NovelToon NovelToon
PENGUASA LANGIT

PENGUASA LANGIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Kultivasi Modern / Perperangan / Action / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: DANA SUPRIYA

Anugrah adalah anak laki-laki yang miskin dengan kehidupan yang pas pasan dari ayah yang kenah PHK dan akhirnya menjadi pengemudi becak Mesin sedangkan ibunya sudah lama meninggalkannya sejak dia Sekolah Dasar. Kehidupan serba susah membuat dirinya terus di ejek dan di bully oleh kawan-kawan sekolahnya apalagi ketika dapat beasiswa bersekolah di sekolah elit di kotanya hingga caci maki bahkan bully terus dia terima dan dia terima dengan kuat dengan pembuktian dia tidak gampang menyerah hingga suatu hari semuanya berubah ketika dia tanpa sadar di bawa ke alam astral yang mempertemukan dengan arwah ibunya yang membuka takbir siapa dirinya sesungguhnya yang memiliki kemampuan luar biasa sebagai penguasa langit yang di takuti semua orang namun kehidupan belum berhenti ketika dia harus membuktikan jatih dirinya dan mengangkat martabat keluarganya dengan segala pembuktian kemampuannya, sanggupkah Anugrah membuktikan dirinya? Sanggup kah Anugrah mengangkat Martabat keluarganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANA SUPRIYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Tidak Terima

Ketokan dan pukulan ke pintu rumah membuat Anugrah yang dirinya merasa tidak bersalah jadi ketakutan hingga dia hanya berharap bantuan dari Om Koko hingga tiba-tiba terdengar suara Om Koko di luar rumah sedangkan Anugrah hanya berani melihat dari lubang kunci

"Syukurlah Om Koko sudah datang"

Anugrah memastikan kedatangan Om Koko yang akan membelah dirinya sesuai kata-kata yang di ucapkan Om Koko hingga terdengar Om Koko bicara

"Ada apa pak Zuki?, kenapa mengetuk dan mau mendobrak rumahnya pak Aji seperti itu?"

"Ini karena Anugrah mengatakan anak ku pencuri"

"Apakah pak Zuki percaya dengan kata-kata Alif seperti itu?"

"Percayalah karena anak ku tidak mungkin bohong"

"Baik Pak Zuki, bagaimana kalau ternyata Akip sudah berbohong dan sudah memfitnah Anugrah dengan kebalikan dari kata-kata anak bapak itu sendiri"

"Loh kamu itu ya Ko, kenapa kamu membelah si Nugra?, apa kamu sudah di bayarnya ya?"

"Di bayar bagaimana sih pak Zuki, kita kan tahu kalau Anugrah anak yang sudah kehilangan ibu sejak dari kecil dan kehidupannya pas pasan sampai saat ini dan bagaimana mungkin dia bisa bayar aku"

"Jadi kenapa kamu membelanya?"

"Itu karena aku jadi saksi dengan kata-kata Akip dan Anugrah bahkan aku bisa putar ulang semua kejadian yang terjadi melalui CCTV yang ada di rumah"

"Maksudnya bagaimana Ini Ko?"

"Aku bisa katakan kalau Akip sudah ber berbohong sama bapak dan memutarkan balikan cerita yang sebenarnya"

"Ok tapi ku minta si Anugrah di hadirkan disini"

"Boleh pak tapi si Akip juga harus di hadirkan loh pak dan kalau bapak mau, saya akan hubungi bapaknya si Nugrah untuk hadir kemari dan bapak kan tahu pak Aji itu kan, dia itu juara silat di kelurahan kita dan bapak ingatkan berapa orang yang cedera berhadapan dengan orang tuanya Anugrah ini"

"Maksudnya Aji ini jawara silat kelurahan kita ini ya?"

"Memangnya ada nama Aji lain jadi bagaimana pak?, mau menunggu pak Aji datang atau kita selesaikan sekarang tapi ingat ya pak, bapak minta hadirkan si Nugrah dan saya minta bapak hadirkan si Akip anak bapak itu"

"Baik, Akip sini kau!"

