Lou Chen, seorang pemuda biasa yang hidup di dunia modern, tiba tiba mendapatkan System Cek-in harian yang misterius . dengan System ini dia bisa mendapatkan hadiah dan kemampuan baru setiap hari . Namun apa yang tidak dia ketahui adalah , bahwa system ini akan membawa dia ke dunia Kultivasi immortal yang penuh bahaya dan rahasia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tang Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjalanan Menuju Arena Sepuluh Sekte
[Pagi Hari - Gerbang Sekte Langit Biru]
Ratusan murid berkumpul di gerbang utama untuk memberikan semangat kepada lima wakil yang akan bertanding. Luo Chen, Xiao Yao, Zhang Tian, Wang Xiaoxiao, dan Chen Feng berdiri berjajar dengan jubah resmi kompetisi—jubah biru dengan bordiran emas yang menandakan mereka wakil resmi sekte.
"Kalian adalah harapan Sekte Langit Biru!" teriak Kepala Sekte Wei dengan suara yang diperkuat Qi. "Tunjukkan pada dunia bahwa sekte kita tidak kalah dengan sekte-sekte besar lainnya!"
"KAMI AKAN MENANG!" teriak semua murid bersamaan.
Luo Chen tersenyum tipis melihat antusiasme semua orang. Enam bulan lalu—atau lebih tepatnya delapan belas bulan waktu latihannya—dia masih murid terluar yang tidak bisa kultivasi. Sekarang dia adalah harapan terbesar sekte.
"Luo Gongzi," Lin Daiyu berlari menghampiri dengan kantong besar. "Ini semua pil yang kubuat khusus untukmu. Pil Pemulihan, Pil Peningkat Kekuatan Sementara, Pil Detoksifikasi—semuanya kualitas terbaik!"
"Terima kasih, Daiyu," Luo Chen menerima kantong itu dan menyimpannya di ring penyimpanan.
Lin Daiyu menatapnya dengan mata berkaca-kaca. "Menang lah. Dan kembalilah dengan selamat."
"Aku berjanji."
Kepala Sekte mengeluarkan Flying Boat—kapal spiritual besar yang bisa terbang dengan kecepatan tinggi. Lima wakil naik ke kapal bersama Kepala Sekte dan Tetua Feng yang akan menemani sebagai supervisor.
Kapal terbang meluncur ke langit dengan kecepatan luar biasa. Sekte Langit Biru mengecil di bawah mereka sampai menjadi titik kecil.
[Di Atas Flying Boat]
Perjalanan ke Arena Netral memakan waktu tiga hari. Selama itu, kelima wakil menggunakan waktu untuk berlatih kerjasama.
"Formasi Pedang Lima Elemen!" teriak Zhang Tian.
Kelima orang mengambil posisi—Luo Chen di tengah, Xiao Yao di utara, Zhang Tian di timur, Wang Xiaoxiao di selatan, Chen Feng di barat.
"Serang!"
Mereka menyerang boneka latihan yang dibawa Tetua Feng secara bersamaan. Lima serangan dari lima arah berbeda konvergen di satu titik—
BOOM!
Boneka Golden Core tingkat 2 hancur berkeping-keping!
"Bagus!" puji Tetua Feng. "Kerjasama kalian sudah sangat baik. Tapi ingat, di kompetisi nanti lawan kalian juga punya kerjasama yang solid. Jangan meremehkan siapapun."
Malam hari, Luo Chen berdiri di dek kapal menatap bintang-bintang. Xiao Yao mendekat dan berdiri di sampingnya.
"Gugup?" tanyanya.
"Sedikit," akui Luo Chen. "Ini pertama kalinya aku bertarung di panggung sebesar ini."
"Kau akan baik-baik saja," Xiao Yao menggenggam tangannya. "Aku percaya padamu."
Mereka berdiri dalam diam yang nyaman sampai Wang Xiaoxiao datang dengan senyum jahil.
"Oho! Momen romantis?" godanya. "Boleh aku ikut?"
Xiao Yao wajahnya memerah. "Xiaoxiao!"
Wang Xiaoxiao tertawa dan berdiri di sisi lain Luo Chen. "Tenang saja. Aku tidak akan mengambil Luo Chen darimu... setidaknya belum."
"Xiaoxiao!" kali ini Luo Chen yang protes.
