NovelToon NovelToon
Kembalinya Kaisar Dunia Bawah

Kembalinya Kaisar Dunia Bawah

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Romansa
Popularitas:912
Nilai: 5
Nama Author: blueberrys

Dunia ini bukanlah tempat bagi mereka yang lemah si kaya terbang membelah awan layaknya naga, sementara si miskin terinjak sebagai debu di bawah kaki sang penguasa. Di tengah kejamnya takdir, hiduplah Zhou Yu, bocah laki-laki yang jiwanya jauh lebih dewasa dibanding usianya yang baru delapan tahun. Sejak kecil, ia adalah pelita bagi orang tuanya, sosok anak berbakti yang rela menghabiskan masa bermainnya di pasar demi menyambung hidup keluarga.

Namun, langit seolah runtuh saat Zhou Yu pulang membawa harapan kecil di tangannya. Aroma darah dan keputusasaan menyambutnya di ambang pintu. Ia menemukan sang ayah pria yang selama tiga bulan terakhir berjuang melawan sakit tergeletak mengenaskan dalam napas terakhirnya. Di sudut lain, ibunya terkulai lemas, tak berdaya, bersimbah darah dan dengan kondisi yang mengenas. Di detik itulah, kepolosan Zhou Yu mati. Dalam tangis yang tertahan, sebuah dendam dan ambisi membara ia tidak akan lagi mengubah nya menjadi sosok yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blueberrys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kompetisi tahunan kekaisaran

Mentari pagi menyiram puing-puing Akademi Tian Meng dengan cahaya yang terasa asing. Sisa-sisa kabut es dari amukan Han Shui masih tertinggal di celah-celah bebatuan, namun bau anyir darah telah memudar, digantikan oleh aroma tanah basah. Lapangan latihan utama, yang kini retak dan penuh lubang besar, telah dipenuhi oleh ribuan murid. Mereka berdiri dalam barisan yang rapat, namun suasana sangat sunyi sebuah kesunyian yang lahir dari rasa trauma dan hormat yang mendalam.

Di atas panggung utama, tujuh kursi Tetua Agung tidak lagi lengkap. Tiga kursi kosong dibalut kain putih sebagai tanda bahwa sang penghuninya tengah bertarung melawan maut di ruang pengobatan. Tetua Mo berdiri di depan, tubuhnya dibalut perban di balik jubahnya, wajahnya tampak sepuluh tahun lebih tua, namun matanya masih memancarkan wibawa yang tak terpatahkan.

"Kemarin," suara Tetua Mo bergema, berat dan serak. "Kita melihat wajah asli dari kegelapan. Kita melihat darah rekan kita membasahi tanah ini. Tapi, kita juga melihat bahwa cahaya tidak akan pernah padam selama masih ada keberanian di hati kalian."

Ia terdiam sejenak, menatap Zhou Yu yang berdiri di barisan paling belakang, terasing namun menjadi pusat perhatian setiap mata. Zhou Yu tidak mengenakan zirah, hanya pakaian hitam sederhana, wajahnya datar namun matanya menyimpan duka yang membeku.

"Akademi tidak akan menyerah," lanjut Tetua Mo. "Dan untuk membuktikan bahwa kita masih berdiri tegak, kompetisi yang telah menjadi tradisi kekaisaran selama ribuan tahun akan tetap dilaksanakan. Kompetisi Perebutan Mutiara Jiwa akan dimulai dalam tujuh hari ke depan!"

Gumamman kecil menyebar seperti api di antara para murid. Ini adalah ajang paling prestisius sekaligus paling mematikan di seluruh Kekaisaran Zhonghua.

Tetua Yuan, yang kini memimpin departemen kedisiplinan, melangkah maju. Suaranya dingin, seolah sedang membacakan vonis mati.

"Seratus sekte besar dan kecil dari seluruh penjuru kekaisaran akan mengirimkan lima murid terbaik mereka. Lima ratus jenius akan bertarung demi satu tujuan. Tapi dengarlah... kompetisi ini bukan tempat untuk bermain rumah-rumahan."

