NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Ruang Ajaib / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:183.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Naomi Allora mati membeku di tengah bencana cuaca ekstrem setelah dikeluarkan dari bunker oleh orang tua kandung dan tunangannya sendiri, dikorbankan demi anak angkat keluarga Elios, Viviane. Padahal Naomi adalah anak kandung yang pernah tertukar sejak kecil dan rela meninggalkan keluarga angkatnya demi kembali ke darah dagingnya, namun justru ditolak dan dibuang.

Diberi kesempatan kedua sebelum kiamat memusnahkan umat manusia, Naomi bangkit dengan ingatan penuh dan bantuan sistem. Kali ini, ia memilih keluarga angkat yang benar-benar mencintainya, mempersiapkan diri menghadapi bencana, mengumpulkan pengikut, dan membalas pengkhianatan. Dari kehancuran dunia lama, Naomi membangun peradaban baru sebagai sosok yang tak lagi bisa dikorbankan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nenek Dan Kakek Elios

Carlos berteriak panik, suaranya menggema di aula besar itu.

“Hentikan, Naomi! Kau bisa masuk penjara!”

Namun teriakan itu terlambat.

Buk!

Kaki Naomi menghantam perut Nina tanpa ragu. Tubuh pelayan itu terhempas ke lantai, berguling beberapa kali sebelum akhirnya terhenti. Nina meringkuk sambil memegangi perutnya, wajahnya pucat pasi, napasnya terengah.

“Aarrgghh!"

Ia mendongak. Tatapannya penuh kebencian, sama sekali tanpa rasa bersalah.

“Cih …” Nina meludah ke arah Naomi untungnya meleset. “Anak pungut tak tahu malu. Kau berani membuatku seperti ini? Siap-siap saja, kau akan diusir dari rumah ini.”

Naomi menatapnya tanpa emosi.

Pada saat itulah, sebuah layar transparan muncul di hadapan Naomi, hanya bisa dilihat olehnya.

Ding!

[Misi Harian Tuan: Berikan pelajaran pada pelayan-pelayan yang lancang itu.]

Naomi tersenyum tipis.

Pas sekali, Sila, batinnya dingin. Aku memang tak berniat berhenti.

Tanpa peringatan, Naomi kembali melangkah maju dan menendang Nina dengan keras. Tubuh Nina terangkat sebelum kembali jatuh menghantam lantai.

“Aaaakh!!” Nina menjerit histeris.

Tamu-tamu menjerit ketakutan. Beberapa mundur panik, sementara yang lain menutup mulut tak percaya.

Viviane refleks ingin maju, namun langkahnya terhenti.

Moncong pistol di tangan Max masih terarah lurus ke arah mereka.

“Jangan bergerak,” kata Max datar, matanya dingin.

Naomi sama sekali tak peduli pada kekacauan itu. Amarah yang selama ini ditekan, dipendam, diinjak-injak akhirnya meledak.

Nina tertawa lemah, masih mencoba bersikap sombong meski tubuhnya gemetar.

“Kau pikir kau menang? Begitu Tuan dan Nyonya Elios tahu, kau akan—”

Naomi tersenyum. Senyum yang membuat bulu kuduk merinding. Ia membungkuk, mengambil pecahan kaca vas bunga dari lantai.

Wajah Nina langsung berubah. “A–apa yang kau lakukan?” suaranya bergetar hebat sambil mundur.

Naomi berjalan santai sambil tersenyum. Naomi lalu menunduk saat tubuh Nina mentok di tangga.

Naomi lalu menarik rambut Nina ke belakang, mengunci pergerakannya.

“Kau pikir aku takut?” bisiknya. “Aku sudah mati sekali. Aku tidak peduli apa pun lagi.”

Carlos berteriak panik. “Naomi! Jangan macam-macam!”

Naomi menoleh sebentar, lalu berkata polos, “Aku tidak macam-macam. Aku hanya memberi hadiah perpisahan.”

Naomi menggerakkan tangannya, mengu^kir di wajah mulus pelayan itu. Nina menjerit keras, suara jeritannya membuat semua orang terdiam membeku. Darah menetes, membasahi lantai marmer.

“Aarrgghh!"

Tak satu pun berani mendekat. Naomi kembali mengukir hingga Nina menjerit-jerit minta tolong.

"Akkhh! Ampun!”

Setelah wajah itu han^cur. Naomi melepaskan Nina begitu saja. Tubuh pelayan itu terkulai sambil menangis kesakitan.

Semua orang terpaku.

Tak ada yang menyangka Naomi yang selama ini diam, menunduk, menerima hinaan berubah menjadi sosok yang begitu mengerikan.

Naomi lalu menoleh ke tiga pelayan lain, masih menggenggam pecahan kaca itu. Wajah mereka pucat, tubuh gemetar.

Naomi tersenyum. “Coba katakan sekali lagi,” ucapnya pelan. “Siapa yang mencuri?”

Ketiganya langsung bersujud. “K–kami … kami yang mencuri, Nona!”

