Setelah mengalami kecelakaan, mata batin Nino terbuka. Pemuda berusia 20 tahun itu jadi bisa melihat makhluk astral di sekitarnya.
Sejak tersadar dari komanya, pemuda itu selalu diikuti oleh arwah seorang wanita muda yang dilihatnya ketika kecelakaan terjadi.
Karena tak kuat terus menerus harus melihat makhluk astral, Nino meminta bantuan Pamannya untuk menutup mata batinnya. Sang Paman pun memberikan doa agar bisa menutupi mata batin.
Alih-alih menutup mata batin, kemampuan Nino yang awalnya hanya bisa melihat, justru berkembang jadi bisa berkomunikasi dengan para arwah.
Tak mau menderita sendirian, Nino pun meminta sahabatnya yang penakut, Asep untuk ikut membaca doa dengan dalih supaya menjadi berani. Dan ketika Asep mengamalkannya, sama seperti Nino, pemuda itu juga bisa melihat makhluk halus.
Kejadian demi kejadian aneh terus menimpa kedua sahabat tersebut. Lewat petunjuk dari makhluk astral, mereka bisa mengungkap kejahatan kasus kriminal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Curhat
Perut Nino terasa diaduk-aduk melihat pemandangan itu. Rasa laparnya langsung hilang seketika. Dia segera menahan tangan Asep yang hendak masuk.
“Makan di tempat lain aja yuk.”
“Kenapa?”
“Di sini rame banget. Pasti lama makanannya dateng.”
“Mending di sini aja. Udah lapar brutal nih,” sela Beno.
“Iya, di sini aja. Makanan di sini enak-enak,” sambung Arman.
“Tempat makan lain juga rame,” sahut Dimas.
“Udah makan di sini aja,” pungkas Fauzan sambil menarik Asep.
Karena yang lain setuju makan di sini, mau tidak mau Nino ikut masuk. Pemuda itu berusaha mengabaikan apa yang dilihatnya. Di tengah suara peralatan makan yang beradu, pembicaraan para pengunjung dan lalu lalang pelayan, tanpa mereka sadari ada makhluk astral di tengah-tengah mereka.
Kelima temannya segera memesan makanan yang tertera di buku menu. Hanya Nino yang tidak memesan apa-apa dengan alasan belum lapar. Dia tidak mau mengkonsumsi apapun di rumah makan ini, walau hanya sekedar air putih.
Sambil menungggu makanan, mereka berbincang sambil mengecek ponsel masing-masing. Namun Beno dan Dimas tidak bisa memeriksa hasil foto mereka karena ponsel mereka kehabisan daya.
Nino sendiri asik memainkan ponselnya. Mencoba mengabaikan penampakan makhluk halus yang memenuhi tempat makan. Bahkan di sampingnya sekarang ada tuyul yang tengah memperhatikan dirinya dan teman-temannya.
Tak lama kemudian makanan pesanan datang. Nino langsung menjauh dari meja. Pemuda itu tidak bisa menahan rasa mualnya saat melihat air liur buto ijo yang muncrat mendarat di piring makanan teman-temannya.
“Gue tunggu di luar ya.”
Sebelum keluar, lebih dulu Nino membeli minuman kemasan. Sambil membawa botol minuman, pemuda itu keluar kemudian duduk nongkrong di kursi bambu yang ada di dekat parkiran. Baru saja duduk, sudah ada sesosok perempuan ikut duduk di dekatnya.
Lagi-lagi Nino berusaha mengabaikan. Pemuda itu mengambil ponsel dan asik bermain game. Di dekatnya, makhluk halus itu masih tetap duduk di sampingnya.
“Kamu kenapa ngga ikut makan?” tanya hantu di samping Nino tapi tidak ada jawaban dari pemuda itu.
“Aku tahu alasan kamu tidak mau makan karena kamu bisa melihat makhluk yang ada di dalam restoran kan?”
Sontak Nino menolehkan kepalanya pada gadis di sampingnya. Tapi kemudian dia kemudian memalingkan lagi wajahnya. Bisa jadi apa yang dikatakannya hanya untuk memancingnya.
“Tenang saja, aku tidak akan mengganggu mu. Aku senang ada orang yang bisa melihat dan mendengar ku. Aku hanya ingin berbincang dengan mu. Sudah lima bulan lamanya aku terkurung di sini.”
