NovelToon NovelToon
Duke, Tolong Minggir

Duke, Tolong Minggir

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Menjadi NPC / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Leel K

Masuk ke dalam dunia novel seharusnya menjadi impian setiap pembaca. Kecuali jika novel itu adalah "Tears of the Caged Bird"—sebuah kisah dark romance di mana pemeran utamanya adalah Duke sosiopat yang hobi meneror gadis yatim piatu.

Sialnya, itulah nasib Vivienne.

Terbangun sebagai sepupu miskin dari tunangan sang Duke, Vivienne seharusnya hanya menjadi figuran yang diam dan mati muda. Tapi, melihat Freya Lark (si female lead) terus-terusan menangis dan Damian von Hart (si male lead) terus-terusan bertingkah seperti penguntit elit, kesabaran Vivienne habis.

Persetan dengan alur asli!

Jika penulis aslinya ingin drama, Vivienne akan memberinya komedi.
Jika Duke ingin bermain dark romance, Vivienne akan menyiramnya dengan air pel.

"Maaf, Duke. Anda menghalangi jalan saya menuju kebebasan finansial. Tolong minggir, atau saya tagih biaya parkir."

Selamat datang di Hartfield, di mana romansa sudah mati, dan digantikan oleh chaos yang sangat menguntungkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leel K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Presentasi Bisnis

"Pinjam serbetmu," pintaku tanpa basa-basi.

Bianca mengerutkan kening, tapi dia menyodorkan serbet linen putih bersih berbordir benang emas itu. Aku mengeluarkan pena bulu ayam yang sengaja kucuri dari ruang kerja Damian, dari balik lengan gaunku.

"Apa yang kau lakukan? Itu linen impor!" protes Bianca.

"Diam. Ini demi masa depanmu yang lebih cerah daripada lampu gantung Hartfield," kataku sambil mulai mencoret-coret serbet mahal itu.

Aku menggambar sebuah grafik sederhana. Garisnya naik tinggi, lalu menukik tajam ke bawah seperti air terjun Niagara.

"Lihat ini," kataku sambil menunjuk puncak grafik. "Ini adalah persepsi publik tentang Damian von Hart. Sempurna. Kaya. Tampan. Pahlawan perang. Semua ibu-ibu di kekaisaran mau anaknya nikah sama dia."

Bianca mengangguk bangga. "Tentu saja."

"Dan ini," aku menunjuk garis yang menukik tajam ke bawah, "adalah realita mental Damian saat ini. Dia obsesif. Dia emosionalnya nggak stabil. Dia lagi ngejar-ngejar anak tukang kebun kayak orang kesurupan. Bia, dalam istilah ekonomi kampung halamanku, Damian itu namanya 'Saham Gorengan'."

"Saham... Gorengan?" ulang Bianca, lidah bangsawannya kesulitan memproses istilah gaul pasar modal modern itu. "Apa hubungannya Duke dengan makanan berminyak?"

"Bukan makanan, Bia. Maksudnya, dia itu investasi yang kelihatannya menguntungkan, harganya lagi tinggi-tingginya, tapi fundamentalnya nol. Kosong. Dan sebentar lagi, pas skandalnya meledak..." Aku membuat gerakan ledakan dengan tangan, "...DUAR! Harganya bakal anjlok. Crash. Dan kalau kamu masih pegang saham itu (masih jadi tunangannya), kamu bakal ikut rugi bandar. Kamu bakal jadi 'Mantan Tunangan Duke Gila'. Nggak elegan, kan?"

Wajah Bianca memucat. Dia membayangkan dirinya menjadi bahan tertawaan di pesta teh. Bagi Bianca, dipermalukan lebih buruk daripada kematian.

"Kau... kau pikir dia akan benar-benar meledak?" bisik Bianca ngeri.

"Oh, pasti," jawabku yakin. "Orang yang nahan perasaan kayak Damian itu bom waktu. Cuma masalah kapan, bukan kalau."

Aku menarik napas, lalu menggambar simbol mata uang ($) besar di bagian bawah serbet.

"Jadi, strateginya bukan mencegah dia meledak. Kita nggak bisa nyegah orang gila. Strateginya adalah: Kita jual tiket pas dia meledak."

Bianca menatap simbol mata uang itu. "Jual... tiket?"

"Gosip, Bia. Skandal. Aib," bisikku penuh penekanan. "Orang-orang di ibukota itu haus hiburan. Mereka bosen sama berita politik. Mereka mau drama. Dan siapa drama king terbaik saat ini? Tunanganmu tercinta."

Aku mulai merinci rencanaku di atas serbet, mengabaikan protes Bianca soal tinta yang merusak kain.

"Rencananya begini: Kita buka agensi informasi rahasia. Aku yang di lapangan, ngumpulin data. Aku bakal memantau kapan Damian ngelakuin hal-hal aneh demi Freya. Kapan dia ngintip di kebun, kapan dia galau di balkon, kapan dia marah-marah nggak jelas."

"Dan aku?" tanya Bianca, mulai condong ke depan.

"Kamu 'Bandar'-nya. Kamu punya koneksi ke editor koran gosip, ke para Nyonya sosialita yang mulutnya ember, dan ke para rival politik Damian. Kita jual info eksklusif ini pelan-pelan. Judulnya: 'Kesedihan Rahasia Sang Duke: Apakah Hatinya Sudah Dicuri?' atau 'Malam-malam Sepi di Hartfield: Siapa yang Ditunggu Sang Pahlawan?'"

