Serena Laurent, seorang wanita yang pernah terluka cinta, terpaksa meninggalkan semuanya setelah difitnah mantan pacarnya, Logan Winston. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi dalam keadaan yang tidak terduga, Logan telah menikah karena perjodohan, justru tidak bisa melupakan Serena dan ingin memilikinya kembali.
Dengan dalih dendam, Logan menebus Serena kepada pemilik Club malam dimana Serena Bekerja untuk menebus hutang ayahnya, kemudian memaksa Serena untuk menikah dengannya secara diam-diam.
Namun, Semakin lama Serena semakin terjebak dalam permainan cinta yang berbahaya. Logan mulai menunjukkan sisi lain dirinya, dan Serena mulai merasakan perasaan yang sudah lama ia kubur.
Apakah Serena akan menjadi korban racun cinta kedua, ataukah menemukan jalan keluar untuk lepas dari pernikahan rahasia mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10.
Di bandara kota Jare, Elena menginjakkan kakinya pertama kali datang ke kota tersebut. Tujuannya untuk mencari pria yang berstatus sebagai suaminya.
Meskipun mereka menikah sudah tiga tahun, tapi Logan sangat dingin padanya bahkan Elena kesulitan untuk mendapatkan hatinya yang sekeras batu. Logan juga tidak pernah pulang, lebih memilih tidur di perusahaan dan lembur dibandingkan pulang kerumah. Dia hanya akan pulang ketika ada acara keluarga.
"Kau sudah dapatkan alamat dimana suamiku tinggal?" Tanya Elena lewat telepon. Dia menyuruh seseorang untuk mencari tau dimana posisi suaminya berada.
Setelah mendapatkan alamat hotel dimana Logan menginap, Elena langsung tancap gas menggunakan taxi yang telah dipesan menuju hotel tersebut.
Elena sungguh tidak sabar untuk bertemu suaminya, sebelum sampai dihotel dia mampir lebih dulu ke salon kecantikan untuk memperbaiki penampilannya supaya Logan terpesona melihatnya. Seakan sangat yakin kalau Logan pasti akan jatuh cinta perlahan padanya.
Disisi lain, Serena ditarik paksa dalam keadaan kakinya yang masih sakit. "Lepaskan aku Logan! Kau mau membawaku kemana lagi?" Bentak Serena. Mereka berada dirumah sakit tempat dimana Serena dirawat kemarin pasca kecelakaan.
Logan menghentikan langkahnya, tiba-tiba saja dia menggendong Serena yang banyak bicara. "Logan!!" Serena memekik terkejut, sontak saja tangannya mengalun dileher pria itu.
Rupanya mereka masuk kedalam ruangan dokter yang menangani Serena kemarin. Serena diturunkan diatas ranjang pasien. "Diamlah! Jangan banyak protes!" Tegas Logan. Serena menahan kesal karena pria itu yang memaksanya seenak jidat.
Dokter dan perawat mendekat, rupanya mereka mau mengecek kondisi kaki Serena seperti apa. Serena sebenarnya merasa semakin sakit dari semalam setelah dianiaya anak buahnya Mami Starla. Tapi tidak ia begitu khawatir karena ia lebih kesal pada Logan.
"Ada yang memar tapi tidak terlalu parah! Tidak ada satu bulan nanti sudah bisa berjalan normal! Tapi harus rajin check up dan tetap dirawat lukanya!" Dokter menjelaskan setelah memeriksa.
Serena mengangguk pelan dan tersenyum tipis. "Baik dok! Terimakasih!"
"Dia bisa naik pesawat kan? Setelah ini check up nya dilanjut di rumah sakit lain, karena aku mau membawanya keluar negeri!" Balas Logan.
Serena tersentak mendengar kata-kata Logan yang mau membawanya pergi keluar negeri, maksudnya pergi keluar negeri kemana? Jangan-jangan Logan mau membawanya ke kota Arcadia.
"Aku tidak mau ikut denganmu!" Didalam mobil Serena memberontak.
"Kau harus menuruti semua perintah ku! Aku sudah menikahimu, jadi aku berhak membawamu kemana aku mau! Kalau aku membiarkanmu tetap disini tanpa pengawasan, aku yakin kau akan kabur. Dan bukan hanya itu, jangan-jangan kau tidak bisa melupakan dunia gelapmu itu!" Balas Logan membentak.