Ucapan hantu di sebelahnya akhirnya membuat hati Nino luluh. Pemuda itu kembali menolehkan kepalanya. Penampakan hantu di sampingnya tidak menakutkan, hanya wajahnya saja yang pucat. Dilihat dari raut wajahnya, hantu di sebelahnya sepertinya masih muda. Mungkin belum sampai 20 tahun.
“Siapa nama mu?” tanya Nino.
“Ayu.”
“Berapa umur mu?”
“18 tahun.”
“Apa maksud mu kamu terkurung di sini?”
“Sebelum meninggal aku bekerja di sini. Aku bekerja tidak lama setelah lulus sekolah. Tapi belum setahun bekerja, aku sudah harus pergi meninggalkan dunia ini dan semua keluarga ku.”
“Kenapa? Apa kamu sakit?”
“Keluarga dan orang-orang yang mengenal ku tahunya aku meninggal kaena sakit. Tapi sebenarnya sakit yang diderita itu hanyalah samaran saja, agar orang-orang tidak curiga.”
“Apa maksud mu?”
Nino semakin dibuat penasaran untuk mendengarkan kisah Ayu lebih lanjut. Bahkan sekarang posisi duduknya sudah menyamping, menghadap pada Ayu.
“Pemilik tempat makan ini memakai penglaris. Kamu pasti tahu istilah pesugihan?” Ayu melihat pada Nino. Kepala pemuda itu mengangguk untuk menjawab pertanyaan hantu gadis itu.
“Awalnya aku tidak percaya ketika ada yang bilang kalau tempat makan ini memakai penglaris. Tapi ternyata itu benar. Bu Rita bersekutu dengan jin. Dia menjual jiwanya pada jin agar usahanya maju. Itu dilakukan agar jin itu tidak meminta tumbal dari keluarganya. Dan sebagai gantinya, Bu Rita harus menyiapkan tumbal lain. Tumbalnya harus seorang gadis yang masih perawan. Makanya kebanyakan pegawai perempuan yang bekerja di sini sudah menikah atau janda. Saat itu hanya aku dan teman ku Desi yang masih gadis.”
Dengan seksama Nino mendengarkan cerita dari Ayu. Tanpa pemuda itu sadari, seorang security mengamatinya dari posnya berjaga. Petugas security menepuk lengan rekannya. Kemudian sambil menunjuk pada Nino, dia berkata.
“Tuh anak lagi ngobrol sama siapa?”
Rekannya langsung melihat ke arah yang ditunjuk temannya. Dia memperhatikan Nino yang memang dari gerak-geriknya seperti tengah berbicara dengan seseorang.
“Nu gelo meureun (orang gila kali).”
“Ngga mungkin. Siapa tahu dia anak indigo yang bisa melihat dan bicara dengan makhluk halus.”
“Bisa jadi. Di sini kan emang banyak setannya.”
Kedua petugas security itu hanya bergidik saja. Keduanya segera mengalihkan pandangan ke arah lain. Kalau bukan karena gaji yang cukup besar, keduanya tidak akan bekerja di sini. Setiap berjaga malam, mereka kerap diganggu makhluk halus yang berdiam di tempat makan ini.
Sementara itu Nino masih serius mendengarkan cerita dari Ayu. Hantu itu tengah menceritakan awal mula kenapa dia bisa jatuh sakit. Saat itu Dia tengah mengecek persediaan bahan di gudang. Tiba-tiba saja dia melihat makhluk halus dengan penampilan menyeramkan yang berusaha menangkapnya. Karena takut, Ayu langsung pergi keluar dari gudang.
Keesokan harinya Ayu tidak masuk kerja. Tubuhnya mengalami demam tinggi. Sakitnya terus berkelanjutan sampai akhirnya orang tua Ayu membawanya ke rumah sakit. Dokter mendiagnosa kalau Ayu mengalami keletihan karena bekerja, di samping itu jadwal makan yang tidak teratur membuat Ayu terkena penyakit typus.
Agar kondisi Ayu cepat pulih, gadis itu pun dirawat di rumah sakit. Setelah dua hari dirawat, Ibu Rita datang menjenguknya. Dia membawakan makanan dan juga uang untuk biaya rumah sakit. Kedua orang tua Ayu yang tidak tahu menahu, menerima saja pemberian Ibu Rita tanpa curiga.
