NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Ruang Ajaib / Sistem / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:53.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Naomi Allora mati membeku di tengah bencana cuaca ekstrem setelah dikeluarkan dari bunker oleh orang tua kandung dan tunangannya sendiri, dikorbankan demi anak angkat keluarga Elios, Viviane. Padahal Naomi adalah anak kandung yang pernah tertukar sejak kecil dan rela meninggalkan keluarga angkatnya demi kembali ke darah dagingnya, namun justru ditolak dan dibuang.

Diberi kesempatan kedua sebelum kiamat memusnahkan umat manusia, Naomi bangkit dengan ingatan penuh dan bantuan sistem. Kali ini, ia memilih keluarga angkat yang benar-benar mencintainya, mempersiapkan diri menghadapi bencana, mengumpulkan pengikut, dan membalas pengkhianatan. Dari kehancuran dunia lama, Naomi membangun peradaban baru sebagai sosok yang tak lagi bisa dikorbankan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nenek Dan Kakek Elios

Carlos berteriak panik, suaranya menggema di aula besar itu.

“Hentikan, Naomi! Kau bisa masuk penjara!”

Namun teriakan itu terlambat.

Buk!

Kaki Naomi menghantam perut Nina tanpa ragu. Tubuh pelayan itu terhempas ke lantai, berguling beberapa kali sebelum akhirnya terhenti. Nina meringkuk sambil memegangi perutnya, wajahnya pucat pasi, napasnya terengah.

“Aarrgghh!"

Ia mendongak. Tatapannya penuh kebencian, sama sekali tanpa rasa bersalah.

“Cih …” Nina meludah ke arah Naomi untungnya meleset. “Anak pungut tak tahu malu. Kau berani membuatku seperti ini? Siap-siap saja, kau akan diusir dari rumah ini.”

Naomi menatapnya tanpa emosi.

Pada saat itulah, sebuah layar transparan muncul di hadapan Naomi, hanya bisa dilihat olehnya.

Ding!

[Misi Harian Tuan: Berikan pelajaran pada pelayan-pelayan yang lancang itu.]

Naomi tersenyum tipis.

Pas sekali, Sila, batinnya dingin. Aku memang tak berniat berhenti.

Tanpa peringatan, Naomi kembali melangkah maju dan menendang Nina dengan keras. Tubuh Nina terangkat sebelum kembali jatuh menghantam lantai.

“Aaaakh!!” Nina menjerit histeris.

Tamu-tamu menjerit ketakutan. Beberapa mundur panik, sementara yang lain menutup mulut tak percaya.

Viviane refleks ingin maju, namun langkahnya terhenti.

Moncong pistol di tangan Max masih terarah lurus ke arah mereka.

“Jangan bergerak,” kata Max datar, matanya dingin.

Naomi sama sekali tak peduli pada kekacauan itu. Amarah yang selama ini ditekan, dipendam, diinjak-injak akhirnya meledak.

Nina tertawa lemah, masih mencoba bersikap sombong meski tubuhnya gemetar.

“Kau pikir kau menang? Begitu Tuan dan Nyonya Elios tahu, kau akan—”

Naomi tersenyum. Senyum yang membuat bulu kuduk merinding. Ia membungkuk, mengambil pecahan kaca vas bunga dari lantai.

Wajah Nina langsung berubah. “A–apa yang kau lakukan?” suaranya bergetar hebat sambil mundur.

Naomi berjalan santai sambil tersenyum. Naomi lalu menunduk saat tubuh Nina mentok di tangga.

Naomi lalu menarik rambut Nina ke belakang, mengunci pergerakannya.

“Kau pikir aku takut?” bisiknya. “Aku sudah mati sekali. Aku tidak peduli apa pun lagi.”

Carlos berteriak panik. “Naomi! Jangan macam-macam!”

Naomi menoleh sebentar, lalu berkata polos, “Aku tidak macam-macam. Aku hanya memberi hadiah perpisahan.”

Naomi menggerakkan tangannya, mengu^kir di wajah mulus pelayan itu. Nina menjerit keras, suara jeritannya membuat semua orang terdiam membeku. Darah menetes, membasahi lantai marmer.

“Aarrgghh!"

Tak satu pun berani mendekat. Naomi kembali mengukir hingga Nina menjerit-jerit minta tolong.

"Akkhh! Ampun!”

