NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyelamat / Cintamanis / Fantasi / Time Travel / Romansa
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Putryy01

karya Pertama Author 😊

Reynard Aethelred adalah pewaris tunggal Aethelred Group, raksasa bisnis energi. Reynard, yang selalu memberontak, menolak pernikahan perjodohan dengan Annelise Vanya, seorang gadis yatim-piatu yang dibesarkan di panti, pilihan terakhir almarhum ayahnya. Ia justru memilih Seraphina Valerius, tunangannya, yang ia yakini adalah cinta sejatinya. Selama pernikahan yang dingin, Reynard acap kali meremehkan Annelise, memprioritaskan Seraphina yang ambisius dan haus harta.
Pada hari ulang tahun Annelise yang ke-25, di tengah sebuah pesta, Reynard baru menyadari kebenaran pahit. Seraphina adalah mata-mata yang bekerja sama dengan kekasih rahasianya untuk merebut seluruh aset Aethelred Group dan menghabisinya. Annelise, yang diam-diam telah mengandung anak mereka, mengetahui rencana itu dan bergegas menyelamatkan Reynard. Dalam kekacauan, Annelise dan bayi dalam kandungannya tewas setelah melindungi Reynard dari tembakan mematikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putryy01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanggung Jawab Sebagai Pemimpin

__________________________________

Sinar matahari pagi menyusup malu-malu melalui celah gorden sutra di kamar utama mansion Aethelred. Cahaya itu jatuh tepat di wajah Annelise yang masih terlelap, namun rona pucat di pipinya belum juga hilang. Di sampingnya, Reynard sudah terjaga sejak fajar menyingsing. Tangannya tak henti-henti mengusap kening istrinya yang masih terasa hangat. Demam itu belum sepenuhnya turun, membuat kekhawatiran di hati Reynard semakin menjadi-jadi.

Kesunyian pagi itu tiba-tiba pecah oleh dering ponsel yang tajam. Reynard segera menyambar benda itu dari meja nakas sebelum suaranya membangunkan Annelise. Nama asisten pribadinya tertera di layar.

"Ya," jawab Reynard dengan suara rendah yang ditekan, matanya tetap tertuju pada wajah tenang Annelise.

"Selamat pagi, Tuan Reynard. Saya ingin mengingatkan bahwa pukul sembilan pagi ini ada rapat umum pemegang saham terkait ekspansi proyek energi di Eropa. Ini adalah agenda yang tidak bisa ditunda atau dibatalkan karena investor dari Jerman sudah tiba di kantor," lapor asistennya di seberang telepon.

‘’apakah tidak bisa saya bergabung via video konferensi dari rumah?’’ tanya Reynard penuh harapan.

‘’maaf tuan rapat kali ini sangat penting sehingga anda harus datang secara langsung untuk menghadirinya’’ jawab leonard.

Reynard memijat pangkal hidungnya. Dalam kehidupan pertamanya, ia tidak akan ragu untuk meninggalkan Annelise yang sakit demi rapat penting seperti ini. Namun, kesempatan kedua ini telah mengubah segalanya. Ia tidak akan pernah lagi menomor duakan istrinya namun di lain sisi ia juga harus menjadi pemimpin yang bertanggung jawab.

"baiklah minta Wakil Direktur untuk memimpin pembukaan. Saya akan datang namun sedikit terlambat," perintah Reynard. Ia baru saja akan menutup telepon saat ponsel milik Annelise yang berada di sisi lain tempat tidur mulai berdering.

Takut suara itu mengganggu tidur Annelise yang sedang butuh istirahat total, Reynard langsung menjangkaunya. Nama 'Meca' muncul di layar, asisten sekaligus sahabat kepercayaan Annelise di toko kue Sweet Serenity Bakehouse.

"Halo, Meca," ucap Reynard pelan.

Di seberang sana, Meca sempat terdiam sesaat, terkejut mendengar suara berat Tuan Aethelred yang menjawab ponsel sahabatnya. "T-tuan Reynard? Maaf, saya ingin menanyakan keadaan Annelise. Kemarin dia bilang kurang enak badan, dan pagi ini dia belum memberi kabar."

"Annelise masih demam dan butuh istirahat total. ‘’ jawab Reynard, melirik Annelise yang sedikit menggeliat dalam tidurnya. "Meca, aku minta tolong. Bisakah kau datang ke mansion hari ini untuk menemaninya? Aku memiliki urusan mendesak di kantor yang harus segera kuselesaikan, tapi aku tidak tenang membiarkannya sendirian."

Meca, yang tahu betapa dinginnya Reynard di masa lalu, merasa heran dengan perubahan nada bicara pria itu yang penuh perhatian. "Tentu, Tuan. Saya akan segera ke sana setelah menyerahkan tugas pembukaan toko kepada staf lain."

"Mengenai toko kue, jangan khawatir. Aku akan mengirimkan orang kepercayaanku, , untuk membantumu mengelola sementara agar kau bisa fokus menemani Annelise," tambah Reynard.

Setelah menutup telepon, Reynard beranjak dari tempat tidur dengan gerakan yang sangat hati-hati, berusaha tidak menimbulkan getaran sekecil apa pun. Ia melangkah menuju kamar mandi, membersihkan diri secepat mungkin, dan bersiap dengan setelan jasnya. Kemudian ia menemui Bibi Rose di dapur.

"Bibi Rose, tolong siapkan sarapan yang untuk Annelise. Bubur ayam dengan kaldu hangat dan obat pereda demamnya jangan sampai lupa," pesan Reynard dengan nada otoritas yang lembut.

