NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Susu Putra Sang Pewaris

Menjadi Ibu Susu Putra Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / CEO / Ibu susu / Janda / Duda
Popularitas:26.1k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Setelah memergoki perselingkuhan suaminya, Kamila Andini mengalami tragedi hebat, ia terjatuh hingga kehilangan calon bayinya sekaligus harus menjalani pengangkatan rahim. Penderitaannya kian lengkap saat sang suami, Danu, menceraikannya karena dianggap tak lagi "sempurna".
Berharap mendapat perlindungan di rumah peninggalan ayahnya, Kamila justru dijadikan alat oleh ibu tirinya untuk melunasi utang kepada seorang konglomerat tua. Namun, kejutan menantinya. Bukannya dinikahi, Kamila justru dipekerjakan sebagai ibu susu bagi cucu sang konglomerat yang kehilangan ibunya saat persalinan.
Evan Anggara, ayah dari bayi tersebut, awalnya menentang keras kehadiran Kamila. Namun, melihat kedekatan tulus Kamila dengan putranya, tembok keangkuhan Evan perlahan runtuh. Di tengah luka masa lalu yang belum sembuh, akankah pengabdian Kamila menumbuhkan benih cinta baru di antara dirinya dan Evan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wasiat palsu dari Jingga

Suasana hangat di taman belakang itu seketika menguap, berganti dengan ketegangan yang menyesakkan dada. Evan tertegun, matanya menyipit menatap sosok wanita yang berdiri dengan napas memburu di hadapannya.

"Siska?" gumam Evan pelan.

Siska melangkah maju dengan sepatu hak tingginya yang mengetuk keras lantai marmer di pinggir taman. "Ya, ini aku, Evan! Dan apa yang kulihat tadi? Kenapa tanganmu memeluk wanita asing ini?"

Secara refleks, Kamila yang tersadar dari keterpakuannya segera menjauh dari Evan. Wajahnya yang semula merah karena malu, kini memucat karena takut. Ia menunduk dalam, tidak berani menatap mata tajam wanita cantik namun terlihat sangat angkuh itu.

Siska segera mendekat dan dengan kasar berusaha menepis tangan Evan yang tadinya melingkar di pinggang Kamila, meski Kamila sudah menjauh. "Lepaskan dia, Evan! Berani sekali dia menyentuhmu!"

Siska berkacak pinggang, menatap Kamila dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan tatapan meremehkan. "Hey, siapa kamu? Berani sekali menggoda calon suamiku?" tegurnya dengan suara melengking.

Kamila hanya diam membisu, meremas ujung bajunya dengan gugup. Namun, sebelum Kamila sempat menjawab, suara dingin Evan memotong suasana.

"Jaga bicaramu, Siska. Wanita ini adalah ibu susunya putraku. Kenapa memangnya?" ujar Evan datar, matanya menatap Siska tanpa ekspresi.

"Apa? Ibu susu?" Siska terbelalak, wajahnya dipenuhi rasa jijik. "Kenapa harus memberikan Baby Zevan ASI dari wanita seperti ini? Apa kau sudah hilang akal? Kita bisa memberikan susu formula dengan kualitas terbaik di dunia, Evan! Untuk apa kau memelihara wanita kampungan ini di rumahmu?!"

Evan tidak bergeming. Ia tahu persis siapa Siska, yakni sahabat dekat mendiang istrinya, Jingga. Namun, ada sesuatu yang selalu mengganjal di hati Evan setiap kali Siska mengklaim tentang "wasiat" terakhir Jingga.

"Ingat, Evan," Siska melanjutkan dengan nada yang dipaksakan lembut namun terdengar penuh tuntutan. "Jingga sendiri yang menitipkan pesan padaku sebelum dia menghembuskan napas terakhir. Dia ingin aku yang menjagamu dan Zevan. Papahmu pun tahu soal ini, mereka sangat mendukung pernikahan kita!"

Evan menghela napas pendek, rasa ragu yang selama ini tersimpan kembali muncul.

'Jingga tidak pernah mengatakan hal itu padaku, batinnya.'

 Namun, ia tidak ingin berdebat di depan Zevan yang mulai merasa tidak nyaman karena suara keras Siska.

Tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut, Evan tiba-tiba meraih pergelangan tangan Kamila.

"Ayo pergi, Kamila. Zevan butuh istirahat di dalam," ucap Evan tegas.

Ia menarik lembut tangan Kamila, membawanya melangkah masuk ke dalam mansion sambil tetap mendekap Baby Zevan dengan tangan satunya. Ia mengabaikan teriakan Siska yang memanggil namanya berkali-kali.

Siska berdiri mematung di tengah taman, dikelilingi bunga lili yang seolah mengejek keberadaannya. Ia menghentakkan kakinya ke rumput dengan geram, tangannya terkepal kuat hingga kuku-kukunya memutih.