"Itu... itu tidak bermoral, Vivienne!" seru Bianca, meski tangannya tidak bergerak untuk menghentikanku. "Aku tidak bisa menjual aib tunanganku sendiri!"

"Kenapa nggak? Dia udah mempermalukan kamu dengan ngejar Freya, kan? Anggap ini kompensasi sakit hati," balasku cepat. "Lagipula, bayangin keuntungannya, Bia."

Aku menulis angka nol yang banyak di atas serbet.

"Satu foto eksklusif Damian yang lagi basah kuyup di kebun mawar (karena abis disiram air) bisa laku 50 ribu emas di pasar gelap. Satu info soal dia yang nolak makan malam demi ngeliatin jendela Freya? 100 ribu emas dari musuh politiknya."

Mata Bianca melebar melihat angka-angka itu.

"Dengan uang segitu," lanjutku, suaraku makin menggoda seperti setan kredit, "kamu nggak perlu nunggu warisan orang tua. Kamu bisa beli pulau sendiri. Kamu bisa beli gelar kebangsawanan baru buat suami masa depanmu yang lebih muda, lebih ganteng, dan lebih nurut. Kamu bisa jadi Queen of High Society yang sesungguhnya, yang nggak butuh pria buat validasi."

Bianca terdiam. Dia menatap angka-angka di serbet itu, lalu menatapku, lalu menatap ke luar jendela di mana kebun mawar Hartfield terbentang luas.

Aku bisa melihat roda gigi di otaknya berputar. Bianca itu pragmatis. Dia mencintai status, tapi dia lebih mencintai security (keamanan). Dan uang adalah keamanan paling absolut.

"Pulau sendiri?" gumamnya pelan.

"Lengkap dengan pelayan yang ganteng-ganteng dan nggak ada nyamuknya," tambahku.

Bianca menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan. Dia mengambil cangkir tehnya yang sudah dingin, menyesapnya sedikit, lalu meletakkannya kembali dengan bunyi klang yang tegas.

Dia menatapku. Senyum palsunya hilang, digantikan oleh tatapan tajam seorang pebisnis wanita yang baru saja melihat peluang IPO.

"Bagianku 60 persen," kata Bianca datar.

Aku nyaris tersedak ludah sendiri. "Hah? Enak aja! Aku yang kerja lapangan! Aku yang berisiko dipenggal Damian! 50-50!"

"Aku yang menanggung risiko reputasi, Vivienne. Dan aku yang menyediakan modal operasional. Kamera, suap pelayan, biaya kirim surat rahasia. 60-40, atau aku laporkan kau ke Grand Duchess Victoria karena merusak serbet linen."

Sialan. Dia cepat belajar.

Aku menyeringai lebar dan mengulurkan tangan. "Oke, Deal. 60-40. Tapi biaya makan siangku ditanggung kantor."

Bianca menyambut uluran tanganku. Jabat tangannya kuat dan mantap. Tidak ada lagi tangan lemas ala putri keraton.

"Sepakat," kata Bianca. Matanya bersinar licik. "Sekarang, hapus 'Saham Gorengan' itu. Terdengar menjijikkan. Kita sebut saja ini... 'Investasi Derivatif Emosional'."

"Terserah, Bu Bos. Terserah."

Dan begitulah, di sore yang cerah itu, aliansi paling tidak suci dalam sejarah novel ini terbentuk. Damian von Hart tidak lagi menjadi rebutan cinta. Dia resmi menjadi komoditas dagang.

1
shabiru Al
ternyata damian semenjijikan itu ya... duke apaan itu hiiii
shabiru Al
gila,, ide vivienne benar2 outof the box dan yang lebih gong nya kagi bianca ikut serta😄
shabiru Al
waduh,, bener2 ya vivienne menjadikan damian sebagai komoditas dagang 😄
shabiru Al
vivienne benar2 cerdik,, pintar mencari peluang😄
shabiru Al
berhasil... giamana ya kalo viviane sendiri yang berhadapa dengan damian
shabiru Al
doktrin yang bagus👍
shabiru Al
what,, zebra nyasar terus minta rokok 🤣🤣
dunia isekai
lucuuu
dunia isekai
halo kak! ceritanya lucu banget! Mau saling mampir like dan komen di cerita masing masing? Mampir di ceritaku The Legend Of Roseanne ya!
takeru lukcy
lanjut thorrrrrr kl gak lanjut aku samper nihh kerumah🤭🤭bagusss 👍
takeru lukcy
baguss cokk bacaa ajaa dehh dijamin gak bakal nyesel
takeru lukcy
thorrr lanjutin gak bagus lohhh😍😍gak bosen aku bacanyaaa
Leel K: aaaa makasih bangetttt 😆😍
total 1 replies
takeru lukcy
lanjut thor
takeru lukcy
anjayy otw bacaa sampe habis nihh😍
takeru lukcy
thorrr bagusss lanjutinn ahh 😍😍😍
Puch🍒❄
astaga akhirnya aku mendapatkan novel yg kusukaaaaaaaaaaaaa yg konyol2 gini nih yg kusuka tp sisi romantisnya jg harus ada pokoknya seru deh bikin gk bosen😌
takeru lukcy: pliss ini novel ke4 yang gue suka suka bangett😍😍
total 1 replies
Puch🍒❄
anjg lucu lg bangke😂🤣😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!