NovelToon NovelToon
Taubatnya Si Kupu-Kupu Malam

Taubatnya Si Kupu-Kupu Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Cinta Seiring Waktu / Romansa / PSK / Konflik etika / Mengubah Takdir
Popularitas:39.3k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Kayla dikenal sebagai Queen, seorang kupu-kupu malam yang terkenal akan kecantikan wajahnya dan bermata indah.

Suatu hari Kayla menghindar motor yang tiba-tiba muncul dari arah samping, sehingga mengalami kecelakaan dan koma. Dalam alam bawah sadarnya, Kayla melihat mendiang kedua orang tuanya sedang disiksa di dalam neraka, begitu juga dengan ketiga adik kesayangannya. Begitu sadar dari koma, Kayla berjanji akan bertaubat.

Ashabi, orang yang menyebabkan Kayla kecelakaan, mendukung perubahannya. Dia menebus pembebasan Kayla dari Mami Rose, sebanyak 100 juta.

Ketika Kayla diajak ke rumah Ashabi, dia melihat Dalfa, pria yang merudapaksa dirinya saat masih remaja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Pagi itu, cahaya matahari menembus tirai tipis ruang rawat Kayla, jatuh lembut di lantai berkilap rumah sakit. Udara berbau antiseptik masih kuat, tetapi di sudut ruangan itu terdengar tawa kecil yang membuat suasana terasa lebih hangat.

Ashabi berdiri di dekat sofa kecil, menaruh sebuah kresek putih berisi makanan di pangkuan Fattan. “Pelan-pelan makannya, jangan sampai tumpah,” katanya lembut.

Fattan menerima kresek itu dengan mata berbinar. “Terima kasih, Om!”

Fattan segera berlari kecil ke sofa, duduk di tengah-tengah Fattah dan Nayla. Mereka membuka kotak makanan berisi nasi hangat, ayam goreng, sayur, dan minuman manis. Mereka makan dengan lahap

Fattah berseru riang, “Aku dapat paha ayam! Kak, lihat!”

Nayla terkekeh kecil, kedua pipinya memerah karena senang. “Nayla dapat ketek ayam!”

Ketiganya makan dengan penuh keceriaan, kaki-kaki kecil mereka bergoyang-goyang di tepi sofa. Sesekali mereka tertawa, saling menyuapi, dan berebut memilih potongan ayam terbaik.

Dari ranjangnya, Kayla memandang pemandangan itu dengan senyum tipis, namun senyum itu rapuh. Hatinya mencelos. Dadanya terasa diremas pelan-pelan. Ia menatap tangannya sendiri yang terbaring lemah di atas seprai putih. Jarum infus masih terpasang, mengingatkannya betapa rapuh ia sebenarnya.

“Aku ingin memberi mereka makan dari hasil kerja yang halal,” batin Kayla pedih. Ia ingin melihat adik-adiknya tertawa seperti itu bukan karena belas kasihan orang lain, tetapi karena usahanya sendiri, hasil jerih payah yang bersih.

Namun, kenyataan menghantamnya tanpa ampun.

Ia hanya lulusan SMP. Ijazah tipis itu terasa seperti tembok tinggi yang menghalangi setiap pintu kesempatan.

Kayla menarik napas panjang, menatap langit-langit kamar yang putih polos. Bayangan masa lalunya berkelebat.

Saat itu, Nayla masih bayi berusia enam bulan, menangis di malam hari karena lapar. Susu harus dibeli, popok harus tersedia, uang kontrakan harus dibayar. Sementara Fattan dan Fattah masih terlalu kecil untuk memahami mengapa kakak mereka sering pulang larut malam dengan wajah pucat.

Kerabat mereka menjauh satu per satu setelah kedua orang tua mereka meninggal. Ada yang berjanji membantu, tetapi janji itu menguap seperti asap.

Mereka tidak ada yang benar-benar mau membantu apalagi peduli. Yang ada malah harta kekayaan peninggalan keluarga, mereka rampas dengan dalih akan dibantu pengelolaannya. Namun, nyatanya malah dijual sampai tak bersisa.

Kayla terpaksa berdiri sendirian di tengah badai.

Dan badai itu mendorongnya jatuh ke dunia gelap ke jalan yang tak pernah ia bayangkan akan ia tempuh. Pikirannya terhenti ketika suara Ashabi terdengar lagi.

“Kalau kamu mau keluar dari dunia prostitusi, aku akan bantu.”

Kayla menoleh perlahan. Pria itu berdiri tak jauh dari ranjangnya, tangan terlipat di depan dada, ekspresinya serius, tanpa jejak ejekan atau iba berlebihan.

Kayla menatapnya lama, tak berkedip. Ucapan itu terasa asing, bahkan rasanya mustahil. Seorang pria yang baru ia kenal beberapa jam, yang bahkan terlibat dalam kecelakaannya, tiba-tiba menawarkan bantuan sebesar itu?

“Kamu tidak sedang bercanda, kan?” tanya Kayla akhirnya, suaranya pelan, penuh keraguan.

Ashabi mengernyit, sedikit heran. “Kenapa? Memangnya orang yang sudah masuk ke dunia itu tidak bisa keluar lagi?”

Pertanyaan sederhana itu justru membuat Kayla terdiam. Bukan karena tidak bisa, tetapi karena sangat, sangat sulit.

Kayla menunduk, jari-jarinya meremas ujung seprai. “Pastinya nanti Mami Rose akan meminta uang ganti rugi dan itu bukan jumlah yang sedikit.”