Serena menggeleng keras, ia sudah bebas dan bisa hidup tenang, mana mungkin mau kembali lagi ke kehidupan kemarin. Tapi kalau pilihan yang lainnya kembali ke Arcadia dimana nama baiknya hancur, apalagi hidup dibawah tekanan Logan, Serena juga tidak mau.
"Kau tidak bisa memaksaku!" Bantah Serena. "Aku tidak akan kabur darimu, tapi jangan bawa aku ke Arcadia!" Imbuh Serena memohon sebagai langkah terakhirnya.
Tiba-tiba saja sikap Logan yang tadi keras dan dingin, melunak. Ia merasa tidak tega terus menekan Serena dan memaksanya. "Tidak akan ada yang tau keberadaanmu kalau kamu menurut padaku, Serena! Semuanya akan baik-baik saja, aku akan melindungimu!" Logan mengusap rambut Serena dengan lembut, rambut yang juga berubah, dulu lebih sering lurus coklat timeless sekarang agak gelombang ala keriting gantung dengan warna yang sama.
Serena memalingkan muka saat tangan hangat Logan menyapa rambutnya, hampir saja ia tersesat dan merasakan kehangatan pria itu seperti dulu.
Mereka tidak perlu pesan tiket, Max sudah menyiapkan jet pribadi untuk tuan mudanya yang sering bolak-balik keluar negeri. Logan memegang erat pinggang Serena dengan membantunya berjalan di bandara menuju jet pribadinya.
"Kita akan sampai malam hari, dokter berpesan kau harus banyak istirahat! Sebaiknya kau tidur saja! Aku banyak kerjaan!" Ucap Logan kembali dingin setelah membawa Serena kedalam sebuah kamar.
Serena diam saja, duduk diranjang tanpa menjawab. Pria itu lalu pergi keluar kamar seperti katanya, yaitu bekerja. Logan memang sosok pria yang gila kerja dari dulu, hampir dua puluh empat jam waktunya ia habiskan untuk bekerja. Istirahat hanya saat ia merasa lelah saja. Apalagi setelah ditinggal Serena, ia nyaris jarang istirahat.
Serena mengangkat satu kakinya yang diperban keatas ranjang, gara-gara kakinya terluka ia jadi harus berada digenggaman tangan pria yang seharusnya sangat ia benci. Tapi nasi sudah menjadi bubur, ia telah menikah dengan Logan sekarang.
Di hotel.
Elena baru saja tiba setelah dari salon, wanita itu berjalan dengan anggun dan sombong menuju unit kamar yang diyakini kamar Logan, suaminya.
Elena terus menekan bel dan mengetuk pintu tapi tidak ada yang keluar. Bersama dengan itu, tiga orang housekeeping hotel datang membawa peralatan kebersihan masing-masing.
"Permisi! Nona mau mencari siapa?" Tanya salah satu mereka.
"Aku cari penghuni kamar ini! Dimana dia?" Balas Elena.
"Mohon maaf, nona terlambat datang. Penghuni kamar ini sudah check out dari tadi pagi! Kami datang mau membersihkan kamarnya!"
Elena tersentak mendengar jawabannya, "Apa? Jadi Logan sudah pergi!" Elene tiba-tiba saja marah, bagaimana tidak marah. Dia jauh-jauh datang menyusul, lalu dandan kesalon kecantikan secantik mungkin. Begitu sampai justru suaminya sudah pergi.
Wanita itu melenggang pergi begitu saja sembari menarik kopernya. Dia berharap akan berbulan madu sekalian dengan Logan, karena selama menikah mereka tidak pernah honeymoon apalagi tidur bersama.
"Dasar tidak becus bekerja! Bisa-bisanya tidak memberitahuku kalau Logan sudah pergi! Sebenarnya apa saja yang kau lakukan! Aku menyuruhmu mengikuti kemanapun suamiku pergi!" Bentak Elena lewat telepon. Dia kesal pada orang suruhannya yang lalai bekerja setelah mendapatkan gaji dimuka.
thank you Thor 😘
💗💗💗💗💗