Ikhtisar :
Dia bernama Ayu Purnama, anak ketiga dari empat bersaudara. Dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai supir bus sedangkan ibunya pedagang tas ayaman. Ayu memiliki 2 kakak laki-laki dan 1 adik laki-laki, Ayu kembar dengan kakak keduanya. Tapi sayangnya, meski pun Ayu anak kandung dari keluarga tersebut dia selalu di sisihkan oleh sang ibu. Karena sang ibu hanya ingin memiliki anak laki-laki, ibunya berpikir kalau anak perempuan tidak akan bisa mengangkat derajat keluarganya dan keluar dari keterpurukan.
Suatu hari, ada seorang laki-laki dari keluraga kaya raya yang menyukainya karena kecantikan dan kegigihannya. Tetapi Ayu masih memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah, dia nekat untuk kabur dari rumahnya untuk mewujudkan cita-citanya. Apakah kepergian Ayu kan membuahkan hasil dan menjadi sukses setelah meninggalkan rumahnya itu ? Silahkan simak ceritanya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 Bekerja Keras
Hanya kurang lebih 10 menit, Ayu itu sudah sampai di depan toko itu. Di sana terlihat banyak pegawai, yang sedang menyajikan makanan kepada para pengunjung. Salah satu pegawai di sana melihat Ayu, yang hanya diam di pintu masuk.
“Silahkan masuk mbak, mau pesan apa ?” Tanya Pegawai itu
“Saya Ayu, saya di suruh oleh bu Maryam untuk datang ke sini” Jawab Ayu
“Oh kamu Ayu, pegawai baru ? Saya Ali” Ujar Ali
“Iya kak, saya pegawai baru di sini dan saya harus kemana dulu atau langsung bekerja ?” Kata Ayu
“Kamu ke ruang saya dulu, karena saya manajernya” Jawab Ali
“Baik kak” Ujar Ayu
“Ayo, ikuti saya” Titah Ali
“Iya kak” Jawab Ayu
Ayu pun mengikut langkah Ali ke ruangannya …
“Asslamu’alaikum” Ucap Ayu saat memasuki ruangan
“Wa’alaikumsalam” Jawab Ali sambil terkekeh karena meresa lucu karena Ayu mengucapkan salam tapi tidak ada orang yang ada di dalam ruangan
“Di sini tidak ada siapa-siapa Yu, jadi gaku usah bilang salam” Lanjut Ali
“Katanya meski pun tidak ada orangnya, kita harus tetap mengucapkan salam kak” Jawab Ayu
Lalu Ali berjalan ke arah lemari dan membawa baju untuk Ayu pakai, karena untuk seragam seperyi pegawai yang lain.
“Ini, pakaian untuk kamu pakai setiap harinya. Untuk hari senin dan selasa memakai baju berwarna kuning, rabu dan kamis memakai baju berwarna navy, jum’at dan sabtu memakai baju berwarna coklat sedangkan hari minggu memakai baju berwarna biru langit. Kamu mengerti ?” Papar Ali yang diangguki oleh Ayu
“Dan satu lagi, kamu jangan sampai terlambat datang ke sini” lanjut Ali
“Siap kak” Jawab Ayu
“Sekarang kamu bisa langsung bekerja, kamu bisa membawa manpan kan ?” Ujar Ali
“Bisa kak” Jawab Ayu
“Silahkan bekerja, semoga kamu betah di sini” Ucap Ali lalu Ayu keluar dari ruangan itu
Beberapa saat kemudian, pembeli makin banyak ke tempat itu membuat Ayu tersenyum.
“Bismillah, semoga lancar ya Allah” Gumam Ayu lalu mendekati pelanggan
“Selamat datang, mau pesan apa nona ?” Tanya Ayu
“Ayu” Panggilnya
Mendegar namanya di panggil membuat Ayu mendongkakkan kepalanya melihat siapa yang memanggilnya.
“Wida, apa kabar ?” Tanya Ayu tersenyum
“Seperti yang kamu lihat aku sangat baik, kamu bekerja di sini sekarang ?” Ujar Wida
“Iya, alhamdulillah aku keterima kerja di sini” Jawab Ayu
“Aku kira setelah keluar sekolah 3 tahun yang lalu, kamu menjadi orang sukses. Kamu kliah dimana ?” Ujar Wida
“Mungkin rezeki yang Allah berikan kepadaku hanya segini, syukurin saja apa yang di berikannya” Jawab Ayu
“Itu mah, kamu yang gak mau usaha” Ucap Wida
“Cih… percuma saja pintar, tapi pada akhirnya miskin juga” Lanjut Wida melecehkan Ayu
“Kalau kamu tidak mau pesan makanan tidak papa, saya ada pekerjaan yang lain” Ujar Ayu yang akan undur diri
“Kamu berani pada pelanggan yang akan makan di sini, pelanggan itu raja yang harus di hormati dan di layani dengan baik. Miskin aja belagu” Sarkas Wida dengan sinis
Ali dari kejauhan melihat ekspresi wajah Ayu yang terlihat menahan tangis, langsung mendekatinya karena dia juga mendengar apa yang Wida katakan.
“Ada apa ini ?” Tanya Ali
“Ini pegawainya tidak melayani dengan baik mas, masa jutek pada pelanggan” Jawab Wida berbohong
“Saya dengar ya mbak, apa yang kamu katakana pada Ayu. Kita professional saja, mbanya mau pesan apa ?” Ujar Ali karena kasihan melihat Ayu yang tertekan, mendengar itu membuat Wida merasa malu
“Saya mau ayam bakar 3 dan sop iga tiga porsi, di bungkus ya mas” Jawab Wida
“Di tunggu ya mbak” Ucap Ali sambil membawa Ayu ke belakang dan menyerahkan pekerjaannya kepada yang lain
Setelah berada di dapur, Ayu yang tidak bisa menahan air matanya pun keluar juga.
