Cerita ini hanya fiktif belaka, cerita menggandung adegan +18
Lika-liku kehidupan Dita yang masih trauma akan perceraian orang tuanya, tanpa sengaja di jodohkan dengan Kai yang merupakan anak teman ibunya, ada perasaan berbeda ketika Dita dekat denga Kai.
Perasaan yang kuat antara Dita dan Kai membuat Celine begitu cemburu, dia bahkan tak yakin Kai dapat mencintai gadis yang baru beberapa hari di temui nya. Trauma yang masih melekat di ingatan Dita membuatnya bimbang dan takut dalam memutuskan jalan hidupnya, dia hanya tak ingin kejadian itu terulang kembali.
walau banyak kekurangan Kai begitu gigih menyakinkan Dita untuk menikah dengannya, Kai yang bersedia menutup semua kekurangan Dita, restu sudah pasti mereka dapat, entah apa yang selalu saja rasa tidak percaya diri menghampiri Dita.
Akankah Dita dapat meyakinkan hatinya untuk Kai dan dapatkah Dita dapat memaafkan ayahnya?
yuk mampir di karya ku, semoga bisa jadi daftar favorit kalian untuk membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NinLugas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. Luka
Pada kenyataannya Dita berbelanja hanya seorang diri, Dita tidak mau mengganggu kencan Gina dan bayu, di suatu tempat Dita langsung menuju bood honyecomb, mirip seperti filter dan bentuknya seperti sarang tawon, fungsinya sih buat menghaluskan cahaya saat hunting outdoor.
Harganya cukup terjangkau, walaupun begitu Dita tulus membelikannya untuk Kai, karena Kai Dita sering searching tentang photography, tidak banyak yang Dita ketahui, namun berusaha mencoba mendukung hobi Kai.
“Kado buat pacarnya ya mbak?”
tanya seorang pegawai pria yang menyiapkan kado yang dibeli Dita.
Namun Dita tersenyum.
Perlu enggak ya Kai sama ini barang? Pikir ku saat hendak membayar kadonya.
“Ini mbak”
pegawai tersebut menyerahkan kado yang berbungkus kertas kado berwarna biru dan diberi pita berwarna kuning.
“Makasih mas”
sahut Dita serambi menyerahkan credit card miliknya.
Kai yang tengah menyiapkan peralatan buat perjalanan besok, mulai dari camera dan pakaian karena dalam negri tak banyak barang yang dibawa Kai.
Tampak dari depan rumah Kai, celine yang tiba-tiba datang berkunjung. Entah apa yang membawanya berani bertemu dengan Kai.
“Permisi....”
kata celine yang mengetuk pintu yang terbuka, kebetulan pintu yang terbuka celine tanpa basa basi lagi masuk kedalam rumah Kai, dilihatnya Kai tengah sibuk banget menyiapkan pakaiannya.
“Sibuk banget sampe enggak dengar aku datang!”
katanya berdiri didepan pintu kamar Kai.
“Celine, kamu ngapain kesini?”
kata Kai yang terlihat kesal.
Sebelum Celine menjawab Kai keluar kamarnya dan duduk di ruang tengah tak jauh dari kamarnya.
“Aku Cuma mau minta maaf...”
jelas Celine yang berjalan di belakang Kai.
“Udah aku maafin kok”
sahut Kai berdiri di pintu ruang tengah yang langsung menghadap taman belakang.
“Makasih ya Kai, aku tahu aku salah”
tetiba Celine memeluk Kai dari belakang, Kai yang kaget berusaha melepaskan tangan Celine yang tengah memeluknya.
“Apaan sih kamu?”
seru Kai yang bingung akan sikap Celine.
“Aku pengen kita kayak dulu Kai, aku enggak bisa tanpa kamu”
makin erat Celine memeluk Kai, suara lirih Celine tak meluluhkan hati Kai.
“Kamu mikir enggak sih sebelumnya?”
tanya Kai mulai kesal.
“Aku jadiin Rendi pelampiasan kamu”
sentak Celine yang berderai air mata, Kai hanya menahan emosi karena sikap Celine Kekanakan.
Dita berniat memberikan kadonya besok saat mereka bertemu di stasiun, namun karena tidak sabar, Dita tanpa mengabari Kai bergegas menuju rumah Kai, berasa lagi kasmaran Dita merasa bahagia membayangkan wajah Kai yang senang menerima hadiah darinya.
Bisa merasakan suka terhadap orang lain Dita sudah bersyukur, karena dia menjadi normal seperti wanita pada umumnya, berhasil dalam menyukai seseorang tersebut saat rasa kita berbalas, namun kadang ambisi yang besar membuat suatu hubungan terlihat sulit, ambisi ingin di cintai, diperhatikan dan lain hal. Karena itu Dita ingin menjalaninya seperti air yang mengalir mengikuti hati namun masih berakal.
Perjalanan kerumah Kai penuh dengan kemacetan, karena memang jam pulang kantor, Dita yang tengah menaiki sebuah taksi online hanya celingak celinguk menatap keluar mobil yang berbaris karena macet.
“Jangan kamu sakitin Rendi, aku tahu dari dulu dia suka kamu”
jelas Kai yang membalikan badannya.
