Melvin Blastorios, merupakan seorang ahli waris dari keluarga bangsawan Blastorios, yang terkenal akan kehebatan dan kejeniusannya. Selain itu, Melvin juga merupakan pemimpin dari sebuah organisasi rahasia di Inggris yaitu Dragon Knight of Archangel.
Arabella Winston, seorang gadis muda, cantik, bijak dan cukup terkenal di kalangan para bangsawan, yang sedang mencari seorang suamin. Walaupun begitu, Bella dikenal sebagai salah seorang gadis bangsawan yang selalu menolak banyak lamaran dari para pemuda bangsawan lain.
Ini hanyalah sebuah kisah cinta romantis antara seorang pemuda dari organisasi rahasia dengan seorang gadis muda penolak lamaran.
.
.
.
.
terinspirasi dari seri pertama novel club Inferno...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RaeathaZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 3
.
.
.
.
'Apa yang sedang ia lakukan di sana?'
Itulah satu hal yang kini dipikirkan oleh Pria itu, saat melihat salah satu dari kandidat calon pengantinnya bermain dan tertawa dengan anak-anak terlantar yang ada di panti asuhan di sebrang sana.
Sudah lebih dari satu jam, ia melihat perempuan keturunan dari Earl Winston itu di berada di sana. Dan sudah untuk kesekian kalinya ia melihat jam yang berada di tangannya, memastikan berapa lama waktu yang telah di lewati oleh perempuan itu di panti asuhan tua itu.
Melvin Blastorios, sang pria yang sejak tadi mengintai perempuan itu, hanya dapat menggelengkan kepalanya sendiri melihat apa yang dilakukan oleh gadis bangsawan itu. Sambil mengeratkan mantel panjang yang ia pakai kini, untuk menghindari hawa dingin yang berasal dari hujan yang turun dari luar.
Dalam rangka mencari salah satu kandidat calon pengantin terbaik, Melvin kini sedang menyelidiki salah satu perempuan yang merupakan kandidat yang paling kuat untuk ia nikahi.
Bahkan ia juga mengikuti perempuan itu sampai ke lubang neraka sialan yang berada di pinggiran kota Vincent yang tak pernah di pedulikan oleh pemerintah kerajaan. Dan membuatnya kini berakhir di salah satu kamar yang terletak di lantai tiga sebuah klub yang cukup dekat dari bangunan tua, tempat perempuan itu berada.
Dengan teropong panjangnya, Melvin mencoba untuk mencintai semua kegiatan yang dilakukan oleh perempuan itu, tanpa menghiraukan segala rayuan dari seorang wanita penggoda yang menemaninya di ruangan tersebut.
"Sayang ku, kau telah berada di kamar ini selama satu jam. Apa kau yakin tak ingin membiarkan ku melayani mu?" tanya wanita penggoda itu dengan nada penuh rayuan kepada Melvin untuk yang kesekian kalinya.
"Aku yakin sekali, aku tak memerlukan semua pelayanan dari mu." jawab Melvin kembali secara tegas, sambil terus memfokuskan perhatiannya pada apa yang dilakukan oleh calon pengantinya di sebrang.
Sebenarnya, sejak tadi Melvin merasakan perasaan aneh, saat melihat Nona Winston yang sedang tertawa bersama anak-anak panti asuhan itu. Perasaan seperti tubuhnya yang seakan-akan teraliri oleh sengatan listrik, yang membuat dirinya merasa terpaku melihatnya. Apalagi wajah cantik alaminya yang membuatnya terpanah dan tak bisa mengalihkan pandangannya.
Dan hingga saat ini Melvin beranggapan bahwa keputusannya untuk mengikuti Sang Nona Muda keluarga Winston sampai ke tempat kotor ini, merupakan salah satu keputusan dan tindakan terbaik yang ia lakukan. Karena menurutnya sesuatu hal yang dilakukan oleh perempuan itu cukup berbahaya, pergi ke daerah neraka seperti ini tanpa seorang pengawal dan hanya ditemani oleh seorang supir dan satu orang pelayan perempuan.
'Apakah perempuan itu tak memiliki seorang pengawal.'
Itu yang pertama terpikirkan oleh Melvin saat mengikuti mobil calon pengantinnya memasuki daerah berbahaya, seperti Exile Land pagi tadi. Bahkan bagi Melvin yang merupakan salah seorang prajurit rahasia dan memiliki kemampuan bertarung yang hebat saja, ia tidak akan pernah ingin pergi ke tempat macam ini tanpa satupun pengawal.
Bahkan sampai sekarang, ia dapat melihat banyak laki-laki berandalan yang terus memperhatikan perempuan bangsawan tersebut dengan tatapan dan seringai mesum di wajah mereka. Membuat Melvin kembali mengumpat saat melihat apa yang di lakukan oleh para berandalan tersebut.
Sebelumnya, Melvin juga merasa melihat sosoknya di masa lalu pada seorang remaja laki-laki yang berpelukan dengan Nona Winston di teras depan bangunan tua tersebut tadi, sebelum gadis itu masuk ke dalam panti asuhan.
