Delaney Harper ditinggalkan oleh tunangannya tepat di hari pernikahan mereka. Rumor perselingkuhannya menyebar dengan cepat, membuat ayah Delaney murka. Namun, ibu tirinya memiliki rencana lain.
Ia memaksa Delaney menikah dengan seorang pria yang bahkan tak pernah terlintas dalam pikirannya.
Seorang pria bernama Callum Westwood.
Callum Westwood, CEO Westwood Corp, adalah sosok yang hampir tidak Delaney kenal, tetapi reputasinya dikenal oleh semua orang. Dingin. Kejam. Tak pernah dekat dengan perempuan mana pun. Dan ironisnya… dia adalah tetangga Delaney, hanya dua blok dari rumahnya—meski mereka belum pernah sekalipun berbicara.
Selain menyelamatkan Delaney dari skandal kehamilan di luar nikah, pernikahan itu ternyata merupakan cara Callum untuk membayar sebuah hutang besar dari masa lalu. Hutang yang ia tanggung sejak sepuluh tahun lalu dan ia simpan rapat-rapat sebagai rahasia.
Namun, apa sebenarnya yang terjadi sepuluh tahun lalu?
Dan bagaimana nasib pernikahan tanpa cinta ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lulaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Suasana di ruang tamu terasa pengap. Meskipun suara pembawa berita terdengar oleh Delaney, ia tetap terpaku di kursinya. Matanya sesekali melirik Callum, yang berpose "tampan"—satu kaki terangkat, menatap tajam ke layar 65 inci. Apakah berita pasar saham benar-benar semenarik itu? Delaney sama sekali tidak mengerti selera pria ini.
“Kak?” panggil Delaney pelan. Dia tidak tahan duduk diam selama lima menit. Bokongnya mulai terasa panas.
Merasa terpanggil, Callum menoleh. Dia menatap wanita di depannya dengan tatapan kosong. Ya, persis seperti yang Elara katakan. Callum memang sangat kaku. Tapi Delaney justru merasa tenang berada di samping Callum seperti ini, karena itu berarti dia bisa hidup bebas tanpa harus berurusan dengan suami yang penuh aturan.
“Kau ingin membicarakan apa?” Callum menatap Delaney tanpa berkata apa-apa, lalu memalingkan wajahnya. Tetap diam.
Tentu saja Delaney terkejut. Apakah pria itu sengaja mengabaikannya? Callum tidak tuli, kan? Mengapa Delaney merasa seperti sedang berhadapan dengan orang asing dan bukan pria misterius yang hampir membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama?
Sambil mendesah pelan, Delaney berdiri. Dia perlu mengepak kopernya. Lagipula, Callum sepertinya tidak akan berbicara.
“Kamu mau pergi ke mana?” Pertanyaan Callum membuat gadis itu terhenti.
“Ke kamarku,” jawab Delaney tanpa menoleh.
“Duduk!” perintah Callum dengan santai, menyebabkan gadis itu secara refleks menoleh. “Kita perlu bicara.”
Jika Delaney tidak ingat bahwa memukul suaminya adalah dosa, dia pasti sudah melakukannya. Callum sangat pandai memprovokasi emosinya. Mungkin dia membalas dendam pada Delaney atas pernikahan mereka.
“Duduklah, Delaney,” pinta Callum lagi.
Akhirnya menyerah, Delaney kembali ke sofa. Dia duduk bersandar dan menunggu apa yang akan dikatakan pria itu.
Callum kemudian meraih remote. Dia menekan tombol mati hingga layar TV menjadi gelap.
Mereka membutuhkan suasana yang lebih serius untuk membahas pernikahan mereka ke depannya. Selain itu, Callum tidak bisa terus menyembunyikan percakapannya dengan ibunya.
Mulai besok, Delaney akan tinggal bersama Clara dan Ethan Westwood. Meskipun status mereka sebagai suami istri tetap sama, Callum merasa lebih baik bagi mereka untuk mengetahui posisi masing-masing.
Delaney hanya membutuhkan gelar istri yang melekat pada namanya, sementara Callum senang karena dia tidak perlu lagi diganggu oleh urusan perjodohan.
Dan hari ini, dia dengan ramah mengantar Delaney ke apartemennya atas permintaan ibunya, dan juga karena banyak wartawan mulai meliput segala hal tentang Westwood Corp dan keluarga Harper.
Mereka perlu memberikan kesan sebagai pasangan yang bahagia. Setidaknya tidak akan ada kekurangan dalam pernikahan Callum dan Delaney yang dapat diungkap oleh media.