“Kamu yang sabar ya Yu, kamu pasti anak yang kuat” Ucap Ali
“Maaf ya kak, hari pertama aku bekerja tapi jadi begini” Ujar Ayu merasa tidak enak
“Tidak papa, namanya juga lagi belajar” Jawab Ali menenangkan
“Ayo kita bekerja lagi, tolong kamu cuci aja piring kotor di dapur sudah menumpuk dari kemarin” Titah Ali
“Baik kak” Jawab Ayu
Waktu berputar begitu cepat, jam telah menunjukkan pukul 21:00. Mereka sudah membereskan dan merapikan barang-barangnya, langsung bergegas pulang begitu juga dengan Ayu.
“Yu, kamu pulang sama siapa ?” Tanya Ali
“Sendiri kak, naik bis karena angkot sudah gak ada Jawab Ayu
“Memangnya kamu pulang ke daerah mana ?” Tanya Ali
“Rumahku di xxx kak” Jawab Ayu
“Itu arahnya satu jalur sama aku, kita pulang sama-sama saja ayo” Ajak Ali
“Tidak usah kak, takut merepotkak kakak” Tolak Ayu
“Tidak papa, ayo” Ujar Ali
Ayu pun terpaksa menerima ajakan dari Ali, itung-itung menghemat ongkos untuk naik bis.
*****
Sesampai di rumah Ayu
“Terima kasih ya kak, sudah mengantarkan aku sampai rumah dengan selamat” Ucap Ayu
“Sama-sama Yu, kalau gitu aku langsung pulang ya” Jawab Ali yang diangguki oleh Ayu
Yudi melihat adiknya di antar oleh seorang laki-laki membuat dia penasaran kebetulan dia sedang berada di luar, lalu mendekati Ayu.
“Kamu dari mana saja Yu ? Tumben di antar sama laki-laki” Tanya Yudi
“Pulang kerja kak, itu teman kerja aku karena tidak ada kerdaraan yang lewat jadi Ayu ikut sama dia” Jawab Ayu
“Memangnya di toko bu Restu ada laki-laki ?” Tanya Yudi
“Aku bekerja di tempat yang lain kak” Jawab Ayu
“Maksud kamu ?” Tanya Yudi tidak paham
“Setelah pulang dari toko bu Restu aku lanjut kerja di restoran kak, buat tambah-tambah membantu mama bayar uang semesteran kakak” Jawab Ayu sambil tersenyum
Mendengar itu membuat Yudi merasa teriris hatinya …
“Maafkan kakak ya, sudah membuat kamu harus bekerja keras” Ucap Yudi
“Tidak papa kak, aku ikhlas kok tapi aku kadang berpikir kapan aku bisa kuliah seperti kak” Jawab Ayu
“Insyaallah, suatu hari nanti kamu bisa kuliah Yu dan kakak akan membantu kamu agar bisa kuliah” Ucap Yudi
“Amin semoga saja ya kak” Jawab Ayu
“Kalau begitu Ayu pamit yah, mau bersih-bersih gerah ini” Lanjut Ayu yang diangguki oleh Yudi
Ayu memasuki kamarnya, belum juga membersihkan diri Lastri memanggilnya.
“AYU …” Teriak Lastri
Ayu yang mendengar itu membuat Ayu berlari keluar kamarnya
“Ada apa ma ?” Tanya Ayu
“Kamu darimana saja malam-malam baru pulang ?” Tanya Lastri
“Aku cari pekerjaan tambahan ma, biar ada tambah-tambah uang untuk kak Yudi” Jawab Ayu
“Alasan kamu” Sarkas Lastri sinis
“Ya Allah ma, Ayu beneran gak bohong. Kan kata mama juga, aku harus membantu mama sama bapa untuk encari uang untuk uang tambah biaya kuliah kak Yudi” Ujar Ayu
“Awas aja kalau kamu berbohong” Ucap Lastri sambil menunjuk pada Ayu
“Tidak ma” Jawab Ayu
“Ya sudah sekarang kamu cepat siapkan makan malam untuk kita, kita belum makan” Titah Lastri
“Tapi ma, aku baru pulang. Aku mau mandi dulu, badan udah pada lengket semua” Jawab Ayu
“Cepetan kamu mandi, lalu masak untuk kita” Ujar Lastri
“Iya, ma” Jawab Ayu
Lalu meninggalkan dapur dan memasuk kamarnya …
Di dalam kamar …
“Kapan ya, aku bisa keluar dari rumah ini ? Lalu aku bertemu dengan pangeran berkuda yang kaya raya dan mengajak aku keluar dari rumah ini untuk hidup bahagia bersamanya” Gumam Ayu
“Ayu Ayu, mana ada pangeran berkuda di dunia nyata ini. Kamu itu ada-ada saja, tapi semoga jodohku yang terbaik menurut Allah” Lanjut Ayu
Tidak mau ambil pusing, Ayu langsung mandi dan bergegas ke dapur untuk memasak. Setelah selesai, Ayu tidak ikut makan karena dia sudah makan di tempat kerjanya dan karena tubuhnya terasa lelah jadi Ayu memilih untuk tidur setelah melaksanakan sholat isya.