Mandala, pemuda tampan berusia 24 tahun dari kampung di seberang kota, bekerja sebagai sopir pribadi di sebuah perumahan elit. Tanpa diketahui siapa pun, pekerjaannya bukan sekadar mencari nafkah melainkan jalan untuk menemukan jati dirinya.
Mandala menyimpan kebencian mendalam pada ayah kandung yang tak pernah ia kenal, pria yang ia yakini telah menghancurkan hidup ibunya hingga mengalami gangguan jiwa. Ketika ia ditugaskan mengantar Keyla, putri cantik seorang konglomerat, Mandala yakin takdir sedang memihak dendamnya. Keyla adalah anak dari pria yang ia sebut Ayah.
Cinta pun ia jadikan senjata. Mandala berniat membalas luka masa lalu dengan membuat Keyla jatuh cinta padanya. Namun seiring waktu, perasaan yang tumbuh tak lagi bisa dikendalikan, dan rencana balas dendam perlahan runtuh.
Saat Mandala hampir menuntut pertanggungjawaban, Kenyataan mengejutkan terungkap.
Bagaimana kebenaran tentang Mandala dan bagaimana kisah cintanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tekadnya.
Keesokan harinya, Minggu datang dengan pagi yang lebih tenang dari biasanya.
Mandala bangun lebih pagi dari Heni dan Ringgo. Ia duduk di tepi kasur, menatap perban di tangannya yang masih rapi. Luka itu belum sepenuhnya kering, tapi cukup untuk mengingatkannya bahwa hidupnya sedang berada di persimpangan yang rapuh.
Rumah Keyla.
Bayu Pratama.
Mandala mandi, berpakaian rapi kemeja polos berwarna gelap dan celana cream sederhana. Tak berlebihan, tak juga asal. Ia ingin terlihat sopan, tapi tetap menjadi dirinya sendiri.
Heni memperhatikannya dari dapur. “Mau ke mana, Man? Rapi amat.”
Mandala berhenti sejenak. “Ada undangan, Mah. Ke rumah temen.”
Ringgo melirik dari balik koran. “Temen kampus?”
“Iya.”
Tak ada pertanyaan lanjutan. Tapi tatapan Ringgo menyimpan sesuatu seperti firasat yang belum menemukan bentuknya.
Mandala berpamitan, lalu keluar rumah. Kali ini ia memesan grab. Motornya masih di bengkel.
Sepanjang perjalanan, jantung Mandala berdetak tak beraturan.
...
Mobil berhenti di depan sebuah kawasan elite.
Gerbang tinggi menjulang, satpam berjaga rapi. Nama perumahan itu terukir elegan di plakat batu. Mandala menelan ludah. Dunia ini terasa sangat jauh dari kampung tempat ia tumbuh.
Ia menyebutkan nama Keyla pada satpam. Gerbang terbuka perlahan.
Rumah itu berdiri megah di ujung jalan dua lantai, halaman luas, dan mobil-mobil mahal terparkir rapi. Mandala berdiri beberapa detik di depan pagar, menenangkan napasnya.
Pintu terbuka sebelum ia sempat mengetuk.
Keyla muncul.
Ia mengenakan dress sederhana warna pastel, rambutnya tergerai alami. Tak ada riasan berlebih, tapi justru itu yang membuatnya terlihat berbeda—lebih dekat, lebih nyata.
“Kamu datang,” ucapnya, tersenyum kecil.
“Iya,” jawab Mandala. “Maaf kalau kepagian.”
“Nggak. Ayah memang nunggu,” kata Keyla pelan, lalu membuka pagar lebih lebar. “Masuk.”
Langkah Mandala terasa berat saat memasuki halaman rumah itu. Setiap detail lantai marmer, aroma kopi, lukisan-lukisan mahal mengingatkannya pada dunia yang seharusnya tak pernah bersinggungan dengannya.
Keyla mengantarnya ke ruang tamu. “Tunggu sebentar. Ayah di ruang kerja.”
Mandala mengangguk. Ia duduk, kedua tangannya saling menggenggam. Keringat dingin terasa di telapak tangannya, bukan karena panas melainkan karena sesuatu yang jauh lebih dalam.
Beberapa detik kemudian, langkah kaki terdengar dari arah tangga.
Mandala mendongak.
Seorang pria paruh baya turun dengan langkah tenang. Rambutnya rapi, wajahnya tegas, sorot matanya tajam namun terkendali.
Bayu Pratama.
Dunia Mandala seolah berhenti bergerak.