Dua hari setelah kunjungan Ibu Rita, kondisi Ayu semakin memburuk, hingga akhirnya nyawanya tidak terselamatkan. Sebelum meninggal, Ayu melihat ada dua makhluk yang menjemputnya. Satu makhluk bertubuh setengah manusia dan setengah kuda, satunya lagi seperti genderuwo. Mereka menarik paksa Ayu lalu memasukkan ke dalam kurungan. Setelahnya mereka pergi dengan membawa roh Ayu.
Nino bergidik sendiri mendengar cerita Ayu. Kemudian dia teringat akan teman-temannya yang sedang makan di dalam.
“Teman-teman saya lagi makan di dalam. Mereka aman kan?”
“Aman kok. Ibu Rita tidak akan pernah mengganggu pembelinya. Dia hanya mengambil tumbal dari karyawan saja.”
“Terus kamu tertahan di sini selamanya?”
“Iya.”
“Sampai kapan kamu berada di sini?”
“Ngga tahu. Mungkin kalau perjanjian Ibu Rita dengan jin selesai, aku baru bisa bebas.”
“Apa ada korban lain selain kamu?”
“Banyak. Ada dua puluh orang lagi yang bernasib sama dengan ku. Mereka juga masih tertahan di sini.”
“Aku ikut prihatin dengan keadaan mu.”
“Makasih ya, kamu mau mendengarkan cerita ku.”
Kepala Nino hanya mengangguk pelan. Mungkin ini salah satu hal yang pernah diungkap ustadz Dani. Kemampuannya bisa membantu orang lain. Tapi Nino tidak menyangka kalau dirinya dijadikan tempat curhat hantu. Kalau banyak hantu seperti Ayu yang ingin curhat dengannya, bisa-bisa dia jadi gila.
“No, hayu!” terdengar teriakan Asep.
Melihat kelima temannya sudah selesai makan, Nino segera bangun dari duduknya. Sebelum pergi, dia menoleh pada Ayu sebentar. Hantu itu hanya melambaikan tangannya saja pada Nino.
“Udah beres makannya?” tanya Nino.
“Udah.”
“Enak?”
“Banget. Nih, gue beli gurame pepes buat nyokap di rumah.”
Nino menganggukkan kepalanya. Andai mereka tahu kalau makanan yang mereka konsumsi mendapat cipratan air liur buto ijo, entah apa mereka mengatakan hal yang sama.
Pemuda itu segera memakai helmnya, kemudian menjalankan kendaraannya keluar dari pelataran parkir tempat makan tersebut.
Perjalanan pulang ke Bandung berjalan lebih cepat dan tanpa hambatan. Berhubung malam minggu, kondisi jalanan cukup ramai. Mereka tidak merasa takut lagi walau hari sudah malam.
Satu setengah jam kemudian Nino dan Asep sudah sampai ke kost-an. Nino masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil kertas yang diberikan Rohman. Kemudian dia keluar lagi lalu memberikannya pada Asep.
“Nih doanya. Dibaca setiap habis shalat fardhu. Lebih bagus kalau sekalian sama tahajud juga. Sebelum baca doa ini, baca al-fatihah, trio qul, ayat kursi baru sambung doa ini. Terus sambung dzikir yang ditulis Cang Rohman. Terakhir baca shalawat nariyah 100 kali.”
“Loba oge (banyak juga).”
“Mau ngga?”
“Nya lah.”
Asep mengambil lembaran kertas tersebut. Sebuah senyuman kecil tersungging di bibir Nino. Setelah Asep mengambil kertas tersebut dan masuk ke kamar, barulah pemuda itu kembali ke kamarnya.
Baru saja menutup pintu, Nino dikejutkan ketika melihat ada perempuan di kamarnya. Perempuan itu adalah perempuan yang dilihatnya saat dirinya mengalami kecelakaan tempo hari.
***
Besok aku libur🤗
Upin ipin lgi sibuk liburan 🤣
eeehh🤔
belum waktunya kamu ke tangkep Anton...tunggu aja gk bakal lama juga kamu akan mendekam jd penghuni hotel prodeo...karena apartemen mu udah di pindah sewakan ke orang lain...untuk meniggalkan jejak ke jahatanmu....ementara kamu tinggal gretongan di bui 😂
pintar sekali kamu ya Anton /Curse/