NovelToon NovelToon
Titik Penghubung

Titik Penghubung

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:192
Nilai: 5
Nama Author: prasetya_nv

sebuah kehancuran adalah sebuah derita bagiku, seperti kutukan akan kelakuan berat masa laluku. nyatanya itu hanyalah sebatas prasangka. _Ailavati Keysa Maharani.

wajah datar tampak acuh adalah penguat ku, aku terlalu takut untuk dikasihani sebagai alasan pertemanan ku. hidupku telah luluh lantah atas kehancuran.~Alga Mahensa Putra

Di sinilah kisahku dimulai.
Aku Aila Putri cantika yang memiliki trauma akan masalalu, yang di pertemukan dengannya Alga Mahensa Putra.

Pria yang memiliki parasa tampan dan berwajah datar.
Akankah Aku bisa bersamanya?
Apakah ego kita yang akan sama sama menyakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon prasetya_nv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kisahku

Dalam sekejap apapun bisa terjadi

Kehilangan bukan hal baru

Kembali kemasa terpuruk itulah aku

Terombang ambing tanpa tau jalan

Semuanya tak asing bagi seorang ringkih

Walaupun rasa sakit jauh lebih terasa

Tanpa sayatan, tanpa darah

Tapi luka itu sulit mengering

*****

Aku takut untuk sekedar berkedip, walaupun mata kian memanas dan air kian menggenang. Aku takut jika aku berkedip, yang nantinya apa yang aku tahan akan meluruh dengan derasnya. Penampilanku kini yang berantakan, baju yang lecek dan tentunya semua atribut sekolahku entah hilang kemana. Bahkan seragam yang tadinya masih rapi kini sudah basah oleh air mataku tadi. Air mataku tiada habisnya saat ini. Harapanku beristirahat dengan tenang, tapi nyatanya hanya angin dalam angan yang ada. Karena sepulangku dari sekolah tadi banyak orang yang berkerumun hanya untuk berbela sungkawa. Aku ingin marah, tapi pada siapa ku marah yang ada aku hanyalah bisa menangis dan terus menangis.

Sekarang hidupku terasa hampa, bagaimana aku akan melanjutkan hidupku jika aku kehilangannya. Tak ada yang memanggilku Tuan Putri kesayangannya dan tak ada raja yang bijaksana dalam hidupku.

Namaku adalah Ailavati keisya Maharani nama yang begitu cantik yang diberikan orang tuaku. Aku adalah Gadis yang memiliki paras manis  yang pendiam. Aku memiliki wajah yang dingin hanya untuk menyembunyikan luka. Sederhana adalah kehidupanku. Meskipun aku adalah putri dari orang yang berada, walaupun aku bukan sang juara umum tapi otakku masih bisa untuk sekedar dapat gelar juara dalam kelasku. Cuman satu orang yang mampu bertahan menjadi temanku, tapi bukan berarti mereka musuh. Dia adalah Tanala Andita Wardani sahabat karibku, gadis penuh keceriaan yang mampu membuat ku bisa berbicara sepuasnya tanpa takut.

Saat itulah kisah awal ku dimulai, bukan penuh candaan dan tawa yang dominan setiap sudut rumahku. Tapi hanya suara jarum jam yang dominan, bisa dibilang sunyi keadaan yang sekarang. Duka itu terasa, masa terpuruk pun masih ada.

Hari ini adalah genap 40 harinya, kalimat tahlil berkumandang dalam rumahku. Tapi aku masih belum sepenuhnya percaya, walaupun siang itu aku menyaksikan dimana tubuh itu terbujur kaku dengan wajah yang pucat tanpa darah, tanpa detak jantung dan nafas. Hari itu dimana semua pusat hidupku seakan menjauh. Tampa terasa aku kini terjatuh dalam lubang yang dalam, tanpa pelita yang menemaniku.

Secercah harapan dan kumpulan puing puing masa lalu

Penguat lara dalam kebangkitan keterpurukkan ku

Selembar kanvas usang kucoba ku tata sedemikian rupa

Sebagai pengingat hari bahagiaku lalu

Bertahan dengan luka, bangkit dengan luka yang di balut

Lika liku kehidupan yang nyatanya adalah sang ratu

Sebagai pion yang mencoba bertahan

Bukan sebuah penyesalan yang kini kujalani, tapi kini adalah hari dimana aku harus menjadi Tuan Putri tangguh yang harus membuat kerajaannya indah tanpa Sang Raja yang bijak sana. Sosok yang dulu hilang kini harus kembali, karena bukan hanya Sang Ratu yang menanti. Banyak sosok yang merindukannya. Bukankah itu hal yang sangat mudah tersenyum setiap saat untuk membangkitkan semangat Sang Ratu.

Terasa sebagai sebuah dongeng pengantar tidur yang dikisahkan, tapi ini nyata bukan sebuah bualan. Terasa klise tapi ini penentu jalan hidupku, sanggupkah aku berlari sebagai Tuan Putri yang berjuang jika kakiku telah patah sebelah???? Masih sanggupkah aku berdiri jika tanpa penopang???? Sebuah kehidupan yang tak pernah kita ketahui, misteri dengan berbagai konflik yang membuat orang semakin bodoh. Bertanya tanya dalam angan hal apa esok nanti yang akan di hadapinya. Entah badai yang lebih besar atau pelangi yang hanya sesaat.

                                ****

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!