Dada Mandala mengeras. Napasnya tercekat sesaat, lalu kembali mengalir dengan susah payah. Wajah itu tak asing. Terlalu sering ia bayangkan dalam amarah dan kebencian, meski tak pernah benar-benar ia lihat sebelumnya.
Bayu berhenti beberapa langkah dari Mandala. Tatapannya meneliti, tajam tapi tak menghakimi.
“Ini Mandala?” tanyanya pada Keyla.
“Iya, Yah.”
Bayu mengangguk, lalu mengalihkan pandangan ke Mandala.
“Keyla bilang kamu tertarik jadi sopir,” ucap Bayu, suaranya datar, profesional. “Sementara.”
“Iya, Pak,” jawab Mandala. Suaranya tenang lebih tenang dari yang ia duga. “Kalau Bapak berkenan.”
Bayu memperhatikannya lebih lama dari yang sopan. Tatapan itu membuat Mandala merasa telanjang seolah masa lalunya sedang dibongkar tanpa kata.
“Kamu tinggal di mana?” tanya Bayu.
“Di kampung seberang kota, Pak.”
“Kuliah sambil kerja?”
“Iya.”
Bayu mengangguk pelan. “Kenapa mau kerja di sini?”
Mandala terdiam sesaat. Lalu ia mengangkat kepala, menatap pria itu lurus untuk pertama kalinya.
“Karena saya butuh kerja,” jawabnya jujur. “Dan karena saya rasa… saya bisa bertanggung jawab.”
Bayu tersenyum tipis. Bukan senyum ramah. Bukan juga dingin. Lebih seperti seseorang yang menemukan sesuatu yang menarik.
“Baik,” katanya akhirnya. “Kita coba dulu. Satu bulan.”
Mandala membeku sejenak. “Terima kasih, Pak.”
Keyla menghembuskan napas lega tanpa sadar.
Bayu berdiri. “Mulai besok. Keyla akan jelaskan detailnya.”
Mandala mengangguk.
Bayu kembali masuk,
Keyla menoleh, “Kamu nggak apa-apa?” tanya Keyla pelan.
"enggak apa-apa." jawab Mandala, tapi matanya tak sepenuhnya fokus.
Keyla duduk di sofa seberang Mandala. Ia menyandarkan punggung, menautkan jemarinya di pangkuan. Tatapannya tak fokus pada apa pun lebih sibuk menghitung jarak, waktu, dan kemungkinan. Ia tahu jarak rumah Mandala dari rumahnya tidak dekat. Antar jemput setiap hari bukan hal sederhana, apalagi Mandala masih kuliah dan tubuhnya baru saja pulih dari kecelakaan kecil.
“Man,” ucap Keyla pelan, seolah sedang berpikir keras sambil berbicara. “Aku kepikiran satu hal.”
Mandala mengangkat pandangan. “Apa?”
“Kalau kamu pulang-pergi dari rumah kamu tiap hari… itu capek. Dan nggak efisien,” katanya jujur. “Aku takut kamu malah tumbang di tengah jalan.”
Mandala tersenyum tipis. “Aku biasa hidup jauh, Key.”
“Aku tahu,” balas Keyla cepat. “Justru itu.”
Ia bangkit berdiri, tampak mengambil keputusan. “Tunggu sebentar, ya.”
Mandala mengangguk. “Iya.”
Keyla melangkah menuju lorong dalam rumah. Langkahnya terdengar cepat.
...
tak lama.
Langkah kaki lain terdengar.
Bukan Keyla.
Seorang perempuan paruh baya muncul dari arah dapur.
Sekar.
Ia berhenti ketika melihat Mandala duduk sendirian.
“Oh,” ucapnya pelan, sedikit terkejut. “Ada tamu?”
Mandala refleks berdiri. “Iya, Bu. Saya… Mandala. Temannya Keyla.”
Sekar tersenyum ramah. “Oh, temannya Keyla.” Ia mendekat beberapa langkah. “Saya ibu Sekar. Mamanya Keyla.”
“Salam kenal, Bu,” ucap Mandala sopan, sedikit menunduk.
Sekar mengangguk, tersenyum. “Keyla ke mana?”
“Ke dalam, Bu. Katanya sebentar,” jawab Mandala jujur.
Sekar duduk di sofa yang sama, tapi menjaga jarak sopan. “Kamu kuliah sama Keyla?”
“Iya, Bu.”
“Kelihatannya kamu capek,” kata Sekar tiba-tiba, nada suaranya lembut namun tepat sasaran.
Mandala tersenyum kecil. “Sedikit, Bu.”