Bahkan pelayan yang kakinya terluka ikut menunduk meski tubuhnya nyaris roboh.

Naomi menarik kepala salah satu dari mereka. “Tolong … jangan .…” suara itu nyaris tak terdengar.

Naomi mulai menekan ke araah wajah pelayan itu membuat pelayan itu menjerit.

“Arrrrgghh!"

Tapi baru saja ingin melakukan ukiran, tiba-tiba.

“Apa yang terjadi di sini?”

Suara berat itu membuat seluruh ruangan seolah bernapas kembali. Semua menoleh langsung menoleh ke arah sumber suara. Itu adalah Tuan Leon.

Di belakangnya, Nyonya Ruby, Nenek Merlin, dan Kakek Jack ikut masuk. Mereka terpaku melihat kekacauan di depan mata.

Tuan Leon langsung menatap Max tajam, saat melihat pria itu menodongkan senjata pada putra putrinya.

“Tuan muda Max. Apa yang kau lakukan menodongkan senjata pada anak-anakku?!”

Max mendengus. “Kau buta, Tuan Leon? Aku hanya memastikan mereka tidak ikut campur.”

Tuan Leon hendak membalas, namun Kakek Jack mengangkat tangan. “Cukup. Tuan muda Atlas, turunkan senjatamu. Biarkan aku yang mengurus ini.”

Max menatap Naomi. Naomi mengangguk pelan. Max pun menurunkan pistolnya.

Nyonya Ruby segera berlari ke arah Viviane dan memeluknya. “Syukurlah kalian datang … Mami! Kak Naomi tiba-tiba menghajar para pelayan,” isak Viviane dengan tubuh gemetar.

Pandangan Nyonya Ruby langsung mengarah ke Naomi. Ia terbelalak saat melihat Nina berlumuran darah dan pecahan kaca di tangan Naomi.

“Naomi!” teriaknya. “Apa yang kau lakukan?!”

Naomi berdiri, lalu melempar pecahan kaca itu ke lantai.

Tuan Leon menatapnya tajam. “Kau sadar apa yang kau lakukan? Kau bisa masuk penjara!”

“Coba saja,” sahut Max dingin. “Kalian semua ikut hancur.”

Suasana kembali mencekam.

Nenek Merlin melangkah maju, menatap Naomi dengan mata lembut. “Nak … katakan pada nenek. Apa yang sebenarnya terjadi?”

Carlos buru-buru menyela. “Naomi bertindak liar, Nek. Dia memukuli pelayan-pelayan yang tidak bersalah!”

Tanpa mencari tahu, Tuan Leon dan Nyonya Ruby langsung memarahi Naomi.

“Kau harus minta maaf!” bentak Leon. “Setelah itu kau akan dihukum!” serunya tanpa perasaan iba sama sekali.

Naomi menatap mereka tanpa emosi. “Untuk apa aku minta maaf?”

“Kau—” Leon menunjuknya.

“Hentikan, Leon!” Kakek Jack memotong tajam.

Leon terpaksa diam.

Nenek Merlin kembali menatap Naomi. “Nak? Ayo katakan apa yang terjadi?” ulangnya.

Naomi baru membuka mulut tapi Viviane langsung berkata, “Nenek, Kak Naomi—”

“Aku tidak bertanya padamu,” potong Merlin dingin.

Viviane terdiam.

“Ibu! Jangan terlalu keras pada Viviane!" tegur Nyonya Ruby tak terima putrinya diperlakukan seperti itu.

Tapi nyonya Merlin tak peduli, lalu menatap Naomi.

Naomi Lalu mengeluarkan kalung, gelang, dan cincin dari sakunya. “Ketiga pelayan itu mencuri perhiasanku. Hadiah dari Nenek dan Kakek.”

Carlos menyela. “Kenapa kau tidak memintanya baik-baik?”

Mata Naomi berubah dingin. “Baik-baik?” Ia terkekeh pelan. “Sepernya aku tak perlu menjelaskan pada oramg buta sepertimu. Silakan cek CCTV.”

Wajah ketiga pelayan langsung runtuh.

Nenek Merlin menatap mereka tajam. “Benarkah seperti itu?”

Mereka akhirnya mengangguk ketakutan.

“Siapa yang mengizinkan kalian?!” tanya Nenek Merlin dengan suara tajam.

Dengan suara gemetar, salah satu menjawab, “Nona Viviane … Dia bilang semua milik Nona Naomi boleh kami ambil.”

Semua mata tertuju pada Viviane.

“Apa? Tidak!” Viviane buru-buru menyangkal sambil menangis.

“Ternyata kau tidak sepolos yang terlihat. Dari awal kau memang tak pantas ada di keluarga ini!” ucapan menusuk nenek Merlin membuat Viviane semakin terisak.

Namun Nyonya Ruby dan Tuan Leon langsung melindunginya. “Viviane tidak sengaja, Bu,” kata Ruby. “Itu hanya perhiasan. Tidak perlu dibesar-besarkan.”

Leon menatap Naomi tajam. “Kau bisa membeli yang lain. Ikhlaskan saja.”

