NovelToon NovelToon
Legenda Mutiara Naga Kosmik

Legenda Mutiara Naga Kosmik

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Dianggap sebagai sampah karena meridiannya yang hancur, Ling Tian hidup dalam penghinaan dan keputusasaan. Namun, takdirnya yang kelam berubah selamanya saat ia secara tak sengaja membangkitkan Mutiara Naga Kosmik, sebuah artefak ilahi yang menyimpan jiwa Naga Purba dan rahasia ruang-waktu.

Dengan warisan yang menentang langit ini, perjalanan Ling Tian dimulai. Dari seorang pemuda yang dicemooh, ia bangkit untuk membalas dendam, mengguncang sekte, dan menaklukkan kerajaan. Perjalanannya membawanya melintasi dunia fana menuju alam abadi, di mana setiap langkah adalah pertaruhan antara hidup dan mati. Ini adalah kisah tentang bagaimana seorang sampah bisa naik menjadi penguasa kosmos, mengungkap konspirasi universal, dan memegang takdir jutaan dunia di tangannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Membayar Hutang dengan Darah

Begitu wasit memberi sinyal, Ling Feng tidak membuang waktu. Dengan raungan marah, ia melesat ke depan. Pedang Qi di tangannya menebas, menciptakan puluhan bilah angin tajam yang melesat ke arah Ling Tian dari berbagai sudut.

"Ambil ini! Seni Pedang Angin: Seribu Bilah Angin!"

ini adalah teknik tingkat tinggi Klan Ling, yang dirancang untuk menjebak lawan dengan serangan bertubi-tubi. Kerumunan menahan napas, mengira Ling Tian akan terkoyak.

Namun, di tengah badai bilah yang mematikan itu, sosok hitam Ling Tian bergerak. Ia tidak mundur. Ia maju, tubuhnya berkelok-kelok seperti hantu. Setiap langkah, setiap putaran tubuhnya sangat efisien. 'Langkah Naga Bayangan' miliknya, yang ditenagai oleh kekuatan tingkat ketujuh, telah mencapai tingkat yang hampir seperti teleportasi jarak pendek.

Bilah-bilah angin tajam itu hanya lewat beberapa milimeter dari tubuhnya, mengiris udara kosong di belakangnya dan meninggalkan bekas luka di lantai panggung, tetapi tidak satupun yang berhasil menyentuhnya.

"Apa?!" seru Ling Feng, matanya melotot tak percaya. Kecepatannya... bahkan lebih cepat dari yang ia perkirakan!

Dalam sekejap mata, Ling Tian telah melewati badai bilah itu dan muncul tepat di depan Ling Feng.

"Giliranku."

Sebuah pukulan sederhana, lurus ke depan. Tinju Naga Penghancur!

Merasakan bahaya yang mematikan, Ling Feng buru-buru menyilangkan pedang Qi-nya di depan dada untuk memblokir.

BOOM!

Sebuah ledakan dahsyat mengguncang panggung. Pedang Qi di tangan Ling Feng hancur berkeping-keping. Ia sendiri terlempar mundur beberapa langkah, lengannya mati rasa dan dadanya terasa sesak. Wajahnya pucat karena syok.

Ia, seorang jenius tingkat ketujuh, dipukul mundur dalam bentrokan pertama!

"Bagaimana mungkin?! Kekuatanmu... kau juga di tingkat ketujuh?!" teriak Ling Feng, keangkuhannya akhirnya retak.

Ling Tian tidak menjawab. Ia maju lagi, setiap langkahnya memancarkan tekanan yang semakin berat.

"Aku tidak akan kalah!" raung Ling Feng, menolak untuk menerima kenyataan. Ia menggigit lidahnya, memaksakan Qi-nya hingga batas maksimal. "Bahkan jika kita berada di tingkat yang sama, warisan sejati Klan Ling bukanlah sesuatu yang bisa kau tandingi! Rasakan ini! Teknik terlarang: Pedang Pemecah Jiwa!"

Aura Ling Feng melonjak liar. Seluruh Qi di tubuhnya terkonsentrasi di ujung jari telunjuknya, membentuk sebilah pedang ilusi yang kecil namun sangat padat, memancarkan aura kehancuran yang bahkan membuat para tetua di panggung utama merasa tidak nyaman. Ini adalah gerakan terkuatnya, sebuah teknik yang mengorbankan sebagian kekuatan hidup untuk satu serangan pamungkas.

Pedang ilusi itu melesat ke arah Ling Tian, lebih cepat dari suara, mengincar kepalanya.

Namun, menghadapi serangan terkuat lawannya, Ling Tian tetap tenang. Tepat pada saat pedang ilusi itu hendak mengenainya, matanya yang tenang tiba-tiba bersinar dengan cahaya keemasan yang dalam dan kuno.