Ia membentangkan sebuah gulungan besar yang melayang di udara, memperlihatkan peta wilayah yang dikenal sebagai Lembah Kabut Kematian.

"Babak Pertama: Penyisihan (Surviving the Mist). Selama satu hari penuh, kalian akan dilemparkan ke dalam lembah tersebut. Peraturannya sederhana namun kejam, Bertahan hidup. Di lembah itu, tidak ada kawan selain rekan satu timmu. Menghabisi lawan tidak hanya diperbolehkan, tapi terkadang merupakan keharusan. Siapa pun yang tidak mampu melindungi Mutiara Nyawa di dada mereka akan dianggap gugur atau mati. Lembah itu dipenuhi binatang buas tingkat tinggi dan tanaman beracun yang bisa melelehkan daging dalam hitungan detik. Hanya mereka yang memiliki kemauan baja yang akan keluar hidup-hidup."

Zhou Yu hanya menatap lurus kedepan tatapan nya kosong, mungkin karna Masi di landa kesedihan yang mendalam, Da Ge yang melihat hal itu pun sontak mendekati nya dan merangkul bahu nya sebagai bentuk penyemangatan, Da Ge tersenyum dan di balas senyum tipis oleh Zhou Yu.

Tetua Yuan melanjutkan penjelasannya dengan nada yang semakin serius, menggambarkan kengerian yang akan dihadapi para peserta yang berhasil lolos dari penyisihan.

Babak Kedua: Labirin Darah (The Crimson Labyrinth)

Hanya seratus orang yang tersisa dari babak pertama yang akan masuk ke sini. Mereka akan dipisahkan dari tim mereka dan dipaksa masuk ke dalam labirin bawah tanah yang terus berubah bentuknya. Di sini, musuh terbesar bukanlah orang lain, melainkan rasa haus dan kegilaan. Labirin ini akan menyedot energi Qi secara perlahan. Satu-satunya cara untuk memulihkan energi adalah dengan merebut "Kristal Esensi" yang tertanam di dalam tubuh peserta lain. Ini adalah babak pengkhianatan di mana sahabat bisa menjadi musuh hanya demi seteguk energi untuk bertahan hidup.

Babak Ketiga: Altar Pengorbanan (The Altar of Sacrifice), Tiga puluh peserta terbaik yang berhasil keluar dari labirin akan berdiri di atas altar raksasa yang melayang di atas kawah lava. Di babak ini, peraturannya adalah Battle Royale tanpa batas. Tidak ada tempat untuk bersembunyi. Ruang gerak akan terus menyempit setiap jamnya. Mereka yang terdorong keluar dari altar akan jatuh ke dalam api abadi. Ini adalah ujian kekuatan murni dan ketahanan fisik. Di sinilah para jenius sejati akan saling membantai hingga hanya tersisa sepuluh orang yang berdiri di atas tumpukan luka dan kelelahan.

Babak Keempat: Puncak Mutiara Jiwa (The Summit of Soul Pearl), Sepuluh orang terakhir akan mendaki Puncak Langit, sebuah gunung yang memiliki tekanan gravitasi seratus kali lipat dari bumi biasa. Di puncaknya, hanya ada satu Mutiara Jiwa Agung. Namun, tantangan terbesarnya bukanlah pendakian itu, melainkan "Bayangan Diri". Setiap peserta harus bertarung melawan manifestasi kegelapan dari diri mereka sendiri yang memiliki kekuatan dua kali lipat lebih besar. Ini adalah babak yang sangat kejam karena ia menyerang mental dan trauma terdalam seseorang. Banyak yang berakhir gila atau menghancurkan jantung Qi mereka sendiri karena tidak sanggup menghadapi dosa-dosa masa lalu mereka.

Setelah pengumuman itu selesai, kerumunan murid mulai membubarkan diri dengan wajah tegang. Zhou Yu tetap berdiri di tempatnya, menatap kursi kosong para tetua.

(Jeda napas panjang... suara batin yang berat dan pedih)

"Tujuh hari... hanya tujuh hari waktu yang aku miliki untuk mempersiapkan diri sebelum masuk ke dalam neraka itu." Suaranya gemetar. "Ling'er... kau masih terbaring di sana, jiwamu merintih dalam kegelapan yang tak bisa kujangkau. Setiap detak jantungmu yang melemah adalah duri yang menghujam jantungku."