Naomi tertawa. Tertawa yang hancur, matanya berkaca-kaca. “Jadi … posisiku di rumah ini lebih rendah dari pelayan?”

Ia menatap kedua orang tuanya. “Kalian tahu selama setahun ini aku tidur di mana? Kalian tahu aku hidup bagaimana?”

Ia tersenyum getir..“Oh iya … uang bulanan, bukan?”

Naomi menatap mereka satu per satu. “Kalian yakin pernah memberikannya?”

Ruangan itu sunyi. Tak satu pun bisa menjawab.

1
vj'z tri
akhir nyaaaaaaa /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
kenapa gak jatuh beneran sih biar akoh senang /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
selesai masalah di tangan max /Angry//Angry//Angry//Angry/
vj'z tri
sabar max sabar /Determined//Determined//Determined//Determined/
Nor Azlin
kenyataan itu pahit untuk di dengarkan yah ...bodoh amat tidak sedikit pun curiga sama sekali ni orang...Coba untuk sekali ini kamu lihat & dengar mengenai nya apa salah nya ayo Max tunjukkan bukti pada nya pasti kamu punya tu kannn😂😂😂lanjutkan thor
Nor Azlin
sifat asli seseorang itu akan terlihat masa dewasa nya yah kerana itu adalah sifat yang di turunkan oleh keluarga asli nya ...Vivian bukan dibesarkan sedari bayi tapi sudah belita kerana orang tua nya kemalangan mobil maka mereka mati di rumah sakit sebelum mati dia menyuruh kedua suami isteri Elios untuk menjaga nya yah...nah pada kemana kerabat keluarga nya si Vivian pasti ada kan ...mustahil banget kalau satu pun keluarga nya tidak ada sama sekali yah CK CK CK pasti ada koperasi di dalam nya kan ...kemungkinan orang tua Vivian sudah merencanakan itu yah atau sebalik nya aku pun penasaran ni bagai mana cerita nya deh😂😂 lanjutkan thor
Cindy
lanjut
syh 03
di kira seorang max ga bisa mukul perempuan..klo perempuanya kya ular betina viviane..emang pantas di gampar ampai keok 😆
Nor Azlin
aku rasa di maafkan aja tapi tidak dengan Vivian nya ...walau bagai mana pun mereka orang tua yang melahirkan nya ...namun dengan itu jangan memaafkan mereka demi kedua kakek nenek nya Naumi ...perkara yang menakutkan orang adalah dimaafkan tapi tidak diakui oleh anak sendiri itu lebih menyakiti nya itu bagi hukuman yang pantas ...buat Vivian biar keluarga Elios yang membuangkan nya kalau mereka memilih nya maka mereka tidak mendapat tempat di kalangan orang-orang yang ingin selamat yah...tapi bagi aku biarkan aja keluarga nya membusuk deh kalau masih membawa anak angkat nya itu ...bagi aja kakek nenek mu tempat biar mereka hidup bahagia bersama dengan mu 😂😂😂itu pendapat aku yah peribadi ...lanjutkan thor
Arbaati
kapokmu kapan
Kusii Yaati
nah kan kena gampar sama max, terlalu kepedean sih... tubuh max itu terlalu mahal untuk di sentuh sama yang murahan kayak elo... sakit nggak seberapa tapi malunya luar biasa, udah di tolak di depan umum kena gampar pula 🤣🤣🤣🤣
Atalia
mampus kau vivian 😂😂😂
Silla Okta
babang max emang the best,,, gak mungkin tergoda sama ulet keket,,,,, 🤣🤣🤣🤣🤣 next Thor
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Tumaan 🤣🤣 dipuskn berpa pri tuh 😤
Eka Haslinda
babang Max Seraaamm 👍👍👍
Hary Nengsih
salah sasaran y 🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Si Zane ini sensi banget dah 🤣
Nor Azlin
Rasakan lah anak orang lain yang kalian jaga & anggap anak sendiri malah menikam kalian dari belakang🤣🤣🤣🤣ini lah karma yang kalian cari sendiri ...buat yang kayak nyonya sama tuan Elios ini berpada2 lah mau menjaga anak orang yang kehilangan kedua orang tua nya kerana ini sangat berbahaya akibat nya mereka membuang anak sendiri kedesa namun meranti kan anak orang lain menjadi puteri mereka...sesuatu kebenaran sangat menyakitkan di saat semua nya terbongkar dengan sendiri disaat kalian di ambang kehancuran bukan bisa menolong malah membinasakan masa depan kalian semua yah 😂😂😂semoga ini titik pelajaran buat kalian para manusia busuk darah daging sendiri dituduh2 Mulu dasar orang tua bodoh percaya dengan orang luar berbanding anak yang di kandung kan nya sendiri ...ini lah contoh orang tua bodoh sudah ada anak sendiri masih mau ambil lagi beban yang akan membinasakan diri mereka sendiri deh...lanjutkan thor
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mantap Max walau menurut saya kurang tp tak apa itu sebagai perkenalan sama Viviane 😉😏😅
Passolle
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!