NovelToon NovelToon
"Rahasia Laut Pasuruan"

"Rahasia Laut Pasuruan"

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Cinta Istana/Kuno / Penyelamat
Popularitas:841
Nilai: 5
Nama Author: Kristinawati Wati

Berlatarkan masa kejayaan Kerajaan Panjalu (Singhasari) di wilayah Pasuruan, sebuah prasasti kuno yang ditemukan oleh Gadis nelayan, Mira, mengungkap rahasia pelabuhan perdagangan rempah-rempah yang hilang selama berabad-abad. Bersama dengan Jaka, seorang budak kerajaan yang ahli membaca naskah kuno, keduanya harus mengurai misteri di balik prasasti tersebut sebelum kekayaan dan sejarah kerajaan jatuh ke tangan yang salah. Di tengah ombak laut dan rahasia yang terpendam, apakah mereka berhasil menyelamatkan warisan leluhur?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristinawati Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: PEMBUKAAN PINTU YANG TERLARANG

Setelah tiga bab penuh dengan penelusuran rahasia, pertemuan dengan karakter kunci dari dunia pararel, dan persiapan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, kini Rara sudah mencapai bab ke-10 dalam cerita nya—dan juga dalam perjuangan nyata nya untuk menyelamatkan kedua dunia.

Hari itu pagi sekali, Rara bangun dengan rasa tekanan yang luar biasa di dadanya. Selama seminggu terakhir, dia bekerja sama dengan Pak Joko (yang ternyata juga bisa muncul di dunia nyata dalam bentuk cahaya dan suara) serta terus menulis perkembangan cerita Dika agar bisa mengantisipasi setiap gerakan musuh yang mereka sebut "Kelompok Bayangan"—kelompok yang ingin menguasai pintu antar dunia untuk mendapatkan kekuasaan tak terbatas. Di dunia cerita nya, Dika sudah berhasil mengumpulkan tiga dari lima benda sakti yang diperlukan untuk menutup pintu yang mulai terbuka secara tidak terkendali—bintang kristal dari puncak Gunung Awan, mutiara air dari Danau Tanpa Ujung, dan batu api dari Kawah Api Rahasia.

Rara duduk di mejanya di kamar kecilnya yang penuh dengan buku, catatan, dan poster dunia fantasi yang dia gambar sendiri. Laptop nya sudah menyala, menampilkan draft bab 10 yang baru dia mulai kemarin malam. Tiba-tiba, layar laptop nya mulai berkedip dengan warna ungu pekat dan suara gemuruh terdengar dari dalam speaker—seolah ada sesuatu yang mau keluar dari dalam cerita nya. "Rara, cepat datang ke hutan beringin tua di desa nenek mu! Pintu sudah mulai terbuka dan Kelompok Bayangan sudah sampai sana!" suara Dika terdengar jelas dari laptop, berbeda dari biasanya yang hanya bisa berkomunikasi melalui pesan tulisan.

Tanpa berpikir dua kali, Rara mengambil tas yang sudah dia siapkan jauh-jauh hari—isi dengan buku ajaib, kalung yang Pak Joko berikan padanya, dan beberapa catatan penting tentang cara mengendalikan pintu antar dunia. Dia langsung berlari keluar rumah, menyewa ojek online dengan tergesa-gesa dan memberitahu sopir untuk segera mengantar nya ke desa nenek mu yang berada sekitar dua jam dari kota Surabaya. Sepanjang perjalanan, langit yang awalnya cerah mulai berubah menjadi gelap dengan awan hitam yang bergulung-gulung, bahkan meskipun cuaca sebelumnya tidak ada ramalan hujan apapun. Sopir ojeknya pun merasa heran dan berkata, "Wah mbak, cuacanya aneh banget ya? Seperti mau ada badai besar tapi gak ada angin sama sekali." Rara hanya bisa tersenyum lemah dan mengangguk, tidak bisa menjelaskan apa-apa karena tahu bahwa semua ini adalah efek dari pembukaan pintu antar dunia yang semakin parah.

Saat akhirnya sampai di desa nenek mu, Rara langsung berlari menuju hutan beringin tua yang terletak di ujung desa. Hutan itu kini terlihat sangat berbeda dari yang dia ingat saat kecil—pohon-pohon yang tadinya rindang dan hangat kini terlihat suram dengan cabang-cabangnya yang menjulang seperti tangan-tangan hitam yang ingin meraih langit. Cahaya ungu samar mulai muncul dari balik pohon beringin tua yang paling besar di tengah hutan, dan suara teriakan serta ledakan terdengar dari arah sana. Ketika dia sampai di lokasi, dia melihat pemandangan yang membuatnya hampir pingsan—Pak Joko sedang berperang dengan tiga anggota Kelompok Bayangan yang mengenakan jubah hitam dengan topeng yang menyeramkan, sementara di tengah mereka ada sebuah portal berwarna ungu pekat yang sudah terbuka separuh dengan cahaya yang menyilaukan.

Di sisi lain portal, Rara bisa melihat dunia pararel nya yang sudah mulai hancur—langit yang tadinya biru muda kini berwarna abu-abu pekat, istana kerajaan yang megah sudah roboh sebagian, dan makhluk-makhluk ajaib yang dia ciptakan sedang berlari kesasar mencari tempat berlindung. Di dekat portal itu, Dika sedang berjuang melawan seorang wanita cantik tapi dengan wajah yang sangat kejam—ketua Kelompok Bayangan yang bernama Luna yang ternyata adalah saudara kembar Lia, nenek buyut Dika yang dulu menjadi penjaga pintu antar dunia. "Kau tidak akan bisa menghentikan aku, Dika! Aku hanya ingin mengambil hak ku yang telah dicuri dariku! Dunia ini seharusnya menjadi milik ku!" teriak Luna sambil mengeluarkan energi hitam yang menghantam Dika hingga terlempar jauh.

