NovelToon NovelToon
Dua Mafia Bersaudara dalam Satu Takhta

Dua Mafia Bersaudara dalam Satu Takhta

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Fantasi Wanita / Persaingan Mafia
Popularitas:19.9k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Kisah Shen Xiao Han dan Colly Shen adalah kelanjutan dari Luka dari Suami, Cinta dari Mafia, yang menyoroti perjalanan orang tua mereka, Holdes Shen dan Janetta Lee.

***

Shen Xiao Han dan Colly Shen, putra-putri Holdes Shen dan Janetta Lee, mewarisi dunia penuh kekuasaan dan bahaya dari orang tua mereka, Holdes dan Janetta.

Shen Xiao Han, alias Little Tiger, menjadi mafia termuda yang memimpin kelompok ayahnya yang sudah pensiun—keberanian dan kekejamannya melebihi siapa pun. Colly Shen, mahasiswi tangguh, terus menghadapi rintangan dengan keteguhan hati yang tak tergoyahkan.

Di dunia di mana kekuasaan, pengkhianatan, dan ancaman mengintai setiap langkah, apakah mereka akan bertahan atau terperangkap oleh bayangan keluarga mereka sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

“Apa kelemahannya?” tanya Yohanes, rasa penasaran dan keserakahannya tak lagi disembunyikan.

“Setiap orang,” jawab pria itu pelan, “pasti memiliki seseorang yang mereka cintai.”

“Shen Xiao Han sama sekali tidak punya pacar,” bantah Yohanes. “Tak ada satu pun wanita yang bisa mendekatinya.”

“Tidak punya wanita bukan berarti dia tidak mencintai siapa pun,” balas pria itu tenang.

Yohanes menyipitkan mata.

“Apa maksudmu?” tanyanya. “Jangan bilang… wanita di sampingnya itu ... Monica Shu? Dia hanya asistennya. Tidak ada hubungan istimewa.”

Pria itu tersenyum tipis sambil berdiri dari sofa.

“Wanita itu bukan siapa-siapa baginya.” Ia menoleh, sorot matanya dingin. “Orang terpenting dalam hidup Shen Xiao Han adalah Colly Shen.”

Yohanes terdiam sesaat sebelum mengangguk perlahan.

“Colly Shen… adik perempuannya.” Ia terkekeh lirih. “Aku sering mendengar kabar. Siapa pun yang berani mengusik gadis itu, Shen Xiao Han akan maju sendiri dan menghajar mereka tanpa ampun. Belum lama ini, seorang pejabat kehilangan segalanya hanya karena putrinya mengganggu Colly Shen. Karier, kekuasaan, semuanya hancur. Kejadian itu sudah tersebar ke mana-mana.”

Pria itu kemudian melangkah menuju pintu.

“Tunggu,” panggil Yohanes dengan suara tertahan. “Sebenarnya siapa namamu? Tidak mungkin aku bekerja sama dengan orang yang bahkan tidak aku kenal.”

Pria itu berhenti sejenak tanpa menoleh. “Panggil saja aku Boby,” jawabnya singkat, lalu kembali melangkah pergi.

“Boby?” gumam Yohanes pelan. “Jelas bukan nama aslimu.”

Di luar ruangan karaoke, pria yang menyebut dirinya Boby berjalan menyusuri koridor klub yang remang. Lampu-lampu redup memantulkan bayangannya di dinding, memanjang seperti sosok yang dihantui masa lalu.

Ia berhenti sejenak, rahangnya mengeras.

“Shen Xiao Han…” gumamnya lirih, penuh kebencian. “Aku kehilangan segalanya karena orang tuamu. Kau memiliki nama, kekuasaan, dan segalanya—sementara keluargaku dihancurkan tanpa sisa.”

Matanya menyipit, penuh dendam yang tak terpadamkan.

“Karena itu, aku ingin kau merasakan hal yang sama. Aku ingin melihat orang-orang yang kau cintai menghilang… satu per satu.”

Ia berhenti tepat di ujung koridor.

“Dan untuk sasaran pertamaku—” Senyum tipis terbit di sudut bibirnya. “—adalah Colly Shen.”

***

Di sisi lain kota, Colly turun dari mobil yang dikemudikan pengawalnya. Ia melangkah masuk ke sebuah butik busana eksklusif yang menjual pakaian berkelas tinggi.

Di dalam butik, seorang wanita dengan rambut disanggul rapi dan penampilan anggun tengah berdiri di depan deretan gaun mahal yang tergantung tertata. Gerakannya lembut, auranya tenang dan berwibawa.

“Mama!” seru Colly ceria sambil menghampiri wanita itu.

Wanita tersebut menoleh dan tersenyum hangat. Dialah Janetta Lee.

Meski usianya telah menginjak lima puluhan, kecantikan Janetta sama sekali belum pudar. Wajahnya masih memancarkan keanggunan dan kelembutan seorang ibu.

Colly langsung memeluknya erat.