“Saya ingin kita membuat kesepakatan.”
Hah? Delaney terkejut dengan ucapan Callum. Kesepakatan apa? Mereka tidak berbisnis atau membeli atau menjual apa pun.
Callum mengambil selembar kertas dan pena dari belakang laci meja. “Pernikahan ini hanyalah sebuah kesepakatan. Ingat, aku adalah suami penggantimu, dan kau adalah istriku. Istri kontrak. Jadi kita butuh kontrak tertulis untuk meresmikan pernikahan ini. Untuk berjaga-jaga jika ada masalah di masa depan.”
Ah. Dengan ucapan Callum, Delaney memahami niat pria itu.
Ini memang dunia nyata. Namun, kisah hidup Delaney mulai menyerupai sebuah novel.
Jadi, apa yang salah dengan mengikuti alur cerita novel murahan? Suamiku Hanya Suami Bayangan—itu tampak seperti judul yang tepat.
Dan meskipun setiap novel romantis berakhir dengan akhir yang bahagia, Delaney merasa bahwa tidak sedikit yang berakhir dengan sedih. Mungkin dunia novel antara dirinya dan Callum adalah salah satunya.
“Oke,” jawab Delaney dengan santai.
Dia tidak keberatan. Dia bersyukur Callum bersedia membantunya menghindari mempermalukan keluarganya. Sekarang giliran Delaney untuk memenuhi permintaan pertama pria itu.
Callum mengangguk puas. “Pertama, kita perlu menghormati privasi masing-masing.” Dia menuliskan poin pertama. “Kamu bisa melakukan apa pun yang kamu mau, dan begitu pula sebaliknya untukku. Baik itu pekerjaan, kehidupan sehari-hari, atau urusan percintaan, terserah kamu. Satu-satunya syarat adalah tidak ada orang lain yang boleh ikut campur.”
“Baik.” Delaney mengangguk. Dia mengerti.
“Kedua, kamu akan tinggal bersama orang tuaku.”
“Apa?” tanya Delaney, setengah tidak percaya.
Callum berhenti menulis dan menatapnya dengan saksama. “Ibu dan aku sudah sepakat soal ini. Kamu akan tinggal bersama mereka. Tapi aku tetap akan menafkahi kamu. Jadi, kembali ke poin pertama, kita tidak akan saling mengganggu kehidupan masing-masing.”
“Kenapa? Kenapa kita harus hidup terpisah? Apakah kau… membenciku?”
Delaney tahu dia pantas dibenci. Siapa pun akan menghindari gadis yang membawa kesialan seperti dirinya.
“Tidak,” jawab Callum tegas.
Delaney menghela napas lega.
“Lalu mengapa? Apakah ada alasan khusus?” tanyanya.
“Aku tidak nyaman tinggal bersama orang lain. Jadi lebih baik tinggal terpisah.”
Oh. Sederhana tapi rumit. Delaney mengangguk.
“Yang terakhir adalah masalah perceraian.”
Mata mereka bertemu.
“Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Namun, yang aku tahu adalah pernikahan ini tidak akan bertahan lama. Sampai anakmu lahir, satu tahun dari sekarang, kita akan mengurus perceraian ini.”
Satu tahun? Delaney hanya diperbolehkan bersandar pada Callum selama 365 hari?
"Bagaimana menurutmu?"
Delaney menggigit bibirnya. Di hari pertama pernikahan mereka, Callum sudah membicarakan perceraian.
Sungguh disayangkan bagi Delaney.
“Apakah Ibu juga tahu?”
Callum menggelengkan kepalanya. “Hanya kita berdua yang tahu.”
Tangan Delaney mencengkeram bajunya. "Bagaimana jika ada perubahan dalam setahun?"
“Tidak.” Suara Callum terdengar dingin. “Tidak akan ada yang berubah.”
“Kenapa kau begitu yakin?” Nada suara Delaney terdengar sarkastik.
“Karena kita tidak dekat. Bahkan bagiku... kau hanyalah orang asing.”
Aduh. Jantung Delaney langsung membeku.
Orang yang pernah menjadi cinta pertamanya kini menjadi orang yang paling dibencinya.
“Kenapa kamu tidak bercerai saja sekarang?” gumam Delaney dengan kata-kata yang keluar dari mulut seorang gadis yang kecewa.
jadi pingin cepet2 ngliat mereka ke pesta🥰
makin seeruuu nih🥰
seruuu banget thor😄
callum kok dingin ky es balok banget sih