"Dasar wanita kampungan! Awas saja kamu!" desis Siska dengan mata yang memancarkan kebencian. "Akan aku buat kau diusir dari rumah ini. Kau kira dengan menjadi ibu susu Baby Zevan, kau bisa dengan mudah merebut Evan dariku? Cuih... Tak akan pernah aku biarkan semua itu terjadi. Langkahi dulu mayatku!"

Siska menatap punggung Evan dan Kamila yang menghilang di balik pintu besar mansion. Di dalam kepalanya, ia mulai menyusun rencana untuk menyingkirkan siapapun yang menghalangi jalannya menjadi Nyonya besar di Mansion Chendana.

Langkah kaki Evan terasa berat namun pasti saat ia membawa Kamila masuk ke dalam ruang tengah yang lebih tenang. Ia bisa merasakan tubuh Kamila yang masih sedikit gemetar karena syok atas labrakan Siska tadi.

Setelah merasa cukup jauh, Evan berhenti dan melepaskan pergelangan tangan Kamila. Ia membalikkan tubuhnya, menatap Kamila dengan tatapan yang sulit diartikan, ada ketegasan, namun terselip kelembutan di sana.

"Kamila," panggil Evan dengan suara baritonnya yang rendah. "Lupakan apa yang dikatakan Siska tadi. Jangan masukkan ke dalam hati, apalagi sampai mengganggu pikiranmu."

Kamila mendongak perlahan, "Tapi Tuan, Nona Siska sepertinya sangat marah. Saya tidak enak jika keberadaan saya di sini justru menimbulkan masalah bagi Anda."

"Fokusmu hanya satu: Baby Zevan. Itu tugas utamamu di sini," potong Evan cepat. "Selama kau menjalankan tugasmu dengan baik, kau tidak perlu peduli pada siapa pun yang datang ke rumah ini, termasuk dia, mengerti?"

Kamila terdiam, Ia memberanikan diri menatap mata tajam Evan. Untuk beberapa detik, waktu seolah berhenti lagi. Evan menatap dalam ke netra cokelat Kamila yang jernih, seolah mencari ketulusan di sana. Kamila yang merasa jantungnya berdegup tidak karuan segera mengalihkan pandangan, tidak sanggup menahan intensitas tatapan pria di depannya.

"Ba... baik, Tuan," sahut Kamila gugup. Ia segera merentangkan tangannya ke arah Zevan. "Mari, biar Baby Zevan saya bawa."

Melihat Kamila, Zevan langsung bereaksi antusias. Bayi mungil itu tertawa kecil dan merentangkan kedua tangannya dengan semangat, seolah sudah tidak sabar ingin kembali ke dekapan hangat ibu susunya. Evan tersenyum tipis, sangat tipis melihat kedekatan itu. Ada rasa lega yang menyelinap. setidaknya putranya kini berada di tangan yang tepat.

"Aku pergi ke kantor sekarang," ujar Evan singkat sebelum berbalik menuju kamarnya untuk berganti pakaian formal.

Beberapa saat kemudian, Siska yang masih diselimuti amarah mondar-mandir di ruang tamu. Langkahnya terhenti saat ia melihat Tuan Chen yang sedang duduk santai sambil membaca koran. Dengan raut wajah yang dibuat sedih dan penuh tanya, ia menghampiri pria tua itu.

"Om, ada yang ingin Siska tanyakan sama Om!" seru Siska tanpa basa-basi.

Tuan Chen menurunkan korannya, menatap Siska dengan tenang. "Apa itu, Siska?"

"Apakah Baby Zevan benar-benar memiliki ibu susu? Ini semua hanya akal-akalan Evan kan, Om? Supaya dia punya alasan untuk menghindariku?" tanya Siska dengan nada menuntut.

Tuan Chen tersenyum hambar. Di dalam hatinya, ia sebenarnya sudah cukup lelah menghadapi sifat Siska yang posesif. Jika bukan karena rasa hormat pada mendiang menantunya dan hubungan bisnis dengan orang tua Siska, ia mungkin sudah meminta satpam untuk melarang wanita ini masuk.

"Memang betul, Siska. Aku sendiri yang sengaja membawa Kamila ke rumah ini untuk menjadi ibu susu Zevan. Evan tidak ada kaitannya sama sekali dengan keputusan ini. Ini demi kesehatan cucuku," jawab Tuan Chen tegas namun tetap sopan.

Siska tertegun, wajahnya kaku. "Apa, Om serius?"

Belum sempat Siska mendebat lagi, Evan muncul dengan setelan jas hitam yang rapi dan sangat berwibawa. Ia menghampiri sang ayah.

"Pah, aku berangkat dulu. Ingat, hari ini jadwal Papah kontrol kesehatan ke rumah sakit. Jangan ditunda," pesan Evan.

"Iya, Evan. Sopir sudah siap. Hati-hati di jalan," balas Tuan Chen.