Ketiga orang itu tertawa bersama, meringankan ketegangan sebelum kompetisi besar.
[Hari Ketiga - Arena Netral Sepuluh Sekte]
Flying Boat akhirnya tiba di tujuan. Arena Netral adalah kompleks besar yang dibangun khusus untuk kompetisi antar sekte. Ada arena utama yang sangat luas di tengah, dikelilingi oleh sepuluh paviliun—satu untuk setiap sekte peserta.
Saat mereka mendarat, Luo Chen melihat flying boat dari sekte-sekte lain juga tiba. Masing-masing membawa aura yang kuat.
"Itu Sekte Pedang Langit," bisik Zhang Tian sambil menunjuk kapal putih yang sangat megah.
Dari kapal itu, turun lima orang dengan jubah putih. Yang paling menonjol adalah Jian Chen di depan—auranya sekarang Golden Core tingkat 1! Dia breakthrough!
Di sampingnya, Su Ling tersenyum tipis saat matanya bertemu dengan Luo Chen. Gadis itu melambaikan tangan dengan ramah.
"Sepertinya Su Ling tertarik padamu," komentar Wang Xiaoxiao dengan nada menggoda.
"Jangan bicara sembarangan," Luo Chen menggeleng meski wajahnya sedikit memerah.
Xiao Yao menatap Su Ling dengan mata tajam. "Dia cantik," akunya dengan enggan. "Tapi kau tetap milikku."
Kapal lain juga tiba satu per satu:
Sekte Gunung Besi - dikenal dengan teknik pertahanan terkuat.
Sekte Api Abadi - spesialis teknik api destruktif.
Sekte Formasi Langit - master formasi terbaik.
Sekte Bayangan Malam - ahli dalam assassinasi dan ilusi.
Sekte Naga Azure - memiliki bloodline naga kuno.
Sekte Bunga Racun - spesialis racun mematikan.
Sekte Pedang Angin - master kecepatan dan pedang.
Dan yang terakhir, kapal berwarna merah darah dengan aura sangat menakutkan—Sekte Iblis Darah.
Dari kapal itu turun lima orang dengan jubah merah gelap. Yang di depan adalah pemuda dengan rambut merah darah, mata merah menyala, dan senyum sadis—Mo Xie, Iblis Darah Muda.
Auranya Golden Core tingkat 2, tapi ada sesuatu yang sangat salah dengan Qi-nya. Tercampur dengan aura kematian dan darah.
"Jangan menatapnya terlalu lama," peringat Tetua Feng. "Mo Xie itu gila. Dia bisa menyerang hanya karena seseorang menatapnya dengan cara yang salah."
Luo Chen mengangguk dan mengalihkan pandangan.
Semua peserta diarahkan ke paviliun masing-masing untuk istirahat sebelum pembukaan besok.
[Malam - Paviliun Sekte Langit Biru]
Lima wakil berkumpul untuk briefing terakhir dari Kepala Sekte.
"Besok adalah hari pertama—Babak 1: Pertarungan Tim," jelasnya. "Kalian akan diundi untuk melawan satu sekte. Kerjasama adalah kunci. Jangan ada yang bertindak sendiri."
"Mengerti, Kepala Sekte," jawab mereka bersamaan.
"Luo Chen," Kepala Sekte memanggil. "Kau adalah kapten tim. Keputusan strategi ada di tanganmu."
"Saya akan melakukan yang terbaik."
Setelah briefing, Luo Chen keluar ke taman paviliun untuk menenangkan pikiran. Tapi seseorang sudah menunggu di sana.
Su Ling dari Sekte Pedang Langit tersenyum melihatnya. "Luo Gongzi, boleh kita bicara sebentar?"
Luo Chen waspada tapi mengangguk. "Tentu."
"Aku hanya ingin mengatakan—aku sangat menantikan pertarungan denganmu," katanya dengan tulus. "Jian Chen selalu memujimu. Aku penasaran apakah kau benar-benar sehebat yang dia katakan."
"Aku akan melakukan yang terbaik," jawab Luo Chen dengan sopan.
"Aku tahu kau akan melakukannya," Su Ling melangkah lebih dekat. "Dan Luo Gongzi... jika kau menang melawan Jian Chen, mungkin aku akan mempertimbangkan untuk... lebih mengenalmu."