Setelah wajah itu han^cur. Naomi melepaskan Nina begitu saja. Tubuh pelayan itu terkulai sambil menangis kesakitan.

Semua orang terpaku.

Tak ada yang menyangka Naomi yang selama ini diam, menunduk, menerima hinaan berubah menjadi sosok yang begitu mengerikan.

Naomi lalu menoleh ke tiga pelayan lain, masih menggenggam pecahan kaca itu. Wajah mereka pucat, tubuh gemetar.

Naomi tersenyum. “Coba katakan sekali lagi,” ucapnya pelan. “Siapa yang mencuri?”

Ketiganya langsung bersujud. “K–kami … kami yang mencuri, Nona!”

Bahkan pelayan yang kakinya terluka ikut menunduk meski tubuhnya nyaris roboh.

Naomi menarik kepala salah satu dari mereka. “Tolong … jangan .…” suara itu nyaris tak terdengar.

Naomi mulai menekan ke araah wajah pelayan itu membuat pelayan itu menjerit.

“Arrrrgghh!"

Tapi baru saja ingin melakukan ukiran, tiba-tiba.

“Apa yang terjadi di sini?”

Suara berat itu membuat seluruh ruangan seolah bernapas kembali. Semua menoleh langsung menoleh ke arah sumber suara. Itu adalah Tuan Leon.

Di belakangnya, Nyonya Ruby, Nenek Merlin, dan Kakek Jack ikut masuk. Mereka terpaku melihat kekacauan di depan mata.

Tuan Leon langsung menatap Max tajam, saat melihat pria itu menodongkan senjata pada putra putrinya.

“Tuan muda Max. Apa yang kau lakukan menodongkan senjata pada anak-anakku?!”

Max mendengus. “Kau buta, Tuan Leon? Aku hanya memastikan mereka tidak ikut campur.”

Tuan Leon hendak membalas, namun Kakek Jack mengangkat tangan. “Cukup. Tuan muda Atlas, turunkan senjatamu. Biarkan aku yang mengurus ini.”

Max menatap Naomi. Naomi mengangguk pelan. Max pun menurunkan pistolnya.

Nyonya Ruby segera berlari ke arah Viviane dan memeluknya. “Syukurlah kalian datang … Mami! Kak Naomi tiba-tiba menghajar para pelayan,” isak Viviane dengan tubuh gemetar.

Pandangan Nyonya Ruby langsung mengarah ke Naomi. Ia terbelalak saat melihat Nina berlumuran darah dan pecahan kaca di tangan Naomi.

“Naomi!” teriaknya. “Apa yang kau lakukan?!”

Naomi berdiri, lalu melempar pecahan kaca itu ke lantai.

Tuan Leon menatapnya tajam. “Kau sadar apa yang kau lakukan? Kau bisa masuk penjara!”

“Coba saja,” sahut Max dingin. “Kalian semua ikut hancur.”

Suasana kembali mencekam.

Nenek Merlin melangkah maju, menatap Naomi dengan mata lembut. “Nak … katakan pada nenek. Apa yang sebenarnya terjadi?”

Carlos buru-buru menyela. “Naomi bertindak liar, Nek. Dia memukuli pelayan-pelayan yang tidak bersalah!”

Tanpa mencari tahu, Tuan Leon dan Nyonya Ruby langsung memarahi Naomi.

“Kau harus minta maaf!” bentak Leon. “Setelah itu kau akan dihukum!” serunya tanpa perasaan iba sama sekali.

Naomi menatap mereka tanpa emosi. “Untuk apa aku minta maaf?”

“Kau—” Leon menunjuknya.

“Hentikan, Leon!” Kakek Jack memotong tajam.

Leon terpaksa diam.

Nenek Merlin kembali menatap Naomi. “Nak? Ayo katakan apa yang terjadi?” ulangnya.

Naomi baru membuka mulut tapi Viviane langsung berkata, “Nenek, Kak Naomi—”

“Aku tidak bertanya padamu,” potong Merlin dingin.

Viviane terdiam.

“Ibu! Jangan terlalu keras pada Viviane!" tegur Nyonya Ruby tak terima putrinya diperlakukan seperti itu.

Tapi nyonya Merlin tak peduli, lalu menatap Naomi.

Naomi Lalu mengeluarkan kalung, gelang, dan cincin dari sakunya. “Ketiga pelayan itu mencuri perhiasanku. Hadiah dari Nenek dan Kakek.”