Celine hanya bisa menangis dipelukan Kai.
“Maafin aku, aku Cuma butuh kamu”
peluk Celine sambil menangis.
“Maaf ya lin, aku udah jatuh cinta sama Dita”
jelas Kai yang memegang pundak Celine membuatnya melepaskan pelukan Celine.
“Enggak mungkin secepat itu?”
tanya Celine terlihat kesal kali ini.
“Tapi itu yang aku rasakan”
jelas lagi Kai
“Enggak....enggak boleh, Cuma aku, Cuma aku yang kamu cinta”
teriak Celine yang tak dapat mengendalikan emosi, karena saking kesalnya, dia bahkan melemparkan vas bunga terbuat dari porselen.
“Kamu sebaiknya pulang, aku telpon Rendi”
kata Kai yang hendak mengambil handphonenya.
Namun Celine dengan sigap mengambil pecahan vas dan mengancam Kai akan melukai dirinya.
“Kamu telpon dia, kamu liat aku mati”
teriak Celine mengancam.
Dari depan pintu suara Celine dapat terdengar jelas oleh Dita yang baru saja tiba. Penasaran apa yang terjadi, Dita pun masuk kerumah Kai.
“Aku cinta sama kamu Kai, ngertiin aku kali ini”
teriak Celine lagi.
“Kamu bisa taruh itu dulu, kita bicara baik-baik”
Kai yang menenangkan Celine.
Self injury suatu penyakit kejiwaan yang dengan sengaja melukai dirinya sendiri, Celine telah mengidap penyakit ini sejak SMA, entah apa sebab awalnya, namun Kai tahu betul Celine selalu benar-benar melakukannya agar mendapat kan perhatiannya.
“Aku enggak bisa kehilangan kamu...”
teriak Celine lagi sambil menangis.
Dita yang datang dari belakang Celine melihat pecahan vas yang berada ditangan Celine, ia pun bergegas memukul tangan celine yang menggengam pecahan vas dengan kado yang dibawanya.
Buk buk ....
Kaget karen Dita memukul tanganya dan menjatuhkan pecahan vas tersebut.
“Aaahhhhh....Kamu....”
teriak Celine, yang menatap kesal kepada Dita, dengan cepat Kai mengambil pecahan Vas yang jatuh kelantai.
“Kamu gila ya?”
sentak Dita kepada cewek berpakaian dress itu.
“Gara-gara kamu, Kai enggak cinta sama aku, kamu tahu itu”
teriak Celine yang memang tak dapat mengontrol emosinya.
“Kalau sudah tahu harusnya kamu sadar”
kata Dita yang terpojok di dinding.
Kesal dan malu Celine terdiam tampak jelas dimatanya kebencian terhadap ku, aku gak tahu masalah mereka, aku Cuma enggak mau dibilang penghancur hubungan orang.
Sambil berjalan kearah Kai, Celine sempat-sempatnya melepaskan heels nya dan menginjak pecahan vas yang kecil.
Sontak aku dan Kai kaget melihat sikap Celine, ini benar kelainan kejiwaan, aku pandang jelas wajahnya yang tidak merasakan sedikitpun kesakitan, bahkan darah segar mulai terlihat dari telapak kakinya.
Celine yang berjalan sempoyongan keluar rumah, tidak berkata apa-apa, mungkin saat ini dia sudah kalah tapi dia tidak akan menyerah, aku yakin pasti dia akan kembali.
Karena merasa kasihan aku berbaik hati menurunkan ego dan rasa kesal ku.
“Obati luka mu”
kata ku menahan tangan Celine.
Namun Celine hanya terdiam sambil tersenyum melepaskan tangan ku yang memeganginya.
“Lin...”
teriak ku kesal dan akan mengikutinya keluar rumah namun Kai menahan ku.
“Udah, dia kaya gitu karena malu sama kamu”
jelas Kai yang memahami sikap Celine,
Perasaan apa ini? Kesal teramat kesal karena Kai begitu memahami Celine, ya aku tahu mereka pacaran cukup lama, tapi kenapa aku yang cemburu?
Aku masih berdiri dan terdiam kulihat Celine masuk kedalam mobil yang sudah menjemputnya, setidaknya dia pulang dengan aman pikir ku.
Sedangkan Kai sibuk merapikan pecahan Vas, membuat aku sedikit kesal dan masih masih kesal, aku bingung sama diri ku, aku berambisi sekali karena rasa suka aku benci itu.
“Aku pulang dulu”
kata Ku meletakan kado di meja ruang tengah.
“Baru juga datang?”
kata Kai yang selesai merapikan pecahan Vas.
“Aku belum packing”
sahut ku lagi yang tak mau menatap ke arah Kai.
“Hati-hati”
sahut Kai yang paham betul aku tengah kesal.
Aku kesal karena diriku sendiri yang enggak bisa terima Kai masih peduli sama Celine.
7in1
⭐⭐⭐⭐⭐⭐
7in1
💕💕💕💕💕💕
Like 👍👍👍👍👍
Favorit ♥️♥️♥️♥️♥️
Rate ⭐⭐⭐⭐