Sebelum Luo Chen bisa merespons, aura dingin menyapu taman.
Xiao Yao berdiri di pintu dengan wajah yang sangat tidak senang. "Su Jie, sepertinya kau tersesat. Paviliun Sekte Pedang Langit ada di seberang sana."
Su Ling tertawa renyah. "Ah, maaf. Aku memang tersesat. Terima kasih sudah mengingatkan, Xiao Jie."
Dia berjalan pergi sambil tersenyum misterius, meninggalkan Luo Chen dengan Xiao Yao yang cemburu.
"Yao-er—"
"Jangan bilang apa-apa," potong Xiao Yao sambil memeluknya erat. "Aku tahu kau tidak melakukan apa-apa. Tapi aku tidak suka ada gadis lain yang menatapmu seperti itu."
Luo Chen membalas pelukan dengan lembut. "Kau satu-satunya untukku."
"Aku tahu," Xiao Yao mendongak menatapnya. "Tapi tetap saja aku cemburu."
Mereka menghabiskan sisa malam dengan duduk bersama di taman sampai fajar menyingsing.
[Hari Pembukaan - Arena Utama]
Arena penuh sesak dengan penonton—bukan hanya dari sepuluh sekte peserta, tapi juga dari berbagai sekte kecil dan keluarga kultivasi yang datang untuk menonton.
Di tribun VIP, para Patriarch dan Kepala Sekte duduk dengan megah.
Di tengah arena, seorang tetua tua dengan aura Nascent Soul tingkat 6 berdiri—Hakim Utama dari organisasi netral yang mengawasi kompetisi.
"Selamat datang di Kompetisi Sepuluh Sekte yang ke-120!" suaranya menggelegar ke seluruh arena. "Sepuluh sekte terkuat telah berkumpul! Hanya yang terkuat akan menang!"
Kerumunan bersorak!
"Babak pertama—Pertarungan Tim! Undian dimulai!"
Sepuluh bola cahaya muncul di udara, masing-masing bertuliskan nama sekte. Bola-bola itu berputar dan berpasangan secara acak.
[Sekte Langit Biru VS Sekte Bayangan Malam]
Luo Chen mengangguk. Lawan yang tidak mudah—Sekte Bayangan Malam spesialis dalam ilusi dan serangan tersembunyi.
Empat pasangan lainnya juga terbentuk:
Sekte Pedang Langit VS Sekte Gunung Besi
Sekte Iblis Darah VS Sekte Bunga Racun
Sekte Api Abadi VS Sekte Naga Azure
Sekte Formasi Langit VS Sekte Pedang Angin
"Pertarungan pertama!" Hakim Utama mengangkat tangannya. "Sekte Langit Biru melawan Sekte Bayangan Malam! Peserta, masuk ke arena!"
Luo Chen memimpin timnya masuk ke arena. Di seberang, lima orang dengan jubah hitam pekat masuk—wajah mereka tertutup topeng.
"Hati-hati," bisik Wang Xiaoxiao. "Mereka akan menggunakan ilusi untuk membingungkan kita."
"Aku tahu," jawab Luo Chen. "Formasi bertahan dulu. Xiaoxiao, pasang Anti-Ilusi Formasi."
"Siap!"
Hakim Utama menatap kedua tim. "Mulai dalam tiga... dua... satu... MULAI!"
Lima ninja dari Sekte Bayangan Malam langsung menghilang ke dalam bayangan!
Arena dipenuhi kabut hitam! Visibilitas turun drastis!
"Formasi Pertahanan Berlian!" teriak Luo Chen.
Lima orang mengambil posisi saling membelakangi, melindungi satu sama lain.
Dari kabut, kunai-kunai tajam beterbangan dari semua arah!
"Perisai Es!" Xiao Yao menciptakan dinding es yang memblokir proyektil.
"Deteksi Formasi aktif!" Wang Xiaoxiao memasang formasi yang bisa mendeteksi musuh tersembunyi. "Mereka ada di... sekarang!"
BOOM!
Serangan koordinasi dari lima wakil Sekte Langit Biru menghantam lokasi yang ditunjukkan Wang Xiaoxiao!
Dua ninja terpaksa muncul untuk menghindar!
"Serang!" perintah Luo Chen.
Pertempuran tim pertama dimulai dengan intensitas penuh!
[Bersambung ke Bab 22]