Remaja laki-laki itu membuat ia kembali mengingat sosoknya yang untuk pertama kalinya direkrut untuk mengikuti pelatihan sebagai anggota organisasi rahasia Dragon Knight of Archangel, yang akhirnya membuatnya berubah menjadi seperti sekarang.
Sambil mengenyahkan semua bayangan masa lalunya dan sosok bocah remaja yang sebelumnya dari benaknya. Melvin mencoba untuk kembali memfokuskan perhatiannya pada Nona Winston di sebrang sana.
Untuk menjalankan rencananya yang selama ini telah ia pikirkan sebagai salah seorang Duke of Rostown, yaitu mencari seorang perempuan dari kalangan bangsawan untuk ia jadikan Duchess of Rostown yang akan menemaninya memimpin rakyat di kotanya. Dan juga untuk membersihkan nama baik keluarganya yang reputasinya telah tercoreng, diantara kalangan bangsawan lainnya.
Sebenarnya, semua itu memang bukan perkara yang mudah, terutama setelah tersebarnya berita tentang dirinya yang merupakan salah seorang Stunrist* yang senang menghamburkan uang dan juga keterlibatannya di dalam Klub Darkangel yang reputasinya terkenal buruk.
Tapi semua itu tak begitu sulit, karena Melvin tau cara paling cepat untuk menaklukkan para manusia dari kalangan bangsawan. Suatu hal yang juga merupakan sebuah tujuannya sebagai Duke yaitu pernikahan.
Dengan kata lain adalah menikahi seorang perempuan yang baik dari kalangan bangsawan merupakan cara terbaik untuk membantunya membersihkan reputasi keluarganya dan memimpin rakyatnya.
Yang mungkin menjadi sebuah penjelasan yang tepat baginya untuk mengikuti Nona Winston di tempat ini sekarang. Sebenarnya, hal yang dilakukannya termasuk membuang-buang waktu berharganya. Dan sebenarnya tidak seharusnya ia memilih Arabella Winston sebagai kandidat calon pengantinnya yang paling kuat, apalagi dengan reputasi perempuan itu sebagai gadis penolak lamaran.
Tapi, ia tak bisa tidak tertarik setelah membaca riwayat hidup dari Nona Winston, yang akhirnya membuat dirinya rela meluangkan waktunya mengikuti perempuan itu sampai ke tempat ini.
Lagipula menurutnya penolakan lamaran terakhir Nona Winston itu membuatnya sedikit tertarik pada gadis itu. Penolakannya terhadap lamaran dari musuh bebuyutannya saat masih di akademi, Brandon Launster.
Dan sejujurnya, Melvin sungguh menikmati ketika mendengar bagaimana perempuan Winston itu menghancurkan harga diri Brandon berkeping-keping. Iya, Melvin memang salah satu penikmat drama tersebut.
Sebenarnya, Melvin tidak begitu yakin apakah dirinya bisa terlihat menjadi seseorang yang lebih baik di depan seorang perempuan pemilih seperti Nona Winston. Tapi, dia benar-benar tergoda untuk dapat bertemu dan meminang gadis bangsawan Winston tersebut, setidaknya itu dapat membuatnya merasa puas telah mengalahkan musuh kecilnya itu.
'Lagipula aku yakin bisa terlihat menjadi seseorang yang lebih baik dari si angkuh Brandon.' pikir Melvin saat ini, mencoba menghilangkan semua keraguan dalam benaknya.
Memang Organisasi rahasianya itu melarang adanya pembalasan dendam masa lalu, tapi tak ada kode etik yang mengatur seseorang untuk membenamkan sebuah pisau yang telah dihunjamkan oleh seseorang kepada orang itu.
Apalagi dia juga tidak ingin menyia-nyiakan seorang gadis yang telah mendapat julukan "Malaikat pelindung" dari banyak orang di kalangan bangsawan itu, dan bagi Melvin dia bisa memahami indahnya sentuhan kebaikan yang dilakukan oleh Nona Winston.
Lagipula Melvin yakin, jika reputasi Bella yang tercoreng itu pasti karena kelicikan dari Brandon. Apalagi Melvin sangat memahami jalan pikir dari laki-laki angkuh itu, yang akan selalu melakukan hal buruk kepada orang lain sebagai pembalasan dendam.
Sampai akhirnya membuat Melvin berpikir bahwa mungkin saja saat ini Nona Winston sedang membutuhkan bantuannya. Karena menurutnya ketidakadilan yang di terima oleh perempuan itu, menusuk setiap sendiri tubuhnya dan membuatnya selalu terjaga di malam hari, memikirkan perasaan perempuan itu dan membuatnya ingin memukul wajah si angkuh Brandon.
Sejak saat itu, Melvin mulai menyadari bahwa Nona Arabella Winston telah memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap emosinya, bahkan disaat Melvin belum pernah bertemu dengan perempuan itu.
Jadi yang dilakukannya saat ini, bukanlah suatu hal yang cukup aneh kan?
Setidaknya walaupun ia mengawasi Nona Winston saat ini, Melvin yakin jika perempuan itu tak akan mengetahui kehadirannya yang sedang menguntit gadis itu di tempat ini, bukan?
***
cerita nya keren👍👍👍