Isyana Putri, gadis tomboi berusia 22th. Tanpa sengaja bertemu dengan
Briyan Adhinatha, seorang CEO tampan berusia 28th.
Karena suatu keadaan membuat Isyana harus melakukan nikah bohongan dengan Briyan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mandry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di apartemen
" Kamu tunggu dimobil saja" Perintah Briyan. Dia pun kelurahan dari mobil dan berjalan masuk ke warung makan.
Tak menunggu lama Briyan kembali ke mobil dengan membawa sebuah bungkusan ditangannya. Dia membuka pintu mobil dan duduk ditempatnya semula. Menaruh bungkusan itu disampingnya dan menutup pintu mobilnya. Kemudian dia mengemudikan mobilnya tanpa bicara sepatah kata pun.
Isyana hanya memandang kearahnya sekilas dan kembali fokus kedepan. Dia tidak ada keinginan untuk memulai percakapan. Dipikirannya, dia sudah cukup merepotkan hari ini.
Akhirnya mobil berhenti di sebuah parkiran gedung. Isyana yang tidak tau ini tempat apa pun mulai bertanya.
"Dimana ini? " Tanya Isyana masih mengamati sekitar yang terlihat sepi dan gelap. Ada beberapa mobil yang terparkir disana.
" Ini apartemen ku, ayo turun" Ajak Briyan yang membuka pintu mobilnya dan keluar membawa bungkusan yang dibelinya tadi.
Isyana masih terdiam di dalam mobil. Dia masih terlihat berfikir.
" Kenapa gak turun? " Tanya Briyan yang sudah turun dari mobil.
"Atau kau mau tinggal didalam mobil juga gak papa" Ucap Briyan yang melihat Isyana masih tak bergerak, kemudian dia menutup pintu mobilnya.
Isyana langsung keluar dari mobil dan mengikuti Briyan dari belakang dengan langkah tertatih-tatih menahan sakit di kakinya.
'Serem kali kalo ditinggal disini sendirian' batin isyana bergidik ngeri.
"Tunggu...!" Teriak Isyana yang mulai tertinggal jauh dari Briyan.
Briyan melihat ke arah Isyana seketika dia memukul kepalanya sendiri 'aku lupa kalau kakinya sakit' batinnya. Briyan berjalan kembali ke arah Isyana.
" Sini aku gendong" Briyan menawarkan bantuan
"Tidak usah, aku bisa jalan kok" Tolak Isyana
"Jangan berfikir yang aneh-aneh. Aku hanya ingin cepat sampai dan cepat istirahat. Besok aku ada rapat pagi" Briyan langsung menggendong Isyana dan melangkah menuju lift. Isyana hanya terdiam dan menurut saja.
Mereka menuju ke apartemen Briyan menggunakan lift. Sesampainya di depan apartemn, Briyan menurunkannya dan membuka pintu dengan menekan beberapa kata sandi. Pintu pun terbuka, Briyan menggendong Isyana masuk ke dalam dan mendudukkannya di sofa.
"Kamu tinggal sendirian disini? " Tanya Isyana sambil melihat-lihat didalam apartemen Briyan.
"Iya..."Jawab briyan sambil berjalan kedapur untung mengambil minum dan tempat untuk menaruh makanan yang dia beli tadi.
" Ini minumlah... " Briyan duduk di samping isyana dan memberikan minum yang dia ambil tadi kepada Isyana, dan Isyana pun meminumnya. Kemudian memindahkan makanan ke tempat yang dia ambil tadi. Dan memberikannya kepada Isyana.
"Makanlah... " perintah Briyan
"Ini cuman satu? " Tanya Isyana
"Apa gak cukup makan satu porsi? " Tanya Briyan
"Cukup kok... Untuk kamu? " tanya Isyana
"Aku masih kenyang... Makanlah... " Perintah briyan. Dia mengecek pekerjaannya sambil menunggui Isyana makan.
'Hem... Kayaknya enak ini... Bismillahirrahmanirrahim makan...' batin Isyana. Dia langsung memakan makanan dengan lahap. Seperti orang kelaparan. Hello... Memang dia kelaparan gays... Hehehe...
Briyan melirik ke arah Isyana "Sudah berapa tahun gak makan? Sepertinya satu porsi kurang" Sindir briyan yang masih fokus melihat kerjaannya.
"Cukup kok..." Jawab Isyana dengan mulut penuh makanan
"Maklum dari sore belum makan hehe... " Dia melanjutkan makannya lagi.
'Masa bodo mah makan sok cantik. Yang penting makan banyak, biar tenaga kembali dan kuat menghadapi kenyataan hehehe... ' pikir isyana. Briyan hanya geleng-geleng kepala melihatnya.
Selesai makan Isyana bersendawa dengan keras. "Alhmdulillah kenyang... " Ucapnya sambil mengelus perutnya yang terasa kenyang
"Kamu itu perempuan kenapa bersendawa seperti itu?" Protes briyan yang merasa jijik.
"Kalau saya tidak bersendawa, nanti udara yang berlebih diperut saya gak bisa keluar, jadi perut saya bisa kembung" Jelas Isyana
"Ya tapi kan bisa ditutupin pake tangan biar agak sopan dikit" Protes Briyan.
"Okey bos... Lain kali aku tutupin deh hehe... " Isyana berlagak hormat seakan laporan pada bosnya.
" Coba sini aku lihat kakimu yang sakit" Briyan memukul pahanya sebagai isyarat untuk Isyana menaikkan kakinya disana. Isyana dengan sungkan menaikkan kakinya yang sakit
" Maaf ya pak... " Ucap Isyana yang tak enak hati.
Setelah kaki Isyana diatas, briyan langsung mengurut kaki isyana yang keseleo
"WADAUUUU SAKIT...! "
**************************
Hallo semuanya... trimakasih ya sudah mau mampir di karya emak.
ini karya pertama emak nih say... maaf kalo masih ada kata-kata dan penulisan yang salah hehehe...
kasih komen dan like nya dong sayang. biar emak tambah semangat buat ngelanjutin ceritanya. trimakasih... 😁🤗
**************************
1 vote mengiringi karyamu Thor.
semangat berkarya