NovelToon NovelToon
Kilatan Waktu

Kilatan Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor / Hantu / Time Travel / Reinkarnasi
Popularitas:50
Nilai: 5
Nama Author: Ami Greenclover

Bagaimana rasanya kembali ke masa lalu?Mia dan Dania kembali ke masa lalu, namun... cerita mereka sedikit berbeda... Makam kuno yang mereka lihat membawa mereka kembali ke masa kejayaan Dinasti Song. Dinasti yang kala itu berdiri dengan megah yang menjadi tonggak kemajuan zaman.
"Dimana ini?"
Kalimat yang sering Mia dan Dania ucapkan setelah menjadi target "Kilatan Waktu"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ami Greenclover, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hantu

Hujan turun sebelum mereka kembali kerumah, saat tiba di rumah mereka sudah basah kuyup.

“Huuu dingin.”

Dania kedinginan.Mereka masuk ke rumah Dania.Mereka berdua mengganti baju mereka, kali ini Mia yang akan menginap dirumah Dania.Suara gemuruh terdengar,mereka yang mendengar suara itu langsung saling tatap satu sama lain.Mereka duduk diatas kasur.

“Kau nyadar ndak sih, semenjak kita masuk ke dalam mimpi itu,cuaca jadi sering hujan.”

“Iya, aku sadar. Sebelumnya kan langit cerah-cerah ajah bahkan panas banget.Kebakaran juga di mana-mana, eh tiba-tiba jadi sering hujan tiba-tiba gini.”

“Apa karena kita balik ke zaman dahulu,mangkanya cuaca jadi tak terkendali karena kita menembus batas waktu.”

“Entahlah…”

Mereka membuka buku yang telah mereka beli. Mereka mulai belajar,satu persatu halaman mereka baca.Setelah membaca dan mengingat mereka belajar mulai mengerjakan soal-soal. Mereka belajar dengan sangat serius.

Hujan terus terjadi, Mia membuka jendela.Dia melihat keluar, kilatan petir menyilaukan mata.Saat cahaya petir itu menyilaukan matanya, dia melihat sebuah bayangan,sosok tersebut mirip dengan Zhang Rui, jenderal yang mereka temui saat bermimpi,namun…saat cahaya kilat hilang dia pun menghilang.Mia kaget dan dia langsung menutup jendela. Wajahnya ketakutan dan pucat secara tiba-tiba.

“Kau kenapa?!”

Dania panik langsung menariknya.

“Itu…itu…”

Mia menunjuk ke arah jendela.

“Apa?!”

Dania membuka jendela, dia tak melihat apapun hanya ada daun pohon sawit yang melambai karena tertiup angin.

“Tak ada apa-apa.”

Dania menutup jendela.

Mia masih ketakutan, tangannya gemetar hebat.

“Apa yang kau lihat?”

“Zhang Rui…”

Mendengar itu Dania langsung merinding,dia langsung duduk di samping Mia.

“Dia kemari?”

“Aku tak tau, dia hanya diam. Tidak seperti Zhang Rui yang kita temui di mimpi. Dia tampak menyeramkan,dia membelakangiku.”

“Sudah, kau jangan cerita lagi. Aku sudah ketakutan ini. Bisa-bisanya di siang hari kau melihat hantu.”

Cuaca sangat dingin karena hujan sudah turun selama dua hari terakhir. Namun, ada yang berbeda dengan dengan hujan itu… hujan itu, semakin lama kita memperhatikannya semakin kita akan merasakan kesedihan.

“Mia, kita tidur dulu.Nanti sore kita lanjut belajar lagi.”

“Tapi, bagaimana jika kita masuk ke dalam mimpi lagi?”

“Tak masalah masuk kesana,lagi pula mereka tidak jahat terhadap kita. Kita perlu tidur, semalam kita tidak tidur. Jika terus-terusan tidak tidur, aku khawatir kita akan sakit.”

“Baiklah…”

Mereka perlahan memejamkan mata mereka, rasa takut pasti ada namun… mereka juga perlu beristirahat untuk menjaga kesehatan mereka.

*tes tes

Suara air jatuh terdengar,Dania membuka matanya secara perlahan.Dia menoleh ke kanan dan kirinya, dia menghembuskan nafasnya.