Tiba-tiba Akip nongol dengan wajah yang merasa tidak bersalah

"Iya Yah, aku minta Ayah pukul si Nugrah itu Yah"

"Aman itu tapi kau nanti jujur ya biar kita selesaikan masalah mu"

"Siap Yah"

"Sekarang hadirkan si Nugrah Ko"

"Baik pak tapi ingat bapak jangan macam-macam dengan si Anugrah atau Ayahnya akan datang mengobrak abrik rumah bang Zuki"

"Ah mana si Nugrah dan ku minta dia bicara jujur"

"Baiklah"

Om Koko langsung mengetuk puntu rumah Anugrah dan memanggil nama Anugrah dengan perlahan

"Anugrah keluar nak, sini sama Om"

"Iya Om"

Dari dalam rumah keluar Anugrah yang membuka pintu rumah dan berdiri ketakukan di belakang Om Koko yang melindungi dirinya

"Tenang Nugrah, Om Koko di sini dan sekarang kita bicara baik-baik"

"Iya Om"

Anugrah merasa tenang kalau ada Om Koko di sampingnya. Dan dia tadi mendengar kalau kata Om Koko, kalau Ayahnya dulu Jawara di kelurahan ini.

Hal ini bisa dia manfaati agar Ayahnya Akip tidak macam-macam sama dirinya walaupun dia tidak begitu percaya karena dia tahu kalau Ayahnya adalah orang biasa yang pergi pagi dan pulang malam untuk mengemudi Becak Motor jadi dia tidak pernah mendengar kelebihan Ayahnya dalam bela diri.

Walaupun kini hal itu bisa dia handalkan minimal agar Anugrah jangan dibuat macam-macam sama Ayahnya si Akip.

Kini mereka duduk di bangku teras rumah keluarga Anugrah dan terlihat Ayah Akip sudah duduk bersama Akip sedangkan Om Koko sudah duduk di samping Anugrah

"Baiklah pak Zuki, sebelum kita putar CCTV, sekarang kita minta Anugrah cerita dulu dengan apa yang terjadi"

"Baik Om, pertama aku datang untuk minta bantuan Om Koko untuk melihat listrik di rumahnya apakah masih bisa menyalah atau sudah padam tapi tiba-tiba Akip mengatakan kalau aku datang untuk mengebon dan meminta-minta."

Anugrah menarik napas menahan emosi karena tuduhan Akip dan berusaha menenangkan dirinya sebelum melanjutkan kata-katanya

"Jadi ku jawab kalau aku datang bukan untuk mengebon atau meminta-minta tapi mau minta Im Koko untuk mengecek listrik rumahnya sekaligus isi token listrik tapi tiba-tiba Akip menuduh, kalau aku punya uang hasil mencuri jadi ku katakan saja dengan kata-kata jangan maling teriak maling tapi dia tiba-tiba Akip marah dan mengancam akan memberitahukan Ayahnya"

Anugrah menceritakan semua yang sudah terjadi tanpa ada yang dia tutupi lagi karena dia tahu kalau semua kata-katanya akan di perlihatkan kembali melalui CCTV jadi tidak mungkin dia berbohong sedangkan Akip dari tadi mau menyela namun di tahan oleh Om Koko untuk memberi kesempatan Anugrah untuk bicara hingga akhirnya Anugrah selesai bicara dan kini Om Koko mempersilahkan Akip untuk bicara

"Sekarang giliran kamu Akip untuk cerita apa yang terjadi"

Akip melihat Ayahnya yang menganggukan kepala sebelum dia bicara

"Aku tidak terima kata-kata Anugrah seperti itu dan yang ada dia mengatakan kalau aku ini maling dan sengaja mau mencuri dengan datang ke warung Om Koko jadi ya aku tidak terimah dengan kata-katanya seperti itu"

Telihat Akip bicara dengan semangat hingga akhirnya selesai

"Oh begitu ya Kip jadi kamu tidak takut kalau hasil CCTV mengatakan kalau kamu itu berbohong"