Nada suaranya lirih, nyaris berbisik.

Ashabi menghela napas pelan, lalu menatap Kayla dengan tatapan mantap. “Kalau kamu benar-benar ingin keluar dari pekerjaan itu karena Allah, pasti akan ada jalan.”

Kalimat itu menggema di telinga Kayla. Bukan sekadar janji manusia. Seolah mengingatkannya pada sesuatu yang lebih besar.

Keesokan harinya, suasana kamar Kayla berubah. Pintu terbuka lebar, dan aroma parfum mahal langsung memenuhi ruangan.

Mami Rose masuk dengan langkah anggun, diikuti tiga wanita muda yang mengenakan pakaian modis dan riasan rapi. Tamara, Sofia, dan Andara.

Ketiganya langsung menghampiri ranjang Kayla dengan wajah cemas bercampur haru. Tamara meraih tangan Kayla dengan lembut.

“Queen, semoga cepat sembuh, ya? Sedih banget lihat kamu seperti ini.”

Suara Tamara bergetar, matanya berkaca-kaca.

Kayla tersenyum tipis, namun tulus. Di balik dunia gelap yang mereka jalani, teman-temannya memang selalu menunjukkan kepedulian padanya.

Sofia duduk di sisi lain ranjang, menghela napas panjang. “Iya, rasanya seperti mimpi waktu dengar kamu kecelakaan. Padahal malam itu kita baru saja merayakan ulang tahun Pak Brandon.”

Kayla menunduk sejenak. Ingtan di malam itu memang masih teringat jelas, di mana lampu kelap-kelip, gelas-gelas minuman, tawa palsu, dan senyum profesional yang harus ia pasang.

Di pesta itu Kayla hanya minum sedikit, tidak sampai mabuk. Itu sebabnya ia berani menyetir sendiri. Namun, ketika motor tiba-tiba muncul dari jalan kecil itu membuat dirinya dilanda kepanikan. Ia banting setir dan kecelakaan tidak bisa dihindari.

Andara bersandar di meja kecil, menatap Kayla dengan alis terangkat. “Orang yang menyebabkan kamu kecelakaan, dia bertanggung jawab, kan?”

Kayla mengangguk pelan. “Iya. Dia membayar biaya operasi dan pengobatanku.”

Andara menghela napas lega. “Untunglah kalau begitu. Berarti orangnya baik.”

Kayla menoleh tanpa sadar ke arah Mami Rose. Wanita itu berdiri sedikit di belakang, tangan terlipat, wajahnya datar, dan dingin.

Biasanya, Mami Rose selalu tersenyum lebar saat melihat Kayla. Selalu memeluknya, membelainya, memujinya sebagai “Queen”-nya yang paling berharga. Akan tetapi hari ini, tidak ada kehangatan di matanya.

Kayla menelan ludah. Ia menarik napas pelan, lalu memberanikan diri.

“Mi… tentang permintaanku kemarin—”

Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, Mami Rose memotong tegas. “Tidak! Pokoknya Mami tidak setuju!”

Suaranya tajam, tegas, tanpa ruang untuk tawar-menawar. Ruangan seketika hening.

Tamara, Sofia, dan Andara saling berpandangan, bingung dan penasaran.

Tamara mengerutkan kening. “Permintaan apa, Queen?”

Sofia melirik bergantian antara Kayla dan Mami Rose. “Ada masalah, Mi?”

Mami Rose tidak menjawab. Ia justru menatap Kayla dengan tatapan peringatan.

Kayla menggigit bibirnya, hatinya bergetar.

1
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
tak apa lah kay itu wajar tp fomuslah dgn kerja saja
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
tp apakah betul itu dalfa atau siapa ya

dan ahh masih bikin bgg
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ayok lah kay ceritalah jgn kau pe dam biar tahu
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
hahhhh jadi ada alasan nya knp kayla bisa terjerumus ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ehh asabi orang kaya juga ya

trus duit dr mna dia apa g di lertanyakan sm org tuanya ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
sabar lah kay

nnti ada wktunya itu klo sudah autornya berkehendak 🙈🙈🙈
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ohh jd dulu kay org kaya juga ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
llha lah

kemasa saja ini orang knp baru muncul aja
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
aduh itulah klo org punya harta

trus se enak nya ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
yo harus kuat too kay
ini baru permulaan ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
wow kumkira akan lebih dr 100 jt aq dag deg2an klo menyebut nominal dgn depan nya pake M
Naufal Affiq
kenapa di gantung ceritanya,
nuraeinieni
orang itu pintar koreksi kesalahan orang,tapi tdk sadar utk inropeksi mulutnya utk berbicara yg sopan.
nuraeinieni
semoga saja sdh ada calon baby,,,biar aby dan kayla,merasakan juga jadi orang tua.
martiana. tya
bikin penasaran ihhhh.... 😄
Nar Sih
semoga usaha dan ihtiar mu kali ini sgra membuah kan hasil ya kayla sgra hadir buah cinta kalian
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
ken darsihk
Dengan kesabaran dan tawakal pasti semua nya akan indah pada waktu nya
Sugiharti Rusli
bahkan karena itu bu Aisyah tidak ragu tuk membela sang menantu yang sudah dipilih oleh Ashabi karena hatinya yang memilih dan bukan nafsunya,,,
Sugiharti Rusli
ternyata ucapan Ashabi saat dulu mau meniatkan Kayla sebagai calon istri kepada kedua ortunya yang pada akhirnya meluluh kan pak Ramlan dan bu Aisyah tentang niat sang putra yah,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!