Sekar memperhatikan perban di tangan Mandala. Alisnya mengernyit tipis. “Itu kenapa?”
“Jatuh dari motor kemarin,” jawab Mandala. “Sudah ditangani.”
Sekar menghela napas pelan. “Anak muda sekarang… sering lupa jaga diri.”
Mandala hanya mengangguk.
“Kamu baik ya,” lanjut Sekar, tersenyum. “Keyla jarang bawa teman ke rumah. Kalau sampai ayahnya mau ketemu, berarti kamu bukan teman sembarangan.”
Mandala tak tahu harus menjawab apa. “Saya cuma… kebetulan, Bu.”
Sekar tertawa kecil. “Hidup jarang soal kebetulan.”
Mandala terdiam.
Beberapa detik kemudian, Keyla kembali.
“Mamah,” ucapnya lebih dulu, lalu menoleh ke Mandala. “Man.”
Sekar menoleh pada putrinya. “Kalian lagi bahas apa?”
Keyla mendekat. “Aku mau ngomong. Soal Mandala.”
“Ayah setuju Mandala magang jadi sopir,” lanjut Keyla. “Tapi aku mikir soal jarak rumah Mandala. Capek kalau bolak-balik.”
Sekar mengangguk, mendengarkan.
“Aku mau minta izin,” kata Keyla hati-hati, “kalau sementara Mandala tinggal di rumah ini, bareng Pak Hermawan. Biar lebih dekat dan nggak repot bagaimana menurut mamah?"
Sekar terdiam, mengangguk, mencoba mencari pertimbangan yang tak salah.
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu🥰🤗💪
rasain tuh Keyla bela Mandala 😡😡
Erga stresss tuhh dia yg selingkuh dia yg gk Terima Keyla dg Mandala 😡😡
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetp semangat sayyy quuu🥰🤗💪
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu🥰🤗 tetap semangat Sayyy 💪💪
padahal dia yg salah selingkuh dg sahabat Keyla 😡😡
Bayu bukan ayah mu Mandala 😌😌
duhh Erga yg pura-pura siapa coba? qm yg pura-pura bukan Mandala pakai suruh Mandala jaga jarak dg Keyla, lalu perselingkuhan mu dg sahabat nya Keyla??
greget sama Erga 😌😌😄😄
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪🐱
kau harus cari tau kebenarannya Mandala 😌😌
waduhhhh Erga cemburu gk tuh Keyla jalan dg Mandala 😆😆
Erga gk tau malu dia yg selingkuh dg Sahabat nya Keyla, dia pula cemburu Keyla dg Mandala 😌😌
penasaran...
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu
tetap semangat Sayyy quu 🥰🤗💪
duhhh jangan² Mandala jatuh cinta dg Keyla tapi blm sadar 😄😄
qm bukan anak nya Bayu Pratama gk pantas qm panggil Ayah 😁😁
seandainya Mandala tau yg sebenarnya pst kecewa sama Alira. tapi jgn dulu tau yaa, nnt cepat tamat pula 😄😄
duhh ternyata Pak Arifal itu tetangga rumah nya sama Bayu Pratama.. ?? kebetulan sekali.
Mandala pun bertemu dg Pak Arifal di bengkel....
duhh akhirnya Mandala tinggal dg Pak Hermawan...
gmn yaa selanjutnya..
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu🥰🤗 tetap semangat Sayyy quuu🤗🥰💪
gmn yaa reaksi Bayu nnnt jika tau siapa Mandala 🤔🤔
duhhh jgn² Bengkel yg Pak Arifal maksud sama dg bengkel nya Keyla dongg...
gmn yaa reaksi Pak Arifal jika tau siapa Mandala 🤔🤔
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪
akhirnya Mandala di Terima kerja jadi sopir nya Keyla...
duhhh Keyla ada² saja Mandala tinggal sama Pak Hermawan dekat rumah nya.
gmn klo Bayu dan Sekar tau siapa Mandala?
penasaran....
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu
tetap semangat Sayyy quuu🐱🤗🥰💪
duhh dalam perjalanan, Keyla curhat ke Mandala dong 🤗
waduhhh Mandala mau jadi sopir nya Keyla?? duhh gmn nnt jika Mandala ketemu Bayu Pratama🤔🤔
Keyla chat Mandala dan blg Ayahnya mau ketemu dg Mandala dong...
penasaran gmn nnt nya Mandala ketemu dg Bayu 🤔🤔
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu🤗 tetap semangat sayyy quuu🐱🥰💪