Carlos menyela. “Kenapa kau tidak memintanya baik-baik?”

Mata Naomi berubah dingin. “Baik-baik?” Ia terkekeh pelan. “Sepernya aku tak perlu menjelaskan pada oramg buta sepertimu. Silakan cek CCTV.”

Wajah ketiga pelayan langsung runtuh.

Nenek Merlin menatap mereka tajam. “Benarkah seperti itu?”

Mereka akhirnya mengangguk ketakutan.

“Siapa yang mengizinkan kalian?!” tanya Nenek Merlin dengan suara tajam.

Dengan suara gemetar, salah satu menjawab, “Nona Viviane … Dia bilang semua milik Nona Naomi boleh kami ambil.”

Semua mata tertuju pada Viviane.

“Apa? Tidak!” Viviane buru-buru menyangkal sambil menangis.

“Ternyata kau tidak sepolos yang terlihat. Dari awal kau memang tak pantas ada di keluarga ini!” ucapan menusuk nenek Merlin membuat Viviane semakin terisak.

Namun Nyonya Ruby dan Tuan Leon langsung melindunginya. “Viviane tidak sengaja, Bu,” kata Ruby. “Itu hanya perhiasan. Tidak perlu dibesar-besarkan.”

Leon menatap Naomi tajam. “Kau bisa membeli yang lain. Ikhlaskan saja.”

Naomi tertawa. Tertawa yang hancur, matanya berkaca-kaca. “Jadi … posisiku di rumah ini lebih rendah dari pelayan?”

Ia menatap kedua orang tuanya. “Kalian tahu selama setahun ini aku tidur di mana? Kalian tahu aku hidup bagaimana?”

Ia tersenyum getir..“Oh iya … uang bulanan, bukan?”

Naomi menatap mereka satu per satu. “Kalian yakin pernah memberikannya?”

Ruangan itu sunyi. Tak satu pun bisa menjawab.

1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Timmy kayak emak" yg suka barang diskonan 😅😅
Dew666
💃💃💃💃💃
Miss Typo
sopo meneh sing rep ngerjain Naomi itu 😤
Hanima
minta pelasah 🤭
Tiara Bella
kepedean bngt sh tuh orang....
mama_im
orang gila mana lagi ini 😤😤😤
Zeepree 1994
Thor bilang ke Naomi dah ini para emak2 pengagum diskon mau ikut bantu belanja 😅🤭
Emmastlen95
jangan lupa upnya ya buat lebih sikit okey 👌👏🤜🤛♥️💗💓💞💕🤗👍/Smile//Scream//Determined/
Queen adzilla👑
mampus emang enak😂dasar kakak laknat😤pasti bakal nyesal kalau tau kelakuan si anak pungut/Grimace/
Miss Typo
wahahaha sukurin emang enak,,,
kedua orang tua dan Kaka Naomi suatu saat hancur dan akan menyesal telah memilih ular seperti Viviane itu
Kusii Yaati
sekalian Sonya burung perkutut nya yang kecil itu kasih alat kejut listriknya biar nggak bisa bangun lagi 🤭
Lyvia
suwun thor upnya
sukensri hardiati
ni volkov yg sama dengan klan zoe dallen volkov ?
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Beda kak🤣🤣
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kalo penyakit hati mulai mendera, madu yang manis pun bagaikan racun yang mematikan
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
ehhh kapok 1 mobil di rusak maka gantinya. 2mobil hahahha lebih dr impas
tp kek mana kira2 nnti reaksi max ya klo tau mobil yg baru di beli di rusak carlos hadeh apa g mikir tuh belakangnya naomi ada siapa 🙈🙈🙈
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
mampus
udh di bilang naomi bukan bodoh lagi ehhh masih cari gara2
batu nya sebesara pa ya 🤔🤔🤔
Noey Aprilia
Bagooooosss......
emng msti gtu kl ngsih pljran sm orng dungu....kl prlu,lmpar aja sklian sm orangnya....bkin ksel aja......
hiiiihhhhh.....pgn getok....
sambua
syukurin ini msh blm seberapa 😤
sambua
yg ada kau yg akan menyesal nanti Krn sdh salah milih membela si rubah betina itu/Sly/
sambua
jgn bilang nanti clay ini jdi calon jodoh nya sonya ya kak othoorr/Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!