“Huhh, untung saja tidak kembali ke tempat itu lagi.”

Dia duduk di atas tempat tidur, dia mengambil ponselnya dan membuka aplikasi Facebook.

“Ternyata memang sedang memasuki musim hujan, di daerah Mempawah banyak yang terkena banjir,ada sebagian wilayah yang terkena longsor akibat curah hujan yang tinggi, parah sekali...semoga saja keadaan akan membaik.”

Dia membaca berita yang dibagikan oleh akun Facebook Ami Greenclover.Dia membuka laman akun Facebook tersebut.

“Hmm, selain menyukai hewan dan tumbuhan ternyata Ami ini juga menyukai budaya China.”

Dia terus men-scroll akun itu. Sampai dia berhenti di satu unggahan, unggahan itu membuatnya termenung untuk sesaat.

“Mia, mengapa kau bengong?”

Dania yang baru baru bangun dari tidurnya bertanya pada Mia.

“Aku membuka Facebook dan aku menemukan ini…”

Mia menunjukkan sebuah unggahan yang berasal dari tahun 2025 tepatnya pada tanggal 6 September.

“Perjalanan waktu?”

Dania menoleh ke Mia.

“Apakah dia pernah mengalami hal yang sama seperti kita?”

“Tak tau, kita baca terlebih dahulu.”

“Baik.”

Dania membacakan isi unggahan tersebut.

“ -Waktu Yang Terhenti-

4 September 2017…

Pada tahun itu, cuaca tiba-tiba berubah tak seperti biasanya.BMKG memprediksi akan ada badai tropis yang dahsyat yang akan menghantam setiap pulau yang ada di Indonesia.Kala itu… ketika aku mendengar berita itu, aku tak terlalu khawatir karena badai tropis di pikiranku pasti tidak akan seganas badai pada negara-negara dengan iklim subtropis.Aku tak memiliki persiapan apapun.Setelah sebulan waktu berlalu,aku mulai merasa angin yang berhembus berbeda dari biasanya.Kala itu, aku sedang berada di belakang rumahku…aku berjalan ke arah petakan sawah yang luasnya tidak lebih dari 3000 meter.Aku melihat ada gumpalan awan hitam datang mendekat, sepertinya awan itu tertiup angin… begitulah yang ada di pikiranku kala itu.Namun, entah mengapa di antara banyaknya gumpalan awan, hanya awan itu yang pergerakannya sangat cepat.Itu membuatku sedikit takut, semakin awan itu mendekat maka semakin gelap langit dan semakin kuat pula angin berhembus.Aku langsung lari,lari menjauh dari sana.Aku langsung kembali ke dalam rumah.

“Nek! Nek! Ada awan!”

Teriakku kepada nenek, namun nenekku yang sudah tua itu hanya menganggap awan tersebut adalah awan biasa.Dia tak menghiraukan perkataan ku.Aku berlari keluar,keadaan di luar sangat gelap. Matahari benar-benar tertutupi oleh awan hitam.Saat ini, aku baru mulai merasa panik.Aku merasa ada yang salah dengan keadaan langit kali ini.

*duarrr!!

Kilatan petir di susul dengan bunyi guntur itu membuatku terkejut sampai hampir terkena serangan jantung.Aku berlari kembali ke dalam rumah.Aku masuk ke dalam lemari dan bersembunyi di sana.

Suara hujan dan dan guntur saling beradu.Aku yang penakut sampai tak berani keluar dari lemari. Setelah hampir dua jam aku berada disana, aku merasa sedikit sesak nafas mungkin karena lemari itu terlalu kecil dan tak memiliki ventilasi udara. Aku membuka pintu lemari itu dengan perlahan.