"Aku melihat mereka... para tetua yang bertaruh nyawa demi melindungiku yang tidak berguna ini. Aku melihat darah mereka menyucur, melihat harapan mereka diletakkan di pundakku yang masih rapuh.Betapa memuakkan... menjadi pahlawan yang lahir dari pengorbanan orang-orang yang kucintai."

"Mutiara Jiwa itu... aku tidak peduli pada kehormatan. Aku tidak peduli pada gelar jenius nomor satu di kekaisaran. Aku hanya butuh Sari Kehidupan di dalam mutiara itu untuk membawamu kembali, Ling'er. Jika aku harus menjadi iblis di Lembah Kabut Kematian, maka jadilah. Jika aku harus mandi darah di Labirin Merah, aku tidak akan berkedip."

"Tangan ini... tangan yang gagal menjagamu kemarin, akan kupastikan menjadi tangan yang merenggut nyawa siapa pun yang menghalangi jalanku. Janji kita di desa dulu... janji untuk menua bersama di bawah naungan perisai damai... akan kutepati, bahkan jika aku harus menyeret tubuhku keluar dari lubang kubur."

"Tunggu aku, Ling'er. Tunggu suamimu ini membawakanmu kehidupan kembali."

Zhou Yu berbalik, namun ia dikejutkan oleh sosok Da Ge yang sudah berdiri di belakangnya. Zirah Da Ge masih tampak gusar, namun matanya menyala-nyala.

"Aku tahu apa yang kau pikirkan, Yu," ucap Da Ge berat. "Kau tidak akan pergi sendirian. Tim kita... kau, aku, dan tiga murid pilihan Tetua Mo akan menjadi badai yang tak terhentikan."

"Kau terluka, Da Ge. Garis depan membutuhkanmu," balas Zhou Yu pelan.

"Garis depan bisa menunggu! Tapi saudaraku tidak boleh berjuang sendiri dalam kegilaan ini," Da Ge menepuk bahu Zhou Yu dengan keras. "Kita adalah anak-anak dari desa yang sama. Jika kau jatuh, aku akan menjadi singgasana mu. Jika kau membunuh, aku akan menjadi senjatamu."

Tiba-tiba, seorang gadis berpakaian putih murid yang kemarin sempat menegur Da Ge, Xiao Bai mendekat dengan ragu. "Aku... aku diperintahkan Tetua Ling saat berada di ruang kesehatan. Aku akan menjadi penyembuh di tim kalian. Aku tahu aku tidak sekuat Ling'er, tapi aku tidak akan membiarkan kalian mati konyol."

Zhou Yu menatap mereka berdua. Sedikit kehangatan muncul di hatinya yang membeku. "Baiklah. Tujuh hari dari sekarang, kita akan membuat kekaisaran ini gemetar."

Di kejauhan, Tetua Mo mengamati mereka dari balkon perpustakaan. Ia memegang catatan kuno tentang Gua Makam Para Dewa. Ia tahu, Kompetisi Mutiara Jiwa hanyalah pintu masuk. Jika Zhou Yu berhasil mendapatkan mutiara itu, barulah ia akan memiliki kualifikasi untuk memasuki makam para dewa tempat di mana rahasia yang sebenarnya tersimpan, dan tempat di mana maut benar-benar berkuasa.

"Jadilah naga..." bisik Tetua Mo. "Atau jadilah debu yang terlupakan. Takdir tidak mengenal kata kasihan."

Malam itu, Zhou Yu kembali ke samping tempat tidur Ling'er. Ia menggenggam tangan gadis itu erat-erat, membiarkan energi emasnya mengalir sedikit demi sedikit, seolah memberikan janji melalui sentuhan bahwa badai yang akan datang tidak akan sanggup memisahkan mereka.

1
༺⬙⃟⛅ada badaknyaℛᵉˣ
baru 1 bab udah cerita sedih/Sweat/
pinguin: author kejam👍
total 1 replies
Butet Kon77
💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!