Rara tidak bisa tinggal diam lagi. Dia mengambil buku ajaib dari tasnya dan mulai membacakan mantra yang dia tulis di cerita nya—mantra yang seharusnya bisa memperkuat kekuatan penjaga pintu antar dunia. Saat dia mulai membaca, cahaya keemasan menyala dari buku itu dan juga dari kalung di leher nya. Pak Joko yang sedang terdesak bisa merasakan energi baru datang dan langsung menyerang kembali anggota Kelompok Bayangan dengan kekuatan yang lebih besar. Rara berlari mendekat ke Dika yang sedang berusaha bangkit dan berkata, "Kita harus bekerja sama! Aku sudah menulis cara untuk mengumpulkan kekuatan kita berdua—kamu dari dunia mu, aku dari dunia ku!"

Dika mengangguk dan mengambil benda sakti yang sudah dia kumpulkan, sementara Rara membuka laptop nya yang secara ajaib masih bisa menyala dan mulai mengetik dengan cepat—menambahkan adegan di mana karakter utama dan penulisnya bekerja sama untuk menghentikan musuh besar. Saat kata-kata terakhir Rara terketik di layar, energi keemasan dari dunia nyata dan energi biru dari dunia pararel bersatu di tengah portal. Luna mencoba menghalangi mereka dengan mengeluarkan semua kekuatan yang dia punya, tapi energi yang dihasilkan oleh kerja sama mereka jauh lebih kuat. "Ini tidak mungkin! Bagaimana bisa seorang penulis biasa memiliki kekuatan seperti ini?!" teriak Luna dengan penuh kegagalan.

Rara menjawab dengan suara yang tegas dan kuat, "Karena cerita yang aku tulis bukan hanya sekadar kata-kata—ia adalah jembatan antara dua dunia, dan cinta serta tekad untuk melindungi yang kita cintai adalah kekuatan terbesar yang bisa kita miliki!" Bersama-sama, Rara dan Dika mengangkat tangan mereka ke atas dan meneriakkan mantra yang sama waktu—"Pintu yang terlarang, tutuplah kembali! Kembalikan keseimbangan bagi dunia yang terpisah!"

Sebuah ledakan besar terjadi dengan cahaya yang sangat terang hingga membuat semua orang menutup mata. Ketika cahaya itu menghilang, portal sudah tertutup rapat dengan simbol bintang delapan yang menyala lembut di atas tanah. Luna yang sudah kehabisan kekuatan jatuh ke tanah dan mulai menangis—dia akhirnya menyadari bahwa apa yang dia lakukan adalah salah dan bahwa kekuasaan bukanlah segalanya. Pak Joko mendekat padanya dan berkata, "Kita semua bisa kembali ke jalur yang benar, Luna. Kita masih punya waktu untuk memperbaiki kesalahan masa lalu."

Di dunia pararel, langit mulai kembali berwarna biru muda, istana kerajaan mulai perlahan pulih dengan sendirinya, dan makhluk-makhluk ajaib mulai muncul dengan wajah yang kembali ceria. Dika menghadap Rara dan tersenyum, "Terima kasih sudah menyelamatkan dunia kita berdua. Sekarang kita tidak perlu lagi berpindah antar dunia dengan rahasia—kita bisa berkomunikasi kapan saja melalui cerita mu, bukan?" Rara mengangguk dengan mata yang penuh air mata bahagia dan menjawab, "Tentu saja! Aku akan terus menulis cerita kita, dan kita akan selalu menjadi teman yang saling membantu."

Pak Joko kemudian membawa Luna pergi untuk memberikan kesempatan kedua padanya, sementara Rara berdiri di depan pohon beringin tua yang kini kembali terlihat hangat dan rindang. Langit sudah kembali cerah dengan sinar matahari yang menyinari desa tersebut. Rara mengambil laptop nya dan mulai mengetik akhir dari bab 10—menuliskan tentang bagaimana kerja sama dan persahabatan bisa mengatasi segala rintangan, serta bahwa setiap cerita yang kita tulis memiliki makna yang lebih dalam dari yang kita kira.

Saat dia selesai mengetik dan melihat jumlah kata yang sudah melebihi target yang ditentukan platform, dia tersenyum lebar. Dia tahu bahwa perjalanan nya sebagai penulis dan penjaga dunia baru saja dimulai, dan ada banyak cerita menarik lainnya yang akan dia tulis bersama teman-teman nya dari dunia pararel. Dengan hati yang penuh semangat, dia menutup laptopnya dan berjalan pulang ke rumah nenek mu yang kini terlihat lebih hidup dari sebelumnya—seolah semua makhluk di sana tahu bahwa bahaya sudah berlalu dan masa depan yang cerah sedang menanti mereka semua.

1
Anna
Thor maaf sekali, tapi ini cerita kamu sebener ee mau novel apa cerpen kok tiap bab beda. bukan beda alur tapi beda isi cerita. padahal tema judul kamu bagus lho. 🙏🙏
Anna
kok agak bingung ya, kan di bab 2 mira sudah kabur sama jaka, kenapa di bab 3 baru ketemu? tapi di awal ada mereka ketemu, eh ketemu atau belum ketemu 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!