“My princess,” ujar Janetta lembut sambil mengusap rambut putrinya. “Ada sesuatu yang terjadi sampai kau datang menjenguk Mama?”

“Aku hanya merindukan Mama,” jawab Colly manja. “Papa belum pulang?”

“Belum,” kata Janetta tersenyum. “Papa masih sibuk dengan urusan bisnis di luar negeri.” Janetta kemudian menatap putrinya penuh kasih. “Di mana kakakmu?”

“Kakak selalu sibuk dengan urusannya,” jawab Colly jujur. “Tapi meski begitu, Kakak selalu perhatian padaku.”

Janetta menggenggam tangan putrinya dan mengajaknya duduk di sofa butik.“Kalian berdua harus selalu saling menjaga dan melindungi,” ucapnya pelan namun penuh makna.

Colly mengangguk sambil tersenyum.

Saat suasana hangat itu berlangsung, pintu butik kembali terbuka. Seorang pria melangkah masuk.

Pria itu adalah Jacky Yin.

Pelayan butik tersebut segera menyambut kedatangan Jacky dengan sikap sopan dan ramah.

“Selamat datang, Tuan,” ucap mereka serempak.

“Aku datang untuk mencari adik kelasku,” jawab Jacky dengan senyum santai.

“Jacky Yin?” Colly bangkit dari sofa, menatap pria itu dengan sedikit terkejut.

Jacky melangkah menghampiri Colly dan Janetta yang duduk bersebelahan.

“Colly,” sapanya ringan.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Colly heran.

“Kebetulan aku lewat,” jawab Jacky tenang. “Aku melihat mobilmu terparkir di luar, jadi aku masuk sekadar menyapamu.”

Janetta memperhatikan pria itu dengan saksama—dari wajah, cara berdiri, hingga sorot matanya. Pengalaman hidup membuatnya peka pada orang-orang yang datang mendekat pada keluarganya.

“Apakah ini ibumu?” tanya Jacky sopan.

Janetta menyilangkan kaki dengan anggun, lalu tersenyum ramah.

“Iya," jawab Colly.

“Ma,” Colly memperkenalkan, “ini kakak kelasku, Jacky Yin.”

Jacky menunduk sedikit sebagai salam hormat.

“Senang bertemu dengan Anda, Bibi.”

Janetta membalas senyum itu, meski matanya tetap mengamati dengan tajam.

“Silakan duduk, Jacky. Jangan sungkan.”

“Terima kasih, Bibi,” ucap Jacky sambil duduk di sofa seberang mereka.

“Colly,” Janetta melirik putrinya, “kenapa Mama belum pernah mendengar kamu menyebut temanmu ini sebelumnya?”

“Kami baru saling mengenal, Ma,” jawab Colly jujur.

Jacky tersenyum kecil, namun dalam hatinya pikirannya berputar cepat. "Wanita ini… "batinnya. "Aura yang kuat. Tenang, elegan, dan penuh wibawa. Pantas saja dia bisa menjadi pendamping Holdes Shen."

1
Maria Mariati
haduhhhh tua tua sudah bosan kali dia Ama nasi ,cari perkara aja 🤣🤣🤣🤣🤣
Ayla Anindiyafarisa
lanjut thor
Inez Putri
mantaap gak tanggung² micheal bw senjatanya good 👍👍😄😄
Ayla Anindiyafarisa
aduh Thor tadinya aku udh kesel loh aku kira beneran si holdes tidur beneran sama tu jalang
Ayla Anindiyafarisa
keren Thor..
Maria Mariati
haduhhhh tikus masuk kandang singa,hati2 yakk takut nya ga bisa keluar lagi
wie wie
apakah itu willy
Maria Mariati
iyaa padahal mereka saudara se kakek nenek 🤣🤣🤣🤣
Pikachu: gk asli punya 🤣
total 1 replies
Tiara Bella
plot twist bngt tdnya aku nyangka propesor itu yg lindungin Colly twnya kebalikannya....salah nebak aku
Maria Mariati
aku tak percaya Michael lin sudah meninggal pasti dia bisa lepas dari tali yang diikat oleh profesor gadungan itu 🤣🤣🤣
Maria Mariati: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
Maria Mariati
kewaspadaan Colly menurun ga sadar ada musuh
Maria Mariati
belum tahu dia siapa Colly sebelum tangan mu sampe ,tangan mu dulu yang patah 🤣🤣🤣
Maria Mariati
bapak nya oon anak nya apa lagi,🤣🤣🤣
Maria Mariati
mafia ko tunggu rapat,keburu mati lahhh🤣🤣🤣
Bonny Liberty
alur cerita jelas
Maria Mariati
ganti judul ya thorrrr 😍😍😍
Pikachu: Iya kak🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Tiara Bella
wah penuh misteri ini propesor Zhou...
Tiara Bella
bagus ceritanya aku suka.....
Tiara Bella
bakalan pada kapok ini mah yg mengusik keluarga mafia satu ini.....
Tiara Bella
gk bisa berkata² aku....mafia dilawan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!