Melihat Evan hendak pergi, Siska segera mengekor di belakangnya seperti bayangan. Evan yang merasa risih berhenti mendadak di depan pintu utama.

"Sebaiknya kau segera pulang, Siska. Aku sibuk dan tidak ada waktu untuk meladeni drama ini," ujar Evan dingin tanpa menoleh.

"Evan sayang, kamu kok selalu saja bersikap kasar dan dingin terhadapku?" Siska merengek, mencoba meraih lengan Evan, namun pria itu menghindar. "Jangan marah seperti ini, ya sudah aku minta maaf. Besok aku akan ke sini lagi."

Evan tidak menghiraukan perkataan itu. Ia langsung masuk ke dalam mobil dan melesat pergi, meninggalkan Siska yang kini menghentakkan kaki dengan kesal di teras mansion.

Siska yang merasa harga dirinya terluka segera masuk ke mobilnya dan mengemudi pergi. Namun, saat mobilnya baru saja keluar dari pintu gerbang besar Mansion Chendana, ia menginjak rem secara mendadak.

Di pinggir jalan, tepat di seberang gerbang, ia melihat dua orang wanita dengan pakaian yang agak lusuh sedang mondar-mandir. Sesekali mereka mencoba melongok ke dalam gerbang namun segera bersembunyi saat melihat penjaga. Gerakan mereka sungguh mencurigakan.

Siska menyipitkan mata, insting liciknya mulai bekerja.

"Wanita-wanita ini... mereka tidak terlihat seperti orang dari kalangan sini. Jangan-jangan ada hubungannya dengan wanita kampungan itu," pikirnya.

Ia menurunkan kaca mobilnya dan memanggil mereka dengan nada angkuh. "Heh, kalian! Sedang apa kalian mondar-mandir di depan rumah orang kaya? Cari siapa?"

Kedua wanita itu terlonjak kaget dan saling pandang, tampak ketakutan sekaligus penasaran melihat Siska yang berada di dalam mobil mewah.

Bersambung...

1
Teh Euis Tea
sukurlah jaka sadar dan mudsh2an cepat sehat biar bisa jd saksi ratu demit masuk bui
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siip kk 👍
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya jaka sadar dan bisa jdi saksi kejhtn siska
Lisa
Ciee..Evan udh mulai pdkt nih..😊
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: iya dong 🤣🤣🤣
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Good//Good//Good/🤗🤗🤗
total 1 replies
Nar Sih
hahaha😂😂iklan lewat dulu gais😂
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: betul 🤣🤣🤣
total 1 replies
Juriah Juriah
sebagai pembaca novel menurut ku jln crita nya udh cukup bagus tulisannya juga rapi ga banyak typo nya trus tanda baca nya juga tepat penempatan nya sampai di episode ini masih enak di baca nya...buat kakak author tetap semangat untuk berkarya 💪🙏
Juriah Juriah: sama-sama kak🙏
total 2 replies
suryani duriah
gagal lagi😁😁
neny
apa itu panggilan di bawah alam kubur,,atau mungkin kah orang yg sdh dianggap siska mati akan mengganggu siska sampe ia mengakui perbuatan nya sendiri,,jd penasaran nich,,semangat terus kak othor💪😘
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: terimakasih kak 🙏😊
total 1 replies
neny
oramg suruhan siska pasti itu,,lanjut kak,,
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Good//Good//Good/
total 1 replies
neny
cinta rvan,,itu cintaa,,cinta mu pada jingga ada di ruang hati mu yg lain,,beda jg dengan cinta kamila,,ayo akui perasaan mu drpd tersiksa,,🤭lanjut kak🥰
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siip kk, aku sudah up 3 Bab 🤗
total 1 replies
Teh Euis Tea
cieee evan udah nyosor lg aj🤭🤭🤭🤭🤭
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: jadi bebek dia kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
pasti si Siska.😡
Nar Sih
hahaha😂😂evan ,,kmu ada ,,sja pkai cerita tentang teman mu pdhl itu cerita diri mu sendiri yg mungkin udh jtuh cinta dgn kamila ,
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: betul kak, malu tuh dia 🤣🤣
total 1 replies
Teh Euis Tea
kocak di evan, pake bilang temannya bilang aj aku yg mulai jatuh cinta dm istriku 🤣🤭
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: nah betul begitu 🤣🤣
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Iqlima Al Jazira
next thor..
kopi untuk mu👍
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: terimakasih kak 🙏😊
total 1 replies
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ani
lepas kendali juga gak apa apa kali Van lah yo wong halal kok..😄😄😄
Cindy
lanjut kak
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Good//Good//Good/
total 1 replies
Nar Sih
buat pangn yg sdh sah boleh kok kamila untuk berhubungan seperti layak nya suami ,dan kmu jujur sja klau sdh ngk punya rahim lgi
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: betul kak 👍🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!