Guncangan Jiwa Naga!

Sebuah gelombang kejut spiritual yang tak terlihat, yang hanya bisa dirasakan oleh Kaisar Naga, melesat dari mata Ling Tian dan menghantam Ling Feng tepat di lautan kesadarannya.

"NGH...!"

Di mata penonton, tidak ada yang terjadi. Tetapi bagi Ling Feng, rasanya seolah-olah kepalanya dihantam oleh palu godam surgawi. Pikirannya menjadi kosong, pandangannya kabur, dan koneksinya dengan Pedang Pemecah Jiwa terputus seketika. Serangan pamungkasnya goyah dan menyimpang, hanya menyerempet bahu Ling Tian dan menghilang ke udara.

Jeda sepersekian detik itu adalah segalanya.

"Sudah berakhir," bisik Ling Tian.

Sebelum Ling Feng bisa pulih dari kekacauan mentalnya, Ling Tian sudah berada di depannya. Tangannya, yang kini telah berubah menjadi cakar naga yang tajam, bergerak secepat kilat.

KRAK! KRAK!

Dua suara patah tulang yang mengerikan terdengar saat Ling Tian mematahkan kedua lengan Ling Feng.

"AAAAARRGGHHH!"

Jeritan kesakitan yang luar biasa menyadarkan Ling Feng, tetapi sudah terlambat.

Ling Tian mengangkat kakinya dan menginjak kedua lutut Ling Feng, menghancurkannya tanpa ampun.

KRAK! KRAK!

Ling Feng jatuh berlutut, wajahnya berubah menjadi topeng penderitaan dan ketidakpercayaan. Kekuatan, kebanggaan, dan masa depannya... semuanya hancur dalam sekejap.

"Kau... kau..." ia tergagap, darah dan air mata mengalir di wajahnya.

Ling Tian berjongkok di depannya, menatap matanya yang dipenuhi keputusasaan. "Tiga tahun yang lalu, kau melumpuhkan meridianku. Kau menyebutku sampah. Kau mengambil tunanganku. Kau mengambil martabatku."

Ia mengangkat tangan kanannya, telapak tangannya bersinar dengan Qi Naga Kosmik yang bergejolak.

"Hari ini," lanjut Ling Tian, suaranya sedingin es abadi. "Aku akan mengambil segalanya darimu."

"TIDAK! BERHENTI!" teriak Grand Elder Ling Wei dari panggung utama, mencoba untuk turun tangan.

Tetapi Patriark Ling Zhan hanya mengangkat tangannya, auranya yang kuat mengunci Ling Wei di tempatnya. Ia menutup matanya, tidak sanggup—atau tidak mau—melihat.

"Jangan... kumohon..." bisik Ling Feng, untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia merasakan ketakutan yang sesungguhnya.

Ling Tian mengabaikannya. Dengan ekspresi tanpa emosi, ia menekan telapak tangannya ke Dantian Ling Feng.

POOF!

Suara yang teredam terdengar. Bukan ledakan, melainkan suara sesuatu yang mengempis. Seperti balon yang ditusuk. Seluruh Qi yang telah dikumpulkan Ling Feng seumur hidupnya bocor keluar, menghilang ke udara tipis. Fondasi kultivasinya... hancur total.

Ling Feng terbatuk, dan yang keluar dari mulutnya bukan hanya darah, tetapi juga esensi hidupnya. Matanya yang tadinya bersinar dengan kekuatan kini menjadi kusam dan kosong. Ia menua sepuluh tahun dalam sekejap.

Ling Tian berdiri. Ia menatap Ling Feng, yang kini telah menjadi sampah sejati, lumpuh dan tanpa kekuatan, berlutut di atas panggung.

Ia tidak merasakan kegembiraan kemenangan, hanya kelegaan yang dingin. Sebuah babak dalam hidupnya telah ditutup.

Ia berbalik, menatap kerumunan yang membeku, para tetua yang terkejut, Murong Xue yang menangis tanpa suara, dan Patriark yang akhirnya membuka matanya dengan tatapan yang rumit.

Wasit, yang masih gemetar, akhirnya menemukan suaranya.

"P-pemenang... dan juara Kompetisi Klan Ling tahun ini... adalah... Ling Tian!"

Tidak ada sorakan. Hanya keheningan yang memekakkan telinga.

1
Nanik S
💪💪💪💪💪👍
Nanik S
Maaantaaap😄😄😄
Nanik S
Shiiiiip
Nanik S
Langkah awal kebangkitan
Nanik S
Semangat dan berjuang
Nanik S
Lanjutkan Terus
Nanik S
Awal yang menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!