"Baik, Tuan Muda. Semuanya akan segera siap," jawab Bibi Rose dengan senyum lega melihat perhatian tuannya yang begitu besar.

Reynard kembali ke kamar tidur utama. Ia duduk di tepi ranjang, membelai rambut cokelat gelap Annelise hingga mata cokelat madu itu terbuka perlahan.

"Reynard..." bisik Annelise parau.

"Aku di sini, Sayang. Waktunya sarapan agar kau bisa minum obat," ucap Reynard lembut. Tak lama kemudian, Bibi Rose masuk membawakan nampan sarapan. Reynard mengambil alih mangkuk tersebut, meniup buburnya hingga suhunya pas, dan menyuapi Annelise dengan penuh kesabaran.

"Reynard, apa kau sudah sarapan?" tanya Annelise dengan suara yang masih sedikit serak. Matanya menatap wajah suaminya yang terlihat sedikit lelah, seolah pria itu tidak tidur demi menjaganya sepanjang malam.

"Belum, Sayang," jawab Reynard singkat sembari mengaduk perlahan bubur hangat di tangannya agar suhunya pas untuk disuapkan.

Annelise mengerutkan kening, merasa tidak enak hati. "Reynard, pergilah ke ruang makan sekarang. Kau punya jadwal rapat yang padat hari ini, kau butuh tenaga. Aku bisa sarapan sendiri, tanganku sudah cukup kuat untuk memegang sendok."

Annelise mencoba meraih pinggiran mangkuk bubur itu, namun dengan lembut Reynard menjauhkan mangkuk tersebut dari jangkauan istrinya. Pria itu menatap Annelise dengan tatapan yang dalam, seolah tidak ingin melewatkan satu detik pun tanpa memastikan istrinya baik-baik saja.

"Tidak, Annelise," tolak Reynard tegas namun lembut. "Aku tidak akan beranjak dari sini sampai aku melihatmu menghabiskan makanan ini dan meminum obatmu. Aku baru akan sarapan setelah aku yakin kau sudah mendapatkan asupan yang cukup."

"Tapi kau bisa terlambat..." Annelise mencoba memprotes lagi.

Reynard tersenyum tipis, sebuah senyum yang jarang ia tunjukkan di kehidupan sebelumnya. "Biarkan mereka menunggu. Perusahaan itu tidak akan runtuh hanya karena aku terlambat tiga puluh menit demi menyuapi istriku. Sekarang, buka mulutmu."

Annelise akhirnya menyerah. Ia membuka mulutnya, menerima suapan demi suapan dari tangan pria yang dulu begitu dingin padanya. Ada kehangatan yang menjalar di dadanya, bukan karena demam, melainkan karena rasa haru.

Setiap kali Reynard menyuapinya, pria itu akan mengusap sudut bibir Annelise dengan ibu jarinya jika ada sedikit noda makanan yang tertinggal. Perlakuan yang begitu intim dan telaten itu membuat Annelise merasa sangat berharga.

Setelah suapan terakhir, Reynard memberikan segelas air hangat dan membantu Annelise meminum obatnya.

"Pintar," puji Reynard sambil mengusap kepala Annelise. "Sekarang, aku akan turun untuk sarapan cepat sebelum Meca datang. Janji padaku, jangan mencoba turun dari tempat tidur sebelum aku kembali atau sebelum Meca ada di sampingmu."

Annelise mengangguk lemah, memberikan senyum tulus yang membuat jantung Reynard berdesir. "Iya, Tuan Aethelred yang posesif. Sekarang pergilah sarapan"

Reynard terkekeh pelan. Ia mengecup kening Annelise ini sebuah ritual baru yang tidak pernah ia lewatkan sebelum akhirnya beranjak menuju ruang makan untuk mengisi energinya sendiri. Ia tahu hari ini akan panjang, dan ia butuh kekuatan ekstra untuk menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin agar bisa segera kembali ke sisi wanita yang sangat ia cintai

1
partini
harus standby dong dulu kamu sangat jahat sekali di kasih kesempatan ke dua harus extra lovely doply ❤️
partini
❤️❤️❤️❤️👍👍👍👍👍
partini
posesifnya,,kalau kembar ok ga Thor anaknya
partini
dih di cintai PD banggt
partini
good job 👍👍👍👍 Ray
orang kaya mereka harus membusuk
aku
definisi anelise tuh gimana ya.... 😖
partini
kalau ga balik ya aneh udah di kasih kesempatan kedua masa methong lagi ya percumah dong
partini
wah tegang ini thor
partini
😭😭😭😭 so sad
love you
semangat update ny thor, cepet sehat thor😍❤
partini
belum juga beraksi udah tepar duluan 🤦🤦🤦
love you
next thor suka sama kebucinan reynard ditunggu update ny thor😍😍
partini
ayo Yo kenapa ga fokus itu bisa bikin bahaya semuanya ,, protektif boleh tapi Jagan over musuh bisa ambil kesempatan untuk menghancurkan
love you
next thor cerita ny bagus suka banget😍😍
love you
next thor, bagus ceritanya😍
partini
so sweet banget,,tapi tetap hati" musuh mu itu loh kamu harus waspada
partini
aihhh ane bikin spot jantung suami mu aja
partini
ikuti saja permainan mereka kamu cukup siapkan boom nuklir untuk mereka berdua,, istri pantau lewat bodyguard bayang biar ada apa" SATSET kamu di kasih kesempatan ke dua use your brain
partini
good story
Putry: trimakasih kak untuk bintang nya 😊🥰
total 1 replies
partini
sudah tau kan nah waktu nya pegang permainan be smart dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!