang Alisa, Alisa hanya mengangguk lalu Flower berkata sejujurnya. "Sebenarnya di Irak, Baghdad telah di bangunan nya pangkalan militer super besar"

Flower menggambarkan deskripsi bentuknya seperti bintang. "Kudengar di sana menyimpan 200.000 Tentara DGA, 150.000 Tentara PBB, 80.000 Exorcist" jelasnya tegas.

Reyhan mendesis. "Jika manusia kehilangan mereka maka manusia akan habis" gumamnya.

"Apa maksudmu Reyhan?" Tanya Alisa, ia menatap Reyhan dengan penasaran dan heran. "Apa kamu pikir kita akan kalah begitu?"

Reyhan menggeleng cepat. "Tidak hanya saja Putri Petir memberi tahuku jika umat manusia tidak akan bisa menghalau keduanya dengan sekuat apapun itu"

Flower tertawa tipis. "Itu menurutnya tapi bagi kami ini adalah rumah kami dan wajar kami berusaha keras" tersenyum percaya diri.

"Selain itu tuan, kudengar mereka mengerahkan nuklir-nuklir jika terdesak" tambah Asuna.

Reyhan mengangguk mengerti, dia memutar badan untuk berdiri. "Kalau begitu bisa ibu bawa aku menemui Raja Exorcist?"

Alisa berdiri segera. "Lionil Porche? Kenapa kamu mau bertemu dengannya?"

Reyhan memegang dagunya. "Karena Putri Petir tadi bilang ingin menemuinya, mungkin membahas tentang kedua Kaiju ini"

Alisa mengangguk mengerti lalu dia membawa Reyhan setelah berganti baju.

....

Area 51, Amerika Serikat.

Lionil menatap peta hologram dimana dari 12 titik sudah 3 titik tertutup dan sisa 9.

Matanya menyipit serta mendesis karena ada angka yang menampilkan korban-korban tentara serta Exorcist.

"Ini benar-benar bencana terburuk! Bisa-bisa kejadian seperti Chengdu akan semakin luas"

Tiba-tiba Jenderal Amerika Serikat maju. "Permisi pak, ada panggilan untuk anda. Itu dari Nyonya Alisa Exorcist Legenda Asia"

Lionil menarik nafas dalam-dalam. "Sambungkan"

Dengan segera Lionil menatap hologram Alisa serta Reyhan. "Hm?" Alis Lionil terangkat. "Oh jadi kau bersama ibumu kali ini ya?"

Reyhan mengangguk kecil. "Sebenarnya tuan Lionil saya yang ingin bertemu dengan anda"

"Hm?" Lionil tersenyum dengan aneh. "Bertemu dengan ku? Memang kenapa?"

Reyhan tiba-tiba kerasukan Putri Petir, Putri Petir menatap Lionil dengan dingin.

"Aku peringatkan padamu sebagai rou yang peduli, kau tidak bisa mencegat mereka bertarung" tatapannya sinis.

Lionil terdiam kemudian tertawa keras, saking kerasnya Putri Petir sama sekali tak paham bagian mananya yang lucu.

Lionil menarik nafas panjang. "Nona kamu tahu anda roh puncak tapi kami tidak sebrutal ras anda"

Putri Petir tersinggung mendengar itu. "Jangan kira aku tak memperingatkan" alat komunikasi segera terputus.

Lionil menatap pergerakan Kode-7 setelah Putri Petir mengatakan itu. "Apa ada yang aneh kalau keduanya bertarung?"

Jenderal sebelahnya menggeleng. "Informasi kurang tepat pak, tapi kami akan terus berusaha mencari tahu"

Rahang Lionil mengeras. "Jika benar apa yang di katakan Putri Petir maka tamatlah riwayat kita"

Jenderal itu bergumam. "Apocalyps"

Lionil mengangguk. "Ya, segera tarik mundur mereka dari garis pertahanan Baghdad, suruh mereka membentuk pertahanan di perbatasan Irak saja"

"Siap!" Jenderal itu merasa lega sebab Lionil mengikuti instruksi dari Putri Petir. Jika tidak, maka hampir 350.000 prajurit disana akan mati sia-sia.

Lionil dengan mata menyipit memerhatikan lokasi Kode-7 serta Kilvara yang akan bertemu di Baghdad selama 4 hari lagi.

.....

1
Anime aikō-kā
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!