*nyit…

Bunyi pintu lemari ku itu sedikit horor.Kini hujan sudah mulai reda,kilatan petir pun tak sebanyak sebelumnya.Aku merasa sedikit tenang.Namun, angin masih saja sangat kencang, aku yang penasaran ingin melihat awan hitam itu lantas membuka jendela kamarku.Aku menengadahkan kepalaku ke atas,ku lihat awan itu telah menghilang,hanya tersisa awan mendung yang terlihat biasa saja. Aku merasa tenang.Aku melihat ke arah hamparan sawah yang luas,sebagian petak padinya tumbang,mungkin karena hembusan angin disertai hujan yang deras membuatnya tak tahan untuk tetap berdiri.Aku memperhatikan hamparan sawah itu,ketika aku menoleh ke samping… samar-samar terlihat seperti ada seseorang yang tengah berdiri memegang sebuah pedang. Penampilannya cukup aneh,seperti seorang prajurit… namun, bukan prajurit yang biasa aku lihat dalam buku sejarah.Dia berdiri disana, jarak ku dan jaraknya sekitar 300 meter. Dia menundukkan kepalanya,semakin ku lihat maka semakin orang itu terlihat menyeramkan.

*duarrr!!

Kilatan petir itu menyambar tepat di belakang orang itu,cahaya petir itu memang menyilaukan, namun kilatan itulah yang membuat sosok itu terlihat semakin jelas.

‘Aaaa!!!’

Aku berteriak saat melihat seorang pria dengan wajah pucat pasi itu menatapku dengan tajam dari kejauhan,aku menutup jendela kamarku,aku lari dan kembali masuk ke dalam lemari baju untuk bersembunyi. Aku ketakutan,seluruh tubuhku gemetar hebat!Aku tak berani membuka mataku,setelah beberapa saat suasana tiba-tiba menjadi sangat hening.Aku tak mendengar suara hujan, suara guntur atau suara apapun itu… aku seperti merasa… waktu telah terhenti.

‘Ada apa ini?’

Aku bertanya pada diriku sendiri sebenarnya apa yang sebenarnya telah terjadi.Aku merasa sangat takut,aku ingin mengecek keadaan sekitar.Aku yang ragu dengan berat hati membuka perlahan pintu itu, namun dengan mata yang tertutup.

*brag!

Aku terjatuh karena tersandung kakiku sendiri,aku membuka perlahan mataku.Awalnya tempat itu sangat gelap, tiba-tiba mataku samar-samar melihat aku sedang berada di tempat lain.Aku menoleh ke kanan dan kiriku,semuanya terasa asing, tentu saja itu bukanlah kamarku.Dinding lapuk,sarang laba-laba dan ada beberapa cangkir dan teko di atas meja yang terlihat sangat aneh, mungkin lebih tepatnya terlihat sangat ‘tua’ serta sebuah ranjang tua yang terlihat bobrok membuatku semakin kebingungan dengan tempat ini.Aku berjalan perlahan,pandangan ku mulai dapat melihat dengan jelas.Aku mengintip keadaan di luar dari celah dinding papan itu, tak ada siapa-siapa di sana,hanya ada beberapa rumah yang terlihat tua dan hutan pohon pinus di belakangnya.Jelas,tempat ini bukan berada di dekat rumahku.Aku spontan langsung terpikir negeri bagian Asia Timur yaitu China dan Jepang.Karena baik dari tumbuhan dan arsitektur rumahnya pun memang mirip dengan bangunan kuno China dan Jepang. Tentu saja aku merasa sangat bingung.Aku ingin kembali, aku merasa ada yang tak beres dengan tempat ini.

Saat aku membalikkan tubuhku,aku terdiam membeku. Pria itu berada di belakangku,pria yang tadi ku lihat di samping rumahku.

*brag!

Aku pingsan karena ketakutan.Namun, saat aku membuka mata…ternyata aku masih berada di dalam lemari baju di kamarku,bagaimana aku tau?aku bisa tau karena ada almamater ku disana. Aku merasa sedikit lega, kemudian aku membuka pintu lemari itu dengan perlahan. Tak ada suara hujan,aku langsung membuka jendela.Sungguh aneh,tak ada tanda-tanda turun hujan.Bahkan rumput pun terlihat kering.Aku lalu mengambil ponselku,di layar depan aku sedikit kaget saat melihat tanggal.Aku kembali ke waktu dua bulan sebelum badai tropis itu diprediksikan akan menghantam Indonesia oleh BMKG. Sampai saat ini, aku benar-benar tak tau apa yang telah kualami.Entah itu nyata ataukah hanya mimpi burukku saja.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!