Tiba-tiba Akip berdiri seolah-olah tidak terimah dengan kata-kata Om Koko hingga dia tidak mau terima kalau dikatakan berbohong

"Enak saja Om mengatakan aku sudah berbohong, dia itu yang berbohong Om dan Om itu tidak perlu berbohong untuk menutupi kebohongan si Anugrah"

Om Koko tersenyum mendengar kata-kata dari Akip hingga dia mengeluarkan handphone dari saku bajunya

"Melalui handphone ini akan kita lihat siapa yang berbohong dan siapa berkata jujur karena saya akan memutar CCTV yang ada di Warung saya ini jadi sebelum ini di putar maka saya minta nantinya, yang sudah ketahuan dirinya berbohong maka lebih baik, saya minta untuk bersedia meminta maaf dan tidak mengulangi kebohongan yang sama lagi setelah diputar rekaman dari CCTV says ini, jadi bagaimana Anugrah siap?"

"Siap Om"

"Ya iyalah dia siap karena dia yang berbohong ha ha ha ha"

Akip tertawa dan merasa lucu dengan kata-kata dari Anugrah hingga dia bicara lagi padahal dia belum ditanya hingga Om Koko heran dengan sikap Akip yang saat ini seperti tidak sabar untuk bicara lagi

"Sudahlah Om Koko, tidak perlu di putar lagi CCTV yang ada karena hasilnya seperti yang ku katakan tadi"

Om Koko yang melihat Akip bicara seperti ini jadi geleng-geleng kepala dan bertambah heran hingga akhirnya dia bicara

"Sekarang kita lihat ya hasil pemutaran CCTV dari rumah saya dan kebetulan saya bawa laptop dan sudah saya pindahkan datanya ke laptop saya ini"

1
Perjuangan 123
sangat keren
Rahmad Jelianda
cerita ny makin lama makin seru ya lanjutkan bab berikutnya 👍
nailah anisa
lanjutt, gaperna bosen sm setiap bab nya/Bye-Bye/
Sakina Anggraini
wah keren sekali di tunggu ya bab berikut nya
ibnu
keren👍
auraa cantika
makin lama makinn seruu aja cerita nyaaa❕lanjutkannn authorrr😈
Ani Suryani
anugrah harus belajar silat juga
Raudhati Meifa
wah makin seru aja ceritanya, ga sabar buat nunggu bab selanjutnya👍
Nando 0803
Cerita ini penuh pesan moral dan inspirasi
👍👍👍
Asa Napit
Lanjutkan ceritanya, kami menunggu bab berikutnya! 🔥
Juni Warti
cerita nya sangat bagus dan menarik 😍 lanjutt kan bab selanjutnya 💪
nayra aulia
cerita ini penuh pesan moral dan inspirasi ditunggu kelanjutannya👍🏻👍🏻
zahirahalim Halim
bab ini terasa seru beda dari bab yang lain makin ga sabar untuk menunggu kelanjutannya 👍👍
Muhammad Syah revaldo
ceritanya semakin seruhh, jadi ga sabar buat nunggu bab selanjutnya
Chimpanzini Menolak Hiatus!
belum paham maksud kalimat ini. anugerah sendiri yang menabung, tapi dia tidak ingat bawah dirinya sendiri menabung? 🤔🤔
Chimpanzini Menolak Hiatus!
angga siapa thor? typo kah?
Jing_Jing22
Suara apa itu???
Wida_Ast Jcy
Saran thor ada beberapa dibab ini ditemukan paragraf nya panjang panjang dech mungkin lebih baik dibuat jadi dua begitu. 🙏🙏
🦊 Ara Aurora 🦊
Jangan lah kau Anugrah diam2 bae tuh dibully oleh mereka, Jangan kau mau di bully Anugrah /Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
🦊 Ara Aurora 🦊
Yg pembully Anugrah itu pasti punya masalah dengan kehidupannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!